Anda di halaman 1dari 15

Nama : M.

Arif Amiruddin
NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

1. Untuk memicu rangkaian thyristor digunakan rangkaian UJT sederhana. Besarnya


tegangan sumber Vs =30 V, = 0.6, Ip =10 A , Vv = 3.5 Volt, Iv = 10 mA dan
frekuensi osilasi f = 60 Hz jika tg = 50 s maka :
a. Gambarkan rangkaian diatas dan bentuk gelombangnya ?
b. Jika ditentukan C =0.5 F maka tentukan nilai komponen lainnya!
2. Penyearah terkendali merupakan konverter (penyearah) yang tegangan outputnya
dapat diatur.
a. Gambarkan rangkaian konverter penuh satu fasa
b. Gambarkan bentuk gelombang jelaskan prinsip kerja rangkaian !
c. Turunkan persamaan tegangan output yang dihasilkan !
3.

Pada pengatur tegangan ac ada dua jenis penguturan yang biasa digunakan yaitu
kontrol on-off dan kontrol sudut fasa. Pertanyaan :
a. Gambarkan rangkaian, jelaskan prinsip kerja kontrol on-off dan turunkan
besarnya tegangan keluaran Va!.
b. Jelaskan prinsip pengaturan sudut fasa dua arah dan tentukan besar tegangan
outputnya
c. Salah satu aplikasi dari sudut fasa adalah adalah pengubah tap trafo satu fasa,
gambarkan rangkaian dan jelaskan prinsip kerjanya.

4.

DC chopper dapat digunakan sebagai regulator mode pensaklaran untuk tegangan


DC terregulasi. Salah satu topologi dasar regulator pensaklaran adalah Regulator Cuk
Pertanyaan :
Gambarkan diagram rangkaian Regulator Ck.
a.
Jelaskan prinsip kerja nya dan bentuk gelombang yang dihasilkan
b.
Turunkan besarnya nilai tegangan keluaran rara-rata dan arus Is
c.
Tentukan besarnya I, VC1, VC2
d.

5.

Dalam aplikasinya inverter dapat dibedakan sebagai dan inverter sumber tegangan
dan inverter sumber arus. Pertanyaan :
a. Jelaskan prinsip pembangkitan Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM)
b. Gambarkan dan jelaskan prinsip kerja Inverter sumber tegangan PWM Satu
fasa
c. Gambarkan rangkaian daya Inverter Sumber Arus Satu Fasa dengan thyristor
dan jelaskan prinsip kerja.
6.Jelas kan Perbedaan LTT dan ETT serta jelaskan apa yang dimaksud dengan line
commutation.

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

Jawaban
1. a. Gambar Rangkaian UJT sederhana

b. Diketahui

: VS = 30 V

f = 60 Hz

= 0.6

tg = 50 s

Ip = 10 A
Vv = 3.5 V
Iv = 10 mA
Ditanya

: nilai komponen lainnya

Jawab

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

2. a. Rangkaian Konverter Penuh Satu Fasa

b. Bentuk Gelombang dan Prinsip Kerja Rangkaian

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

Prinsip Kerja Rangkaian


Rangkaian konverter penuh satu fasa ditunjukkan pada gambar
diatas yang mempunyai beban induktif tinggi sehingga arus beban
kontinyu dan ripple diabaikan. Selama setengah siklus positif, thyristor Ti
dan T2 terbias maju, dan jika dua thristor tersebut dinyalakan secara
simultan pada cot = a, beban akan terhubung dengan suplai masukan
melalui Ti dan T2. Karena beban induktif, thyristor Ti dan T2 akan terus
konduksi hingga melewati waktu t = 71, walaupun tegangan masukan
sudah negatif. Selama setengah siklus tegangan masukan negatif thyristor
T3 dan T4 terbias maju, dan penyalakan diberikan kepada thyristor T3 dan
T4 akan memberikan tegangan suplai sebagai tegangan bias mundur pada
thyristor Ti dan T2. Ti dan T2 akan padam karena teijadi kumutasi jalajala (komutasi alamiah) dan arus beban akan ditransfer dari T| dan T2 ke
T3 dan T4. Gambar 3-3b menunjukkan daerah kerja konverter dan gambar
3-5c menunjukkan gelombang tegangan masukan, tegangan keluaran, dan
arus masukan dan keluaran. Selama periode dari ke , tegangan
masukan vs dan arus masukan is positif, maka daya akan mengalir dari
suplai ke beban. Saat itu konverter dikatakan bekerja pada mode
penyearahan (rectification mode). Selama periode hingga + ,
tegangan masukan vs negatif dan arus masukan is positif, dan aliran daya
akan membalik dari beban ke sumber. Saat ini konverter dikatakan bekerja
pada mode membalik (inversion mode). Konverter jenis ini secara
ekstensif digunakan dalam aplikasi industri hingga daya 15 kW.
Tergantung pada nilai a, tegangan keluaran rata-rata dapat positif ataupun
negatif dan akan memberikan operasi dua-kuadran.
c. Persamaan Tegangan Output

