Anda di halaman 1dari 21

Pengertian Nyeri Pinggang

Dalam bahasa kedokteran Inggris, pinggang dikenal sebagai low back. Secara anatomik
pinggang adalah daerah tulang belakang L-1 sampai seluruh tulang sakrum dan otot-otot
sekitarnya. Tulang belakang lumbal sebagai unit struktural dalam berbagai sikap tubuh dan
gerakan dapat ditinjau dari sudut mekanika. Beban yang ditanggung oleh tulang belakang lumbal
dapat dipelajari dengan diskus intervertebralis antara L-5 sampai S-1 atau L-4 dan L-5 sebagai
titik tumpuan. Bila mengangkat benda berat, tangan, lengan dan badan dapat dianggap sebagai
lengan beban posterior pendek, yang berjarak dari pusat diskus intervertebralis sampai prosessus
spinosus belakang.
Penyelidikan itu menghasilkan perbandingan antara lengan beban anterior dan posterior, yakni
15 lawan 1. Ini berarti bahwa untuk dapat mengangkat benda seberat 50 kg lengan beban
posterior itu harus diimbangi dengan bobot sebesar 750 kg. Tenaga yang mengimbangi lengan
beban posterior itu adalah tenaga yang dihasilkan oleh kontraksi otot-otot.
Berdasarkan azas mekanika itu, perhitungan-perhitungan yang lebih kompleks telah dilakukan.
Seseorang yang berat badannya 75 kg mengangkat benda seberat 90 kg. Benda itu berada 35 cm
dari diskus intervertebralis antara L-5 dan S-1. Sedangkan fleksi tulang belakang pada pelvis
adalah sebesar 40. Dengan perhitungan bahwa bobot total dari kepala, leher, dan kedua lengan
seberat 13 kg dan bobot badan di atas L-1 sampai S-1 sepanjang 45 cm dan jarak antara toraks
ke L-5 hingga S-1 sepanjang 15 cm, maka tenaga yang mengimbangi beban keseluruhan itu pada
diskus intervertebralis L-5 sampai S-1 adalah 9391,9 kg.
Dari penyelidikan tersebut di atas telah jelas peranan otot-otot erektor trunksi yang memberikan
tenaga imbangan ketika mengangkat benda. Di samping itu tenaga otot abdominalis berperanan
juga dalam masalah sokoguru. Dengan menggunakan alat petunjuk tekanan yang ditempatkan di
dalam nukleus pulposus manusia, tekanan intradiskal dapat diselidiki pada berbagai sikap tubuh
dan keadaan. Sebagai standar dipakai tekanan intradiskal ketika berdiri tegak.
Tekanan intradiskal yang meningkat pada berbagai sikap dan keadaan itu diimbangi oleh tenaga
otot abdominal dan torakal. Hal ini dapat diungkapkan oleh penyelidikan yang menggunakan
korset toraks atau abdomen yang bisa dikembungkempiskan yang dikombinasi dengan
penempatan alat penunjuk tekanan di dalam lambung. Hasil penyelidikan tersebut
mengungkapkan bahwa 30% sampai 50% dari tekanan intradiskal torakal dan lumbal dapat
dikurangi dengan mengencangkan otot-otot torakal dan abdominal sewaktu melakukan pekerjaan
dan dalam berbagai posisi.
Kontraksi otot-otot torakal dan abdominal yang sesuai dan tepat dapat meringankan beban tulang
belakang sehingga tenaga otot yang relevan merupakan mekanisme yang melindungi tulang

belakang. Secara sederhana, kolumna vertebralis torakolumbal dapat dianggap sebagai tong dan
otot-otot torakal serta lumbal sebagai simpai tongnya.

Penyebab hematuria
Alasan paling umum untuk hematuria pada seorang pria 50 tahun atau lebih adalah benign
prostatic hyperplasia (BPH; pembesaran prostat).
Penyebab paling umum pada orang muda dari 40 tahun batu ginjal atau batu ureter.
Penyebab paling umum dari hematuria / hematuria adalah:

Obat-obatan, misalnya: sulfonamida, kina, rifampisin, fenitoin

Infeksi atau peradangan prostat (prostatitis)

Alergi dapat menyebabkan hematuria jarang kotor episodik pada anak-anak.

Kiri vena hipertensi ginjal, juga disebut "pemecah kacang fenomena" atau "sindrom
pemecah kacang," adalah kelainan vaskuler jarang bertanggung jawab untuk gross
hematuria.

