Anda di halaman 1dari 26

PRAKTIKUM FISIKA MODERN

PERCOBAAN EFEK HALL


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Praktikum Fisika Modern
Yang dibimbing oleh Bapak Hari Wissodo

Oleh
Nama
NIM
Off

: Fahyurinda Erviarismana
: 130322615545
: N2 / kelompok 11

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


SEPTEMBER 2015

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA MODERN

MODUL 1
EKSPERIMEN EFEK HALL
Pelaksanaan Praktikum : Rabu, 9 September 2015
A. TUJUAN
l. Menentukan jenis pembawa muatan yang mengalir dalam penghantar.
2. Menentukan konstanta Hall pada penghantar.
3. Menentukan besarnya konduktivitas penghantar.
B. TEORI DASAR
1. Pembawa Muatan dalam Logam dalam Pengaruh Medan Listrik
Konduksi liscrik dalam logam memenuhi hubungan
V IR
(1)
Dimana V adalah beda potensial, I adalah arus, dan R adalah resistansi

batan logam. Jika batang tersebut mempunyai panjang


dan luas
penampan A, maka
I
V

R
A

A
,
dan
(2)

Dimana J adalah rapat arus,


adalah medan listrik, dan
adaIah
resistivitas listrik. Kebalikan dari resistivitas disebut dengan
konduktivitas
1

(3)
Substitusi persamaan (2) dan (3) ke dalam ( 1 ) menghasilkan
J
(4)
Persamaan terakhir sering disebut sebagai hukum Ohm, dan tampaklah
bahwa arah arus searah medan. Jika dalam proses konduksi tersebut
pembawa muatannya memiliki konsentrasi N, muatan Q dan kecepatan
alir v, maka rapat arus dapat pula dinyatakan sebagai
JN Q v
(5)

2. Efek Hall
Perhatikanlah batang logam berikut. Jika dalam batang logam,
selain dialirkan arus Iy, j u ga di lewatkan medan magnet homogen B z
yang tegak lurus dengan arah arus, maka akan dihasilkan beda tegangan,
yaitu tegangan Hall, VH, antara dua sisi keping yang berlawanan dalam
arah sumbu-X.

Gambar 1 Prinsip Eksperimen Efek Hall


Gambar di atas merupakan prinsip eksperimen efek Hall
Tegangan Hall terjadi karena adanya gaya Lorent pada pembawa
muatan yang sedang bergerak dalam medan magnet
FL Q v y B Z
(6)
Gaya Lorentz ini mengakibatkan terjadiya pembelokan gerak muatan ke
arah salah satu sisi keping dalam sumbu-X. Dalam waktu bersamaan,
tentulah, salah satu sisi keping yang lain yang berlawanan akan
kekurangan muatan sehingga terjadilah tegangan Hall seperti tersebut di
atas.
Tegangan Hall menyebabkan terjadinya medan Hall,

, yang

FC Q H
selanjutnya gaya Coulomb yang ditimbulkannya,
,
berlawanan arah dengan gaya Lorentz. Hubungan tegangan Hall (V H),

medan Hall (

H
VH

) dan gaya Coulomb (FC) memenuhi


FC Q H

dan
(7)
Seiring dengan bertambahnya pembawa muatan yang dibelokkan ke
salah satu sisi keping, maka medan Hall-pun bertambah besar sehingga
gaya Coulomb juga makin besar. Akhimya, pada keadaan setimbang
gaya Coulomb bisa mengimbangi gaya Lorentz sehingga aliran
pembawa muatan kembali lurus.

Pada keadaan setimbang berlaku FL=FC sehingga berdasarkan


persamaan (6) dan (7) dapatlah diperoleh
VH v X BZ
(8)
Dengan memperhatikan persamaan (2) dan (5) untuk menggantikan
ungkapan vx pada persamaan (8); maka diperoleh

VH
I y BZ
NQA
(9)

Dalam gambar di atas luas penampang A=d sehingga persamaan (9)


menjadi
1
VH
I y BZ
NQd
(10)
NQd
Karena
konstan, maka VH berbanding lurus dengan Iy dan Bz.
1
NQ

