Anda di halaman 1dari 8

BAB I

TUJUAN PERCOBAAN
1.1

1.2

TUJUAN UMUM PERCOBAAN


Untuk mengetahui peristiwa oksidasi biologis dan memperlihatkan efek
antioksidan vitamin.
TUJUAN KHUSUS PERCOBAAN
a. Uji Laktat dehidrogenase dalam ragi :
mengetahui peristiwa oksidasi-reduksi berdasarkan aktivitas asam laktat
dehidrogenase terhadap substratnya asam laktat
b. Uji Schardinger :
mengamati peristiwa reduksi berdasarkan aktivitas enzim laktat dehidrogenase
dalam susu segar
c. Uji Oksidase dan Pengaruh Vitamin C :
- memperlihatkan proses oksidasi fenol oleh polifenol oksidase (PPO) di
-

dalam bahan
memperlihatkan efek antioksidan vitamin C terhadap oksidasi fenol oleh

PPO
d. Uji Sifat Antioksidan Vitamin C terhadap Gugus Fenol :
- memperlihatkan proses oksidasi fenol oleh polifenol oksidase (PPO) di
-

dalam bahan
memperlihatkan efek antioksidan vitamin C terhadap oksidasi fenol oleh

PPO
e. Uji Sifat Reduksi Vitamin C terhadap Reagen Benedict:
memperlihatkan proses reduksi vitamin terhadap reagen benedict yang
mengandung ion Cu++

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1 DASAR TEORI
2.2 UJI LAKTAT DEHIDROGENASE DALAM RAGI
Pendahuluan

Metilen blue akan bertindak sebagai akseptor hidrogen, sodium laktat sebagai
donor hidrogen sedangkan enzim laktat dehidrogenase akan membantu proses
pengambilan atom hidrogen dari senyawa donor (sodium laktat) ke senyawa
penerima (metilen blue). Enzim laktat dehidrogenase yang berasal dari ragi akan
membantu perpindahan atom hidrogen dari sodium laktat ke metilen blue.

Hasil Praktikum
Sampel Uji

Hasil Pengamatan
Warna biru setelah

Kesimpulan

Tabung 1 ( + sodium laktat 5%)

dipanaskan menjadi biru

(+) Terjadi reduksi

Tabung 2

pucat
Warna biru setelah
dipanaskan tetap biru

(-) Tidak terjadi reduksi

Pembahasan
Hasil praktikum menunjukkan sampel uji yang ditambah sodium laktat 5% (tabung
I) bereaksi positif setelah dipanaskan menjadi biru pucat sedangkan sampel uji
pada tabung 2 bereaksi negatif setelah dipanaskan tetap biru . Hal ini sesuai dengan
teori karena pada tabung I (yang telah diberi sodium laktat) atom hidrogen
mereduksi metilen blue sehingga warna yang akan dihasilkan akan lebih pucat.
Sedangkan pada tabung II yang tanpa pemberian sodium laktat warna yang
dihasilkan lebih tua karena tanpa substrat (sodium laktat), metilen blue tidak
tereduksi karena tidak ada pemberi donor hidrogen.

2.3 UJI SCHARDINGER


Pendahuluan
Uji ini berdasarkan reduksi metilen blue oleh enzim laktat dehidrogenase
membentuk leukometilen blue yang tidak berwarna. Hidrogen yang diperoleh dari
formaldehid digunakan untuk mereduksi. Atom H diikat oleh akseptor metilen
blue, maka terjadilah leuko metilen blue yang berubah warna menjadi biru pucat.
Hanya susu murni segar yang akan memberikan hasil positif terhadap reaksi
tersebut. Oleh karena itu, reaksi ini digunakan untuk menemukan kesegaran susu
murni. Pada susu yang dipasteurisasi, enzim dehidrogenase telah rusak sehingga
tidak dapat mereduksi
metilenCH2O
blue. + H2
CH3OH
FormaldehidAldehid asam
(donor H)
dehidrogenaseformat
2

Mb +H2MbH2
Metilen BlueLeukometilen blue

Hasil Praktikum
Sampel Uji
Susu 70oC / pasteurized

Hasil Pengamatan
Warna biru setelah dipanaskan

milk (tabung 1)

tetap biru
Warna biru setelah dipanaskan

Susu Segar (tabung 2)

menjadi biru pucat

Kesimpulan
(-) tidak terjadi reduksi
(+) terjadi reduksi

Pembahasan
Hasil praktikum menunjukkan sampel uji susu 70 oC bereaksi negatif setelah
dipanaskan tetap biru sedangkan sampel uji susu segar bereaksi positif setelah
dipanaskan menjadi biru pucat. Hal ini sesuai dengan teori karena pada pasteurized
milk, enzim dehidrogenase telah rusak akibat pemanasan sehingga tidak dapat
mengkatalisis reduksi metilen blue oleh karena itu warna larutan tetap biru.

2.4 UJI OKSIDASE DAN PENGARUH VITAMIN C


Pendahuluan
Peristiwa perubahan warna coklat pada buah (browning) menunjukkan adanya
reaksi oksidasi fenol yang dikatalisis oleh enzim polifenol oksidase (PPO) pada
tumbuhan. Fenol diubah menjadi katekol oleh enzim PPO, kemudian menjadi
quinon lalu dipolimerisasi menjadi pigmen melaniadin yang berwarna coklat.
Vitamin C (asam askorbat dan vitamin E (alfa tokoferol) akan bereaksi dengan
oksigen menghambat kerja enzim PPO sehingga oksidasi fenol tidak terjadi.