Obstruksi saluran kemih Pelvic Junction (UPJ) adalah kondisi langka mulai dari
kelahiran di mana ureter diblokir antara ginjal dan kandung kemih. Kondisi ini dapat
menyebabkan darah dalam urin.

Maret hematuria - latihan Sangat berkepanjangan, seperti jarak jauh menunggang kuda
dan naik sepeda.

NEFROLITIASIS
A. PENGERTIAN
Batu perkemihan dapat timbul dari berbagai tingkat dari system perkemihan
( ginjal, ureter, kandung kemih ). tetapi yang paling sering ditemukan adalah di
dalam ginjal ( Barbara, 1996 ).
Batu ginjala adalah istilah umum batu ginjal disembarang tempat. Batu ini terdiri
atas garam kalsium, asam urat, oksalat, sistin, xantin, dan struvit ( patofisiologi
keperawatan, 2000 ).
Nefrolitiasis adalah adanya timbunan zat padat yang membatu pada ginjal,
mengandung komponen kristal, dan matriks organik ( soeparman, 2001 )
B. ETIOLOGI
Batu ginjal merupakan konsisi terdapatnya kristal kalsium dalam ginjal, kristal
tersebut dapat berupa kalsium oksalat, kalsium fosfat maupun kalsium sitrat. Tidak
ada penyebab yang bisa dibuktikan yang sering menjadi predisposisi adalah infeksi
saluran kemih hiperkasiuria, hiperpospaturia, hipervitaminosis D dan hipertiroidism
dan kebanyakan intake kalsium serta alkali cenderung timbul presipitasi garam
kalsium dalam urine ( wong de jong. 1996 )

C. PATOFISIOLOGI
Nefrolitiasis merupakan kristalisasi dari mineral dan matriks seperti pus darah,
jaringan yang tidak vital dan tumor. Komposisi dari batu ginjal bervariasi, kira-kira
tiga perempat dari batu adalah kalsium, fosfat, asam urin dan cistien.peningkatan
konsentrasi larutan akibat dari intake yang rendah dan juga peningkatan bahanbahan organic akibat infeksi saluran kemih atau urin ststis sehingga membuat
tempat untuk pembentukan batu. Ditambah dengan adanya infeksi meningkatkan
kebasaan urin oleh produksi ammonium yang berakibat presipitasi kalsium dan
magnesium pospat (long. 1996 : 323)
Proses pembentukan batu ginjal dipengaruhi oleh beberapa faktor yang kemudian
dijadikan dalam beberapa teori ;
Teori supersaturasi
Tingkat kejenuhan kompone-komponen pembentuk batu ginjal mendukung
terjadinya kristalisasi. Kristal yang banyak menetap menyebabkan terjadinya agresi
kristal kemudian timbul menjadi batu.
Teori matriks
Matriks merupakan mukoprotein yang terdiri dari 65% protein, 10% heksose, 3-5
heksosamin dan 10% air. Adapun matriks menyebabkan penempelan kristal-kristal
sehingga menjadi batu.
Teori kurang inhibitor
Pada kondisi normal kalsium dan fosfat hadir dalam jumlah yang melampui daya
kelarutan, sehingga diperlukan zat penghambat pengendapat. Phospat
mukopolisakarida dan dipospat merupakan penghambatan pembentukan kristal.
Bila terjadi kekurangan zat ini maka akan mudah terjadi pengendapan.
Teori epistaxi
Merupakan pembentukan baru oleh beberapa zat secra- bersama-sama, salauh satu
batu merupakan inti dari batu yang merupakan pembentuk pada lapisan luarnya.
Contohnya ekskresi asam urayt yanga berlebihan dalam urin akan mendukung
pembentukan batu kalsium dengan bahan urat sebagai inti pengendapan kalsium.
Teori kombinasi
Batu terbentuk karena kombinasi dari berbagai macam teori di atas.
D. MANIFESTASI KLINIS
Nyeri dan pegal di daerah pinggang
Lokasi nyeri tergantung dari dimana batu itu berada. Bila pada piala ginjal rasa
nyeri adalah akibat dari hidronefrosis yang rasanya lebih tumpul dan sifatnya
konstan. Terutama timbul pada costoverteral. (barbara. 1996:324)
Hematuria
Darah dari ginjal berwarna coklat tua, dapat terjadi karena adanya trauma yang
disebabkan oleh adanya batu atau terjadi kolik (ilmu kesehatan anak, 2002:840)
Infeksi
Batu dapat mengakibatkan gejala infeksi traktus urinarius maupun infeksi asistemik
yang dapat menyebabkan disfungsi ginjal yang progresif.
Kencing panas dan nyeri
Adanya nyeri tekan pada daerah ginjal

