Anda di halaman 1dari 6

Anodising merupakan proses pelapisan dengan cara elektrolisis untuk

melapisi permukaan logam dengan suatu material maupun oksida yang


bersifat melindungi dari lingkungan sekitar. Dari definisi tersebut dapat
diketahui bahwa prinsip dasar proses anodising adalah elektrolisis. Proses
elektrokimia yang merupakan proses kimia mengubah energi listrik
menjadi energi kimia. Pada proses ini komponen yang terpenting dari
proses elektrolisis ini adalah elektroda dan elektrolit. Pada elektrolisis,
katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Pada
dasarnya, proses anodising merupakan proses rekayasa permukaan yang
bertujuan untuk memproteksi logam dari korosi. Proses anodising juga
dapat digunakan untuk memperindah tampilan logam.
1. Macam-macam Proses Anodising
Reaksi dasar dari proses anodising adalah mengubah permukaan
aluminium menjadi aluminium oksida dengan menekan bagian logam
anoda didalam sel elektrolisis. Proses anodising terbagi menjadi tiga,
yaitu:
a. Chromic Anodize
Larutan ini mengandung 3-10% berat CrO 3. Larutan dibuat
dengan mengisi tangki setengah dengan air dan melarutkan asam
ini ke dalamnya, kemudian menambahkan air sesuai dengan level
operasi yang diinginkan.
1)
2)
3)
4)

Larutan anodising asam kromik digunakan pada:


pH antara 0,5-1
Konsentrasi klorida (sebagai natrium klorida) kurang dari 0,02%
Konsentrasi sulfat (H2SO4) kurang dari 0,05%
Total kandungan asam krom sebanding dengan pH dan baume
reading kurang dari 10%.
Jika konsentrasinya terlebih bagian logam dicelupkan dan

diganti dengan larutan baru.Parameter untuk proses chromic


anodize adalah:
1) Konsentrasi elektrolit 50-100 g/L CrO3
2) Temperatur 37 5oC (100 goF)
3) Time in both 40-60 menit
4) Tegangan yang digunakan meningkat dari 0-40 volt dalam 10
menit
5) Penahanan pada tegangan 40 volt untuk waktu kesetimbangan

6) Kerapatan arus 0,15 - 0,30 A/dm2 (1,4 - 4,3 A/pto)


Keuntungan dari proses chromic anodize antara lain CrO 3 lebih
sedikit agresif dibandingkan dengan aluminium dan H 2SO4,pada
proses ini membentuk 0,7 mm dengan pengulangan yang tetap.
Warna yang dihasilkan proses chormic anodize dapat berubah jika
ditambahkan komposisi paduan yang berbeda serta perlakuan
panas yang berbeda.
b. Sulfuric Anodize
Prinsip dasar proses ini sama dengan proses asam kromik.
Konsentrasi asam sulfur (1,84 sp gr) dalam larutan anodizing adalah
12 sampai 20% berat larutan mengandung 36 liter (9,5 gal) H 2SO4
per 380 liter atau 100 gal dari larutan dapat menjadi lapisan anodik
ketika diseal pada didihan larutan kromat. Larutan anodising asam
sulfur jangan digunakan kecuali:
1) Konsentrasi klorida (sebagai natrium klorida) kurang dari 0,02%
2) Konsentrasi aluminium kurang dari 20 g/L (2,7 ons/gal)
1)
2)
3)
4)
5)

Parameter untuk proses sulfuric anodize adalah:


Konsentrasi elektrolit 15% H2SO4
Temperatur 21 1oC (70 2oF)
Time in bath 30 60 menit
Tegangan 15 22 volt tergantung dari paduannya
Rapat arus yang digunakan 1 -2 A/dm2 (9,3 18,6 A/fto)

c. Hard Anodizing
Perbedaaan pertama antara proses asam sulfur dan hard
anodizing adalah temperatur operasi dan kerapatan arus. Lapisan
yang dihasilkan oleh hard anodizing lebih tebal daripada anodizing
konvensional dengan waktu yang sama. Proses hard anodizing
menggunakan tangki asam sulfur snodizing berisi 10 sampai 15%
berat asam, dengan atau tanpa tambahan. Temperatur operasi dari
0 sampai 10oC (32 sampai 50oF) dan kerapatan arus antara 2 dan
3,6

A/dm2

(20

sampai

36

A/fto).

Temperatur

yang

tinggi

menyebabkan struktur yang halus dan pori yang banyak pada


lapisan terluar dari lapisan anodik. Perubahan dari karakteristik
lapisan ini akan mengurangi ketahanan arus secara signifikan dan
menuju ke batas ketebalan lapisan. Temperatur operasi yang besar

menyebabkan lapisan tidak dapat larut dan dapat membakar dan


merusak kerja.
Komponen Anodizing
Pada komponen anodizing, komponen terpenting adalah elektroda dan
larutan elektrolit. Elektroda adalah sebuah konduktor yang digunakan
untuk bersentuhan dengan sebuah bagian nonlogam dari sebuah sirkuit
(misal semikonduktor), sebuah elektrolit atau sebuah vakum, kata ini
diutamakan oleh ilmuan Michel Faraday dari bahasa Yunani elektron
(berarti amber, dan hados sebuah cara). Pada percobaan anodising ini,
digunakan kepingan aluminium sebagai anoda dan silender aluminium
sebagai katoda. Amoda didefinisikan ssebagai elektroda dimana elektroda
datang dari sel dan oksidasi terjadi, dan katoda didefinisikan sebagai
elektroda dimana elektron memasuki sel dan reduksi terjadi. Setiap
elektroda dapat menjadi sebuah anoda atau katoda, tergantung dari
voltase yang diberikan ke-sel. Sebuah elektroda dipolar adalah sebuah
elektroda yang berfungsi sebagai anoda dan sebuah katoda bagi sel
lainnya. Berikut ini adalah jenis-jenis elektroda, yaitu:
1) Elektroda
2)
3)
4)
5)
6)
7)

untuk

kegunaan

medis,

seperti

EEG,

EKG,

ECT,

difiibrilator.
Elektroda untuk teknik electrophysiology dalam riset biomedical.
Elektroda untuk eksekusi oleh kursi listrik.
Elektroda untuk elektroplating.
Elektroda untuk arc uelding.
Elektroda untuk cathodic protection.
Elektroda inert untuk hidrolisis (terbuat dari platinum)

Komponen yang tidak kalah pentingnya adalah larutan elektrolit.


