Anda di halaman 1dari 30

DERMATITIS

CHALIS NOVRIZA
13174091

PEMBIMBING
dr.H.Mainiadi Sp.KK

DERMATITIS
Peradangan kulit pd epidermis & dermis
Respon terhadap factor eksogen & endogen
Klinis

Polimorfik

Eritema
Edema
Papul
Vesikel
Likenifikasi
Skuama

Gatal (+)

ETIOLOGI
Eksogen

Bahan kimia
Bahan fisik
Mikroorganisme

Endogen

Dermatitis atopik

sinar matahari
jamur, bakteri, tumbuhan

GEJALA KLINIS
Subjektif : gatal,perih
Objektif

: kelainan kulit ~ stadium

Akut : eritema, edema, vesikel/bula,


erosi, ekskoriasi

STADIUM
Sub akut : eritema
eksudat,Krusta
Kronis

: hiperpigmentasi, likenifikasi,
papul, skuama,Kering

DERMATITIS KONTAK ( DK )
Dermatitis disebabkan oleh bahan menempel
pada kulit
Ada 2 :
Dermatitis Kontak Iritan ( DKI )
Dermatitis Kontak Alergi (DKA )

DKI
Dermatitis kontak iritan adalah efek sitotosik
lokal langsung dari bahan iritan baik fisika
maupun kimia, yang bersifat tidak spesifik.
Di Amerika, Prevalensi dermatitis ditemukan
sebesar 55,6% di intensive care unit dan 69,7%
pada pekerja yang sering terpapar.
Di Jerman, DKI 4,5 % setiap 10.000
pekerja,insiden tertinggi ditemukan pada
penata rambut (46,9 kasus per 10.000 pekerja
setiap tahunnya), tukang roti dan tukang
masak .

ETIOPATOFISIOLOGI
Etiologi

: Bahan iritan (pelarut, detergen,


asam, alkali, serbuk kayu dll)
Patogenesis : Bahan iritan :
Merusak lapisan kulit
Denaturasi keratin
Lemak lapisan tanduk (-)
Daya ikat air epidermis berubah
Sel epidermis rusak
Iritan lemah kontak berulang2
Iritan kuat pajanan pertama kali

PEKERJAAN RESIKO DKI


Memasak
Pekerja bangunan
Pekerja bengkel
Mencuci
Berkebun

GEJALA KLINIS
DKI AKUT
Ok iritan kuat
Keluhan : kulit pedih / panas
Objektif : kulit eritem, vesikel, bula
kelainan sesuai daerah yg terkena,
berbatas tegas

AKUT
DKI Akut lambat : 12 24 jam setelah kontak
Podofilin
Bulu serangga

GEJALA KLINIS
DKI KRONIS
~ Dermatitis iritan kumulatif
iritan lemah yg berulang-ulang
Faktor fisik
- gesekan - kelembaban
- trauma - panas / dingin
Berbagai bahan
- sabun - pelarut
- tanah - air

DKI KRONIS
Keluhan : kulit kering
Objektif : eritema, skuama
likenifikasi
hiperkeratosis fisura
kelainan
tidak berbatas

DKA
Dermatitis yang disebabkan oleh
reaksi hipersensitivitas tipe lambat
terhadap bahan-bahan kimia yang
kontak dengan kulit dan dapat
mengaktivasi reaksi alergi.

Epidemiologi
Di amerika,DKA lebih sedikit jumlah dari DKI,hanya
20%,DKA hanya terjadi 3-4% jumlah penduduk.di
indonesia 35 kasus umur 6-67 tahun 21 orang
DKA.RSCM bagian imunologi dan alergi.

ETIOPATOFISIOLOGI
Etiologi
: Bahan
alergen (bahan kimia
dgn BM < 500 - 1000)
ex : nikel, karet, kosmetik
Patogenesis
: Reaksi Hipersensitivitas
Fase sensititasi = induksi
Kontak pertama sensitif
Berlangsung 2 -3 minggu
Fase elisistasi
Pajanan ulang dengan alergen yg sama
gejala klinis
Berlangsung 24 48 jam

GEJALA KLINIS
DKA

Subjektif

: gatal

Objektif
Akut : bercak eritem, batas tegas
edema, papulo-vesikel, vesikel, bula
erosi
eksudasi

Kronis : kulit kering, skuama, papul,


likenifikasi

LOKASI
Berbagai lokasi Dermatitis kontak
- tangan
- leher
- lengan
- badan
- wajah
- genitalia
- telinga
- paha dan tungkai bawah

DIAGNOSIS
Riwayat kontak dengan suatu bahan
satu kali tapi lama.
Terdapat tanda dermatitis tempat
kontak,rasa gatal.
Uji tempel dengan bahan yang di
curigai hasilnya positif.

INDIKASI UJI TEMPEL


DKI / DKA
INDIKASI :
1. Mencari/membuktikan suatu zat
adalah alergen penyebab
2. Kecurigaan DKA yg belum terbukti
3. DKI DD/ DKA
4. Dermatitis kronis

UJI TEMPEL
Dilakukan bila :
1. lesi tenang / sembuh
2. setelah 3 minggu
3. lokasi : punggung

CARA
Bahan diletakkan pd Finn Chamber
Tempelkan pd kulit
Tutup
rekat dgn plester
Setelah 48 jam
buka
Hasil dibaca : - 48 jam
- 72 jam 96 jam

UJI TEMPEL
PEMBACAAN
Eritema

: meragukan

Eritema + papul
Eritema + papul + vesikel

: +1
: +2

Eritema + nekrosis

: +3

PENGOBATAN
KHUSUS

Topikal
: - Kortikosteroid
- Emolien / pelembab
Sistemik : Kortikosteroid
DKA

Hidrokortison 2,5%

Prednison 30 mg

UMUM
Pajanan ulang dgn bahan kontak alergen
iritan dihindari

Memakai pelindung ~ pekerjaan /kegiatan

UJI TEMPEL

UJI TEMPEL

IRITAN
Reaksi IRITAN

Oligomorfik
Bentuk ~ unit
Batas tegas
Bahan dilepas :
reaksi (-) /
Rasa nyeri / terbakar

ALERGI
Reaksi ALERGI

Polimorfik
Bentuk lebih menyebar
Batas tidak tegas
Bahan dilepas :
reaksi menetap /
Rasa gatal (+)

DKA

DKI

TERIMA KASIH
TERIMA KASIH