Tetapan kesebandingan
sering disebut sebagai konstanta Hall
1
RH
NQ
(11)
Secara eksperimen dapat diperoleh harga RH, yaitu bagian
gradien grafik VH terhadap Iy atau VH terhadap Bz. Sedangkan tanda RH
bergantung padajenis pembawa muatan dalam proses konduksi. RH
bertanda positip jika jenis pembawa muatannya positip, dan R H bertanda
negatip jika jenis pembawa muatannya juga negatip.
3. Mobilitas dan Konduktivitas Pembawa Muatan
Besaran lain yang dapat diperoleh dari proses konduksi listrik
adalah mobilitas dan konduktivitas pembawa muatan. Mobilitas
pembawa muatan didefinisikan sebagai perbandingan antara, kecepatan
alir dan medan luar. Berdasarkan gambar set efek Hall di atas, maka
mobilitas memenuhi
vy

(12)
Berdasarkan persamaan (5), maka ungkapan rapat arus dalam mobilitas
memenuhi
J NQv y NQ y
(13)
Jika persamaan (13) dibandingkan dengan persamaan (4), maka
didapatkan ungkapan konduktivitas pembawa muatan

NQ

(14)
vy
y
p
Mengingat J=I/A dan
, maka persamaan (13) dapat berubah
menjadi
p
Vy
Iy
ANQ
(15)
Dari persamaan (15) dapatlah dilakukan eksperimen untuk menentukan
mobilitas pembawa muatan

gradien (

p
( ANQ )

. Grafik Vy terhadap Iy mempunyai

) . lika harga NQ telah didapatkan dari set efek Hall,

A dan p tetapan, maka mobilitas


dapat ditentukan. Selanjutnya
NQ
setelah
diketahui, maka berdasarkan persamaan (14)

konduktivitas pembawa muatan


dapat ditentukan.
C. DESAIN EKSPERIMEN
1. Alat dan Bahan
(1). Aparatus efek Hall
Ukuran : 13 x 16 x 0,2 cm3
Berat
: 0,4 kg.
1. Keping konduktor perak (Ag)
atau wolfram (W) dengan tebal
5.10-5 m.
2. Soket untuk arus transversal I y.
Arus ini maksimal 15 A.
3. Sepasang soket untuk mengukur
potensial Hall ( 10-6 V) dan tanda
polaritasoya.
Gambar 2 Aparatus Efek Hall
4. Potensiometer 5 ohm untuk
pengaturan titik nol.
5. Batang standard sebagai penyangga aparatus efek Hall di antara
kedua kutub elektromagnet.
(2). Mikrovoltmeter
Daya ukur : tegangan DC 100 nV s/d 20 V dengan display digital.

1. Sepasang soket input 4 mm,


tegangan maks 20 V,

resistansi input 1 M
untuk

range 20 V dan 100 k untuk


Gambar 3 Mikrovoltmeter
range lain.
2. Saklar seleksi penguatan (gain)
x l s/d xl05. Gain 105 bersesuaian dengan pengukuran dalam
range 10-5 V.
3. Saklar selektor fungsi V, Reset dan Vs. Dalam eksnerimen efek
Hall ini yang diperlukan hanya saklar V (untuk pengukuran
voltase Hall).
4. Sepasang soket output analog 4 mm, tegangan maks 20 V.

resistansi input 100 .


5. Indikator untuk pengukuran V atau Vs, yang bersesuaian dengan
(3).
6. Display digital 3-digit dengan order 100 s/d 10-5. Jika display
menunjukkan nilai 1999 berarti jangkauan ukur
mikrovoltmeter tidak mampu lagi. Segeralah memutar saklar
seleksi gain (2) ke arah yang lebih kecil (berlawanan arah jarum
jam). Meskipun pada alat menunjuk lebih kecil, misanya 105
menjadi 103, tetapi sesungguhnya menunjukkan nilai ukur yang
lebih besar, yaitu 10-5 menjadi 10-3 V.
7. Potensiometer offset.
8. Seting nol.
(3). Sumber tegangan DC (variabel transformer tegangan rendah) 2
V, 20 A untuk mensuplay arus teransversal Ix dan tegangar jatuh VY.
Aparatus efek Hall memerlukan arus transversal maksimal 15 A.
(4). Ampermeter DC 30 A untuk mengukur arus teransversal IY.
(5). Sepasang elektromagnet inti-U, yang masing-masing 250 lilitan,
untuk membangkitkan medan ma.gnet homogen pada aparatus efek
Hall.
(6). Sumber tegangan DC (variabel power supplay tegangan rendah)
20 V, l0A untuk mensuplay arus coil IB. Aparatus efek Hall
memerlukan arus coil maksimal 5A.
(7). Ampermeter (6 A AC dan 10 A DC) untuk mengukur arus coil IB.
(8). Teslameter dengan probe tangensial untuk mengukur medan
magnet.
(9). Voltmeter DC 30 V untuk mengukur output analog.
(10).Kumparan elektromagnetik digunakan untuk menghasilkan
medan magnet Bz. Kumparan ini memiliki 250 lilitan.

