Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Geothermal

Tahukah kamu apakah Geothermal itu? Geothermal berasal dari kata Geo
yang artinya bumi dan Thermal yang artinya panas. Makanya mengapa
kita sebut sebagai panasbumi. Jadi, geothermal atau panasbumi adalah
panas yang berasal dari perut bumi. Pada dasarnya sistem panasbumi
terbentuk sebagai hasil perpindahan panas dari suatu sumber panas di
sekelilingnya yang terjadi secara konduksi (bersentuhan langsung) dan
secara konveksi (melalui aliran).
Air tanah yang meresap ke dalam bumi akan mengalami pemanasan
akibat bersentuhan dengan tubuh batuan beku yang masih panas. Nah,
mengapa batuan beku ini bisa panas? Karena batuan tersebut
bersentuhan langsung dengan magma yang ada di dapur magma di bagian
kulit bumi. Kemudian air tersebut akan mengalami proses hidrotermalisasi
(perubahan sifat fisik dan kimia) yang mengubah air tersebut menjadi uap
sehingga air akan mengalir kembali ke atas akibat terkena suhu yang
sangat tinggi tadi. Uap dan air panas akan melewati rekahan-rekahan atau
bidang sesar yang ada pada lapisan-lapisan batuan untuk sampai ke
permukaan. Energi utama yang dikenal sampai saat ini adalah energi dari
bahan bakar fosil atau biasa disebut dengan bahan bakar minyak, seperti
bensin, solar, minyak tanah dll. Selain sumber utama tersebut kita juga
mengenal beberapa sumber energy alternative yang lain seperti energi air,
energi angin, energi matahari, dan energi nuklir yang biasanya energienergi ini digunakan untuk tenaga pembangkit listrik.
Semakin majunya IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) ditemukan
energy panasbumi ini yang saat ini sedang dikembangkan di beberapa
Negara, termasuk Indonesia. Lalu dari mana panas bumi ini berasal?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas energy panasbumi tersimpan atau
terakumulasi di dalam suatu tempat di dalam perut bumi yang berupa
batuan. Nah, batuan ini disebut RESERVOAR. Batuan Reservoar ini harus
berpori-pori (bersifat porous) sehingga dapat menyimpan cairan atau uap.
Kita ilustrasikan pori-pori ini sama halnya seperti spon yang kita kenal
sehari-hari. Spon ini mampu menyerap sejumlah cairan melalui pori-pori
(lubang-lubang kecil) yang dimilikinya. Batuan jenis ini biasanya bersifat
permeable, yaitu mudah untuk meloloskan air sehingga energi yang
tersimpan di dalam batuan yang bersifat porous tersebut dapat keluar dan
dimanfaatkan oleh manusia melalui proses-proses yang ada. Reservoar
panas bumi dicirikan dengan uap dan air panas yang dihasilkannya. Suhu
reservoir panas bumi dapat mencapai 370 derajat celcius. Sampai saat ini,
energy panasbumi yang kita kenal selalu diasosiasikan dengan energi
listrik yang sering disebut sebagai PLTP (pembangkit listrik tenaga
panasbumi) seperti yang terdapat di daerah Dieng kab. Wonosobo,
Kamojang Jawa Barat dan Lahendong Sulwesi Utara.

Sumber Energi Panas Bumi (Geothermal)