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Urin
a. PH lebih dari 7,6
b. Sediment sel darah merah lebih dari 90%
c. Biakan urin
d. Ekskresi kalsium fosfor, asam urat
Darah
a. Hb turun
b. Leukositosis
c. Urium krestinin
d. Kalsium, fosfor, asam urat
Radiologist
Foto BNO/NP untuk melihat lokasi batu dan besar batu
USG abdomen
F. KOMPLIKASI
Menurut guyton, 1993 adalah :
Gagal ginjal
Terjadinya karena kerusakan neuron yang lebih lanjut dan pembuluh darah yang
disebut kompresi batu pada membrane ginjal oleh karena suplai oksigen terhambat.
Hal in menyebabkan iskemis ginjal dan jika dibiarkan menyebabkan gagal ginjal
Infeksi
Dalam aliran urin yang statis merupakan tempat yang baik untuk
perkembangbiakan microorganisme. Sehingga akan menyebabkan infeksi pada
peritoneal.
Hidronefrosis
Oleh karena aliran urin terhambat menyebabkan urin tertahan dan menumpuk
diginjal dan lam-kelamaan ginjal akan membesar karena penumpukan urin
Avaskuler ischemia
Terjadi karena aliran darah ke dalam jaringan berkurang sehingga terjadi kematian
jaringan
G. PERAWATAN
Diagnosa dan intervensi
Nyeri bd peningkatan kontraksi ureteral, trauma jaringan pembentukan udema
(doengoes,2000).
Tujuan : nyeri berkurang, spasme terkontrol
KH : klien tampak rileks
Intervensi :
kaji nyeri dengan PQRST
jelaskan penyebab nyeri dan pentingnya melapor jika nyeri dan perubahannnya
ajarkan teksnik relaksasi dan distraksi
beri kompres hangat pada daerah nyeri
kolaborasi analgetik
Ganguan istirahat dan tidur bd nyeri
Tujuan : istirahat tidur terpenuhi

KH : identifikasi teksnik induksi tidur, faktor penyebab g3 tidur


Intervensi :
Beri lingkungan yang tenang untuk pasien
Atur prosedur agar tidak mengganggu waktu istirahat pasien
Kaki penyebab gaangguan tidur
Resti infeksi bd tindakan invasive
Tujuan : tidak terjadi infeksi
KH : tidak ada tanda-tanda infeksi
Intervensi :
Pertahankan aseptic dalam tindakan
Monitor TTV
Periksa laboratorium tanda-tanda infeksi
Kolaborasi pemberian analgetik
Perubahan eliminasi urin bd irirtasi ginjal, obstruksi, inflamasi
Tujuan : berkemih dengan normal
KH : tidak ada tanda-tanda infeksi
Intervensi :
Awasi intake dan output cairan dan karakteristik urin
Kaji pola berkemih pasien
Dorong pemasukan cairan agar meningkat
Keji keluhan kandung kemih
Kolaborasi pemeriksaan laboratorium
Kurang perawatan diri.bd pemasangan alat pada tubuh
Tujuan : kebersihan terpenuhi
KH : dapat perawatan diri secara mandiri
Intervensi :
Kaji penyebab kkurang perawatan diri
Dorong pasien melakukan personal hygien
Dorong pasien menggunakan alat Bantu yang ada

C. Pemeriksaan penunjang
- Radiologi
Secara radiologi, batu dapat radiopak atau radiolusen. Sifat radiopak ini berbeda untuk
berbagai jenis batu sehingga dari sifat ini dapat diduga batu dari jenis apa yang ditemukan.
Radiolusen umumnya adalah jenis batu asam urat murni.
Pada yang radiopak pemeriksaan dengan foto polos sudah cukup untuk menduga adanya batu
ginjal bila diambil foto dua arah. Pada keadaan tertentu terkadang batu terletak di depan
bayangan tulang, sehingga dapat luput dari penglihatan. Oleh karena itu foto polos sering perlu
ditambah foto pielografi intravena (PIV/IVP). Pada batu radiolusen, foto dengan bantuan kontras
akan menyebabkan defek pengisian (filling defect) di tempat batu berada. Yang menyulitkan
adalah bila ginjal yang mengandung batu tidak berfungsi lagi sehingga kontras ini tidak muncul.
Dalam hal ini perludilakukan pielografi retrograd. (1)
Ultrasonografi (USG) dilakukan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan IVP, yaitu
pada keadaan-keadaan; alergi terhadap bahan kontras, faal ginjal yang menurun dan pada wanita
yang sedang hamil

