Anda di halaman 1dari 9

1.

JKN dalam pelaksanaan praktek dokter gigi


Sistem pembayaran kapitasi merupakan pembayaran dimuka
berdasarkan jumlah peserta terdaftar tanpa memperhatikan jenis
pelayanan yang diberikan, biasanya dilakukan pihak asuransi kepada
pemberi pelayanan kesehatan tingkat pertama, sedangkan sistem
pembayaran Fee For Services (FFS) merupakan cara pembayaran
berdasarkan jenis pelayanan yang diberikan oleh pemberi pelayanan
kesehatan primer dan lanjutan (Sulastomo, 1999, Kongsvelt et al.,
2000). Kedua sistem tersebut memiliki reaksi masing-masing yang
berdampak pada pelayanan kepada pasien. Reaksi positif pembayaran
dengan sistem FFS, antara lain dokter lebih puas karena pembagian
jasa berdasarkan sumber daya yang digunakan, sedangkan reaksi
negatifnya yaitu tidak terkendalinya biaya pelayanan kesehatan karena
dokter cenderung melakukan over utilisasi, kunjungan pasien
meningkat, prosedur pelayanan yang tidak sesuai, meningkatkan
rujukan inter dan antar spesialis (Sulastomo, 1999, Kongsvelt et al.,
2000).
-

Paket Manfaat (Benefit) dalam Pelayanan Kedokteran Gigi


Primer.
Berdasarkan hasil kesepakatan yang telah dilakukan dalam
beberapa pertemuan yang dihadiri oleh Kemenkes, PDGI dan
Kolegium Dokter Gigi Indonesia, manfaat pelayanan kesehtan gigi
primer adalah sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Konsultasi
Pencabutan gigi sulung
Pencabutan gigi permanen
Tumpatan dengan Resin Komposit (tumpatan sinar)
Tumpatan dengan Semen Ionomer Kaca
Pulp capping (proteksi pulpa)
Kegawatdaruratan Oro-dental
Scaling (pembersihan karang gigi) dibatasi satu kali per tahun
Premedikasi/Pemberian obat
Protesa gigi (gigi tiruan lengkap maupun sebagian dengan
ketentuan yang diatur tersendiri).

Cara Penghitungan Kapitasi bagi Dokter Gigi


Dua hal pokok yang harus diperhatikan dalam dalam menentukan
besaran kapitasi adalah akurasi prediksi angka utilisasi dan
penetapan biaya. Besaran angka kapitasi ini sangat dipengaruhi
oleh angka utilisasi pelayanan kesehatan dan jenis paket (benefit)

asuransi kesehatan yang ditawarkan serta biaya satuan pelayanan.


Proses penetapan biaya satuan tidak terlepas dari aspek-aspek
finansial lokal, dalam arti biaya yang berlaku untuk daerah itu dan
tingkat harga yang kompetitif di daerah tersebut. Dengan dasar
biaya lokal yang berbeda antar satu daerah dengan daerah lain,
maka penentuan besaran kapitasi tidak mungkin dibuat sama
antar daerah.
Dalam penghitungan kapitasi dibutuhkan data utilisasi yang
akurat dari populasi yang dicover. Angka utilisasi dipengaruhi oleh :
(1) karakteristik populasi, (2) sifat sistem pelayanan, (3) manfaat
yang ditawarkan serta (4) kebijakan asuransi.
I.

II.

Karakteristik Populasi
Prakiraan angka kapitasi harus memperhitungkan sifat
populasi yang akan dilayani dan kebutuhan populasi. Sebagai
contoh adanya perbedaan karakteristik masyarakat pedesaan
dengan perkotaan yang akan mempengaruhi tingkat utilisasi
pelayanan kesehatan gigi.
Sifat Sistem Pelayanan
Prediksi utilisasi harus memperhatikan sifat sistem pelayanan
dalam merespons kebutuhan-kebutuhan populasi. Seberapa
jauh kecenderungan Dokter Gigi layanan primer sebagai
gatekeeper
membuat
rujukan-rujukan
dalam
sistem
kompensasi kapitasi, perlu diperhitungkan ketika menentukan
angka kapitasi.

