Anda di halaman 1dari 11

Patogenesa dan

Mekanisme
penyerangan oleh
patogen

Parasitisme dan
Patogenisitas

Penyakit Infektif (Infectious diseases)


Parasit
Parasitisme : Hubungan antara parasit
dengan Inang
Simbiosis
Patogenisitas: kemampuan parasit
mengganggu satu fungsi penting
tumbuhan atau lebih, selain parasitisme

Parasit tumbuhan

Jamur, bakteri, mikoplasma, tumbuhan tk tinggi


parasit, nematoda, protozoa, virus dan viroid
Biotrop = parasit obligat, contoh: embun
tepung (Downy mildew), penyakit tepung
(powdery mildew), karat
Saprofit fakultatif
Parasit fakultatif
Saprofit
Parasit non obligat bisa menghasilkan enzim,
toksin, zpt, polisakarida dg akibat kerusakan
lebih besar pada inang

Patogenesis

Aktivitas kimia, reaksi2 biokimia dg inang


Substansi yang disekresi patogen:
enzim (kelompok pektinase, selulase,
protease dan ligninase), c/ busuk lunak
toksin (thd protoplasma inang), c/hawar
hormon/pengatur tumbuh (auksin,
giberelin, sitokinin) (thd m-RNA), c/sapu,
malformasi, gall, kerdil, nyali

Kisaran Inang Patogen

Tgt jenis tumbuhan, jenis jaringan


(jaringan vascular), organ (akar,
batang, daun, buah), umur
jaringan/organ (kecambah, tanaman
muda, tanaman tua),
Satu spesies, satu genus, kisaran
inang luas
Bisa krn patogen mutasi genetik
mematahkan inang resisten dsb.

Perkembangan Penyakit pada


Tumbuhan

Segitiga penyakit

Tingkat Perkembangan
Penyakit: Daur Penyakit

Diseases cycle
Inokulasi (terjadinya kontak antara
patogen dg tumbuhan), inokulum, propagul
Penetrasi
Infeksi: proses saat patogen melakukan
kontak dg sel atau jaringan tumbuhan yang
rentan dan mendapatkan mkn dari tumbhn
tsb., gejala, laten, periode inkubasi, virulen
Pemencaran/diseminasi patogen
Patogen mempertahankan diri

Infeksi jamur patogen

Masuk melalui: luka, lubang alami


(stomata, hidatoda), intact

Infeksi bakteri patogen

Infeksi nematoda