Anda di halaman 1dari 15

PERSAMAAN SCHRDINGER

Schrdinger menyatakan bahwa perilaku elektron, termasuk


tingkattingkat energi
elektron yang diskrit dalam atom, mengikuti suatu
persamaan diferensial untuk
gelombang,
yang kemudian dikenal sebagai persamaan
Fungsi
Hamilton
Schrdinger.
Jika
gelombang dapat mewakili elektron maka energi
gelombang dan energi partikel
elektron yang diwakilinya haruslah sama. Sebagai partikel, satu
elektron mempunyai
energi total yang terdiri dari energi potensial dan energi
kinetik. Seperti kita ketahui,
energi potensial merupakan fungsi posisi x (dengan referensi
koordinat tertentu) dan
kita sebut Ep(x), sedangkan energi kinetik adalah Ek = mv2
dengan m adalah massa
elektron dan v adalah kecepatannya.
Energi total electron sebagai partikel menjadi
di mana p = mv adalah momentum elektron.
E = Ep + Ek

Jika kita pandang persamaan (1) ini sebagai persamaan


matematis biasa, kita dapat
menuliskannya sebagai
..
(2)
H(p,x) adalah sebuah fungsi yang disebut fungsi Hamilton
(dari William Rowan
Hamilton 1805 1865; matematikawan Irlandia), dengan p
dan x adalah variabel-variabel bebas.[4]. Turunan parsial
fungsi ini terhadap p dan x masingmasing adalah ..
(3)
Kalau kita memandang (1) kembali sebagai suatu persamaan
besaran fisika dengan
p dan x adalah momentum dan posisi maka kita peroleh
..
(4.a)
da
n
..
(4.b)
Jadi turunan H(p,x) terhadap p memberikan turunan x terhadap t
dan turunan H(p,x)
terhadap x memberikan turunan p terhadap t; dan kita
pahami bahwa p di sini

Dalam relasi fisik, dx/dt = v adalah kecepatan, dan dp/dt = F


adalah gaya.
Dengan demikian maka fungsi Hamilton, yang menetapkan
hubungan antara variabel variabel bebas p dan x untuk
memperoleh E, dapat kita gunakan untuk menggantikan
hubungan - hubungan fisik mengenai momentum, kecepatan,
dan gaya yang biasa kita nyatakan sebagai

Perhatikan: sekali lagi p dan x dalam fungsi Hamilton adalah


variabel sedangkan p dan x dalam persamaan fisis adalah
momentum dan posisi.

Fungsi Hamilton dalam Mekanika Kuantum


Dalam mekanika kuantum, elektron dinyatakan sebagai
gelombang.
Jika fungsi Hamilton dapat diterapkan untuk elektron sebagai
partikel, maka ia harus dapat diterapkan pula untuk
elektron sebagai gelombang. Hal ini akan kita lihat sebagai
berikut.
Variabel p pada fungsi Hamilton, harus diganti dengan
operator momentum agar jika dioperasikan terhadap suatu
fungsi gelombang dapat menyatakan momentum elektron
yang tidak lagi dipandang sebagai partikel melainkan
sebagai gelombang.
E pada fungsi Hamilton, harus diganti dengan operator
energi yang jika beroperasi pada fungsi gelombang dari
electron akan memberikan energi.
Variabel x yang akan menentukan posisi elektron sebagai
partikel, akan terkait dengan posisi elektron sebagai
gelombang sehingga peubah ini tidak berubah pada fungsi
gelombang dari elektron. Dalam kaitan ini perlu kita ingat
bahwa jika elektron kita pandang sebagai partikel maka

Operator Momentum dan Operator Energi. Kita akan


mencoba menelusuri
operatoroperator yang diperlukan ini dengan memperhatikan
bentuk fungsi
gelombang komposit, yaitu persamaan :

Jika fungsi ini kita turunkan terhadap t kita


peroleh

ng dapat disederhanakan menjadi

.
(5a)


Dalam
selang sempit k maka n/0 1 ; dan jika ruas kiri
dan kanan (5.a)
dikalikan dengan dan mengingat bahwa energi = , maka
kita akan memperoleh
.
(5b)

E adalah energi total elektron. Akan tetapi jika kita melihat


(5.b) sebagai suatu
persamaan matematik biasa maka kita dapat mengatakan
bahwa E merupakan
sebuah operator yang beroperasi pada fungsi gelombang u dan
.
(5c)
a u kita turunkan terhadap x.


Untuk
kn/k0 1 , jika ruas kiri dan kanan kita kalikan dengan
akan kita peroleh
.
(5d)
Seperti halnya untuk E pada (5.b), p pada (5.d) kita pandang
sebagai operator
Dengan demikian kita mendapatkan operator untuk E pada
(5.c) dan p pada (5.e).
Jika fungsi gelombang kita sebut dan mengoperasikan
H(p,x) pada fungsi
gelombang ini, maka
Dengan memasukkan operator p akan kita peroleh
.
(6)