(11). Teslameter dengan probe tangensial digunakan untuk mengukur


medan magnet coil.
(12).Amperemeter DC dan sumber arus untuk membangkitkan medan
magnet Bz diperlukan arus yang dialirkan ke coil (I B). Arus yang
dialirkan ke coil diukur dengan menggunakan amperemeter DC.
2. Skema Eksperimen

Gambar 4 Disain Eksperimen Efek Hall


D. METODE EKSPERIMEN
Dalam praktikum efek Hall ini, pengukuran akan meliputi :
1. Kalibrasi Kurva IB-BZ
a) variabel bebas : arus coil IB
b) variabel terikat : medan magnet BZ
2. Menentukan Konstanta Hall dan konsentrasi pembawa muatan
a. Untuk arus transversal tetap: Potensial Hall sebagai fungsi fluk
magnet.
a) variabel bebas : medan magnet BZ
b) variabel terika : tegangan Hall VH
c) variabel kontrol : arus konstan sampel IY
b. Untuk fluk magnet tetap: Potensial Hall sebagai fungsi arus
transversal
a) variabel bebas : arus transversal sampel IY
b) variabel terikat : tegangan Hall VH
c) Variabel kontrol : medan magnet BZ
3. Menentukan Mobilitas dan Konduktivitas Pembawa Muatan
a) variabel bebas : arus transversal sampel IY
b) variabel terikat : tegangari jatuh Vy
Arus transversal dan tegangan jatuh aparatus efek Hall terukur pada display
Sumber tegangan DC (variabel transformer tegangan rendah) 2 V, 20 A.

Arus transversal juga terukur pada Ampermeter DC 30 A. Tegangan Hall


terukur pada display mikrovoltmeter. Sedangkan medan magnet di antara
sepasang magnet diukur dengan teslameter.
E. LANGKAH EKSPERIMEN
1. Kalibrasi Kurva IB - B
(1). Menyusun alat-alat eksperimen seperti Gambar 4. Tetapi, yang
digunakan hanya Sepasang elektromagnet inti-U, Sumber tegangan
DC (variabel power supplay tegangan rendah) 20 V, l0A untuk
mensuplay arus coil IB, Ampermeter (6 A AC dan 10 A DC) untuk
mengukur arus coil IB. dan Teslameter dengan probe tangensial
untuk mengukur medan magnet. Hal ini berarti kalibrasi I B - B
dilakukan tanpa aparatus efek Hall berada di antara kedua kutub
elektromagnet.
(2). Melakukan demagnetisasi elektromagnet besi, dengan cara
mengalirkan arus bolak-balik yang mendekati 5 A pada coil dalam
waktu singkat, kemudian secara teratur diturunkan sampai nol.
(3). Mengukur fluk magnet BZ sebagai fungsi arus coil IB.