(3)

. Pemeriksaan USG dapat untuk melihat semua jenis batu, selain itu dapat

ditentukan ruang/ lumen saluran kemih. Pemeriksaan ini juga dipakai unutk menentukan batu
selama tindakan pembedahan untuk mencegah tertinggalnya batu (1).
- Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menunjang
adanya batu di saluran kemih, menentukan fungsi ginjal, dan menentukan penyebab batu.(1)

2. Pemeriksaan Laboratorium
a. Urinalisis
b. Hematuria
c. Piuria
d. Kristalisasi
e. bakteriologi
f. Kerangka kerja metabolic
g. Darah
h. Urine

i. Analisa batu untuk unsur kimia dan bakteriologi


j. Status batu
3. Pemeriksaan Radiologi
a. Pielografi ( IVP)
b. Pieolgrafi retrograd
c. U S G
d. Tomografi
e. CT- Scan

Laboratorium Darah
Ukuran
Eritrosit (sel darah
merah)

Satuan

Hemoglobin (Hb)

g/dL

Hematokrit

juta/l

Nilai Rujukan
4,0 5,0 (P)
4,5 5,5 (L)
12,0 14,0 (P)
13,0 16,0 (L)
40 50 (P)
45 55 (L)

Hitung Jenis
Basofil
%
0,0 1,0
Eosinofil
%
1,0 3,0
Batang1
%
2,0 6,0
Segmen1
%
50,0 70,0
Limfosit
%
20,0 40,0
Monosit
%
2,0 8,0
Laju endap darah
< 15 (P)
mm/jam
(LED)
< 10 (L)
Leukosit (sel darah
103/l
5,0 10,0
putih)
MCH/HER
pg
27 31
MCHC/KHER
g/dL
32 36
MCV/VER
fl
80 96
Trombosit
103/l
150 400
Catatan:
Batang dan segmen adalah jenis neutrofil. Kadang kala dilaporkan
persentase neutrofil saja, dengan nilai rujukan 50,075,0 persen

Fungsi Hati (LFT)


Ukuran

Satuan

ALT (SGPT)

U/L

AST (SGOT)

U/L

Alkalin fosfatase

U/L

GGT (Gamma GT)

U/L

Nilai Rujukan
< 23 (P)
< 30 (L)
< 41 U/I (IFCC)
< 21 (P)
< 25 (L)
< 37 U/I (IFCC)
15 69
40 129 (IFCC)
5 38
8 61

Bilirubin total
Bilirubin langsung
Protein total
Albumin

mg/dL
mg/dL
g/L
g/L

(Persyn&Szaz)
0,25 1,0
0,0 0,25
61 82
37 52

Fungsi Ginjal
Ukuran

Satuan

Kreatinin Darah

U/L

Urea
Natrium
Klorida
Kalium

mg/dL
mmol/L
mmol/L
mmol/L

Nilai Rujukan
60 150 (P)
70 160 (L)
8 25
135 145
94 111
3,5 5,0

Profil Lipid
Ukuran
Kolesterol total

Satuan
mg/dL

HDL
LDL

mg/dL
mg/dL

Trigliserid

mg/dL

Nilai Rujukan
150 200
45 65 (P)
35 55 (L)
< 100 (Direk)
120 190

Lain-lain
Ukuran
Glukosa (darah, puasa)
Amilase

Asam Urat
Waktu Protrombin
Kontrol
HBsAg
Anti HAV Ig M
Anti HCV

Satuan
mg/dL
U/L

mg/dL
-

Nilai Rujukan
70 100
30 130
2,4 5,7 (P)
3,4 7,0 (W)
10,7 14,3
10,9 15,5
NEGATIF : < 1,0
S/CO
atau < 1,0 COI
(ECLIA)
NEGATIF : < 1,0 COI
POSITIF : >= 1,0 COI
(EIA)
NEGATIF : < 1,0
S/CO
atau < 1,0 COI (EIA)

Pemeriksaan URINE (AIR KENCING)


Glucose : Negatif
Billirubin : Negatif
Keton : < 5 mg/dl
Berat Jenis : 1,001-1,035
pH : 4,6 8,0
Protein : < 30 mg/dl
Urobilinogen : < 1,0 EU/dl
Nitrit : Negatif
Blood : Negatif
Leukosit : Negatif
Sedimen
Sel epitel : Negatif
Leukosit ; < 5 LPB
Eritrosit ; < 5 LPB
Silinder, Kristal dan Bakteri ; Negatif