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

3. a. Rangkaian Kontrol on-off

Prinsip Kerja Kontrol On Off


Saklar thyristor menghubungkan sumber ac dengan beban untuk
waktu tn. Saklar ditutup dengan sebuah penghambat pulsa untuk waktu tn.
Waktu on tn biasanya terdiri dari sejumlah integral siklus. Transistor akan
on pada tegangan nol melalui tegangan masukkan ac. Jenis kontrol ini
diterapkan pada aplikasi yang memiliki inersia yang tinggi dan konstanta
waktu termal yang tinggi.
Besar Tegangan Keluaran Vo

b. Prinsip Pengaturan Sudut Fasa Dua Arah


Masalah arus masukan dc dapat dicegah oleh penggunaan pengatur
dua arah (gelombang penuh), dan pengaturan gelombang penuh satu fasa
diperlihatkan pada gambar rangkaian. Selama setengah siklus positif

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

tegangan masukan, aliran daya diatur oleh variasi sudut tunda tiristor T1,
dan tiristor T2 mengatur aliran daya selama setengah siklus negatif dari
tegangan masukan. Pulsa penyulutan T1 dan T2 dibuat terpisah 180o.
Bentuk gelombang untuk tegangan masukan, tegangan keluaran dan
sinyal penggerbangan untuk T1 dan T2 diperlihatakan pada gambar 2.3.
Selama setengah siklus positif dari tegangan masukan, anoda thyristor T1
relatif positif terhadap katoda sehingga thyristor T1 dalam kondisi terbias
maju. Ketika thyristor T1 dinyalakan/dipicu pada (t = ). ( disebut
sudut penyalaan/pemicuan), thyristor T1 akan tersambung dan tegangan
masukan akan muncul ke beban. Ketika tegangan masukan mulai negatif
pada t = anoda thyristor T1 akan negatif terhadap katodanya dan
thyristor T1 disebut terbias mundur dan dimatikan. Selanjutnya pada saat
tegangan masukan mulai negatif pada t = ini, maka anoda thyristor T2
relatif positif terhadap katoda dan thyristor T2 berada dalam kondisi
terbias maju. Sehingga ketika thyristor T2 dinyalakan/dipicu pada t =
+ , thyristor T2 akan tersambung dan tegangan masukan juga akan
muncul ke beban, kemudian ketika tegangan masukan mulai positif
lagi,maka thyristor T2 akan dimatikan dan seterusnya, kembali seperti
siklus awal.
Besar Tegangan Output nya

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

c.

Gambar Rangkaian Pengubah Tap Trafo Satu Fasa

Prinsip Kerja Rangkaian Pengubah Tap Trafo Satu Fasa


Thyristor dapat digunakan sebagai saklar statis untuk pengubah tap
beban pada trafo.Pengubah tap statis memiliki keuntungan yaitu
switching yang sangat cepat. Pengubah tap biasanya digunakan untuk
beban panas resistif. Bila hanya thyristor T3 dan T4 difiring dengan sudut

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

tunda = 0, tegangan beban akan berada pada tingkat V0 = V1. Jika


tegangan keluaran penuh yang diperlukan hanya thyristor T1 dan T2
yang iring dengan sudut tunda = 0 dan tegangan penuhnya adalah V0 =
V1 + V2.
4. a. Gambar Diagram Rangkaian Cuk

b. Prinsip Kerja
Cara kerja rangkaian dapat dibagi menjadi dua mode. Mode 1
dimulai pada saat transistor Q1 di on Ian pada t = 0. Arus yang mengalir
melalui induktor L1 meningkat. Pada saat yang sama, tegangan kapasitor
C1 membias mundur dioda Dm dan diode menjadi off. Kapasitor C1
mengeluarkan energinya ke rangkaian yang dibentuk oleh C 1, C2, beban
dan L2. Mode dua dimulai bila transistor Q1 di off kan pada t = t1. Kapasitor
C1 diisi dari catu masukkan dan energi yang tersimpan pada induktor L2
akan dipindahkan ke beban. Diode Dm dan transistor Q1 membentuk
pensaklaran yang sinkron.