2. Menentukan Konstanta Hall dan konsentrasi pembawa muatan


a. Untuk arus transversal tetap: Potensial Hall sebagai fungsi fluk
magnet.
(1). Menyusun alat-alat eksperimen seperti Gambar 4. Pemasangan
aparatus efek Hall harus di antara kedua kutub elektromagnet
dengan jarak yang benar-benar sama dengan saat melakukan
kalibrasi IB - B.
(2). Memberikan waktu "warming up" kepada mikrovoltmeter
selama 10 menit.
(3). Mengatur titik nol mikrovoltmeter. Menghubungkan rangkaian
pada input (I), tetapi, semua peralatan dalam keadaan OFF.
Memilih saklar selektor fingsi (3) pada posisi V. Menekan
potensiometer offset (7), dan jika diperlukan menggunakan juga
seting nol (8) untuk mengatur supaya layar display atau output
analog menunjukkan nol.
(4). Mengatur tegangan Hall nol pada mikrovoltmeter, pada saat arus
transversal dalam keadaan hidup, tetapi arus coil belum
dihidupkan. Setelah arus transversal, misalnya IY=10 A, dan
mengatur tombol potensiometer (4) aparatus efek Hall sehingga
display mikrovoltmeter menunjukkan angka nol.

(5). Mengambil data potensial Hall sebagai fungsi fluk magnet (fluks
magnet yang dimaksud adalah hasil kalibrasi kurva IB-BZ).
b. Untuk fluk magnet tetap: Potensial Hall sebagai fungsi arus
transversal
(1). Sama dengan langkah 2a(1) s/d (4).
(2). Mengambil data potensial Hall.sebagai fungsi arus transversal
untuk fluk magnet (fluks magnet yang dimaksud adalah hasil
kalibrasi kurva IB-B) tetap.
3. Menentukan mobilitas dan konduktivitas pembawa muatan
(1). Menyusun alat-alat eksperimen seperti Gambar 4. Tetapi, yang
digunakan hanya Aparatus efek Hall, Sumber tegangan DC
(variabelelel transformer tegangan rendah) 2V, 20A mensuplay
tegangan jatuh Vy dan Amperroeter DC 30 A untuk mengukur arus
transversal Iy. Dengan kata lain rangkaian lengkapnya seperti dalam
metode Volt-Ampere.
(2) Mengambil data Vy sebagai fungsi Iy.

F. DATA PENGAMATAN

G. ANALISIS DATA
1. Menentukan konstanta Hall dan jenis pembawa muatan

Untuk menyatakan hubungan ketergantungan potensial Hall (V H) terhadap Ix


dalam bentuk persamaan y=bx+a dengan terlebih dahulu menghitung konstanta a
dan b, dengan membandingkan persamaan:
R
V H = H I x B z dengan V H = y
d
RH
=b
d
I x B z=x
maka identik dengan
10A
No
x
1
106
2
212
3
318
4
424
5
530
6
636
7
742
8
848
9
954
10
1060

5830
2
()
3398890
0

persamaan garis lurus dengan a=0 diperoleh y=bx ; I B =


y
-0,00011
-0,00022
-0,00033
-0,00044
-0,00056
-0,00067
-0,00079
-0,00092
-0,00105
-0,00118
-0,00629
3,95E-05

xy
-0,01187
-0,04643
-0,10621
-0,18826
-0,29627
-0,42866
-0,58915
-0,77762
-1,00361
-1,25398
-4,70205
22,10931

x2
11236
44944
101124
179776
280900
404496
550564
719104
910116
1123600
4325860
1,87E+13

y2
1,2544E-08
4,7961E-08
1,11556E-07
1,97136E-07
3,12481E-07
4,54276E-07
6,30436E-07
8,40889E-07
1,1067E-06
1,39949E-06
5,11347E-06
2,61476E-11

n . x2
n . xy x . y
b=

b=

( 10.4,70205 )(5830 .0,00629)


( 10.4,70205 )(33988900)

b=

10,3615
9269700
3

b=1,11778 x 10

xy

xy +n .
y .
x .

x2

y 2

n2
S y =

( (4,70205 ) ( 3,95 x 105 ) ) ( 2 ( 5830 ) (0,00629 ) (4,70205 ) ) +(10.22,109


1
S y=
(0,00629)
102
( 10.4325860 )(33988900)
S y =1,31729 x 105
x

x 2 . n

S b=S y
S b=1,31729 x 105
5

S b=1,3682 x 10

10
4325860.1033988900

Ralat relatif:
S
Rb= b x 100
b

R b=

1,3682 x 105
x 100
1,11778 x 103

Rb=1,22

(3 angka penting)

