Anda di halaman 1dari 6

Gambaran Pengetahuan Mahasiswa FKG-UNHAS Mengenai

Perbedaan Interpretasi Radiologi Kista Radikular dengan


Granuloma periapikal

MUHAMMAD NUR ASHRA


J111 13 515

BAGIAN ORAL RADIOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2015

Nama : Muhammad Nur Ashra


Nim

: J111 13 515

Bagian Dental Radiologi FKG UNHAS

1. Judul:
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa FKG-UNHAS Mengenai Perbedaan Interpretasi
Radiologi Kista Radikular dengan Granuloma periapikal
Unsur 4W + 1H yang terdapat dalam judul tersebut:
- What
: interpretasi Radiologi kista Radikular dengan Granuloma periapikal
- Who
: Mahasiswa Fakultas Gigi Unhas
- Where
: Fakultas Kedokteran Gigi UNHAS
- When
:- How
: Perbedaan interpretasi radiologi kista radikuler dengan granuloma
dengan menggunakan metode deskriptif

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Radiografi dental merupakan sarana pemeriksaan untuk melihat manifestasi oral di
rongga mulut yang tidak dapat dilihat dari pemeriksaan klinis namun dapat dengan jelas
terlihat gambaran seperti perluasaan dari penyakit periodontal, karies pada gigi serta
kelainan patologis rongga mulut lainnya. Radiografi dental menjadi pedoman untuk
memaksimalkan hasil dari diagnosis yang terlihat dari interpretasi gambar. Radiografi
dental terbagi atas dua yaitu radiografi ekstraoral dan radiografi intraoral.1
Radiografi intraoral terbagi atas radiografi periapikal, interproksimal/bitewing dan
oklusal. Radiografi intraoral yang secara umum digunakan adalah radiografi periapikal
dan radiografi interproksimal/bitewing. Radiografi periapikal memiliki beberapa
kegunaan yaitu untuk mendeteksi infeksi atau inflamasi periapikal, penilaian status
periodontal, trauma yang melibatkan gigi dan tulang alveolar, gigi yang tidak erupsi,
keadaan dan letak gigi yang tidak erupsi, penilaian morfologi akar sebelum ekstraksi,
perawatan endodontik, penilaian sebelum dilakukan tindakan operasi dan penilaian pasca
operasi apikal, mengevaluasi kista radikular secara lebih akurat dan lesi lain pada tulang
alveolar serta evaluasi pasca pemasangan implan. Radiografi ekstraoral yang paling
umum digunakan dalam kedokteran gigi adalah radiografi panoramik, pandangan
sefalometrik, dan pemeriksaan dari sendi temporomandibular2,3.
Kista odontogenik yang paling sering ditemukan pada rahang adalah kista radikular.
Kista tersebut sering ditemukan secara kebetulan dalam pemeriksaan radiologis rutin
karena biasanya kecil dan tanpa gejala, kecuali bila besar atau terjadi infeksi sekunder.
Kista radikular, yang disebut juga dengan kista periapikal biasanya terbentuk pada apeks
gigi non vital. Kista radikular adalah kista yang berhubungan dengan peradangan
(inflammatory cysts). Kista tersebut berasal dari sisa-sisa sel epitel Malassez di ligamen
periodontal sebagai hasil periodontitis apikalis yang mengikuti kematian pulpa. Kista
radikular yang tertinggal di rahang setelah pengangkatan gigi penyebab disebut sebagai
kista residual.3

Granuloma periapikal merupakan hasil dari nekrosis jaringan pulpa dan oleh produk
yang dihasilkan dari proses inflamasi yang telah merusak jaringan pada puncak akar gigi.
Jaringan yang terinfeksi adalah merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang telah
terjadi. Granuloma periapikal adalah tahap pertama dari proses inflamasi yang disebabkan
oleh trauma, cedera pulpa melalui prosedur perawatan gigi, karies, penyakit periodontal
yang telah mempengaruhi daerah akar , atau patah tulang pada gigi. Semua ini dapat
berkontribusi untuk proses inflamasi.4
Pemeriksaan radiologi, kista radikular yang kecil atau sedang memperlihatkan
gambaran radiolusen berbentuk bulat atau oval dengan batas radioopak yang jelas. Batas
radioopak ini bersatu dengan lamina dura gigi penyebab. Pada kista yang terinfeksi batas
radioopak ini menjadi difus sehingga tidak terlalu jelas terlihat. Kista yang besar akan
memperlihatkan gambaran radiolusen yang tidak teratur dan sering melibatkan struktur
lain seperti sinus maksilaris dan kanalis mandibularis sedangkan pada gambaran
radiografi dari Granuloma periapikal terlihat sebagai lesi tembus radiolusen berbentuk
bulat. Ukuran lesi dapat bervariasi dari beberapa milimeter sampai lebih besar, lesi lebih
maju meliputi wilayah yang lebih luas. menggambarkan sebuah granuloma periapikal
pada puncak gigi anterior dengan radiolusen, lesi yang berbatas tegas di puncak akar. Gigi
yang terkena biasanya akan menunjukkan hilangnya lamina dura apikal, terkadang terjadi
resorpsi akar.2,3
Pada kista radikular dengan granuloma priapikal memiliki gambaran radiografi yang
hampir sama. Membedakan keduanya memerlukan ketelitian serta pengetahuan mengenai
perbedaan gambaran dari masing-masing lesi tersebut. Sebagai calon dokter gigi kita di
tuntut untuk mengetahui mengenai gambaran kelainan-kelainan dalam interpretasi
radiologi. Oleh karena itu penulis ingin membuat penelitian mengenai gambaran tingkat
pengetahuan mahasiswa FKG UNHAS mengenai perbedaan interpretasi radiologi kista
radikular dengan granuloma periapikal.

1.2.

Rumusan Masalah

Dengan latar belakang diatas, skripsi yang dapat diajukan oleh penulis adalah
bagaimana gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UNHAS
mengenai perbedaan interpretasi gambaran radiologi kista radikuler dengan granuloma
periapikal.
1.3.

Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian Umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa dalam membedakan hasil
gambaran radiologi kista radikuler dengan granuloma periapikal
1.3.2. Tujuan Penelitian Khusus
1. Mengetahui gambaran radiologi kista radikuler
2. Mengetahui gambaran radiologi granuloma periapikal

1.3.3

Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian dalam skripsi ini adalah dapat mengetahui tingkat
pengetahuan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UNHAS dalam membedakan
gambaran

radiologi

kista

radikular

dengan

granuloma

periapikal.

Dengan

diketahuinya persentasi tingkat pengetahuan mahasiswa maka dapat dijadikan data


sebagai bahan evaluasi.

Referensi
1. White Stuart. C, Pharoah Michael J. Oral Radilogy Principle and Interpretation 6th ed.
St Lois;Mosby Elsevier. 2009. P. 257-261, 343-4.
2. Delong Laslie, Burjhart Nancy W. General Oral Pathology For The Dental Hygienist
2th ed. Philadelpia;Wolter Kluwers. 2013.p. 519-520.
3. Sirait Togi, Rahayu Sri, Sibrani Merry, Brigitta Gemala. Kista Radikuler Multipel
Pada Maksila. Majalah Ked. FK UI. Vol XXVII No4. 2010
4. Omoregie FO, Ojo MA et all. Periapical Granuloma With Extracted Teeth. Jurnal
Depertemen Oral and maxillofacial surgery; Nigeria. 20011