Kebijakan asuransi/BPJS
Kebijakan asuransi/BPJS dalam rangka pengendalian biaya dan
mutu yang diterapkan dalam pelayanan kesehatan gigi primer
adalah pembatasan jumlah kunjungan pada perawatan scaling
(pembersihan karang gigi).
Untuk manfaat protesa gigi dikeluarkan dari sistem pembayaran
kapitasi dan dibayarkan sistem klaim (reimbursement) dengan
biaya maksimum yang ditentukan oleh BPJS (sistem plafond).
Manfaat protesa gigi dibatasi jumlah pertanggungannya sebanyak
satu kali dalam dua tahun.
Secara umum rumus penghitungan kapitasi adalah sebagai
berikut:

Besaran kapitasi per orang per bulan (POPB) = Rasio utilisasi tahunan x
biaya satuan
12 bulan

2. Perijinan praktek
1. Syarat

Sebelum melakukan praktik, seorang dokter harus memiliki surat


tanda registerasi. STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Konsil
Kedokteran Indonesia ( KKI ) kepada dokter yang telah di registrasi.jika
dokter sudah memiliki Surat Izin Praktik (SIP), berarti dokter tersebut
sudah teregistrasi.
Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap dokter yang telah
memiliki SERTIFIKAT KOMPETENSI dan telah mempunyai kualifikasi
tertentu lainnya serta diakui secara hukum untuk melakukan tindakan
profesinya. Manfaat dari STR ini adalah memberikan perlindungan pada
masyarakat serta sebagai identifikasi atau KTP-nya dokter. Karena kalau
terjadi penyimpangan, KKI berhak memanggil atau melakukan
pembinaan terhadap dokter yang bersangkutan
STR berlaku untuk jangka waktu 5 tahun dan dapat di registrasi ulang
setiap 5 tahun dengan tetap memenuhi persyaratan diatas. dan harus
melakukan registrasi ulang 6 bulan sebelum masa STR yang digunakan
habis. Sebelum STR diperpanjang, dokter harus melakukan uji
kompetensi
untuk
mengetahui
apakah
mengalami
penurunan
kompetensi atau tidak. "Jika ada dokter yang berpraktik tapi tidak
memiliki STR, maka akan dikenakan sanksi 5 tahun penjara STR ini hanya
diperlukan bagi dokter yang akan melakukan praktik, tapi jika seseorang
adalah lulusan kedokteran tapi tidak melakukan praktik maka tidak
memerlukan STR. Karena ada beberapa dokter yang mengambil
pendidikan kedokteran tapi bekerja di bidang lain, misalnya di bank.
KKI meneliti seluruh berkas dan menerbitkan STR selambat lambatnya
3 bulan setelah permohonan diterima.Setiap dokter memperoleh satu
STR asli dan 3(TIGA) lembar fotocopy STR yang dilegalisasi KKI,dikirim
langsung ke pemohon dengan tembusan ke Biro Kepegawaian DepKes RI,
DinKes Propinsi dan PB IDI.

a.

2. Apa keuntungan dan kerugian dokter gigi bekerjasama dg asuransi


kesehatan?
- Keuntungan
a. Meningkatkan pemasarannya : dilayani oleh dokter gigi, menarik
pasien untuk memeriksakan gigi ke dokter gigi tersebut karena
sudah bekerja sama dengan asuransi tersebut.
b. Jika ada masalah dengan dokter saat digugat oleh pasien, maka akan
mendapatkan ganti rugi dari asuransi
c. Jika dokter tertular penyakit, bisa di klem ke asuransinya
d. Ada cakupan berapa pasien, jika semakin sedikit yang sakit,
semakin banyak keuntungannya

Kerugian
a. Jika semakin banyak yang sakit maka semakin sedikit
keuntungan untuk dokter gigi tersebut