Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

1.
2.
3.
4.

Alhamdulillahhirabbilalamin, dengan memanjatkan puji dan syukur ke-Hadirat


illahi rabbi, berkat rahmat serta hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan dokumen
promo kesehatan dengan judul Dampak Sampah Bagi Kesehatan
Masyarakat. Penulis dengan segala keterbatasan menyadari bahwa karya tulis ini
tidak mampu menjelaskan secara lengkap tentang fenomena yang diteliti.
Dokumen promosi kesehatan ini tidak mungkin terselesaikan tanpa adanya
bimbingan dan arahan dari yang terhormat bapak Deni Iskandar selaku dosen kami.
Oleh karena itu pula dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima
kasih yang tak terhingga kepada beliau yang telah mau meluangkan waktu dan
pikirannya untuk kepentingan membantu menyusun dokumen promosi kesehatan ini.
Dalam kesempatan ini pula, perkenankanlah penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
Alloh SWT yang telah melancarkan segala sesuatu dalam pembuatan dokumen
promosi kesehatan ini.
Orang tua kami yang telah banyak memberikan doa, perhatian, dan dukungan baik
secara moril maupun materil.
Teman teman sekelas kami.
Untuk semua pihak yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang telah
membantu dalam pembuatan dokumen promosi kesehatan ini.
Penulis berharap semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda, juga
hidayah-Nya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingan
kepada penulis. Akhir kata penulis berharap semoga dokumen promosi kesehatan
ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para
pembaca.

Bandung, 23 juni 2015

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Sampah diartikan sebagai benda yang sepele yang tidak dipakai, tidak
diinginkan, dan dibuang berasal dari aktivitas dan tidak lainnya bersifat padat. Kita
masih banyak beranggapan bahwa sampah ini merupakan barang sepele dan
membuangnya sesuka hati kita di mana saja kita berada. Tidak jarang kita melihat
pemakai jalan raya seenaknya saja membuang sampah, ibu ibu membuang
sampah rumah tangganya dengan sembarangan, di pinggir jalan terlihat tumpukan
sampah yang menyerupai gunung kecil berada terpencar-pencar, di pari-parit terlihat
dipenuhi bermacam-macam sampah.
Dari kejadin ini sementara penulis baranggapan bahwa masyarakat masih
belum menyadari bahwa sampah yang dibuang ini mempunyai dampak terhadap
kesehatan masyarakat. Oleh karena itu kami tertarik untuk menyusun karya tulis
dengan judul Damak Sampah Terhadap kesehatan Masyarakat. Demikian yang
melatar belakangi penyusun dalam penulisan dokumen promosi kesehatan ini.
1.2 Permasalahan
1.2.1 Apa hubungan sampah dengan kesehatan masyarakat ?
1.2.2 Bagaimana dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan
masyarakat ?
1.2.3 Bagaimana cara metode Pembuangan sampah ?
1.3 Tujuan Promosi Kesehatan :
Promosi Kesehatan ini dilakukan dengan tujuan :
1.3.1 masyarakat dapat mengetahui dan menyebutkan apa saja dampak
negatif yang ditimbulkan dari sampah bagi kesehatannya.
1.3.2 masyarakat mulai terbiasa untuk membuang sampah pada tempatnya
dalam jangka waktu paling lambat 2 minggu setelah dibuatnya promosi
kesehatan ini.
1.3.3 mengurangi minimal 40% dari jumlah banyaknya sampah yang
berserakan ( tidak pada tempatnya ) setiap 2 minggunya.

1.3.4 masyarakat dapat terbebas dari penyakit yang ditimbulkan dari sampah
( misal : diare dan penyakit kulit ) dalam jangka waktu 3 6 bulan
setelah dilakukannya promosi kesehatan ini.

