Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANIKA TANAH DASAR


MODUL 4

SIEVE ANALYSIS
KELOMPOK 21
Clarissa Rachma Anggita

1206218051

Gerald Michael

1206255596

Rinaldi Dwiyanto

1206243646

Waktu Praktikum
Asisten Praktikum
Tanggal Disetujui
Nilai
Paraf

: Senin, 12 April 2014


: Farid Farlandi
:
:
:

LABORATORIUM MEKANIKA TANAH


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2014
I.

PENDAHULUAN
I.1 Tujuan Percobaan
Mengetahui distribusi ukuran butiran tanah yang berdiameter 4.76 mm sampai 0.074
mm (lolos saringan No. 4 ASTM dan tertahan saringan No. 200)

I.2 Alat dan Bahan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Timbangan dengan ketelitian 0.01 gram


Saringan standar ASTM No. 10, 18, 40, 100, 200, serta Pan
Piringan kaleng
Can
Motorized Dynamic Sieve Shaker
Sikat gigi
Oven
Tanah hasil percobaan hydrometer yang tertahan saringan No. 200 ASTM

I.3 Teori Dasar


Tanah terdiri atas tiga unsur yaitu butiran, air, dan udara. Sifat-sifat suatu tanah
tertentu banyak tergantung pada ukuran butirannya. Ukuran butiran menentukan
klasifikasi macam tanah tersebut. Untuk butiran yang kasar dipakai metode sieving
dalam penentuan distribusi ukurannya. Tanah dikeringkan dan disaring pada serangkaian
saringan dengan ukuran diameter kisi saringan tertentu mulai dari yang kasar hingga
yang halus. Dengan demikian butiran tanah terpisah menjadi beberapa bagian dengan
batas ukuran yang diketahui.
Rumus yang digunakan untuk percobaan sieve analysis ini adalah:
Persentase tanah tertahan (% tertahan)
Presentase tanah lolos (% lolos) = 100 % - % tertahan

Kesalahan penimbangan sampel tanah sebelum dan sesudah penyaringan adalah:

* tidak boleh melebihi 2%


dengan :
wd = berat butiran tanah sebelum proses sieving
wt = berat butran tanah total setelah proses sieving

II.

PRAKTIKUM

II.1

Persiapan Percobaan
1. Menyaring tanah yang digunakan dalam percobaan hydrometer dengan saringan No.
200 ASTM agar bersih dari butiran clay, silt, dan koloid-koloid.
2. Memasukan tanah yang sudah bersih ke dalam can, lalu memasukan ke dalam oven
selama 18 jam.

II.2

Jalannya Percobaan
1. Mengeluarkan tanah dari oven kemudian menimbangnya
2. Menyusun saringan menurut urutan nomor yaitu : 10, 18, 40, 100, 200 (dari yang
terbesar di atas hingga yang terkecil), dan terbawah adalah pan.
3. Tanah yang telah ditimbang dimasukkan ke atas saringan No. 4 ASTM
4. Meletakan susunan saringan pada mesin pengguncang listrik (Motorizied Dynamic
Sieve Shaker) dan menutupnya, dinyalakan selama 15 menit.
5. Mengumpulkan sampel tanah yang tertahan pada masing-masing saringan dan
selanjutnya menimbang dan mencatatnya
6. Membersihkan saringan dari butiran-butiran tanah yang tertinggal pada setiap
saringan dengan bantuan sikat gigi.

III. HASIL PRAKTIKUM


III.1 Perhitungan
Berat sampel tanah pada percobaan hydrometer = 50 gram
Berat sampel setelah percobaan hydrometer kering oven (w1) = 1,21 gram
Berat sampel yang tertahan pada saringan nomor :
No.
Si
ev
e
No.10
No.18
No.40

Diameter
(mm)

W. Retained
(gram)

2
0.84
0.42

0.25
0.13
0.23

No.100
No.200
Pan

0.15
0.075
-

Berat tanah kering


Jumlah setelah disaring

0.33
0
0.37

: 1.21 gram
: 1.31 gram

|w 2w 1|

Presentase kesalahan=

w1

x 100

1.311.21 x 100 =8.26


1.21

No.
Sieve

Diameter
(mm)

