Anda di halaman 1dari 26

ZAKAT, INFAQ,

SADAQAH DAN WAKAF


Nama Kelompok:
Wahyu Dwinanda Putra 1310112062
Mahendra Pratama 1310112077
Wahyu Rizki Mahida 1310112088
Degha Prasetyo Nugroho 1310112108
Ibnu Hadi 1310112089

Pengertian Zakat, Infaq,


dan Sadaqah

Macam-macam zakat
Zakat Jiwa/Zakat Fitrah adalah zakat yang
diwajibkan kepada setiap muslim setelah
matahari terbenam akhir bulan Ramadhan. Lebih
utama dibayarkan sebelum salat Idul Fitri, karena
jika dibayarkan setelah salat ied, maka sifatnya
sedekah biasa bukan zakat fitrah.
Zakat Harta adalah zakat yang boleh dibayarkan
pada waktu yang tidak tertentu, mencakup hasil
perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut,
hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta
hasil kerja (profesi) yang masing-masing memiliki
perhitungan sendiri-sendiri.

Macam-macam Metode
Zakat untuk entitas di
berbagai dunia

Zakat ini adalah zakat yang didasarkan atas


prinsip keadilah serta hasil ijtihad para ahli fikih.
Oleh sebab itu, zakat ini agak sulit ditemukan
pada
kita
fikih
klasik.
Kewajiban
zakat
perusahaan hanya ditujukan kepada perusahaan
yang dimiliki (setidaknya mayoritas) oleh muslim.
Sehingga zakat ini tidak ditujukan pada harta
perusahaan yang tidak dimiliki oleh muslim
(Syafei,2008).

Syarat Dikeluarkannya
Zakat Perusahaan

Perhitungan Zakat
Perusahaan
1. Kekayaan perusahaan yang dikenakan zakat
adalah kekayaan perusahaan yang digunakan
untuk
memperoleh
laba.
Pendapat
ini
dikemukakan oleh Qardhawi, dan zakat dikenakan
pada harta lancar bersih perusahaan.

Perhitungan Zakat
Perusahaan
2. Kekayaan yang dikenakan zakat adalah pertumbuhan
modal bersih. Pendapat ini dikemukakan oleh El
Badawi dan Sultan.

Metode ini diusulkan untuk mengatasi kelemahan


pada metode pertama. Hal ini disebabkan
transaksi perusahaan makin kompleks, dimana
sumber pendanaan tidak lagi hanya modal dan
utang jangka pendek tetapi juga utang jangka
panjang.

Perhitungan Zakat
Perusahaan
Agar sesuai dengan konsep zakat yaitu tidak
dikenakan atas aset tetap dan dikenakan atas
aset yang tumbuh berkembang. Untuk itu, El
Badawi mengusulkan konsep pertumbuhan modal
bersih (growing capital);

Perhitungan Zakat
Perusahaan
3. Kekayaan yang dikenakan zakat adalah kekayaan
bersih
perusahaan. Pendapat ini dikemukakan
oleh Lembaga Fatwa Arab Saudi.

Perhitungan Zakat
Perusahaan
Diluar ketiga metode di atas, AAOIFI sendiri
melalui FAS (Financial Accounting Standard) No. 9
memberikan 2 (dua) alternatif metode, yaitu
sebagai berikut,
1. Pendekatan Aset Bersih ( Net Assets Method)

Perhitungan Zakat
Perusahaan
2. Pendekatan Dana Investasi (Invested Fund Method)

Metode apapun boleh digunakan walaupun yang


paling sederhana untuk digunakan adalah pendapat
Qardhawi. Sedangkan nizab zakat adalah 85 gram dan
cukup haul (1 tahun Qamariah) dengan besar zakat
2,5%. Jika perusahaan menggunakan tahun masehi,
maka besar zakat adalah 2,575% (Standar AAOIFI)

Akuntansi untuk Zakat


1.

Penerimaan zakat diakui pada saat kas atau aset nonkas diterima
dan diakui sebagai penambah dana zakat. Jika diterima dalam bentuk
kas, diakui sebesar jumlah yang diterima tetapi jika dalam bentuk
nonkas sebesar nilai wajar aset.
Jurnal:
Dr. Kas
xxx
Dr. Aset Nonkas ( nilai wajar )
xxx
Cr. Penerimaan Zakat
xxx

2. Jika muzakki menentukan mustahik yang menerima penyaluran zakat


melalui amil, maka tidak ada bagian amil atas zakat yang diterima dan
amil dapat menerima ujrah atas kegiatan penyaluran tersebut.
Jika atas jasa tersebut amil mendapatkan ujrah/fee maka diakui
sebagai penambah dana amil. Jurnal saat mencatat penerimaan fee:
Dr. Kas
xxx
Cr. Penerimaan Dana Amil xxx