1.4 Metode Penelitian


Untuk memperlancar kegiatan promosi kesehatan, kami melakukan penelitian atau
observasi kepada masyarakat mengenai dampak negatif yang di timbulkan dari
sampah terhadap kesehatan mereka. adapun dalam melakukan penelitian atau
observasinya kami menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif.
1.4.1 Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif yang digunakan adalah study perpustakaan yaitu
denganmembaca referensi buku yang berhubungan dengan dampak
sampah bagi kesehatan masyarakat.
1.4.2 Metode Kualitatif
Metode

kualitatif

yang

digunakan

adalah

dengan

melakukan

wawancara ( kuisioner ) terhadap beberapa orang narasumber.


a. Narasumber : 5 orang pedagang ( secara acak )
b. Tempat

: Pasar Ujung Berung kota Bandung, Jawa barat.

c. Prosedur pelaksanaan penelitian :


- mengajukan pertanyaan tertulis sebanyak 5 pertanyaan kepada
masing-masing narasumber.
-

mencatat dan mengumpulkan jawaban atas pertanyaan yang

diajukan.
d. Analisis Data :
Pengelompokkan jawaban dibagi menjadi 2, yaitu kelompok A : yang
menyatakan ya , dan kelompok B : yang menyatakan tidak.

1.5 Kegunaan Penelitian


Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang dapat memberi
manfaat dan berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan di antarannya untuk :

1.5.1 Kegiatan akademis, dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi


penelitian

selanjutnya

dalam

rangka

meningkatkan

kepedulian

masyarakat akan sampah.


1.5.2 Kegiatan praktis, dapat digunakan sebagai bahan pengetahuan dan
bagi

pihak-pihak

pengambil

kebijakan

serta

keputusan

yang

berhubungan dengan masalah dampak sampah bagi kesehatan


masyarakat.
1.5.3 Untuk penulis, hasil penelitian ini akan memberikan wawasan
pengetahuan tentang masalah yang diteliti.

1.6 Sistematika Penelitian


Penelitian Promosi Kesehatan yang kami susun meliputi :
Bab I terdiri dari : Latar belakang; permasalahan; tujuan penelitian; metode
penilitian; kegunaan penelitian; sistematika penelitian.
Bab II terdiri dari : Pengertian, Hubungan Sampah dan Kesehatan Masyarakat;
Dampak

Sampah

Bagi

Lingkungan

dan

Kesehatan

Masyarakat;

Metode

pembuangan sampah.
Bab III terdiri dari : Hasil Pengamatan, Pembahasan.
Bab IV terdiri dari : Kesimpulan dan Saran.
Bab V terdiri dari : Daftar Pustaka

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian
2.1.1 Dampak
Menurut Hiro Tugiman (1989 : 45)Dampak merupakan sebuah konsep
pengawasan internal sangat penting,yang dengan mudah dapat diubah
menjadi sesuatu yang dipahami dan ditanggapi secara serius oleh
manajemen. (1)

Sedangkan menurut Schemel (1976 : 22)Dampak adalah perusakan


terhadap tata guna tanak lainnya yang ditimbulkan oleh suatu pemanfaatan
lingkungan tertentu. (2)
2.2.2 Sampah
Menurut kamus lingkungan (1994 : 77)Sampah adalah bahan yang tidak
mempunyai nilai atau tidak berharga untuk digunakan secara biasa atau
khusus dalam produksi atau pemakaian, barang rusak atau cacat selama
manufaktur, atau materi berlebihan atau buangan. (3)
2.1.3 Kesehatan
Menurut Ecolink (1996 :89)Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan,
jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara
sosial dan ekonomis. (4)

2.2 Hubungan Sampah dan Kesehatan Masyarakat


Pada awal kehidupan manusia, sampah belum menjadi masalah, tetapi
dangan bertambahnya penduduk di mana ruang tetap, semakin hari masalahnya
semakin besar. Hal ini jelas bila kita melihat moderenissasi kehidupan,
perkembangan teknologi, sehingga meningkatkan aktivitas manusia. Sehubungan
dengan kegiatan manusia, maka permasalahan sampah akan berkaitan baik dari
segi social ekonomi maupun budaya.
Kesehatan seseorang maupun masyarakat merupakan masalah social yang
selalu berkaitan antara komponen-komponen yang ada dalam masyarakat. Sampah
bila dapat diamankan tidak menjadi potensi yang berpengaruh terhadap lingkungan.
Namun demikian sebagaimana telah diutarakan di atas, bahwa sampah yang
dikelola tidak berada pada tempat yang menjamin keamanan lingkungan, sehingga
mempunyai dampak terhadap kesehatan lingkungan. Sampah yang tidak dikelola
dengan baik ini akan menjadi bermacam-macam fungsinya, Antara lain :
1.