Jadi, nilai b adalah (1,12 0,01) x10-3 dengan ralat sebesar 1,22%
Menentukan konstanta Hall (RH)
Diketahui RH = b . d , dengan d = 5 x 10-5 m
Maka,
R H =b . d
R H =(1,12 x 103 ) (5 x 105 )
R H =5,6 x 108 V m3 / A
SR =
H

RH
. Sb
b

= [(5 x 10

S R = [ d . Sb ]
H

SR

) . 0,01 x 103 ]

S R =5 x 1010

V m3 / A

Ralat relatif:
SR
RR =
x 100
RH
H

|
|

RR =
H

5 x 1010
x 100
8
5,6 x 10

RR =0,8929 (4 angka penting)


H

Jadi nilai

RH

adalah (5,600 0,050) x 10-8

V m3 / A

dengan ralat sebesar

0,89
2. Menentukan Mobilitas dan Konduktivitas Penghantar
Untuk menyatakan hubungan ketergantungan tegangan sampel (Vx) terhadap
arus transversal sampel (Ix) dalam bentuk persamaan y = bx + a dengan terlebih

dahulu menghitung konstanta a dan b. Berdasarkan harga konstanta hall yang


telah diperoleh dan dengan membandingkan persamaan

V x=

1
I
l x

, maka

dapat dihitung mobilitas penghantar.


Berdasarkan harga mobilitas yang telah diperoleh dan persamaan

=NQ

maka dapat ditentukan konduktivitas penghantarnya. Hubungan tegangan sampel


(Vx) terhadap arus transversal (Ix) yaitu:
1
V x= y
V x = I x , dengan
l
I x =x
1
=b
l

Maka identik dengan persamaan garis lurus y = bx + a dengan a = 0


No
x
y
xy
x2
y2
1
2
0,2
0,4
4
0,04
2
4
0,3
1,2
16
0,09
3
6
0,5
3
36
0,25
4
8
0,7
5,6
64
0,49
5
10
0,8
8
100
0,64
6
12
1
12
144
1
7
14
1,2
16,8
196
1,44
8
16
1,3
20,8
256
1,69
9
18
1,5
27
324
2,25
10
20
1,6
32
400
2,56

110
9,1
126,8
1540
10,45
()2 12100
82,81
16078,24 2371600 109,2025

n . x2
n . xy x . y
b=

b=

10. 126,8110 .9,1


10.154012100

b=0,08091

xy

xy +n .
y .
x .

x2

y 2

n2
S y =
S y=

1540.(82,81)2.110 .(9,1) .126,8+ 10.(16078,24)


1
10,45
102
10.154012100

S y =0,033
x

x 2 . n

S b=S y
S b=0,033

10
1540.1012100

S b=0,00182
Ralat Relatif:

Sb
x 100
b

R b=

x 100 |
|0,00182
0,08091

R b=

Rb=2,25 ( 3 angka penting )


Jadi didapatkan nilai b=( 0,081 0,002 ) dengan ralat relatif sebesar 2,25 %
Menentukan mobilitas () penghantar
1
N=
R H Q ........... (1)
=N Q ........... (2)
=
Maka,

= RH
1
Q
R HQ

= . R H
=2,47 x 105 .(5,6 x 108)
2

=1,3832 x 10

||

S=
. S +
. S RH

RH

S =|5,6 x 10
2

S = |R H . S| +| . S R H|
8

. 0,06 x 10 5| +|2,47 x 105 .(5 x 1010 )|

S =3,6 x 104
Ralat Relatif:
S
R = x 100

R =

3,6 x 104
x 100
1,3832 x 102

R =2,59 ( 3 angka penting )


Jadi nilai

=( 1,38 0,04 ) x 102 dengan ralat relatif sebesar 2,59 %

Menentukan konduktivitas pembawa muatan (


1
Diketahui b= l

, dengan d = 5 x 10-5 m, maka:

1
bd

1
0,0809. 5 x 105
5

=2,472 x 10 A V /m

S=

S=

|
|

S=
.S
b b

1
. Sb
b2 d

1
.0,0018
2
0,0809 (0,00005)

S =5,5 x 103 A V /m
Ralat Relatif:
S
R = x 100

R =

5,5 x 103
x 100
2,47 x 105

R =2,23 (3 angka penting)


