Anda di halaman 1dari 11

Learning Task

Kasus :
Seorang laki-laki umur 18 tahun dirawat dirumah sakit karena mengalami luka
pada daerah kepala akibat benturan saat terjadi gempa. Adik klien selamat tetapi
kedua orang tuanya meninggal tertimpa reruntuhan rumah. Berdasarkan hasil
pengkajian klien mengatakan bahwa belum menerima keadaannya, klien tidak
mau berbicara banyak karena masih trauma dengan kejadian tersebut. Hasil
pemeriksaan menunjukan : TD : 90/50, N : 68x/mnt, RR : 20x/mnt.
1. Identifikasi mekanisme koping mal adaptif yang dialami oleh klien
tersebut !
2. Sebutkan dan jelaskan tentang fase-fase pada respon berduka !
3. Jelaskan tentang fase yang dialami oleh klien tersebut !
4. Factor apa yang bisa mempengaruhi mekanisme koping pada kasus
tersebut !
5. Apakah dampak yang bisa terjadi pada klien apabila kesedihannya
dirasakan dalam waktu yang lama !
6. Masalah keperawatan apa yang bisa muncul dari kasus tersebut ?
7. Tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah klien tersebut

1.

Identifikasi mekanisme koping mal adaptif yang dialami oleh klien tersebut !
Pembahasan :
Mekanisme koping mal adaptif adalah Adalah mekanisme koping yang
menghambat fungsi integrasi, memecah pertumbuhan,menurunkan otonomi
dan cenderung menguasai lingkungan. Kategorinya adalah makan berlebihan /
tidak makan, bekerja berlebihan, menghindar. Mekanisme koping mal adaptif

yang dialami klien dalam kasus adalah sebagai berikut


Diam diri
Tidak berbicara
Belum menerima keadaan
Trauma

2. Sebutkan dan jelaskan tentang fase-fase pada respon berduka !


Pembahasan :
Menurut Elizabeth Kubler-rose,1969
Fase menyangkal (denial )
Fase menyangkal adalah fase dimana seseorang tidak percaya atau
menyangkal kenyataan bahwa kehilangan itu memang terjadi.
Perubahan

fisik

pada

,lemah,pucat,mual,diare,gangguan

fase

ini

biasanya

pernafasa,detang

letih
jantung

cepat,menangis dan gelisah. Reaksi ini dapat berakhir beberapa menit


atau beberapa tahun.
Fase marah-marah (anger)
Fase marah-marah ini adalah dimana seseorang menunjukan rasa
marah yang meningkat yang diproyeksikan kepada orang yang berada
di lingkungannya atau orang tertentu. Perubahan fisik pada fase ini
biasanya muka memerah,nadi cepat, gelisah,susah tidur, dan tangan
mengepal.
Fase tawar menawar (bargaining )
Pada fase ini biasanya seseorang telah mampu mengungkapkan rasa
-

marah. Misalnya dengan kata-kata seperti


Kenapa harus terjadi dengan keluarga saya
kalau saja yang sakit bukan anak ku
Seandainya saya hati-hati
Fase depresi ( depression )
Pada fase depresi seseorang akan menunjukan sikap menarik diri, tidak
mau berbicara atau putus asa.gejala fisik pada fase ini biasanya
menolak makan,susah tidur , letih serta dorongan libido menurun.

Fase penerimaan (acceptance)


Fase ini berkaitan dengan reorganisasi perasaan kehilangan. Fikiran
yang selalu berpusat pada objek atau orang yang hilang akan mulai
berkurang atau hilang . klien telah menerima kehilangan yang
dialaminya. Gambaran tentang orang yang hilang mulai dilepaskan dan
secara bertahap perhatiannya akan beralih kepada objek yang baru.
Fase ini biasanya dinyatakan dengan apa yang dapat saya lakukan
agar sya cepat sembuh . apabila individu dapat memulai fase ini dan
menerima dengan perasaan damai ,maka dia akan mengakhiri proses
berduka serta mengatasi perasaan kehilangan dengan tuntas. Tetapi bila
tidak dapat menerima fase ini maka ia akan mempengaruhi
kemampuannya dalam mengatasi perasaan kehilangan selanjutnya.

Fase kehilangan menurut Engel:


1. Fase pertama, pada fase ini individu menyangkal realitas kehilangan
dan mungkin menarik diri, duduk tidak bergerak atau menerawang
tanpa tujuan. Reaksi fisik dapat berupa pingsan, diare, keringat
berlebih.
2. Fase kedua, pada fase kedua ini individu mulai merasa kehilangan
secara tiba-tiba dan mungkin mengalami keputusasaan secara
mendadak terjadi marah, bersalah, frustasi dan depresi.
3. Fase ketiga adalah fase realistis kehilangan. Individu sudah mulai
mengenali hidup, marah dan depresi, sudah mulai menghilang dan
indivudu sudah mulai bergerak ke berkembangnya keasadaran.

Fase berduka menurut Rando:


1. Penghindaran
Pada fase ini terjadi syok, menyangkal, dan ketidak percayaan
2. Konfrontasi
Pada fase ini terjadi luapan emosi yang sangat tinggi ketika klien secara
berulang melawan kehilangan mereka dan kedudukan mereka paling
dalam.
3. Akomodasi

Pada fase ini klien secara bertahap terjadi penurunan duka yang akut dan
mulai memasuki kembali secara emosional dan social sehari-hari dimana
klien belajar hidup dengan kehidupan mereka.