Hasil praktikum
Sampel Uji
+ fenol 1 %
+ vitamin C
Anggur

Belimbing

Hasil Pengamatan
Coklat Bening

+ fenol 1 %
+ vitamin E

Coklat Muda

+ fenol 1 %

Coklat Tua

+ fenol 1 %
+ vitamin C
+ fenol 1 %
+ vitamin E

Kuning Muda
Kuning Muda Keruh

Kesimpulan
(+) menimbulkan efek
antikoksidan
(+) menimbulkan efek
antikoksidan
(-) tidak menimbulkan efek
antikoksidan
(+) menimbulkan efek
antikoksidan
(+) menimbulkan efek
antikoksidan
3

Pisang

+ fenol 1 %

Kuning Tua

+ fenol 1 %
+ vitamin C

Kuning Terang

+ fenol 1 %
+ vitamin E

Coklat Muda

+ fenol 1 %

Coklat

(-) tidak menimbulkan efek


antikoksidan
(+) menimbulkan efek
antikoksidan
(+) menimbulkan efek
antikoksidan
(-) tidak menimbulkan efek
antikoksidan

Pembahasan
Hasil praktikum kami menunjukkan sampel uji yang diberikan vitamin C tidak
menunjukkan warna yang lebih terang, sampel uji yang diberikan vitamin E
menunjukkan warna yang lebih gelap sedangkan sampel uji yang tidak diberi
penambahan apa apa mengalami pencoklatan. Hal ini sesuai dengan teori karena
vitamin C dan E memiliki sifat antioksidan yang menghambat oksidasi fenol
sehingga buah tidak mengalami pencoklatan. Namun efek antioksidan vitamin E
lebih kecil dibanding vitamin C oleh karena itu warna yang dihasilkan lebih gelap.

2.5 UJI SIFAT ANTIOKSIDAN VITAMIN C TERHADAP GUGUS FENOL


Pendahuluan
Peristiwa perubahan warna coklat pada buah (browning) menunjukkan adanya
reaksi oksidasi fenol yang dikatalisis oleh enzim polifenol oksidase (PPO) pada
tumbuhan. Fenol diubah menjadi katekol oleh enzim PPO, kemudian menjadi
quinon lalu dipolimerisasi menjadi pigmen melaniadin yang berwarna coklat.
Vitamin C (asam askorbat dan vitamin E (alfa tokoferol) akan bereaksi dengan
oksigen menghambat kerja enzim PPO sehingga oksidasi fenol tidak terjadi.

Hasil Praktikum
Sampel Uji
+ vitamin C
+ vitamin E

Hasil Pengamatan
Warna buah tidak

Kesimpulan
(+) menimbulkan efek

berubah
Sebagian buah

antikoksidan

berubah menjadi

Pisang
+ air suling

coklat
Semua bagian buah
berubah menjadi

Belimbing

+ vitamin C

coklat
Warna buah tidak

(+) menimbulkan efek


antikoksidan
(-) tidak menimbulkan
efek antikoksidan
(+) menimbulkan efek
4

+ vitamin E

berubah
Sebagian buah
berubah menjadi

+air suling

coklat
Semua bagian buah
berubah menjadi
coklat

antikoksidan
(+) menimbulkan efek
antikoksidan
(-) tidak menimbulkan
efek antikoksidan

Pembahasan
Hasil praktikum kami menunjukkan sampel uji yang diberikan vitamin C tidak
menunjukkan perubahan warna, sampel uji yang diberikan vitamin E sebagian
mengalami pencoklatan sedangkan sampel uji yang diberikan air suling seluruhnya
mengalami pencoklatan. Hal ini sesuai dengan teori karena vitamin C dan E
memiliki sifat antioksidan yang menghambat oksidasi fenol sehingga buah tidak
mengalami pencoklatan. Namun efek antioksidan vitamin E lebih kecil dibanding
vitamin C oleh karena itu masih ada bagian yang mengalami pencoklatan.
Sedangkan penambahan air suling akan menyebabkan sampel teroksidasi karena
adanya ikatan O2 di dalam air suling.

2.6 UJI SIFAT REDUKSI VITAMIN C TERHADAP REAGEN BENEDICT


Pendahuluan
Pereaksi benedict berupa larutan yang mengandung kuprisulfat, natrium karbonat
dan natrium sitrat. Vitamin C merupakan reduktor kuat sehingga dapat mereduksi
ion Cu++ dari kuprisulfat menjadi ion Cu+ yang kemudian mengendap sebagai Cu2O
yang berwarna merah bata.

Hasil Praktikum
Sampel Uji
Vitamin C
Glukosa

Hasil Pengamatan
Warna berubah dari warna biru
menjadi merah bata
Warna berubah dari warna biru
menjadi merah

Kesimpulan
(+) Terjadi reduksi
(+) Terjadi reduksi

Pembahasan
Hasil praktikum menunjukkan sampel uji vitamin C setelah diberi pereaksi
benedict berubah warna dari biru menjadi merah bata dan sampel uji glukosa
berubah warna dari biru menjadi merah. Hal ini sesuai dengan teori karena glukosa
merupakan gula pereduksi dan vitamin C juga merupakan reduktor kuat sehingga
5

kedua sama sama menunjukkan hasil positif terjadi reduksi ion Cu 2+ pada
pereaksi benedict.

BAB III
KESIMPULAN
Dari percobaan ini dapat disimpulkan

DAFTAR PUSTAKA
1. Muray, Robert K. 2009. Biokimia Harper edisi 27. EGC : Jakarta
2. Yazid, Estien, Nursati, Linda. 2006. Penuntun Praktikum Biokimia untuk Mahasiswa
Analis. Yogyakarta : Andi.
3. Yulia, Rika. 2014. Modul Praktikum Biokimia. Surabaya : Laboratorium Biokimia
Fakultas Farmasi Universitas Surabaya.

LAMPIRAN

GAMBAR GAMBAR HASIL PRAKTIKUM