Anda di halaman 1dari 3

Wayang Kulit

Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai macam suku, sehingga
dengan adanya keanekaragaman suku terdapat pula keanekaragaman budaya,
karena setiap suku tidaklah sma akan budayanya. Kebudayaan Indonesia
memang sangat menarik perhatian bagi tourist mancanegara yang datang ke
Indonesia, bahkan banyak yang belajar akan kebudayaan bangsa Indonesia
terutama kesenian atau kebudayaan wayang kulit karena keunikannya.
Wayang kulit adalah kebudayaan atau kesenian yang berasal dari pulau
Jawa dan dimainkan oleh seseorang yang disebut Dalang. Wayang kulit terbuat
dari kulit sapi atau kerbau yang dibentuk menyerupai manusia yang wajahnya
mencerminkan dari sifat manusia yang jahat dan yang mempunyai sifat mulia.
Kesenian wayang kulit sudah terkenal di mancanegara karena sudah sering
dipentaskan di Internasional, selain terkenal di mancanegara wayang kulit juga
sangat digemari oleh masyarakat Indonesia sendiri karena keunikan dan
kelucuannya, serta wayang kulit juga dipercaya masih mengandung nilai nilai
magic, religius yang berisi petuah dan nasihat tentang moral yang baik yang
harus ditauladani dan moral yang jelek yang harus dihindari.
Di

era

globalisasi

kelestariannya,

ini

ini,

terbukti

kesenian
banyak

wayang
anak

kulit
anak

masih
yang

tetap

dijaga

belajar

untuk

memainkannya dan mempelajarinya bahkan kesenian wayang kulit sering


dipentaskan di acara acara perkawinan, peresmian gedung, peringatan hari
kemerdekaan RI dan di istana negara, diacara kenegaraan. Dalam pementasan
wayang kulit menangndung unsur cerita pendidikan moral yang baik untuk dapat
ditauladani dalam bertingkah laku di msayarakat, selain mengandung unsur
cerita, juga disertai gending atau alunan musikJawa yang dapat membawa
penontong ikut hanyut oleh alunan musiknya. Di dalam pementasan kesenian
wayang kulit biasanya alyr ceritanya disesuaikan dengan acara yang telah
diselenggarakan, misalkan acara perkawinan cerita juga masalah kehidupan
berumah tangga dan lain lainnya. Selain diiringi dengan musik Jawa, dalam
pementasan wayang kulit juga menggunakan properti yang lain seperti gedebog
pisang untuk menancapkan wayangnya dan layar atau kelir yang terbuat dari
kain yang pnjang dan lebarnya 4 meter x 3 meter atau menyesuaikan dengan
lokasi.
Zaman semakin berkembang masalah kebudayaan pun juga semakin
berkembang, dengan berkembangnya kebudayaan, seperti musik, pementesan

kesenian wayang pun juga tak mau kalah mengikuti perkembangan, sperti di
zaman sekarang ini, pementasan wayang juga diselingi dengan kesenian modern
seperti iringan musiknya sudah ditambah dengan alat musik piano, dru untuk
mengiringi

lagu

lagu

yang

modern.

Namun

walaupun

begitu,

dalam

pementasan kesenian wayang musik tradisionalnya dan kekhasan musik


Jawanya tetap dipertahankan tidak mungkin akan tergantikan dengan musik
yang lainnya, karena musik dan tembang tembang Jawa ini merupakan salah
satu identitas bangsa Indonesia.

Indonesia is a country that consists of various tribes, so that the presence of ethnic
diversity there are also cultural diversity, because each tribe will not same culture. Indonesian
culture is very interesting for foreign tourist who came to Indonesia, even many who will
learn the Indonesian culture, especially the arts or culture of wayang kulit ( shadow puppets )
because of its uniqueness. Shadow puppets are cultural or art that comes from the island of
Java, and is played by someone called "Mastermind / Dalang ".
Wayang Kulit made of cowhide or buffalo shaped like a man whose face reflects the
evil of human nature and who have a noble nature. Wayang Kulit was known in foreign
countries because it is often staged in International, in addition to well-known in foreign
countries are also very popular shadow puppets by the Indonesian people themselves because
of the uniqueness and humor, as well as Wayang Kulit are also believed to still contain the
value - the value of magic, containing religious advice and counsel about moral good and
moral to ditauladani bad to be avoided.
In this globalization era, Wayang Kulit or shadow puppet art is still preserved, this
proved to be a lot of children who learn to play and learn even a shadow puppet art is often
performed at the event - weddings, the inauguration of the building, and the anniversary of
independence in state court, diacara state. In the shadow puppet show story elements contain
of good moral education to be having in people, in addition to an element of the story, also
accompanied Javanese music gising or strains that can bring someone come drifting by the
strains of music. In the shadow puppet arts performances usually story adapted to the event
has been held, for example a wedding story also married life problems and others - others.
Besides accompanied by Javanese music, the shadow puppet show also uses other properties
such as banana stem to stick puppet and a screen or curtain made of fabric pnjang and width 4
meters x 3 meters or adjust the location.

Age growing cultural issues were also growing, with the development of culture, such
as music, puppet was also not want to lose track, just as in this day and age, staging puppet is
also interspersed with modern art as you have added the musical accompaniment of musical
instruments piano , dru to accompany the song - a modern song. But even so, in the
performance of traditional music and the art of puppetry distinctiveness is maintained
Javanese music may not be replaced with other music, because music and song - song of Java
is one of the Indonesian national identity.