Akuntansi untuk Zakat


3. Penurunan nilai aset zakat diakui sebagai:
Jurnal:
a. Pengurang dana zakat, jika terjadi tidak disebabkan oleh
kelalaian amil.
Dr. Penurunan Nilai Aset
xxx
Cr. Aset nonkas
xxx
b. Kerugian dan pengurang dana amil, jika disebabkan oleh
kelalaian amil.
Dr. Kerugian penurunan Nilai-Dana Amil
xxx
Cr. Aset Nonkas
xxx

Akuntansi untuk Zakat


4. Zakat yang disalurkan kepada mustahik diakui sebagai pengurang
dana zakat dengan keterangan sesuai dengan kelompok mustahik
termasuk jika disalurkan kepada amil, sebesar:
a. Jumlah yang diserahkan, jika pemberian dilakukan dalam bentuk kas.
Jurnal:
Dr. Penyaluran Zakat-Dana Amil xxx
Dr. Penyaluran zakat-Mustahik Non-Amil xxx
Cr. Kas
xxx
b. Jumlah tercatat, jika pemberian dilakukan dalam bentuk aset nonkas.
Jurnal:
Dr. Penyaluran Zakat-Dana Amil xxx
Dr. Penyaluran Zakat- Mustahik Non-Amil
xxx
Cr. Aset Nonkas
xxx

Akuntansi untuk Zakat


5. Amil berhak mengambil bagian dari zakat untuk menutup
biaya operasional dalam menjalankan fungsinya.
Jurnal:
Dr. Beban-Dana Fisabilillah
xxx
Cr. Kas
xxx
6. Beban penghimpunan dan penyaluran zakat harus diambil
dari porsi amil.
Jurnal:
Dr. Beban-Dana Amil
xxx
Cr. Kas
xxx

Akuntansi untuk Zakat


7. Zakat dikatakan telah disalurkan kepada mustahik-non-amil hanya bila telah

diterima oleh mustahik-non-amil tersebut. Apabila zakat disalurkan melalui


amil lain diakui sebagai piutang penyaluran dan bagi amil yang menerima
diakui sebagai liabilitas penyaluran. Piutang dan liabilitas penyaluran akan
berkurang ketika zakat disalurkan. Amil lain tidak berhak mengambil bagian
dari dana zakat, namun dapat memperoleh ujrah dari amil sebelumnya.
Jurnal penyaluran zakat melalui amil lain:
Dr. Piutang Penyaluran Zakat
xxx
Cr. Kas xxx
Jurnal ketika amil lain menyalurkan pada mustahik non-amil:
Dr. Penyaluran Zakat-Mustahik
xxx
Cr. Piutang Penyaluran Zakat
xxx
Jurnal pembayaran ujrah kepada amil lain:
Dr. Beban-Dana Amil
xxx
Cr. Kas xxx

Akuntansi untuk Zakat


8. Dana zakat yang disalurkan dalam bentuk perolehan aset
tetap (aset kelolaan) misalnya mobil ambulan, rumah sakit
diakui sebagai:
a. Penyaluran zakat seluruhnya, jika aset tetap tersebut
diserahkan untuk dikelola kepada pihak lain yang tidak
dikendalikan amil.
Jurnal ketika membeli aset tetap:
Dr. Aset Tetap
xxx
Cr. Kas
xxx
Jurnal ketika menyalurkan aset tetap tersebut:
Dr. Penyaluran Zakat-Mustahik
xxx
Cr. Aset Tetap
xxx

Akuntansi untuk Zakat


b. Penyaluran zakat secara bertahap diukur sebesar
penyusutan aset tetap tersebut sesuai dengan pola
pemanfaatannya, jika aset tetap tersebut masih dalam
pengendalian amil atau pihak lain yang dikendalikan
amil.
Jurnal ketika membeli aset tetap:
Dr. Aset Tetap
xxx
Cr. Kas
xxx
Jurnal penyaluran bertahap:
Dr. Penyaluran Zakat-Beban Depresiasi
xxx
Cr. Akumulasi Penyusutan
xxx
Jurnal ketika sudah disalurkan sepenuhnya:
Dr. Akumulasi Penyusutan
xxx
Cr. Aset Tetap
xxx