HITUNG DARAH LENGKAP


Hitung Darah Lengkap Hitung Darah Lengkap (HDL)
Tes laboratorium yang paling umum adalah hitung darah lengkap (HDL) atau complete blood
count (CBC). Tes ini memeriksa jenis sel dalam darah, termasuk sel darah merah, sel darah putih
dan trombosit (platelet). Hasil tes menyebutkan jumlahnya dalam darah (misalnya jumlah sel per
milimeter kubik) atau persentasenya. Semua sel darah dibuat di sumsum tulang. Beberapa obat
dan penyakit dapat merusak sumsum tulang sehingga menyebabkan berkurangnya jumlah sel
darah merah dan putih. Setiap laboratorium mempunyai nilai rujukan untuk semua hasil tes.
Biasanya, tes laboratorium akan memperlihatkan hasil tes yang berada di luar nilai normal.
Laporan hasil sering sulit ditafsirkan. Beberapa angka dilaporkan dengan satuan x103. Ini berarti
jumlah yang dicatat harus dikalikan 1.000. Contohnya, bila hasil adalah 8,77 dengan;x103
jumlah sebenarnya adalah 8.770.
Tes Sel Darah Merah
Sel darah merah, yang juga disebut sebagai eritrosit, bertugas mengangkut oksigen dari paru ke
seluruh tubuh.
Fungsi ini dapat diukur melalui tiga macam tes.
1. Hitung Sel Darah Merah (red blood cell count/RBC) yang menghitung jumlah total sel
darah merah; Hemoglobin (Hb) yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut

oksigen dari paru ke bagian tubuh lainnya; Hematokrit (Ht atau HCT) yang mengukur persentase
sel darah merah dalam seluruh volume darah.
Orang yang tinggal di dataran tinggi umumnya mempunyai lebih banyak sel darah merah. Ini
merupakan upaya tubuh mengatasi kekurangan oksigen.
Eritrosit, Hb dan Ht yang sangat rendah menunjukkan adanya anemia, yaitu sel tidak mendapat
cukup oksigen untuk berfungsi secara normal. Jika kita anemia, kita sering merasa lelah dan
terlihat pucat.
Nilai Hemoglobin (Hb) Bayi baru lahir (14,0 24,0 gr/dl), Bayi (10,0 15,0 gr/dl), Anak-anak
(11,0 16,0 gr/dl).
2. Volume Eritrosit
Rata-Rata (VER) atau mean corpuscular volume (MCV) mengukur besar rata-rata sel darah
merah. MCV yang kecil berarti ukuran sel darah merahnya lebih kecil dari ukuran normal.
Biasanya hal ini disebabkan oleh kekurangan zat besi atau penyakit kronis. MCV yang besar
dapat disebabkan oleh obat HIV, terutama AZT dan d4T. Ini tidak berbahaya.
MCV yang besar menunjukkan adanya anemia megaloblastik, dengan sel darah merahnya besar
dan berwarna muda.Biasanya hal ini disebabkan oleh kekurangan asam folat.
3. Red Blood Cell Distribution Width (RDW) mengukur lebar sel darah merah. Hasil tes ini
dapat membantu mendiagnosis jenis anemia dan kekurangan beberapa vitamin.
Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (HER) atau mean corpuscular hemoglobin (MCH) dan
Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (KHER) atau mean corpuscular hemoglobin
concentration (MCHC atau CHCM) masing-masing mengukur jumlah dan kepekatan
hemoglobin. MCH dihitung dengan membagi hemoglobin total dengan jumlah sel darah merah
total.
Trombosit atau platelet (PT atau PLT)
Berfungsi membantu menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan dan keropeng.
Jika trombosit kita kurang, kita mudah mengalami perdarahan atau memar. Orang HIV-positif
kadang trombositnya rendah (disebut trombositopenia). Obat HIV dapat mengatasi keadaan ini.
Trombosit tinggi biasanya tidak punya pengaruh besarpada kesehatan.
Tes Sel Darah Putih
Sel darah putih (disebut juga leukosit) membantu melawan infeksi dalam tubuh kita.
Hitung Sel Darah Putih (white blood cell count/WBC) adalah jumlah total sel darah putih.
Leukosit tinggi (hitung sel darah putih yang tinggi) artinya tubuh kita sedang melawan infeksi.
Leukosit rendah artinya ada masalah dengan sumsum tulang.