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

Bentuk Gelombang

b. Turunkan Besarnya Nilai Tegangan Keluaran Rata rata

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

Maka Tegangan Keluaran Va

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

Maka arus keluaran Is

c. Besar nya I, VC1, VC2

5. a. Prinsip Pembangkitan Sinusoidal Pulse Width Modulation

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

Prinsip Pembangkitan Pulsa SPWM.


Pada modulasi lebar pulsa sinusioda, lebar pulsa bervariasi sesuai
dengan besarnya amplitude dari suatu gelombang sinus dievaluasai pada
bagian tengah. Faktor distorsi dan harmonisa order rendah menurun secara
signifikan. Sinyal gerbang diperlihatkan pada gambar diatas dibangkitkan
dengan membanding suatu sinyal referensi sinusoidal dengan suatu
gelombang pembawa segitiga dengan frekuensi, fc. Modulasi jenis ini
biasa digunakan pada aplikasi industri dan disingkat sebagai SPWM.
Frekuensi dari sinyal referensi fr, menentukan frekuensi keluaran inverter,
fo, dan amplitudo puncak nya, Ar, mengontrol indeks modulasi, M, dan
tegangan keluaran rms, vo. Jumlah pulsa per setengah siklus tergantung
pada frekuensi pembawa. Sebagai batasan bahwa dua buah transistor dari
sisi yang sama (Q1 dan Q4) tidak boleh konduksi pada waktu yang sama,
tegangan keluaran sesaat diperlihatkan pada gambar 8-13a. Sinyal gerbang
yang sama dapat dibangkitkan dengan menggunakan bantuan gelombang
segitiga pembawa.
b. Gambar Rangkaian dan Prinsip Kerja Inverter Sumber Tegangan PWM
Satu Fasa

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

Prinsip Kerja
Ketika pulsa tegangan PWM diberikan pada base Transistor Q1
dan Q2 Tegangan setengah siklus positif akan dihasilkan pada beban
Ketika Transistor Q3 dan Q4 konduksi, Tegangan Setengah siklus Negatif
akan dihasilkan. Bentuk gelombang sinus seperti pada gambar dihasilkan
Pada beban setelah dilakukan penapisan gelombang arus beban untuk
beban juga ditunjukkan pada gambar

c.Gambar Rangkaian Daya Inverter Sumber Arus Satu Fasa dengan


Thyristor dan Prinsip Kerja nya

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

Prinsip Kerja
Operasi Inverter Sumber Arus memerlukan baik sumber arus
bolak-balik maupun sumber Arus Serah. Selain itu diperlukan suatu
induktansi untuk menjaga agar arus dc konstan atau sedikitnya
memungkinkan arus dc berlanjut. Operasi inverter memerlukan suatu
penundaan antara 90 sampai 180. Arus dc dapat dijaga konstan dengan
menjaga perbedaan tegangan tetap. Sebagai konsekwensi, jika peningkatan
sudut penundaan, Vdc_Inv akan menurun; Untuk menjaga arus dc dan
perbedaan tegangan tetap memerlukan pengaturan dari Vdc_Source yang
tepat. Inverter Jenis Ini bisanya digunakan untuk Transmisi HVDC.
Kumutasi Thyristor dilakukan dengan memberikan. Tegangan Komutasi
yang dihubungkan dengan sumber tiga fasa.
6. Perbedaan LTT dan ETT dan Line Commutation

LTT
Light Triggered Thyristor

LTT di trigger langsung oleh pulsa optik

LTT memproteksi sendiri dari tegangan lebih

ETT
Electrically Triggered Thyristor :
-

ETT ditrigger oleh TCU (thyristor Control unit)

ETT diproteksi dan di monitor oleh TCU

Line Commutation

Nama : M. Arif Amiruddin


NIM : 03111004095
Tugas Elektronika Daya

Thyristor dapat menjadi OFF jika terdapat rangkaian eksternal


(external circuit) yang menyebabkan anoda menjadi bias negatif
(negatively biased) dan dikenal dengan metode natural. Pada
komutasi sendiri tegangan masukannya bersifat bolak balik,
tegangan balik muncul pada thyristor seketika setelah arus maju
menuju ke nol.