Elektrolit adalah suatu senyawa yang bila dilarutkan dalam pelarut akan
menghasilkan llarutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Elektrolit
biasanya digolongkan menjadi elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Larutan
elektrolit kuat contohnya adalah HCl, HBr,

HI, H 2SO4, dan HNO3. Selain

kuat, ada juga elektrolit lemah, contohnya CH 3COOH, AL(OH)3, AgCl,


CaCO3. Larutan-larutan tersebut hanya dapat menghantarkan sedikit arus
listrik. Suatu larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena

jika dia dilarutkan dalam air akan terionisasi. Contohnya elektrolit H 2SO4
yang larut dalam air akan terionisasi sebagai berikut:
H2SO4

2H+ + SO42-

Maka dalam larutannya akan terbentuk ion positif (H +) dan ion negatif
(SO42-) karena terbentuk ion itulah didalam larutan timbul beda potensial
(tegangan untuk) yang terjadi pada larutan H 2SO4 sehingga arus listrik
dapat mengalir. Oleh karena itu, larutan tersebut dapat menghantarkan
listrik. Zat-zat yang dalam larutannya dapat terionisasi adalah asam,
basa, dan garam. Selain dua komponen yang terpenting tadi, masih ada
komponen lain yang berpengaruh yaitu arus dan tegangan listrik yang
dipakai juga harus sesuai.

Mekanisme Anodising
Mekanisme anodising menggunakan prinsip elektrolisis. Sel elektrolisis

merupakan pemanfaatan arus listrik untuk menghasilkan reaksi redoks.


Elektrolisis merupakan aliran listrik melalui dua elektode yang dcelupkan
pada elektrolit. Oleh karena itu, ada tiga materi yang dapat mengalami
reaksi redoks, yaitu elektrode, anion atau kation, dan air. Ada persaingan
antara ion-ion dari elektrolit dan ion dari air untuk bereaksi pada
permukaan elektroda. Yang menang dari persaingan ini dapat diramalkan
dari harga potensial elektroda dan potensial lebih. Potensial lebih
merupakan ukuran energi pengaktifan bagi reaksi elektroda.
Dalam sel elektrolisis larutan Na2SO4, terdapat tiga spesi, yaitu ion Na+,
ion SO42-, dan molekul air. Spesi yang mungkin mengalami oksidasi di
anoda adalah ion dan molekul H2O.
S2O82- (aq) + 2e-

2SO42-

Eo = +

2,01 volt
4H+ (aq) + O2 (g) + 4evolt

2H2O (l)

Eo = + 1,23

Potensial reduksi air lebih kecil maka oksidasi air dapat berlangsung lebih
mudah. Oksidasi air menghasilkan gas oksigen di anoda.
Adapun spesi yang mungkin tereduksi di katoda adalah ion Na+ dan
molekul air.
Na+ (aq) + e2H2O (l) + 2ePotensial reduksi

Eo= -2,71 volt

Na (s)
2OH- (aq) + H2 (g)

Eo = - 0,83 volt

air lebih besar, maka reduksi air dapat berlangsung.

Reduksi air menghasilkan gas H2 di katoda. Oleh karena itu, elektrolisis


larutan Na2SO4 dapat ditulis sebagai berikut:
Anoda :

2H2O (l)

Katoda : 4H2O (l) + 4e


6H2O (l)

4H+ (aq) + O2 (g) + 4e


4OH- (aq) + 2H2(g) (setelah dikalikan dua)
4H+ (aq) + O2 (g) + 4OH- (aq) + 2H2(g)
4H2O (l) + O2 (g) + 2H2(g)

2H2O (l)

O2 (g) + 2H2(g)

Jadi, prinsip dasar elektrolisis berlawanan dengan prinsip dasae sel volta
yaitu sebagai berikut:
1. Proses elektrolisis, mengubah energi listrik menjadi energi kimia.
2. Reaksi elektrolisis merupakan reaksi spontan karena melibatkan energi
listrik dari luar.
Dalam proses anodising, yang berperan sebagai anoda adalah keping
aluminium dan yang berperan sebagai katoda adalah silinder aluminium.
Reaksi elektrolisis anodising aluminium sebagai berikut:
Pada anoda (oksidasi):
Al
Pada katoda (reduksi):

Al3+ + 3e

2H+ + 2e

H2 (g)

Reaksi keseluruhan:
2Al (s) 3H2O (l)

Al2O3 (s) + 6H+ (aq) + 6e

1. Elektron bergerak dari kutub (-) sumber arus ke katoda, pada katoda
terjadi reaksi reduksi ion hidrogen.
2. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi aluminium dan elektron menuju
ke sumber arus listrik dan pada katoda terjadi proses reduksi H+.
3. Ion oksigen bergerak menuju anoda (logam aluminium) sehingga
membentuk lapisan endapan Al2O3 pada permukaan aluminium.
4. H+ akan terus larut dalam larutan.