Nilai Leukosit Bayi baru lahir ( 9.000-30.000/uL), Anak < 2 tahun (6.200-17.000 u/L).
Leukosit rendah disebut leukopenia atau sitopenia yang berarti tubuh kurang mampu melawan
infeksi.;
Neutrofil
berfungsi melawan infeksi bakteri, dan dilaporkan sebagai persentase leukosit atau %NEUT.
Biasa jumlahnya 55-70 persen. Jika neutrofil kita rendah (disebut neutropenia), kita lebih mudah
terkena infeksi bakteri. Penyakit HIV lanjut, obat HIV seperti gansiklovir (untuk mengatasi virus
sitomegalo, AZT (obat antiretroviral) dapat menyebabkan neutropenia.
Limfosit
Ada dua jenis utama limfosit:
Sel-B untuk membuat antibodi, protein khusus yang menyerang kuman; dan sel-T untuk
menyerang dan membunuh kuman, serta membantu mengatur sistem kekebalan tubuh. Salah satu
jenis sel-T adalah sel CD4, yang diinfeksi dan dibunuh oleh HIV. Jumlah limfosit umumnya 2040 persen leukosit.
Hitung darah lengkap biasanya tidak termasuk tes CD4. Tes CD4 ini harus diminta sebagai
tambahan. Hasil hitung darah lengkap tetap dibutuhkan untuk menghitung jumlah CD4, sehingga
dua tes ini umumnya dilakukan sekaligus.
Monosit atau makrofag diukur sebagai persentase leukosit (%MONO) dan biasanya 2-8 persen.
Sel ini melawan infeksi dengan memakan; kuman dan memberi tahu sistem kekebalan tubuh
mengenai kuman apa yang ditemukan.
Monosit beredar dalam darah. Bila monosit ada di jaringan tubuh, mereka disebut makrofag.
Jumlah monosit yang tinggi menunjukkan adanya infeksi bakteri.
Eosinofil (%EOS) biasanya 1-3 persen leukosit. Sel ini terlibat dengan alergi dan tanggapan
terhadap parasit. Kadang kala penyakit HIV dapat menyebabkan jumlah eosinofil yang tinggi.
Jumlah meningkat terutama jika kita diare, kentut, atau perut kembung. Hal ini menandai adanya
parasit.
Fungsi basofil (%BASO) tidak begitu dipahami, namun sel ini terlibat dalam reaksi alergi
jangka panjang, misalnya asma atau alergi kulit. Sel ini jumlahnya kurang dari 1 persen leukosit.
Persentase limfosit (%LYMP) mengukur lima jenis sel darah putih: neutrofil, limfosit, monosit,
eosinofil dan basofil, dalam bentuk persentase leukosit. Untuk memperoleh limfosit total, nilai
ini dikalikan dengan leukosit. Misalnya, bila limfosit 30,2 persen dan leukosit 8.770, limfosit
totalnya adalah 0,302 x 8.770 =2.648.

TES KIMIA DARAH


Kalsium, adalah bagian utama dari tulang dan gigi. Kalsium juga dibutuhkan agar saraf dan otot
bekerja dengan baik, serta untuk reaksi kimia dalam sel. Tubuh kita mengatur jumlah kalsium
dalam darah. Namun tingkat protein dalam darah dapat mempengaruhi hasil tes kalsium (lihat
albumin di bawah).
Hasil tes kalsium yang rendah pada Odha biasanya disebabkan oleh tingkat protein yang rendah
akibat kekurangan gizi (malanutrisi) atau wasting.Tingkat kalsium yang tidak normal bisa jadi
karena masalah pencernaan.
Fosfor, seperti juga kalsium, merupakan bagian utama tulang. Tingkat fosfor yang tinggi untuk
jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada tulang, saraf dan otot. Keadaan ini
paling sering disebabkan oleh gagal ginjal.
Glukosa, adalah gula, yang diuraikan dalam sel untuk membuat tenaga.
Elektrolit, berkaitan dengan keseimbangan cairan dalam sel kita. Elektrolit terutama penting jika
kita mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) atau masalah pada ginjal.
Tingkat natrium menunjukkan keseimbangan gula dan air. Natrium juga menunjukkan baikburuknya kerja ginjal dan kelenjar adrenal kita. Umumnya, tingkat natrium yang tidak normal
dalam darah menunjukkan volume darah yang terlalu rendah (akibat dehidrasi) atau terlalu
tinggi.
Keadaan ini juga bisa terjadi jika jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya.
Kalium mempengaruhi beberapa organ tubuh utama, termasuk jantung.
Tingkat kalium dapat meningkat akibat gagal ginjal, dan dapat tidak normal akibat muntah atau
diare.
Tingkat klorida sering naik turun bersama dengan tingkat natrium. Ini karena natrium klorida,
atau garam,adalah bagian utama dalam darah.
Bikarbonat memperlihatkan system dapar (buffer) dalam darah. Tingkat bikarbonat yang
normal menunjukkan keasaman darah yang benar. Tingkat yang tinggi dapat disebabkan oleh
tingkat asam laktik yang tinggi dalam darah.