Reservoar panas bumi umumnya terbentuk pada daerah jalur gunung api
yang dipengaruhi oleh proses Geologi, seperti intrusi magma dan letusan
gunung api. Namun demikian, air panas merupakan salah satu syarat
reservoir panas bumi yang tidak janya dijumpai pada daerah jalur gunung
api saja, melainkan pada daerah yang terjadi sirkulasi air dalam dan tidak
perlu pada daerah landaian suhu tinggi.
Panas bumi merupakan salah satu jenis energy alami di dalam bumi yang
merupakan hasil interaksi antara panas yang dipancarkan batuan dan air
yang berada di sekitarnya. Panas bumi membentuk suatu system tertentu
di alam uang disebut system panas bumi. System panas bumi merupakan
istilah yang digunakan untuk berbagai hal yang tentang system air-batuan
dalam suhu tinggi di laboratorium atau di lapangan. Salah satu system
panas bumi adalah system hidrotermal yangmerupakan system tata air,
proses pemanasan dan kondisi tempat air yang terpanasi berkumpul.
Berikut ini penulis akan menjelaskan apa saja syarat untuk terbentuknya
panas bumi.

Sumber Panas
Sumber panas adalah bagian yang terpenting untuk suatu reservoar panas
bumi karena energy panas dari sumber tersebut akan diserap oleh fluida
dan kemudian akan diproduksi sebagai uap. Sumber panas utama pada
lapangan hidrotermal adalah intrusi magma yang terdapat pada zona
seismic tempat terjadinya benturan antara beberapa lempeng. Batuan yang
kaya akan mineral radioaktif merupakan salah satu sumber panas yang
ada sehingga panas yang terjadi berasal daro proses pembusukan mineral
radioaktif tersebut. Mineral tersebut sewaktu bebas mengeluarkan panas
sehingga mampu melelehkan batuan disekitarnya dan selanjutnya akan
terbentuk massa magma yang baru.secara teoritis, zat radioaktif berkurang
pada kedalaman yang jauh ke dalam bumi.
Pada tekanan normal, batuan akan meleleh bila berada di bawah kerak
bumi. Sedangkan bila tekanan yang diterima lebih tinggi lagi (11.000
14.000 atm), batuan akan mencapai kondisi padat kenyal. Secara teoritis,
drajat panas akan semakin meningkat hingga mencapai 193.060 oC kea
rah inti bumi sehingga menyebabakan semua unsur dalam inti bumi
mencair. Tetapi suhu di perut bumi tidak lebih dari 3.500 4.000 oC
dengan tekanan 4,16 juta atmosfer sehingga substansi inti bumi dan
selubung berada pada kondisi laten (padat kenyal). Batuan pemanas
berfungsi sebagai transfer pemanasan air yang dapat berwujud terobosan
granit maupun bentuk-bentuk batolit (sebagai meida panas).

Air
Air dapat berupa air hujan atau air tanah meteoric. Macam macam air yang
dijumpai pada system termal ada 5 macam, yaitu sebagai berikut.
1. Air juvenile, yaitu air yang berasal dari magma primer kemudian menjadi
bagian dari hidrosfera.
2. Air magmatis, ayitu air yang berasal dari magma (dapat juga air juvenil)
sejak magma tersebut bersatu dengan air meteoric atau airyang bersal dari
sedimen. Dpat pula dari uap yang dilepaskan air kristalisasi ketika unsur
magmatic menjadi padat saat mendingin. Air ini dapat terjadi karena
tekanan dan suhu yang tinggi dan dapat bergerak ke atas melalui bed rock
dari intrusi magma, masuk ke dalam rekahan-rekahan dan mengisi akuifer.
3. Air meteoric, yaitu air yang terdapat pada lingkungan atmosfer berupa air
hujan ataupun salju yang mencair. Akuifer yang permeable dapat
tersingkap pada suatu jarak tertentu di lapangan sehingga air meteoric
dapat masuk secara terus menerus ke dalam akuifer menggantikan fluida
yang hilang karena manifestasi permukaan (mata air panas, geiser, dan
kolam/kubangan lumpur panas) atau Karena sumur diproduksikan.
4. Air purba, yaitu air yang terpisah dari atmosfer selama waktu geologi
yang panjang. Air yang terdapat dalam cekungan sedimen dan tertutup
oleh lapisan tebal batuan di atasnya ini hampir sejenis dengan air di dalam
lapisan minyak bumi yang umumnya merupakan air laut yang telah
mengalami perubahan karena proses fisika dan kimia.
5. Air metamorfik, yaitu bentuk tersendiri dari air purba yang berasal dari
mineral yang mengandung air (hidrous mineral) tempat air akan terperas
keluar selama proses kristalisasi.