3
Jadi didapatkan nilai =( 0,03 5,50 ) 10 dengan ralat relatif sebesar 2,23 %

H. PEMBAHASAN
Eksperimen efek Hall bertujuan untuk mengetahui apakah elektron yang
bergerak dalam medium padat (misal: penghantar) masih dapat dibelokkan oleh
medan magnet. Prinsip kerja eksperimen efek hall ini yaitu pada saat suatu
penghantar dialiri arus, misalkan pada sebuah batang logam, sisi kanan kutub
positif dan sisi kiri kutub negatif. Selain itu juga dilewatkan medan magnet
homogen (Bz) yang tegak lurus dengan arah arus, maka dihasilkan beda tegangan
yaitu tegangan hall (Vh). Pada sisi batang logam tersebut yang tegak lurus arah
dan medan magnet. Tegangan hall terjadi karena adanya gaya Lorentz pada
pembawa muatan yang bergerak dalam medan magnet. Gaya Lorentz
menghubungkan/mengakibatkan terjadinya pembelokan gerak muatan ke arah

salah satu keping yang tegak lurus dengan medan magnet, sehingga terjadi
tegangan hall.
Eksperimen lain telah dilakukan oleh Farzand dkk dimana melakukan
penelitian tentang rancang bangunsistem pemantau curah hujan menggunakan
sensor aliran air dengan menggunakan efek hall. Penelitian tersebut ditujukan
untuk membuat sebuah sistem yang dapat memantau curah hujan secara real time.
Penelitian tersebut diawali dengan membuat sensor aliran fluida dengan
menggunakan interface DAQ NI USB 6009 serta software Labview 7.1. sensor
yang telah diintegrasikan dengan komputer yang telah terprogram akan
menghasilkan sebuah sistem yang mampu mendeteksi curah hujan.
Salah satu sifat fluida yaitu dapat mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat
yang lebih rendah karena adanya gaya gravitasi. Semakin banyak jumlah air yang
mengalir maka akan semakin besar kecepatan alirannya. Medan magnet yang
diinduksikan pada aliran air akan menyebabkan air tersebut bermuatan. Aliran air
yang bermuatan akan menimbulkan arus listrik pada elektroda yang dipasang
secara tegak lurus dengan arah medan magnet. Kecepatan aliran air bermuatan
akan berbanding lurus dengan arus listrik yang ditimbulkan. (Farzand, dkk, 2012).
Apabila sejumlah muatan mengalir diantara dua buah elektroda, maka Gaya
Lorentz akan menyebabkan muatan berkumpul di salah satu elektroda sehingga
ada perbedaan jumlh muatan di antara kedua elektroda. Perbedaan jumlah muatan
itu akan menyebabkan munculnya ggl diantara elektroda tersebut. Dimana
fenomena seperti itu disebut sebagai efek hall. Sedangkan ggl yang dihasilkan
oleh kedua elektroda tersebut disebut dengan ggl Hall.
Berdasarkan hasil eksperimen dedapatkan besar nilai konstanta hall,
konsentrasi pembawa muatan, mobilitas pembawa muatan dan konduktivitas,
yaitu:
3
1. Nilai konstanta hall (RH) adalah RH = (5,600 0,050) x 10-8 V m / A dengan
ralat sebesar 0,89 . Dari nilai yang didapatkan pada konstanta hall (R H) yang
bernilai negatif, maka jenis pembawa muatannya adalah elektron.
2
2. Nilai mobilitas pembawa muatan () adalah =( 1,38 0,04 ) x 10

dengan

ralat relatif sebesar 2,59 %


3. Nilai konduktivitas pembawa muatan () adalah

=( 0,03 5,50 ) 10 3

dengan ralat relatif sebesar 2,23 %.


Dari hasil eksperimen yang diperoleh, terdapat ralat yang menunjukkan adanya
kesalahan dalam melakukan eksperimen. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat
disebabkan oleh:
1. Kurang telitinya praktikan dalam membaca alat ukur akibat alat ukur yang
menunjukkan nilai tidak stabil.
2. Keausan alat ukur, sehingga data yang dihasilkan kurang akurat.

3. Kurangnya persiapan praktikan sebelum melakukan eksperimen, sehingga pada


saat pengambilan data kurang maksimal.