TES FUNGSI GINJAL


Tes dasar untuk fungsi ginjal adalah nitrogen urea darah (blood urea nitrogen/BUN, atau
kadang disebut sebagai urea) dan kreatinin. Tingkat fosfor, natrium atau asam urat yang tidak
normal juga dapat disebabkan oleh ginjal.

BUN mengukur tingkat nitrogen darah.


Nitrogen adalah hasil buangan yang disaring oleh ginjal dan dikeluarkan dalam air seni. Tingkat
BUN yang tinggi dapat disebabkan oleh makanan berprotein tinggi, dehidrasi atau gagal ginjal
atau jantung.
Kreatinin adalah hasil buangan dari pencernaan protein. Tingkatnya dalam darah menunjukkan
fungsi ginjal. Dokter menggunakan tingkat kreatinin sebagai petanda langsung mengenai baikburuknya kerja ginjal dalam mengeluarkan produk buangan dari tubuh.

TES FUNGSI HATI


Tes laboratorium yang disebut tes fungsi hati (liver function test/LFT) sebenarnya mengukur
tingkat enzim yang terdapat dalam hati, jantung dan otot. Enzim adalah protein yang membantu
atau meningkatkan reaksi kimia dalam organisme hidup. Tingkat enzim yang tinggi
menunjukkan kerusakan hati yang bisa diakibatkan oleh obat, alkohol, hepatitis atau penggunaan
narkoba.
Pola dari tingkat enzim ini beberapa di atas tingkat normal dan yang lain normal dapat
membantu dokter menemukan masalah kesehatan tertentu. Tes laboratorium hati mencakup:
ALT, sering juga disebut sebagai SGPT
AST, sering juga disebut sebagai SGOT
Bilirubin, cairan berwarna kuning yang dibuat pada waktu sel darah merah dihancurkan. Obat
antiretroviral indinavir (semacam protease inhibitor) dapat meningkatkan tingkat bilirubin
Alkalin Fosfatase. Tingkat alkalin fosfatase yang tinggi dapat menandai gangguan pada aliran
air empedu atau kehancuran tulang

Tes Kimia Darah Lain


Kolesterol Total, Konsensus lipid ( < 200 mg/dl =Yang diinginkan, 200-239 mg/dl= batas tinggi,
> 240 mg/dl=Tinggi)
Kolesterol Alfa (HDL), Konsensus lipid ( < 40 mg/dl =rendah, > = 60 mg/dl =Tinggi)
Kolesterol LDL (Direk), Konsensus lipid ( < 100 mg/dl =Optimal, 100-129 mg/dl= mendekati
optimal, 130-159 mg/dl= Batas tinggi, 160-189 mg/dl=Tinggi)
Trigliserida, Konsensus lipid ( < 150 mg/dl =Normal, 150-199 mg/dl= Batas tinggi, 200-499
mg/dl= Tinggi, >=500 mg/dl=Sangat Tinggi)

Rasio Kolesterol Total/C.HDL, Berdasarkan Cardio risk index ratio (CRI) (<3 = Low Risk, 3-6
= Normal, >6 = High Risk)
Asam Urat terbentuk akibat penguraian DNA, bahan genetik dalam sel.
Asam ini biasanya dikeluarkan oleh ginjal. Tingkat asam urat yang tinggi sebenarnya cukup
umum. Jumlahnyayang sangat tinggi dapat terjadi bila ginjal tidak mampu mengeluarkan asam
urat dari darah atau karena leukemia (kanker darah) atau limfoma (kanker getah bening )
Albumin adalah protein penting dalam darah. Protein ini mengatur keseimbangan air dalam sel,
memberi gizi pada sel, serta mengeluarkan produk buangan.
Tingkat albumin yang rendah biasanya menunjukkan masalah gizi. Karena albumin mengangkut
begitu banyak zat dalam darah, tingkat albumin yang rendah dapat mempengaruhi hasil tes
laboratorium yang lain, terutama kalsium dan testosteron.
Globulin (juga disebut sebagai imunoglobulin) mengukur protein dalam antibodi yang dibuat
oleh sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV menyebabkan tingkat globulin yang sangat tinggi.
Tingkat umumnya dilaporkan untuk IgG, dan untuk IgA, IgD, IgE dan IgM.
Laju Endap Darah (LED) atau SedRate mengukur kecepatan sel darah merah mengendap
dalam tabung darah.
LED yang tinggi menunjukkan adanya radang. Namun LED tidak menunjukkan apakah itu
radang jangka lama, misalnya artritis, atau dsebabkan oleh tubuh yang terserang infeksi.
Tes Protein C-Reactive (CRP) adalah tes umum lain untuk peradangan. Ukuran ini naik dan
turun lebih cepat daripada LED. Tingkat CRPyang tinggi mungkin menunjukkan risiko lebih
tinggi terhadap serangan jantung.