Akuntansi untuk
infak/sedekah
1. Penerimaan infak/sedekah diakui pada saat kas atau asset nonkas
diterima dan diakui sebagai penambah dana infak/sedekah terikat
atau tidak terikat sesuai tujuan pemberiannya.
Jika diterima dalam bentuk kas, diakui sebesar jumlah yang
diterima tetapi jika dalam bentuk nonkas sebesar nilai wajar.
Untuk penerimaan aset nonkas dapat dikelompokkan menjadi aset
lancar atau aset tidak lancar. Aset lancar adalah aset yang harus
segera disalurkan, dan dapat berupa bahan habis pakai seperti
bahan makan; atau barang yang memiliki manfaat jangka panjang
misalnya mobil untuk ambulan. Aset nonkas lancar dinilai sebesar
nilai perolehan.
Jurnal:
Dr. Kas
xxx
Dr. Aset Nonkas (nilai perolehan)-Lancar
xxx
Cr. Penerimaan Infak/Sedekah
xxx

Akuntansi untuk
infak/sedekah
2. Aset tidak lancar yang diterima dan diamanahkan untuk
dikelola oleh amil dinilai sebesar nilai wajar dan diakui
sebagai aset tidak lancar infak/sedekah. Penyusutan dari
aset tersebut diperlakukan sebagai pengurang dana
infak/sedekah
terikat
apabila
penggunaan
atau
pengelolaan aset tersebut sudah ditentukan oleh pemberi.
Jurnal:
Dr. Aset Nonkas (Nilai Wajar)-Tidak Lancar xxx
Cr. Penerimaan Infak/Sedekahxxx
Dr. Penyaluran Infak/Sedekah-Beban Depresiasi
Cr. Akumulasi Depresiasi
xxx

xxx

Akuntansi untuk
infak/sedekah
3. Penurunan nilai aset infak/sedekah diakui sebagai:
a. pengurang dana infak/sedekah, jika terjadi tidak disebabkan oleh
kelalaian amil.
Jurnal:
Dr. Penurunan Nilai
xxx
Cr. Aset Nonkas
xxx
b. kerugian dan pengurang dana amil, jika disebabkan oleh kelalaian amil.
Jurnal:
Dr. Kerugian Penurunan Nilai-Dana Amil
xxx
Cr. Aset Nonkas
xxx
4. Dana infak/sedekah sebelum disalurkan dapat dikelola dalam jangka
waktu sementara untuk mendapatkan hasil yang optimal. Hasil dana
pengelolaan diakui sebagai penambah dana infak/sedekah.
Dr. Kas xxx
Cr. Hasil Pengelolaan-Infak/sedekah xxx

Akuntansi untuk
infak/sedekah
5. Penyaluran dana infak/sedekah diakui sebagai pengurang
dana infak/sedekah sebesar:
a. jumlah yang diserahkan, jika dalam bentuk kas.
Jurnal:
Dr. Penyaluran Infak/Sedekah
xxx
Cr. Kas
xxx
b. nilai tercatat aset yang diserahkan, jika dalam bentuk aset
nonkas.
Jurnal:
Dr. Penyaluran Infak/Sedekah
xxx
Cr. Aset Nonkas
xxx

Akuntansi untuk
infak/sedekah
6. Penyaluran infak/sedekah oleh amil kepada amil lain
merupakan penyaluran yang mengurangi dana
infak/sedekah sepanjang amil tidak akan menerima kembali
aset infak/sedekah yang disalurkan tersebut.
Jurnal:
Dr. Penyaluran Infak/Sedekah
xxx
Cr. Kas
xxx
7. Penyaluran infak/sedekah kepada penerima akhir dalam
skema dana bergulir dicatat sebagai piutang infak/sedekah
bergulir dan tidak mengurangi dana infak/sedekah.
Jurnal:
Dr. Piutang-Dana Bergulir xxx
Cr. Kas
xxx

Pengertian Wakaf
Kata wakaf atau waqf berasal dari bahasa
Arab Waqafa. Asal kata Waqafa berarti
menahan atau berhenti atau diam di
tempat atau tetap berdiri. Sedangkan
menurut istilah, ahli fiqh berbeda dalam
mendefinisikannya. Mazhab Maliki berpendapat
bahwa wakaf itu tidak melepaskan harta yang
diwakafkan dari kepemilikan wakif, namun wakaf
tersebut mencegah wakif melakukan tindakan
yang dapat melepaskan kepemilikannya atas
harta tersebut kepada yang lain dan wakif
berkewajiban menyedekahkan manfaatnya serta
tidak boleh menarik kembali wakafnya

Perbedaan Wakaf dengan


Sadaqah/Hibah

Terima Kasih