Sebagai sarana penularan penyakit. Hal ini timbbul karena sampah basah

(garbage) dapat menjadi tempat bersarangnya dan berkembangbiaknya dari


bermacam-macam Vektor penularan penyakit. Vektor yang dimaksud adalah: lalat,
Kecoak, nyamuk, dan tikus.

Kebiasaan lalat: Lalat biasa hidup di tempat-tempat yang kotor dan tertarik

akan bau yang busuk. Benda-benda yang berbau busuk juga merupakan makanan
lalat. Sampah, terutama sampah basah, cepat berbau busuk, sehingga merupakan
tempat berkembang biak dan tempat makanan lalat.

Kebiasaan kecoak: Kecoak senang tinggal di tempat-tempat yang lembab,

berbau, dan keadaan gelap. Tumpukan sampah yang lembab, berbau, dan terdapat
banyak celah-celah yang gelap merupakan tempat berkembang biaknya kecoak.
Lalat dan kecoak merupakan vector penularan penyakit saluran pencernaan (perut)
seperti: disentri, basiller, disentri amoeba, cholera, typhus abdominalis, diare karena
bakteri, dsb.

Kebiasaan nyamuk: Nyamuk khususnya nyamuk aedes dan culex suka

bersarang pada genangan air. Sampah dari barang-barang seperti kaleng, kantong
plastic, pecahan gelas/botol menjadi tempat genagan air jika hujan turun, tempat ini
sangat disenangi nyamuk aedes sebagai tempat ber kembangnya. Nyamuk
merupakan vector penularan penyakit demam berdarah, kaki gajah, dan malaria.

Kebiasaan tikus: Tikus umumnya suka bersarang pada tempat yang banyak

makanan, tempat-tempat yag lembab, dan celah-celah yang gelap sebagai tempat
persembunyiannya. Sampah basah masih banyak mengandung sisa makanan, agak
lembab, dan terdapat celah-celah untuk bersembunyi dari ancaman musuh tikus.
Oleh karenanya tikus suka bersarang di tempat pembuangan sampah. Tikus
merupakan vector penularan pes.
2.

Di samping penularan penyakit infeksi saluran pencernaan, di dalam tumpukan

sampah basah kadang-kadang mengandung telur cacing. Apabila sampah basah ini
diberikan untuk pakan ternak seperti babi tanpa dimasak terlebih dahulu, maka babi
tersebut dapat terjangkit penyakit cacingan misalnyaTrichinosis, penyababnya
adalah cacing Trichinella spiralis. Jika daging babi tersebut tidak sempurna
memasaknya kemudian dikonsumsi oleh manusia, maka manusia pun dapat
terjangkit penyakit cacing Trichinella.
3.

Dari sampah juga juga dapat menjadi penyabab penyakit lain seperti penyakit

kulit dan jamur.

4.

Kemudian selain itu, dampak dari pembuangan sampah yang tidak memenuhi

syarat keamanan lingkungan dan kesehatan, misalnya membuang sampah secara


sembarangan akan mengakibatkan pencemaran lingkungan meliputi pencemaran
tanah, air, dan udara. Sampah-sampah yang dibuang sebagian besar merupakan
sampah organic. Bahan-bahan organic ini mengalami pembusukan secara biologis
oleh jasad-jasad renik/mikroba yang bersifat aerobic. Selain itu juga terjadi proses
pembusukan sampah organic berlangsung secara anaerobic yang berlangsung lama
dan akhirnya akan dapat menghasilkan humus yang sangat berguna untuk
penyuburran tanah dan perbaikan kondisi tanah. Namun dampak negatifnya lebih
banyak, di mana:

Sampah-sampah plastic, pecahan kaca, karet, dan bahan-bahan yang sukar

membusuk akan mencemari tanah sehingga dalam waktu lama tidak dapat ditanami
lagi (lahan kritis).

Hasil proses pembusukan sampah oleh jasad renik menghasilkan gas-gas

seperti: CO2, H2S, CH4, dan NH3, maka udara tercemar oleh gas-gas tersebut dan
menimbulkan bau yang tidak sedap. Disamping itu, jika ada sampah yang terbakar
maka asap-asap yang mengepul ke udara mencemari udara kaena adanya gas CO2
dan CO.