Batuan Reservoar
Batuan reservoar berfungsi sebagai media transfer panas yang berasal
dari magma, penampung air yang telah terpanasi, atau uap yang telah
terbentuk akibat proses pemanasan. Oleh karena itu, sesuai dengan
fungsinya, batuan ini harus mempunyai porositas dan permeabilitas yang
besar. Porisitas di daerah ini berupa rekahan-rekahan yang timbul sebagai
akibat proses geologi. Ruang penyimpanan air panas dan uap dalam
reservoar berupa rongga-rongga atau pori-pori yang terdapat dalam
rekahan-rekahan batuan yang dapat mempengaruhi densitas.
Bahan lepas gunung api dihasilkan oleh serangkaian proses yang
berkaitan dengan letusan gunung api. Istilah lain yang sering dijumpai
adalah bahan hamburan merupakan keratan batuan yang dikeluarkan pada

saat terjadinya letusan gunung api. Berdasarkan asal mulanya, bahan


hamburan dibedakan menjadi bahan juvenile, bahan tambahan, dan bahan
asing. Bahan juvenile adalah bahan yang langsung dikeluarkan dari
magma, terdiri atas padatan dari suatu cairan yang mendingin dan Kristal.
Bahan tambahan adalah bahan hamburan yang berasal dari letusan
sebelumnya, dari gunung yang sama (gunung api tua). Bahan asing
merupakan bahan hamburan yang bersala dari batuan non-gunung api
atau baha dasar sehingga mempunyai komposisi seragam.

Batuan Penutup
Batuan penutup adalah suatu laposan penutup uang pemeapbel, berfungsi
sebagai penahan keluarrnya panas fluida ke atmosfer dan
mempertahankan suhu dan tekanan reservoar sehingga fluida yang berada
di bawahnyamengalami sirkulasi secara konveksi karena air yang mendidih
bergerak ke atas menjauh dari sumber panas akan segera mengembun
kembali dan bergerak lagi ke bawah dan begitu seterusnya hingga terjadi
arus konveksi. Lapisan yang tidak permeable dapat terjadi secara alamiah
pada proses evolusi geolgi. Batuan penutup yang terbentuk dengan
sendirinya ini disebut self-sealing karena proses kimia, yaitu pengendapan
mineral-mineral dari larutannya, terutama silica dan alterasi hidrotermal
batuan-batuan permukaan yang menghasilkan kaolinisasi. Batuan penutup
biasanya berupa sedimen vulkanik dan tersementasi oleh material halus
seperti debu vulkanis sehingga, mempunyai permeabilitas kecil. Batuan
penutup dapat dibedakan menjadi dua, yaitu batuan penutup terbuka dan
tertutup.
Batuan penutup terbuka umumnya menutupi reservoar air hangat dengan
tekanan yang rendah di mana fluida di permukaan tidak mencapai titik didih
sehingga kurang ekonomis untuk dieksploitasikan. Batuan penutup tertutup
adalah batuan yang bersistem akuifer terbatas dan bertekanan tinggi
sehingga permukaan air tanah sejajar dengan permukaan air daerah
resapan. System ini sangat baik bila suhu reservoarnya tinggi dan pada
area ini sangat eknomis untuk dieksploitasikan. Agar lebih mudah
membayangkan, reservoar panas bumi dapat diibaratkan orang merebus
air yang dimasak, tutup tekonya adalah batuan penutupnya, sedangkan
corong yang mengeluarkan uap ibaratkan sebagai manifestasi yang keluar
ke permukaan.
Sumber : http://www.febry.in/2015/06/energi-geothermal.html