Anda di halaman 1dari 12

Appendix 1h - Report of Survey in Bandung

LAPORAN HASIL SURVAI LAPANGAN

STUDI DAMPAK TIMBAL BALIK ANTAR


PEMBANGUNAN KOTA DAN PERUMAHAN DI
INDONESIA DAN LINGKUNGAN GLOBAL

GEOLOGI LINGKUNGAN PERKOTAAN

Oleh :

Mohamad Ridwan
Nana Puja Sukmana

Di Bandung
Tanggal 27 – 28 April 2000

PUSLITBANG TEKNOLOGI PERMUKIMAN


BALITBANG PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH
DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ………………………………………………….………………………………. i


DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………..………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………….……. 1


1.1 Latar Belakang …………………………………………….…………….. 1
1.2 Maksud dan Tujuan ………………………………………………….…... 1
1.3 Cara Pengambilan Data ……………………………………………...…... 1
BAB II HASIL SURVAI LAPANGAN …………………………………………………..…. 2
2.1 Deskripsi Instansi Yang Disurvai ………………………………………... 2
2.2 Keberadaan dan Bentuk Data ………………………………………….... 2
2.3 Alternatif Cara Mendapatkan Data ……………………………………… 3
2.4 Kesulitan dan Kemudahan Mendapatkan Data ………………………... 3
2.5 Hasil Diskusi …………………………………………………….………… 3
BAB III KESIMPULAN …………………………………………………………………….. 4
LAMPIRAN

2
DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 : Biaya produksi peta / publikasi hasil kegiatan Dirjen Geologi dan
Sumber Daya Mineral, Unit Puslitbang Geologi

LAMPIRAN 2 : Daftar harga dan publikasi Direktorat Geologi Tata Lingkungan

3
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Studi Dampak Timbal Balik Antar Pembangunan Kota dan Perumahan Di Indonesia dan
Lingkungan Global merupakan kerja sama yang dilakukan oleh BRI (Jepang) dan Pustekim
(Indonesia).

Kegiatan yang dilakukan oleh Puslitbang Teknologi Permukiman adalah pendataan dan
pencarian informasi mengenai data-data yang berkaitan dengan masalah emisi CO2. Kegiatan ini
dibagi menjadi 4 bagian (Tim) yang mana salah satunya adalah Geologi Lingkungan Perkotaan.

Kontribusi bagian (tim) Geologi Lingkungan Perkotaan terhadap kegiatan ini adalah memberikan
informasi bawah permukaan maupun permukaan bumi sebagai pondasi terhadap keberadaan
kota, proses-proses alam yang telah - sedang - dan akan terjadi kaitannya dengan bencana alam
kota, serta informasi kondisi udara kaitannya dengan emisi CO2 yang dihasilkan akibat proses
alam maupun aktifita manusia.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari kegiatan tim Geologi Lingkungan Perkotaan dalam kegiatan ini adalah
terbatas pada pencarian informasi ketersediaan data-data berupa peta yang berkaitan dengan
masalah perkotaan dan emisi CO2 di udara.

1.3 Cara Pengambilan Data

Untuk memperoleh seluruh informasi akan ketersediaan data tersebut, maka cara yang dilakukan
adalah dengan mengunjungi langsung instansi-instansi yang terkait atau “contact person” yang
diketahui, serta melalui diskusi dengan beberapa peneliti dan nara sumber.

4
BAB II HASIL SURVAI LAPANGAN

2.1 Deskripsi Instansi Yang Disurvai


Kegiatan survai awal yang dilakukan di Bandung ini, ada 3 instansi yang telah dikunjungi
antara lain :

1) Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi


Puslitbang Geologi adalah instansi yang bertanggung jawab terhadap pembuatan peta-peta
geologi dan geofisika diseluruh Indonesia. Data-data tersebut sangat berguna sebagai
informasi global mengenai masalah geologi sebagai daya dukung lahan perkotaan.

Instansi tersebut beralamat di Jl. Diponegoro 57 Bandung 40122, Telepon 022-703205, fax.
022-702669

2) Direktorat Geologi Tata Lingkungan


Puslitbang Geologi Tata Lingkungan adalah instansi yang bertanggung jawab terhadap
pembuatan peta-peta Geologi Tata Lingkungan, Peta Geologi Teknik, Peta Potensi Banjir,
dsb yang berkaitan dengan masalah lingkungan. Data-data ini sangat dibutuhkan kaitannya
dengan masalah lingkungan perkotaan.

Instansi tersebut beralamat di Jl. Diponegoro 57 Bandung 40122, Telepon 022-772603, fax.
022-706167

3) Direktorat Volkanologi
Direktorat Volkanologi adalah instansi yang bertanggung jawab terhadap masalah aktifitas
gunung api yang meliputi pemantauan, pemetaan daerah bahaya, analisis material yang
disumbangkan ke udara. Adapun data-data yang dibutuhkan kaitannya dengan kegiatan
Geologi Perkotaan adalah informasi bahaya bencana, peta topografi, dan kadar CO 2 yang
dihasilkan.