Air rembesan hasil dari proses pembusukan sampah akan mengalami

preporasi yang mengandung bahan terlarut yang dapat berbahaya untuk kesehatan,
dapat mencemari air tanah, serta badan-badan air yang berada dekat dengan
tempat pembuangan akhir sampah apabila tidak dilakukan pengawasan yang baik.
5. Hasil pembusukan sampah dapat juga menggangu keseimbangan ekosistem,
terjadinya penyuburan pada badan-badan air karena menerima nutrien-nutrien hasil
pembusukan sampah memungkinkan terjadinya ledakan populasi tumbuhan air
seperti eceng gondok dan akan mengganggu biota lain.
(5)

2.3 Dampak Sampah Bagi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat


2.3.1 Dampak Sampah Bagi Kesehatan

Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan


sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi
beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat
dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya
kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
1.

Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus


yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat
bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic
fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang
pengelolaan sampahnya kurang memadai.

2.

Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).

3.

Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu


contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita
(taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaaan
binatang

ternak

melalui

makanannya

yang

berupa

sisa

makanan/sampah.

2.3.2 Dampak terhadap Lingkungan


Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai
akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati
sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan
berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang
dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair
organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam
konsentrasi tinggi dapat meledak.
(6)

2.4 Metode Pembuangan Sampah


2.4.1 Penimbunan darat
Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya
untuk membuang. Karakter desain dari penimbunan darat yang modern

diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan


bahan tanah liat atau pelapis plastik.Sampah biasanya dipadatkan untuk
menambah kepadatan dan kestabilannya , dan ditutup untuk tidak
menarik

hama

(biasanya

tikus).

Banyak

penimbunan

sampah

mempunyai sistem pengekstrasi gas yang terpasang untuk mengambil


gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat
penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin
berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.
2.4.2 Pembakaran/pengkremasian sampah
Pembakaran adalah metode yang melibatkan pembakaran zat sampah.
Pengkremasian dan pengelolaan sampah lain yg melibatkan temperatur
tinggi baisa disebut "Perlakuan panas". kremasi merubah sampah
menjadi panas, gas, uap dan abu. Pengkremasian dilakukan oleh
perorangan atau oleh industri dalam skala besar. Hal ini bisa dilakukan
untuk sampah padat , cair maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai
cara yang praktis untuk membuang beberapa jenis sampah berbahaya,
contohnya sampah medis (sampah biologis). Pengkremasian adalah
metode yang kontroversial karena menghasilkan polusi udara.
Pengkremasian biasa dilakukan dinegara seperti jepang dimana tanah
begitu terbatas ,karena fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas
penimbunan darat.Sampah menjadi energi (Waste-to-energy=WtE) atau
energi dari sampah (energy-from-waste = EfW) adalah terminologi untuk
menjelaskan sampah yang dibakar dalam tungku dan boiler guna
menghasilkan panas/uap/listrik.Pembakaran pada alat kremasi tidaklah
selalu sempurna , ada keluhan adanya polusi mikro dari emisi gas yang
keluar cerobongnya. Perhatian lebih diarahkan pada zat dioxin yang
kemungkinan

dihasilkan

di

dalam

pembakaran

dan

mencemari

lingkungan sekitar pembakaran. Dilain pihak , pengkremasian seperti ini


dianggap positif karena menghasilkan listrik , contoh di Indonesia adalah
rencana PLTSa Gede Bage di sekitar kota Bandung.
(7)