Inilah persamaan Schrdinger untuk satu dimensi. Untuk tiga


dimensi, persamaan
Schrdinger itu menjadi
.
(7)
3.3. Persamaan Schrdinger Bebas-waktu
Aplikasi persamaan Schrdinger dalam banyak hal akan
berkaitan dengan energi
potensial, yaitu besaran yang merupakan fungsi posisi dan
tidak merupakan fungsi
waktu. Perhatian kita tidak tertuju pada keberadaan elektron
dari waktu ke waktu,
melainkan tertuju pada kemungkinan dia berada dalam selang
waktu yang cukup
panjang. Jadi jika faktor waktu dapat dipisahkan dari fungsi
gelombang, maka hal
itu akan menyederhanakan persoalan. Kita tinjau kasus satu
.
dimensi dan menuliskan
(8) gelombang ini
persamaan gelombang sebagai . Jika persamaan
kita masukkan ke persamaan (6) dan kedua ruas kita bagi
dengan . Jika kita memperoleh

Ruas kiri dari (8) merupakan fungsi x saja sedangkan ruas


kanan merupakan
fungsi t saja. Karena kedua ruas merupakan fungsi dengan
peubah yang berbeda
maka kedua ruas harus sama dengan suatu nilai konstan khusus,
yang biasa disebut
eigenvalue.
Kita lihat lebih dahulu ruas kanan, yang akan memberikan
.
persamaan Schrdinger
(8.a)
satu dimensi yang tergantung waktu:
Mengingat bentuk gelombang yang mewakili elektron adalah

sedangkan S(x,t) adalah

maka kita dapat mengambil bentuk T(t) sebagai


masukkan
ke (8.a), dan kita akan memperoleh

untuk kita

.
(8.b)
Jadi konstanta a pada (3.8.a) adalah energi total elektron,
E. Jika demikian halnya
maka ruas kiri (3.8) juga harus sama dengan E, sehingga dapat
kita tuliskan sebagai

.
(9)

Inilah persamaan Schrdinger satu dimensi yang bebas-waktu.


Untuk tiga dimensi persamaan itu menjadi

.
(9.a)
Perlu kita sadari bahwa adanya persamaan Schrdinger
bebaswaktu bukanlah
berarti bahwa elektron atau partikel yang ingin kita pelajari
dengan mengaplikasikan
persamaan ini adalah partikel yang bebaswaktu. Partikel
tersebut memiliki
kecepatan gerak, dan kecepatan adalah turunan terhadap
waktu dari posisi. Oleh
karena itu dalam memberi arti pada penurunan matematis
dari persamaan
Schrdinger bebaswaktu, dalam halhal tertentu kita perlu
mempertimbangkan
masalah waktu, sesuai dengan logika.
Dengan persamaan Schrdinger bebaswaktu (9) atau (9.a)
fungsi gelombang
yang dilibatkan dalam persamaan ini juga fungsi gelombang

kita dapat mengambil bentuk (x) sebagai


, dengan A(x) adalah
selubung paket gelombang, untuk mencari solusi persamaan
Persamaan Schrdinger adalah persamaan gelombang dan
Schrdinger.
yang kita maksudkan
adalah gelombang sebagai representasi elektron atau
partikel. Mencari solusi
persamaan Schrdinger adalah untuk memperoleh fungsi
gelombang yang
selanjutnya digunakan untuk melihat bagaimana perilaku
atau keadaan elektron.
Hubungan antara momentum p dan energi E dengan
besaranbesaran gelombang (k,
, f, ) adalah

3.4. Fungsi Gelombang


Persamaan Schrdinger adalah persamaan diferensial parsial
dengan adalah
fungsi gelombang, dengan pengertian bahwa
.
(10)
adalah probabilitas keberadaan elektron pada waktu t
tertentu dalam volume
dx dy dz di sekitar titik (x, y, z);
adalah konjugat dari .
Jadi persamaan Schrdinger tidak menentukan posisi elektron
melainkan memberikan probabilitas bahwa ia akan ditemukan
di sekitar posisi tertentu. Kita juga tidak dapat
mengatakan secara pasti bagaimana elektron bergerak
sebagai fungsi waktu karena posisi dan momentum
elektron dibatasi oleh prinsip ketidakpastian Heisenberg.
Dalam kasus satu dimensi dengan bentuk gelombang

mak
a

.
(11)

Apa yang berada dalam tanda kurung pada pers (11) adalah
selubung paket gelombang
yang merupakan fungsi x sedangkan A0 memiliki nilai konstan.
Jadi selubung paket
gelombang itulah yang menentukan probabilitas keberadaan
elektron.
Persyaratan Fungsi Gelombang.
Fungsi gelombang (x) hasil solusi persamaan Schrdinger
harus memenuhi beberapa persyaratan agar ia mempunyai
arti fisis.
Syaratsyarat tersebut adalah sebagai berikut.
Elektron sebagai suatu yang nyata harus ada di suatu
tempat. Oleh karena itu fungsi
gelombang (untuk satu dimensi) harus memenuhi
.

Turunan fungsi gelombang terhadap posisi, D/dx , juga


harus kontinyu.
Kita telah melihat bahwa turunan fungsi gelombang
terhadap posisi terkait
dengan momentum elektron sebagai gelombang. Oleh karena
itu persyaratan
ini dapat diartikan sebagai persayaratan kekontinyuan
momentum.
Fungsi gelombang harus bernilai tunggal dan terbatas sebab
jika tidak akan
berarti ada lebih dari satu kemungkinan keberadaan
elektron.
Fungsi gelombang tidak boleh sama dengan nol di semua
posisi sebab
kemungkinan keberadaan elektron haruslah nyata,
betapapun kecilnya.