Anda di halaman 1dari 2

KESMAS_Anfis

Mengapa frekuensi denyut jantung meningkat pada waktu


berlari,dibandingkan dengan waktu duduk?
Mengapa Frekuensi nafas meningkat pada waktu berlari ,dibandingkan
dengan waktu duduk?
Karena,
Frekuensi denyut jantung dan frekuensi pernafasan meningkat pada waktu
berlari, dibandingkan dengan pada waktu duduk karena ketika bernafas, kita
menghirup udara dan memasukkannya ke paru-paru. Paru-paru mengambil
oksigen dari udara dan kemudian dibagi-bagikan ke seluruh tubuh. Saat
berlari, kita memerlukan lebih banyak oksigen. Hal ini dikarenakan pusat
pernafasan yang bereaksi karena bertambahnya karbondioksida dalam darah
ketika berlari. Reaksi yang dilakukan oleh pusat pernafasan ini adalah dengan
cara mempercepat pernafasan, agar oksigen yang dihirup juga banyak. Saat
frekuensi nafas kita meningkat maka denyut nadi pun akan bertambah cepat
dikarenakan jumlah oksigen dalam darah yang bertambah banyak. Sehingga
memperkeras kerja jantung dalam memompa darah, ini yang menyebabkan
frekuensi jantung juga meningkat ketika berlari. Sedangkan ketika
duduk(santai) kita tidak membutuhkan tenaga yang banyak, jadi oksigen
yang dipakai hanya sedikit. (duduk detak jantung stabil, lari detak jantung
tidak stabil). Hubungan antara frekuensi denyut nadi dan frekuensi
pernafasan adalah berbanding lurus. Karena semakin berat aktivitas yang
dilakukan maka semakin cepat frekuensi denyut nadi dan nafas.
Mekanisme Pernafasan :
1. Pengangkutan O2
Pertukaran gas antara O2 dengan CO2 terjadi di dalam alveolus dan jaringan
tubuh, melalui proses difusi. Oksigen yang sampai di alveolus akan berdifusi
menembus selaput alveolus dan berikatan dengan haemoglobin (Hb) dalam
darah yang disebut deoksigenasi dan menghasilkan senyawa oksihemoglobin
(HbO) seperti reaksi berikut: Sekitar 97% oksigen dalam bentuk senyawa
oksihemoglobin, hanya 2 3% yang larut dalam plasma darah akan dibawa
oleh darah ke seluruh jaringan tubuh, dan selanjutnya akan terjadi pelepasan
oksigen secara difusi dari darah ke jaringan tubuh, seperti reaksi berikut

2.

Pengangkutan CO2

Karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari proses respirasi sel akan berdifusi
ke dalam darah yang selanjutnya akan diangkut ke paru-paru untuk
dikeluarkan sebagai udara pernapasan. Ada 3 (tiga) cara pengangkutan CO2 :
a.

Sebagai ion karbonat (HCO3), sekitar 60 70%

b.

Sebagai karbominohemoglobin (HbCO2), sekitar 25%.

c.

Sebagai asam karbonat (H2CO3) sekitar 6 10%.

Mekanisme denyut jantung saat olahraga:


Cardiac output (CO) merupakan volume darah yang dipompakan setiap
ventrikel permenit, dituliskan dalam liter permenit.
CO = HR x SV (Cardiac Output = Heart Rate x Stroek Volume)
Dimana SV merupakan volume darah yang dipompa setiap ventrikel pada
setiap kontraksi. SV dipengaruhi oleh : a. Frank-starling mechanism, b.
Perangsangan nervus simpatis, dan c. After load.
Heart Rate dipengaruhi oleh perangsangan nervus parasimpatis (nervus
vagus) yang berfungsi menurunkan detak jantung, dan nervus simpatis yang
berfungsi meningkatkan detak jantung. Pada kondisi istirahat, lebih dominan
berperan saraf parasimpatis dibandingkan simpatis. Hal ini yang
menyebabkan denyut jantung normal istirahat sekitar 70 kali per menit.