BAB III
DATA DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil Pengamatan
3.1.1 pertanyaan yang diajukan :
1. Apakah anda mengetahui mengenai dampak sampah terhadap
kesehatan ?
2. Apakah anda mengetahui pentingnya membuang sampah pada
tempatnya ?
3. Saya selalu membuang sampah pada tempatnya ?
4. Saya pernah tidak membuang sampah pada tempatnya ?
5. Apakah anda membiarkan jika melihat ada orang yang membuang
sampah secara sembarangan ?
3.1.2 Data Pengamatan :
1. terdapat sebanyak 4 orang yang menjawab Ya dan 1 orang yang
menjawab tidak untuk pertanyaan No.1
2. terdapat sebanyak 4 orang menjawab Ya dan 1 orang yang
menjawab tidak untuk pertanyaan No. 2
3. terdapat sebanyak 2 orang menjawab Ya dan 3 orang yang tidak
untuk pertanyaan No.3
4. terdapat sebanyak 5 orang menjawab Ya dan 0 orang menjawab
tidak untuk pertanyaan No.4
5. terdapat sebanyak 4 orang menjawab Ya dan 1 orang menjawab
tidak untuk pertanyaan No.5
3.2 Pembahasan :
Berdasarkan data pengamatan kuisioner yang kami lakukan terhadap 5 orang
narasumber yang memiliki profesi sebagai pedagang di Pasar Ujung Berung
Bandung, Jawa Barat. Untuk pertanyaan nomor 1 kebanyakan ( 4 dari 5 orang )
mengetahui mengenai dampak negatif sampah terhadap kesehatan, hal ini
menunjukkan sebenarnya masyarakat sudah menyadari akan bahaya negatif yang
dapat ditimbulkan oleh sampah bagi kesehatannya. Kemudian untuk pertanyaan
nomor 2 sama sebanyak 4 orang atau 80% juga sudah mengetahui dan menyadari
akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Untuk pertanyaan nomor 3
sebanyak 2 orang atau hanya sekitar 40% yang mengaku jika dia selalu membuang
sampah pada tempatnya, hal ini masih kurang untuk menciptakan lingkungan yang
bersih dan sehat. Sementara itu untuk pertanyaan nomor 4 sebanyak 5 orang atau
100% yang mengaku jika dia pernah membuang sampah tidak pada tempatnya, ini
sangat mengkhawatirkan karena sebenarnya mereka mengetahui akan dampak

sampah terhadap kesehatan dan pentingnya membuang sampah di tempatnya


tetapi dia sendiri malah pernah dan mungkin sering membuang sampah secara
sembarangan. Dan untuk pertanyaan nomor 5 sebanyak 4 orang atau 80% mengaku
jika dia membiarkan bila melihat ada orang yang membuang sampah sembarangan.
Hal ini sangat miris karena untuk menciptakan suasana lingkungan yang bersih dan
sehat kita perlu saling mengingatkan dan menegur satu sama lainnya jika berbuat
kesalahan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya
suatu proses. Sampah dapat berupa padat, cair dan gas. Sampah juga dibedakan
menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan anorganik. Semua mempunyai peranan
masing masing, namun jika tidak diolah dengan baik sampah dapat mendatangkan
masalah atau bencana bagi lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil dari observasi
atau penelitian yang kami lakukan sebenarnya pengetahuan masyarakat akan
pentingnya untuk membuang sampah pada tempatnya sudah cukup baik. Tetapi
mereka terkadang acuh terhadap orang di sekitarnya yang membuang sampah
secara sembarangan. Serta kebiasaan membuang sampah pada tempatnya yang
masih kurang meskipun pengetahuan masyarakat akan bahaya sampah bagi
kesehatan dan pentingnya membuang sampah pada tempatnya sudah cukup baik.
4.2 Saran
Sebagai masyarakat yang baik tentunya kita harus lebih peduli terhadap
lingkungan sekitar termasuk kebersihan lingkungan. Cara pengendalian sampah
yang paling sederhana adalah dengan menumbuhkan kesadaran diri dalam diri
untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Kerja sama antara Pemerintah
dan Masyarakat sangat membantu. Jadi Pemerintah dan Masyarakat memilliki
peranan besar dalam hal kepedulian terhadap lingkungan, dengan adanya kerja
sama antara pemerintah dan masyarakat itu akan membuat lingkungan bebas
sampah akan terwujud.

BAB V
DAFTAR PUSTAKA
1.Tugiman,Hiro.1989.Pengertian dampak lingkungan.CV. Liberty.Jakarta.Hal.45
2. Schemel.1976.Pengertian lingkungan.Pusat studi lingkungan
hidup.Jakarta.Hal.22
3. Kamus Lingkungan.1994.PT.Gramedia.Jakarta.Hal.77
4. Ecolink.1996.Kesehatan Lingkungan. PT.Gramedia.Jakarta.hal. 89
5. Sudjadi,B.& Laila, S. 2007. Biologi 1. Yudhistira.Jakarta
6. Sumarwoto,O.1995. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Obor : Lembaga Ekologi
Unpad
7. Hadiwijoto, S.1983. Penanganan dan pemanfaatan sampah. Penerbit Yayasan
Idayu.Jakarta