HASIL LABORATORIUM LENGKAP

No

PEMERIKSAAN

ANGKA NORMAL

SATUAN

**HEMATOLOGI**

HEMOGLOBIN

Lk: 13,0 18,0 Pr: 11,5 gr/dl


16,5

LEKOSIT

4.000 11.000

ERYTROSIT

Lk: 4,5 5,5 Pr: 4,0 5,0 /mm3

HEMATOKRIT

Lk: 40 50 Pr: 37 - 43

TROMBOSIT

150.000 400.000

/mm3

LED 1 Jam

Lk: 0 10 Pr: 0 - 15

mm/jam

WAKTU
PERDARAHAN

1-5

menit

WAKTU PEMBEKUAN 2 - 6

menit

/mm3

**HEMOGRAM**

EOSINOFIL

1-3

BASOFIL

0-1

STAF

2-5

SEGMEN

50 - 70

LYMPHOSIT

20 - 40

MONOSIT

2-6

RETIKULOSIT

0,1 1,5

**KIMIA DARAH**

SGOT

Lk: < 35 Pr: < 31

U/L

SGPT

Lk: < 41 Pr: < 31

U/L

BILLIRUBIN TOTAL

0-1

mg/dl

BILLIRUBIN DIREK

0 0,25

Mg/dl

BILLIRUBIN INDIREK 0 0,75

Mg/dl

PROTEIN TOTAL

6,2 8,4

gr/dl

ALBUMIN

3,5 5,5

gr/dl

GLOBULIN

1,3 3,3

gr/dl

UREUM

10 - 50

Mg/dl

10 KREATININ

Lk: 0,9 1,3 Pr: 0,6 1,1 Mg/dl

11 ASAM URAT

Lk: 3,6 8,2 Pr: 2,3 6,1 Mg/dl

12 TRIGLISERID

< 200

Mg/dl

13 CHOLESTEROL

= 200

Mg/dl

14 HDL

Lk: 35 55 Pr: 45 - 65

U/L

15 LDL

< 150

Mg/dl

16 GULA DARAH PUASA 55 - 110

Mg/dl

17 GULA DARAH 2 JAM


PP

55 - 115

Mg/dl

18 GULA DARAH
SEWAKTU

70 - 115

Mg/dl

19 CHOLESTEROL HDL

= 35

Mg/dl

20 CHOLESTEROL LDL

= 130

Mg/dl

21 CKMB

< 24

U/L

22 ALFA HBDH

< 182

U/L

HASIL LABORATORIUM LENGKAP URINE

## ANALISA URINE##
*URINALISA*
1

WARNA

KUNING

KEKERUHAN

JERNIH

REDUKSI

NEGATIF

BILLIRUBIN

NEGATIF

5 KETON

NEGATIF

6 BERAT JENIS
7

PH

PROTEIN

UROBILLINOGEN

10 NITRIT

NEGATIF
E.U/dl
NEGATIF

*SEDIMEN*
1

LEKOSIT

NEGATIF

Plpb

ERYTROSIT

NEGATIF

Plpb

EPYTEL SQUAMOS

NEGATIF

Plpb

*SILINDER*

SILINDER BUTIR
HALUS

NEGATIF

Plpb

SILINDER HYALIN

NEGATIF

Plpb

*KRISTAL*
1

TRIPEL PHOSPHAT

NEGATIF

Plpb

URIC ACID

NEGATIF

Plpb

CA OXALAT

NEGATIF

Plpb

AMORF FOSFAT

NEGATIF

Plpb

BAKTERI

NEGATIF