I. TUGAS
1. Grafik hubungan antara Ix*Bz - Vh
2.

Dari grafik pada tugas (1) dapat ditentukan nilai konstanta hall
Diketahui RH = b . d , dengan d = 5 x 10-5 m
Maka,
R H =b . d
R H =(1,12 x 103 ) (5 x 105 )
R H =5,6 x 108 V m3 / A
SR =
H

RH
. Sb
b

= [(5 x 10

S R = [ d . Sb ]
H

SR

S R =5 x 1010
H

) . 0,01 x 103 ]
V m3 / A

RH

Ralat relatif:
SR
RR =
x 100
RH

|
|

5 x 1010
RR =
x 100
5,6 x 108
H

RR =0,8929 (4 angka penting)


H

Jadi nilai

RH

3
adalah (5,600 0,050) x 10-8 V m / A

dengan ralat sebesar

0,89
3. Berdasarkan hasil yang didapat dari tugas (2) maka dapat dipastikan jenis
pembawa muatannya adalah elektron. Hal ini dikarenakan konstanta hall atau
R H bernilai negatif.
4. Grafik hubungan antara Ix Vx

Dari grafik diatas dapat diperoleh nilai konduktivitas pembawa muatan dengan
cara sebagai berikut:
1
Diketahui b= l , dengan d = 5 x 10-5 m, maka:
=

1
bd

1
0,0809. 5 x 105

=2,472 x 10 A V /m

S=

S=
.S
b b
2

1
. Sb
b2 d

S=

1
.0,0018
2
0,0809 (0,00005)
3

S =5,5 x 10 A V /m
Ralat Relatif:
S
R = x 100

R =

5,5 x 103
x 100
5
2,47 x 10

R =2,23 (3 angka penting)


=( 0,03 5,50 ) 10 3

Jadi didapatkan nilai


2,23%

5. Membuktikan penurunan rumus =NQ


j= . E
NQv= . E

NQv
E

, dimana

v
E

=NQ ........... TERBUKTI!!!


6. Menentukan mobilitas pembawa muatan (
N=

1
RH Q

........... (1)

=N Q ........... (2)

=
Maka,
= . R H

= RH
1
Q
R HQ

dengan ralat relatif sebesar

=2,47 x 10 .(5,6 x 10 )
=1,3832 x 102
S=

||

. S +
. S RH

RH

S =|5,6 x 10
2

S = |R H . S| +| . S R H|
8

52

10 2

. 0,06 x 10 | +|2,47 x 10 .(5 x 10


5

)|

S =3,6 x 10

Ralat Relatif:
S
R = x 100

3,6 x 104
R =
x 100
1,3832 x 102

R =2,59 ( 3 angka penting )


Jadi nilai

=( 1,38 0,04 ) x 10

dengan ralat relatif sebesar 2,59 %

J. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapatkan dari percobaan efek hall ini adalah:
3

1. Nilai konstanta hall (RH) adalah RH = (5,600 0,050) x 10-8 V m / A

dengan

ralat sebesar 0,89 . Dari nilai yang didapatkan pada konstanta hall (R H) yang
bernilai negatif, maka jenis pembawa muatannya adalah elektron.
2
2. Nilai mobilitas pembawa muatan () adalah =( 1,38 0,04 ) x 10

dengan

ralat relatif sebesar 2,59 %


3. Nilai konduktivitas pembawa muatan () adalah
dengan ralat relatif sebesar 2,23 %.

I. DAFTAR PUSTAKA
Beisser, Arthur.1998.Fisika Modern. Jakarta: Erlangga.

=( 0,03 5,50 ) 10 3

Farzand A, Hartono, Siamieya Uletika. Niko, 2012: Rancang bangunsistem


pemantau curah hujan secara real time menggunakan sensor kecepatan
aliran fluida dengan efek hall. ISBN:978-979-9204-79-0
Krane, Kenneth.2000.Fisika Modern. Jakarta: Erlangga.
Schaums, series.2001.Fisika.Jakarta: Erlangga.
Tim Penyusun.2014.Petunjuk Eksperimen Fisika Modern. Malang: Fisika UM.
Zemansky, Sears.2006.Fisika Universitas.Jakarta: Erlangga.