W. Retained
(gram)

Cumulative
Retained

%
Retained

No.10
No.18
No.40
No.10
0
No.20
0
Pan
Total

2
0.84
0.42
0.15

0.25
0.13
0.23
0.33

0.25
0.38
0.61
0.94

0.5
0.76
1.22
1.88

%
Passin
g
99.5
99.24
98.78
98.12

0.075

0.94

1.88

98.12

0.37
1.31

1.31
4.43

2.62

97.38

Grafik yang terbentuk dari hasil percobaan :

120
f(x) = 10.07 ln(x) + 103.43
100
80
60

% Finer

40
20
0
10

0.1

0.01

Diameter (mm)

GRAVEL

SAND

SILT

Keterangan:

Diameter Clay
Diameter Silt
Diameter Sand
Diameter Gravel

: D < 0,002 mm
: 0.002 mm < D < 0.05 mm
: 0.05 mm < D < 2 mm
: 2 mm < D < 75 mm

Untuk mencari nilai % finer digunakan metode interpolasi sebagai berikut:


-

D = 0.002 mm
0.0046990.002
0.0046990.001423
0.002699
0.003276
0.0328568163

=
x

y = 39.88 (%finer)
D = 0.05 mm
0.0750.05
0.0750.049262

49.91217x
49.9121737.73847

49.91217x
12.1737

0.16351226890.003276 x

= 39.88261679

98.12x
98.1268.72607

0.025
0.025738

98.12x
29.39393

0.73484825

2.525412560.025738 x

CLAY

= 69.56889852

y = 69.57 (%finer)
D = 2 mm
y = 99.5 (%finer)

Sehingga, persentase kandungan masing-masing jenis tanah yang terkandung pada sampel
adalah 60.12 % clay, 30.43 % silt, dan 9.45 % sand.

IV.

ANALISA

IV.1

Analisa Percobaan
Praktikum sieve analysis merupakan lanjutan dari praktikum hidrometer.

Bahan yang digunakan merupakan tanah hasil praktikum hidrometer yang sudah
disaring menggunakan saringan No.200. Hal ini dimaksudkan agar praktikan
mengetahui grafik distribusi gradasi butiran tanah baik butiran halus maupun butiran
kasar. Tujuan dari percobaan ini yaitu mengetahui distribusi ukuran butiran tanah
yang berdiameter 4.76 mm sampai 0.074 mm (lolos saringan No. 4 ASTM dan
tertahan saringan No. 200). Tanah yang menjadi objek percobaan ini berdiameter lebih

besar dari 0.075 mm, sedangkan tanah yang berdiameter lebih kecil dari itu dapat
diketahui distribusinya menggunakan hydrometer analysis.
Hal pertama yang dilakukan adalah menyaring tanah dari hydrometer jar yang
sudah dikocok terlebih dahulu untuk menghindari tanah mengendap pada permukaan.
Penyaringan dilakukan di bawah air mengalir untuk mempermudah butiran tanah
lolos sehingga yang tersisa hanyalah tanah butiran besar. Setelah itu, praktikan
membersihkan tanah yang terdapat pada saringan dan diletakkan pada sebuah can.
Kemudian can yang berisi tanah tersebut di oven selama kurang lebih 18 jam.
Setelah dikeluarkan dari dalam oven, praktikan menimbang tanah yang
digunakan sebagai objek percobaan. Berat tersebut (w1) digunakan sebagai acuan
dalam perhitungan. Selanjutnya dilakukan penyaringan dengan menggunakan
saringan no.10, no.18, no.40, no.100, no.200, dan terakhir pan. Saringan disusun dari
saringan bercelah besar hingga yang paling halus dan terakhir pan, kemudian
diletakkan pada alat penggoyang saringan yang disebut motorized dynamic sieve
shaker.
Saringan diletakkan pada mesin penggetar selama kurang lebih 15 menit.
Setelah itu, tanah yang tertahan pada masing-masing saringan dibersihkan sampai
tidak ada yang tertinggal lalu ditimbang. Berat keseluruhan

setelah dilakukan

penyaringan dengan alat haruslah mendekati dengan berat awal yang menjadi acuan.
IV.2 Analisa Hasil
Hasil dari percobaan ini didapat berat tanah yang tertahan pada setiap saringan,
yaitu saringan no.10, no.18, no.40, no.100, no.200, dan pan.
No.
Si
ev
e
No.10
No.18
No.40
No.100
No.200
Pan

