Anda di halaman 1dari 9

`TUGAS KEPERAWATAN ANAK

SATUAN ACARA PENYULAHAN(SAP)


PENCEGAHAN TUBERKULOSIS(TBC) PADA ANAK

DISUSUN OLEH
ERNA AMBARWATI
NIM:P13086

PRODI D3 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


TUBERKULOSIS (TBC)
Topik

: Tuberkulosis(TBC)

Sub Topik

: Pencegahan TBC pada anak

Waktu / Jam

: 60 Menit / 08.20 09.30 WIB

Tempat

: Balai Keluharan Sidodadi Baru

A. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan warga kelurahan RT 02 mampu
mengetahui cara cara pencegahan dan penanganan TBC dan dapat diaplikasikan
dalam kehidupan sehari hari.
2. TUJUAN KHUSUS
Serelah diberikan penyuluhan selama 30 menit warga RT 02 mampu :
a. Menjelaskan pengertian TBC
b. Menjelaskan tentang penyebab TBC
c. Menyebutkan nutrisi bagi penderita TBC
d. Menjelaskan cara pencegahan TBC
e. Menjelasan cara pencegahan TBC dengan obat herbal
B. Sasaran : Seluruh warga terutama orang tua di RT 01 balong baru
C. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan
No
1

Tahapan waktu Kegiatan pembelajaran


Kegiatan peserta
Pembukaan
1. Mengucapkan salam 1. Menjawab
(5 menit)

2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan


3. Kontrak

waktu 30

menit
4. Menjelaskan
tujuan pembelajaran

memperhatikan
3. Menyetujui
4. Mendengarkan dan
memperhatikan

5. Apersepsi
2

Kegiatan Inti
( 20 menit )

konsep 5. Mendengarkan dan

TBC
1. Menjelaskan

memperhatikan
1. Mendengarkan dan

tentang pengertian

memperhatikan

TBC
2. Menjelaskan

2. Mendengarkan dan

penyebab TBC

memperhatikan

3. Menjelaskan

3. Mendengarkan dan

gejala-gejalaTBC
4. Nutrisi

memperhatikan

bagi 4. Mendengarkan dan

penderita TBC

memperhatikan

5. Menjelakan

5. Mendengarkan dan

tentang bagaiman
pencegahan TBC
6. Menjelakan

memperhtikan
6. Mendengarkan dan
memperhatikan

tentang
pencegahan

TBC 7. Peserta

dengan

obat

bertanya

Herbal
7. Memberikan
kesempatan
peserta didik untuk 8. Mendengarkan
bertanya
8. Menjelaskan
penatalaksanaan

9. Bertanya

TBC
9. Memberikan
kesempatan
peserta
3

Penutup

untuk

bertanya
1. Mengajukan 3

1. Menjawab

didik

5 menit

pertanyaan tentang
materi
pembelajaran.
2. Kesimpulan dari
pembelajaran

2. Mendengarkan
dan
memperhatikan

3. Salam penutup
D. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
c. Diskusi
E. Setting Tempat

3. Mendengarkan.

F. Evaluasi
1. Standar persiapan
a. Alat
b. Pengaturan tempat
c. Kesiapan materi
2. Standar Proses : Strategi PMB
3. Standar Hasil : Tes lisan akhir kegiatan warga
a. Mampu mengaplikasikan gizi yang seimbang pada bayi.
b. Mampu mengaplikasikan pemberian pencahayaan pada
ruangan rumah pada pagi hari untuk mencegah terjadinya
perkembangbiakan bakteri TB.
c. Mampu mengaplikasikan pemberian vaksin BCG pada anak
jika belum diberi vaksin BCG.
d. Mampu mengaplikasikan untuk menjauhkan anak dari
penderita aktif, sampai penderita aktif masa pengobatan selama 6
bulan sudah habis.
G. Daftar Pustaka
Amin M. 1999. Ilmu Penyakit Paru.

Surabaya: Airlangga Univercity

Press.
Smeltzer, Suzanne C dan Brenda G Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan
Medikal Bedah Edisi 8 Volume 1. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Suriadi. 2010. Asuhan Keperawatan Anak Edisi 2. Jakarta: Sugeng Seto.
H. Lampiran
Materi
Leaflet

LAMPIRAN MATERI
PENCEGAHAN TB PADA ANAK
1. PENGERTIAN TBC
Tuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun pada paru
yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, yaitu bakteri tahan
asam yang ditularkan melalui udara yang ditandai dengan pembentukan
granuloma pada jaringan yang terinfeksi. Mycobacterium tuberculosis
merupakan kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru / berbagai
organ tubuh lainnya yang bertekanan parsial tinggi. Penyakit tuberculosis
ini biasanya menyerang paru tetapi dapat menyebar ke hampir seluruh
bagian tubuh termasuk meninges, ginjal, tulang, nodus limfe. Infeksi awal
biasanya terjadi 2-10 minggu setelah pemajanan. Individu kemudian dapat
mengalami penyakit aktif karena gangguan atau ketidakefektifan respon
imun.
2. PENYEBAB TBC

Dikarenakan bakteri yang berbentuk seperti batang.