Instansi tersebut beralamat di Jl. Diponegoro 57 Bandung 40122, Telepon 022-771193, fax.
022-702761

5
2.2 Keberadaan dan Bentuk Data
Data-data yang diharapakan sebagian tersedia secara lengkap dan sebagian lagi belum
diketahui (masih harus dicari). Data-data tersebut pada umumnya berbentuk peta-peta dan
laporan teknis yang mencakup hampir seluruh Indonesia baik yang sudah di”published”
maupun yang “unpublished”.
Adapun data-data yang diperoleh pada tahap survei ini adalah terlampir pada lampiran 1, 2,
dan 3.

2.3 Alternatif Cara Mendapatkan Data


Cara pencarian data yang dibutuhkan bisa dilihat pada peta indeks yang memperlihatkan
lokasi peta per grid dengan nomor peta yang sudah ditentukan.
Data atau Peta tersebut bisa diperoleh dengan cara membeli atau fotokopi dengan harga
terlampir.

2.4 Kesulitan dan Kemudahan Mendapatkan Data


Pada umumnya peta-peta tersebut bisa didapatkan dengan mudah karena sudah tersedia di
koperasi setempat, sedangkan kesulitan hanya ditemukan untuk data-data pada laporan
teknis karena harus ada ijin dari penulisnya.

2.5 Hasil Diskusi


Dari hasil survei pertama ini sebagian data sudah diperoleh informasi yang baik dan sangat
membantu untuk masalah geologi lingkungan perkotaan, tetapi data-data tersebut masih
harus dilengkapi lagi dengan data-data lainnya yang akan dilakukan minggu ini.

6
BAB III KESIMPULAN

Dari hasil survai ini informasi data yang diperoleh antara lain :
1. Peta indeks untuk peta geologi lengkap dengan harga dan cara perolehannya
2. Peta indeks untuk peta topografi lengkap dengan dengan harga dan cara perolehannya.
3. Informasi peta geologi teknik untuk beberapa daerah yang telah tersedia di Indonesia
lengkap dengan harganya.
4. Informasi peta geologi tata lingkungan untuk beberapa daerah yang telah tersedia di
Indonesia lengkap dengan harganya.
5. Beberapa publikasi dari Puslitbang Geologi dan Direktorat Geologi Tata Lingkungan yang
berkaitan dengan masalah geologi lingkungan perkotaan.

7
LAMPIRAN 1 :

Biaya Produksi Peta / Publikasi Hasil Kegiatan Dirjen Geologi


Dan Sumber Daya Mineral, Unit Puslitbang Geologi

8
Lampiran Surat Keputusan
Nomor : 02/ SK/ KPDG - RI / IV / 1999
Tanggal : 26 April 1999

BIAYA PRODUKSI PETA / PUBLIKASI HASIL KEGIATAN


DIREKTORAT JENDERAL GEOLOGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Unit : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi

NO JENIS PETA / PUBLIKASI SKALA HARGA


1 Peta Geologi 1 : 100.000 Rp. 100.000,-

2 Peta Geologi 1 : 250.000 Rp. 100.000,-

3 Peta Geologi 1 : 500.000 Rp. 100.000,-

4 Peta Geologi 1 : 1.000.000 Rp. 175.000,-

5 Peta Geologi 1 : 5.000.000 Rp. 175.000,-

6 Peta Geologi 1 : 25.000 Rp. 50.000,-

7 Peta Geologi 1 : 50.000 Rp. 50.000,-

8 Peta Anomali Bouguer 1 : 100.000 Rp. 50.000,-

9 Peta Anomali Bouguer 1 : 250.000 Rp. 50.000,-

10 Peta Anomali Bouguer 1 : 1.000.000 Rp. 125.000,-

11 Peta Anomali Bouguer 1 : 5.000.000 Rp. 125.000,-

12 Peta Anomali Magnet Permulaan 1 : 100.000 Rp. 50.000,-

13 Peta Anomali Magnet Permulaan 1 : 250.000 Rp. 50.000,-

14 Peta Geologi Kuarter 1 : 50.000 Rp. 50.000,-

15 Peta Seismotektonik 1 : 250.000 Rp. 50.000,-

16 Peta Seismotektonik 1 : 5.000.000 Rp. 125.000,-

17 Peta Geomorfologi 1 : 100.000 Rp. 50.000,-

18 Peta Arah kemagnetan Purba di 1 : 5.000.000 Rp.125.000,-


Indonesia

19 Peta Sebaran Umur Radiometri di 1 : 5.000.000 Rp.125.000,-


Indonesia

9
LAMPIRAN 2 :

Daftar Harga Dan Publikasi


Direktorat Geologi Tata Lingkungan

10
DAFTAR PUBLIKASI
DIREKTORAT GEOLOGI TATA LINGKUNGAN
( List of Publication, Directorate of Environmental Geology )

I. PETA HIDROGEOLOGI INDONESIA 1 : 250.000


No. LOKASI TAHUN TERBIT HARGA (Rp)
1 Jember ( Jawa ) 1981 75.000
2 Yogyakarta ( Jawa ) 1982 75.000
3 Flores Barat dan timur ( Nusa Tenggara Timur ) 1983 75.000
4 Bandung ( Jawa ) 1983 75.000
5 Kediri ( Jawa ) 1983 75.000
6 Pangkajene dan Watampone ( Sulawesi ) 1984 75.000
7 Ujung Pandang - Benteng, Sinjai ( Sulawesi ) 1984 75.000
8 Pekalongan ( Jawa ) 1985 75.000
9 Ujungkulon dan Sukabumi ( Jawa ) 1985 75.000
10 Cirebon ( Jawa ) 1986 75.000
11 Jakarta ( Jawa ) 1986 75.000
12 Surabaya ( Jawa ) 1986 75.000
13 Semarang ( Jawa ) 1986 75.000
14 Kupang-Kefamenanu, Atambua - Dilli (NTT) 1990 75.000
15 Medan ( Sumatera Utara ) 1991 75.000
16 Palu dan Parigi ( Sulawesi ) 1993 75.000
17 Raha dan Watampone ( Sulawesi ) 1993 75.000
18 Seram Barat dan Timur ( Maluku ) 1993 75.000
19 Banda Aceh ( Sumatera Utara ) 1994 75.000
20 Tanjungkarang ( Sumatera ) 1994 75.000
21 P.Muna dan P. Buton ( Sulawesi ) 1994 75.000
22 Bengkulu ( Bengkulu ) 1994 75.000
23 Kotabunan dan Manado ( Sulawesi ) 1994 75.000
24 Gorontalo dan Sidate ( Sulawesi ) 1994 75.000
25 Waipukang dan Dilli ( Nusa Tenggara Timur ) 1994 75.000
26 Sibolga dan Padang Sidempuan ( Sumatera ) 1994 75.000
27 Tanjung Pinang dan Tanjunguban ( Sumatera ) 1995 75.000
28 Ternate dan Weda ( Maluku ) 1995 75.000
29 Bontang dan Sabang ( Kalimantan ) 1995 75.000
30 Bosnik dan Korim ( Irian Jaya ) 1995 75.000
31 Baturaja ( Sumatera ) 1996 75.000
32 Tobelo dan Morotai ( Maluku ) 1996 75.000
II. PETA HIDROGEOLOGI 1 : 2.500.000 1983 Rp. 75.000

III. PETA GERAKAN TANAH INDONESIA 1 : 100.000

No. LOKASI TAHUN TERB1T HARGA ( Rp )


1 Bandung ( Jawa Barat ) 1991 75.000
2 Banjarnegara - Pekalongan (Jawa Tengah ) 1991 75.000
3 Magelang - Semarang ( Jawa Tengah ) 1991 75.000
4 Jampang ( Jawa Barat ) 1992 75.000
5 Cirebon ( Jawa Barat ) 1993 75.000
6 Malang ( Jawa Timur ) 1993 75.000
7 Arjawinangun ( Jawa Barat ) 1994 75.000
8 Sindang Barang dan Bandarwaru ( Jawa Barat ) 1995 75.000
9 Bogor ( Jawa Barat ) 1996 75.000

IV. PETA GEOLOGI TEKNIK INDONESIA 1 : 100.000

11
No. LOKASI TAHUN TERBIT HARGA (Rp)
1 Karawang ( Jawa Barat ) 1991 75.000
2 Mojokerto ( Jawa Timur ) 1992 75.000
3 Serang ( Jawa Barat ) 1992 75.000
4 Tuban ( Jawa Timur ) 1993 75.000
5 Cirebon ( Jawa Barat ) 1994 75.000
6 Bogor ( Jawa Barat ) 1995 75.000
7 Bandung ( Jawa Barat ) 1996 75.000

V. Peta Geologi Teknik Indonesia 1 : 25.000 1986 Rp. 75.000,-


Surakarta ( Jawa Tengah )

VI. PETA GEOLOGI TATA LINGKUNGAN INDONESIA 1 : 100.000

No. LOKASI TAHUN TERBIT HARGA ( Rp )


1 Cianjur ( Jawa Barat ) 1993 75.000
2 Serang ( Jawa Barat ) 1993 75.000
3 Semarang dan Magelang ( Jawa Tengah ) 1993 75.000
4 Yogyakarta ( DI Yogyakarta ) 1993 75.000
5 Bandung ( Jawa Barat ) 1995 75.000
6 Karawang ( Jawa Barat ) 1995 75.000
7 DKI Jakarta 1996 75.000
8 Mojokerto ( Jawa Timur ) 1996 75.000

VII. Peta Geologi Tata Kota Indonesia 1 : 100.000 1986 Rp. 75.000
Surabaya-Sidoarjo-Kriyan ( Jawa Timur )

12