Diameter
(mm)

% Passing
(%finer)

2
0.84
0.42
0.15
0.075
-

99.5
99.24
98.78
98.12
98.12
97.38

Berat total setelah disaring berbeda dengan berat awat yang digunakan sebagai
acuan, yaitu 1.31 gram, sedangkan berat awal adalah 1.21 gram. Sehingga terdapat
presentase kesalahan dari praktikum ini yaitu sebesar 8.26%.
Dari hasil percobaan hydrometer dan sieve analysis, didapat gradasi ukuran
butiran dari membandingkan ukuran butiran dan % finer yang digambarkan melalui
grafik fungsi logaritma. Dalam grafik, kemiringan cenderung turun dari kiri atas ke
kanan bawah karena semakin kecil diameter ukuran saringan atau butiran tanah maka
semakin kecil pula persentase tanah yang lolos akibat tertahan pada saringan
diatasnya yang memiliki diameter lebih besar. Sedangkan nilai % finer dapat dicari
menggunakan metode interpolasi sehingga didapat persentase gradasi ukuran yaitu
60.12 % clay, 30.43 % silt, dan 9.45 % sand.
Pengelompokan jenis tanah menurut segitiga USDA/USCS, sampel tanah
yang diuji merupakan tanah clay.

IV.3

Analisa Kesalahan
Terdapat beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam percobaan ini.

Kesalahan-kesalahan tersebut seperti :


- Ketelitian timbangan sebesar 0.01 gram, tidak dapat menghitung massa tanah
yang sangat kecil sehingga pada saringan No. 200 tanah yang tertahan tidak dapat
terhitung

Massa tanah yang digunakan dalam praktikum sieve analysis tidak akurat
sehingga menyebabkan grafik hasil percobaan terputus atau patah pada diameter
0.05 dan 0.075, hal ini disebabkan oleh:
Tanah yang berada pada saringan sebelum dilakukan penyaringan ikut
terhitung pada saat menimbang massa tanah pada masing-masing saringan
sehingga berat tanah setelah penyaringan didapat lebih besar dari

sebelumnya.
Kemungkinan terdapat tanah yang tertinggal pada saringan saat proses
pencucian karena dalam kondisi basah sehingga tanah cenderung menempel
pada saringan.

V.

Solusi
-

Memakai timbangan yang memiliki ketelitian lebih besar untuk menghitung berat
tanah yang relatif kecil agar data yang didapat lebih akurat.

Lebih teliti ketika membersihkan saringan sebelum dipakai agar massa tanah
yang ada sebelumnya tidak tercampur dengan sampel tanah percobaan.

Membersihkan saringan sampai ke celah-celah kecil menggunakan penyemprot


air suling sampai tidak ada yang tertinggal.

VI.

Aplikasi Sieve Analysis

Mengetahui gradasi distribusi ukuran tanah sehingga bisa menentukan tanah yang
baik untuk pembangunan sebuah bangunan atau jalan raya

Dengan mengetahui jenis tanah dapat ditentukan jenis pondasi dan kedalaman
yang ideal untuk membuat pondasi suatu konstruksi bangunan

VII.

Kesimpulan

Melalui proses perhitungan, didapatkan distribusi ukuran tanah yang berdiameter


4.75 mm sampai 0.075 mm dengan tabel hasil sebagai berikut.
No.
Si
ev
e
No.10
No.18
No.40
No.100
No.200
Pan

Diameter
(mm)

% Passing
(%finer)

2
0.84
0.42
0.15
0.075
-

99.5
99.24
98.78
98.12
98.12
97.38

Berdasarkan grafik hubungan ukuran butiran dan % finer yang didapat, sampel tanah
yang digunakan dalam percobaan ini memiliki persentase gradasi sebesar 60.12 %
clay, 30.43 % silt, dan 9.45 % sand. Sehingga tanah ini termasuk dalam golongan
clay (menurut segitiga USDA/USCS).

Lampiran

Gambar.1 Sample
tanah yang tertahan saringan 200.

Gambar.2 Motorized Dynamic Sieve Shaker