Anda di halaman 1dari 3

7.3.

6 Practice 6 : Flow control loops (Proportional + Derivative + Integral)


7.3.6.1 Objectives
This practice supplements to the previous one. The objective is to observe
the effect that has a derivative performance superimposed to an integral
performance and a proportional action in an actuator.
7.3.6.2 Required material
The following material is required for the realization of the practice :
-

UCP-F
Control and Acquisition Software
Water

7.3.6.3 Experimental Procedure


1. Connect the Interface and execute the control software ( For more details about
the control software, see the sotware manual M4)
2. Select the option Control PID on the capture screen. (For more information
about the meaning of each parameter, see the software manual, M4)
3. Select a set point, PID controller and a proportional constant, derivative and
integral. The value for derivative constant should be small and the integral
constant should be big so that the performance is small and it does not generate an
on/off performance in the actuator.
4. Activate the PID controller, go about, and save the values. The student will
observe that the motorized valve begins to work
5. Connect Pump 1 (AB-1)
6. The controller will modify the position of the AVP-1 (Proportional Valve) to adjust
the flow to the set value.

7.3.6 Praktek 6: Arus loop control (Proporsional + + Integral Derivative)

7.3.6.1 Tujuan
Praktek ini suplemen ke yang sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mengamati efek
yang memiliki kinerja turunan ditumpangkan ke kinerja integral dan tindakan
proporsional dalam aktuator.
7.3.6.2 bahan Diperlukan
Bahan berikut diperlukan untuk realisasi praktek:
- UCP-F
- Kontrol dan Software Akuisisi
-

Air

7.3.6.3 Prosedur Percobaan


1. Hubungkan Antarmuka dan menjalankan perangkat lunak kontrol (Untuk rincian
lebih lanjut tentang perangkat lunak kontrol, lihat manual Sotware M4)
2. Pilih opsi "Control PID" pada layar capture. (Untuk informasi lebih lanjut tentang
arti dari setiap parameter, lihat manual perangkat lunak, M4)
3. Pilih set point, PID controller dan konstan proporsional, turunan dan integral. Nilai
untuk konstanta derivatif harus kecil dan konstanta integral harus besar sehingga
kinerja yang kecil dan tidak menghasilkan on / off kinerja aktuator.
4. Aktifkan kontroler PID, pergi tentang, dan menyimpan nilai-nilai. Siswa akan
mengamati bahwa katup bermotor mulai bekerja
5. Connect Pump 1 (AB-1)
6. Kontroler akan mengubah posisi AVP-1 (Proporsional Valve) untuk menyesuaikan
aliran ke nilai yang ditetapkan.

Teori dasar :

PID (ProportionalIntegralDerivative controller) merupakan kontroler untuk menentukan presisi


suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tesebut.
Pengontrol PID adalah pengontrol konvensional yang banyak dipakai dalam dunia industri.
Pengontrol PID akan memberikan aksi kepada Control Valve berdasarkan besar error yang
diperoleh. Control valve akan menjadi aktuator yang mengatur aliran fluida dalam proses industri
yang terjadi Level air yang diinginkan disebut dengan Set Point. Error adalah perbedaan dari Set
Point dengan level air aktual. Karakteristik pengontrol PID sangat dipengaruhi oleh kontribusi besar
dari ketiga parameter P, I dan D. Penyetelan konstanta Kp, Ki dan Kd akan mengakibatkan
penonjolan sifat dari masing-masing elemen. Satu atau dua dari ketiga konstanta tersebut dapat
disetel lebih menonjol disbanding yang lain. Konstanta yang menonjol itulah akan memberikan
kontribusi pengaruh pada respon sistem secara keseluruhan.

kp
0,5
1
1,5
2

ki
0,2
0,5
0,3
0,1

kd

Aip-1

0,1
0,2
0,1
0,03

(%)
18
17
17
19

start

steady

error

Pid out

1,20
1,30
1,20
1,24

0,99
1
1
1 / 0,75

0,03
-0,04
0,02
-0,04

18,23
17,07
17,45
19,26

0,03

17,77

0,31

32,14

(tidak
2,5

0,2

0,05

17

1,23

stabil)
1 / 0,75
(tidak

0,3

0,1

34

1,5

stabil)
0,75
(tidak
stabil)