Selain karena bakteri sebagai penyebab utama, faktor lingkungan yang


lembab, kurangnya sinar matahari pada suatu ruang dan kurangnya
sirkulasi udara juga sangat berperan dalam penyebaran bakteri
mikobakterium tuberklosa ini,sehingga sangat mudah menjangkit orang

yang hidup dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat.


3. GEJALA-GEJALA TBC

Mudah mengalami demam dengan demam yang tidak terlalu tinggi dan
berlangsung lama

Sering berkeringat pada malam hari

Gampang terkena flu / pilek dan bersifat hilang timbul

Menurunnya nafsu makan dan berat badan

Batuk-batuk selama lebih dari 4 minggu (dapat disertai dengan darah atau
dahak)

Perasaan lemah,lesu & tidak enak

4. NUTRISI BAGI PENDERITA TBC

Makanlah berbagai macam buah segar dan sayuran setiap hari, tetapi tetap
dalam jumlah kalori yang direkomendasikan dokter. Pilih sayuran yang
berbeda dari berbagai jenis seperti sayuran hijau tua, sayuran berwarna
oranye, kacang, dll.

Susu atau produk susu harus dikonsumsi setidaknya 3 kali sehari.


Kalsium dalam susu sangat penting dalam membangun kesehatan tulang
pasien TBC.

Untuk produk daging, pilihlah daging tanpa lemak atau rendah lemak. 10
persen asupan kalori harian harus berasal dari lemak jenuh dan sekitar 200
mg kolesterol. Jagalah asupan total lemak dan minyak antara 25 30
persen kalori harian. Sebagian besar lemak harus berasal dari lemak tak
jenuh ganda dan tak jenuh tunggal yang ditemukan dalam makanan seperti
ikan, kacang-kacangan dan minyak sayur.

Makanlah berbagai macam makanan yang kaya protein seperti kacangkacangan dan biji-bijian. Makanlah makanan kecil sepanjang hari dengan
rentang waktu yang singkat. Pastikan agar tubuh mendapat cukup asupan
cairan dan garam dalam makanan.

Makanan untuk pasien TB harus sederhana, dipersiapkan dengan baik dan


mudah dicerna. Makanan yang lebih berat baru dapat diberikan kepada

pasien setelah kondisinya sangat membaik. Selain makanan yang


dianjurkan untuk para penderita penyakit TBC, ada juga beberapa
makanan yang harus dihindari bahkan merupakan pantangan bagi para
penderita penyakit tuberkulosis (TBC).N
5. PENCEGAHAN TBC pada Anak

Tidak meludah di sembarang tempat upayakan meludah pada tempat yang


tarkena sinar matahari atau ditempat khusus seperti tempat sampah

Menutup mulut pada waktu ada orang batuk ataupun bersin

Jemur tempat tidur bekas penderita secara teratur karna kuman TBC akan
mati bila terkena sinar matahari

Jaga kesehatan badan supaya sistem imun senantiasa terjaga dan kuat
Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan yang sehat
dan bergizi

Hindari melakukan hal-hal yang dapat melemahkan sistem kekebalan


tubuh, seperti begadang dan kurang istirahat

Jaga jarak aman ketika berhadapan dengan penderita TBC

Olahraga teratur untuk membantu menyehatkan tubuh

Lakukan imunisasi BCG pada bayi untuk mencegah penyakit TBC

6. PECEGAHAN TBC DENGAN OBAT HERBAL


Salah satu cara mengatasi tbc adalah dengan obat herbal xamthone
plus,yang terbuat dari ekstra kulit manggis yang dikemas secara modern
aman dan tanpa epek samping. xamthone plus merupakan obat herbal
multi

khasiat

yang dapat mengobati berbagai penyakit terutama penyakit tbc.cara


mengatasi tbc adalah dengan obat herbal xamthone plus,mengapa
demikian? Buah manggis mengandung konsentrasi antioksidan yang
tinggi,

karbohidrat,

dan serat. selain itu juga, kaya akan vitamin dan mineral. Karena
sifat ini, dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, sistem kekebalan

tubuh, dan membantu tubuh untuk memerangi kekurangan dan penyakit


secara alami. sekarang mari kita kembali ke hubungan antara manggis
dengan kanker paru-paru.Kedua telah dikaitkan untuk beberapa waktu dan
diyakini bahwa buah manggis dapat membantu menurunkan tingkat gula
darah. Menurut Dr Templeman, meskipun percobaan laboratorium uji coba
manusia tidak cukup atau belum ada, dia yakin dengan hasil klinis bahwa
xanthones
(antioksidan ampuh yang ditemukan di pericarp tbc tipe 2. Selain itu,
Jerman memperlakukan neuropati perifer dengan antioksidan, dan semua
menuju untuk komplikasi penderita batu kanker paru-paru akibat
kerusakan
radikal bebas. Oleh karena itu, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa
kekuatan antioksidan manggis juga terlihat dalam hasil yang telah
dilaporkan. Menurut penelitian awal ini, manfaat lain dari jus manggis
menunjukkan bahwa xamthone dapat melindungi terhadap penyakit
Alzheimer, penyakit jantung, dan banyak penyakit lainnya. Bahkan
beberapa dokter telah memberikan jus untuk pasien yang menderita
infeksi, demam, diare, eksim, dan nyeri tubuh secara umum.