Anda di halaman 1dari 1

TUGAS KULIAH PERENCANAAN TAMBANG

BATUBARA
PT BUKIT BASA adalah salah satu pemegang PKP2B yang telah menyelesaikan
kegiatan eksplorasi detil dan saat ini sedang dalam tahap Studi Kelayakan.
Berdasarkan hasil eksplorasi yang telah dilakukan pada daerah potensi batubara milik
PT BUKIT BASA diketahui bahwa endapan batubara yang terdapat di daerah tersebut
cukup prospek. Sebelum perusahaan maju ke tahap eksploitasi dan memutuskan
untuk melakukan penambangan diperlukan suatu kajian kelayakan teknis dan
ekonomis atau dikenal dengan Studi Kelayakan Tambang. Untuk itu akan disusun
rencana tambang yang lengkap agar bisa dilakukan Studi Kelayakan Tambang.
Data:
Data hasil eksplorasi yang tersedia untuk melakukan kajian teknis dan ekonomis
antara lain:
1.
Peta topografi, sub-cropline skala 1 : 2.000
2.
Model blok batubara
3.
Density batubara 1,3 ton/m3
Selain itu juga tersedia beberapa data pendukung sebagai berikut:
1. Jarak angkut dari stockpile tambang (ROM stockpile) ke pelabuhan sekitar 15
km ke arah utara tambang
2. Jam kerja efektif tambang: 4.000 jam/tahun
3. Target produksi: tahun pertama + 1000.000 ton, tahun ke dua 1000.000 ton,
tahun-tahun selanjutnya + 1.500.000 ton per tahun
4. Tebal minimal batubara yang akan ditambang > 0.5 meter
5. Harga jual batubara di pelabuhan: (lihat di Indonesian coal price index)
6. Penambangan direncanakan dengan Stripping Ratio maksimum 5 : 1
7. Geometri lereng :
a.
Lereng tunggal tinggi 8 meter, kemiringan 600
b.
Lereng keseluruhan, tinggi maksimal 80 meter, kemiringan maksimal
450
8. Data terkait lainnya dapat digunakan asumsi atau dari data yang umum
digunakan saat ini.
Tugas:
Dengan data yang tersedia buatlah suatu perencanaan tambang terbuka batubara
untuk daerah PT BUKIT BASA yang antara lain meliputi:
1. Buatlah milestone pekerjaan
2. Perhitungan cadangan tertambang
3. Rencana penambangan yang meliputi uraian mengenai metode penambangan,
strategi dan urutan penambangan
4. Rancangan tambang (geometri tambang) yang memperlihatkan bentuk tiga
dimensi bukaan tambang, jalan tambang (ram) dan tata letak tambang (lokasi
kantor, jalan angkut utama, ROM stockpile)
5. Kebutuhan peralatan tambang
6. Struktur organisasi perusahaan dan kebutuhan tenaga kerja
7. Analisis kelayakan ekonomi (IRR, NPV, PBP dan BEP)
8. Berikan kesimpulan apakah tambang tersebut layak atau tidak

1/3