Menurut Lambert and Lambert ( 1985 ) 3 fase :


1. Repudiation ( Penolakan )
2. Recognition ( Pengenalan )
3. Reconciliation (Pemulihan /reorganisasi )

3. Jelaskan tentang fase yang dialami oleh klien tersebut !


Pembahasan :
Pada fase kehilangan menurut Engel klien berada dalam fase pertama yaitu
klien menarik diri dengan tidak mau berbicara pada orang lain.
Pada Fase berduka menurut Randoklien tersebut termasuk dalam fase
penghindaran, sesuai dengan fase penghindaran yaitu adanya syok,
menyangkal dan ketidak percayaan. Syok dan ketidak percayaan ditunjukkan
dengan klien tidak mau berbicara dan masih trauma dengan kejadian yang
telah dialami. Kemudian respon menyangkal ditunjukka dari hasil pengkajian
jika klien pernah mengatakan jika dirinya belum menerima keadaannya.
Di dalam Fase berduka menurut Elizabeth Kubler-rose,yang dialami oleh
klien adalah fase depresi . fase depresi adalah Pada fase depresi seseorang
akan menunjukan sikap menarik diri, tidak mau berbicara atau putus asa.
Gangguan depresi merupakan salah satu bentuk gangguang mood dapat terjadi
pada semua umur. gejala fisik pada fase ini biasanya menolak makan,susah
tidur , letih serta dorongan libido menurun. Gejala fisik tersebut ditunjukan
oleh klien tersebut .
4. Factor apa yang bisa mempengaruhi mekanisme koping pada kasus tersebut !
Pembahasan :
Menurut Gunarsa (1995) mengatakan bahwa mekanisme koping dipengaruhi
oleh beberapa factor antara lain :
Keadaan fisik dan faktor keturunan, konstitusi fisik meliputi sistem
persyarafan, kelenjar otot-otot serta kesehatan dan penyakit.
Factor social dan ekonomi. Faktor ini akan mempengaruhi mekannisme
koping klien menjadi maladaptive seperti pada kasus karena mungkin saja
dalam kehidupan sehai-harinya klien tidak mudah bergaul dan tidak banyak

mempunyai teman sehingga kehilangan yang terjadi pada orang terdekatnya


akan membuat klien merasa kesepian dan ketidak percayaan.
Factor psikologis, contohnya pengalaman belajar,serta frustasi. Jika dalam
kasus ini factor psikologis sangat mempengaruhi respon klien. Kehilangan
orang yang disayangi akan menjadi trauma yang menyebabkan klien
merasakan tekanan psikologis.
Factor kebudayaan ,adat istiadat dan agama.
5. Apakah dampak yang bisa terjadi pada klien apabila kesedihannya dirasakan
dalam waktu yang lama !
Pembahasan :
Dampak yang bisa terjadi pada klien apabila kesedihannya dirasakan dalam
waktu lama adalah depresi. Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu
keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan
terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu
Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih,
rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan
semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Depresi merupakan
salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri. penyebab suatu kondisi
depresi meliputi :
-

Faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmiter di otak


terutama serotonin

Faktor psikologis karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran


perilaku terhadap suatu situasi social

Faktor sosio-lingkungan misalnya karena kehilangan pasangan hidup,


kehilangan pekerjaan, paska bencana, dampak situasi kehidupan seharihari lainnya.
Gejala-gejala depresi :
-

Keadaan emosi depresi/tertekan sebagian besar waktu dalam satu hari,


hampir setiap hari, yang ditandai oleh laporan subjektif (misal: rasa
sedih atau hampa) atau pengamatan orang lain (misal: terlihat seperti
ingin menangis).

Kehilangan minat atau rasa nikmat terhadap semua, atau hampir semua
kegiatan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari
(ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain)

Hilangnya berat badan yang signifikan saat tidak melakukan diet atau
bertambahnya berat badan secara signifikan (misal: perubahan berat
badan lebih dari 5% berat badan sebelumnya dalam satu bulan)

Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari

Kegelisahan atau kelambatan psikomotor hampir setiap hari (dapat


diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif akan
kegelisahan atau merasa lambat)

Perasaan lelah atau kehilangan kekuatan hampir setiap hari

Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau


tidak wajar (bisa merupakan delusi) hampir setiap hari

Berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, atau


sulit membuat keputusan, hampir setiap hari (ditandai oleh laporan
subjektif atau pengamatan orang lain)

Berulang-kali muncul pikiran akan kematian (bukan hanya takut mati),


berulang-kali muncul pikiran untuk bunuh diri tanpa rencana yang
jelas, atau usaha bunuh diri atau rencana yang spesifik untuk
mengakhiri nyawa sendiri

Sesuai penjelasan tersebut diatas pasien kemungkinan mengalami depresi


karena klien tidak banyak berbicara dan masih merasa trauma dengan
kejadian yang dialami. Dengan sikap yang seperti itu perasaan yang klien
alami tidak dapat dieksplore sehingga hanya klien yang akan
memendamnya sendiri tanpa adanya perlakuan yang tepat atas trauma
yang dirasakan. Senakin menumpuknya perasaan trauma tersebut maka
akan dapat menimblkan apa yang disebut dengan depresi. Jika klien
mengalami depresi akan menyebabkan terganggunya aktivitas sosial
sehari-harinya. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih,
klien merasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa,

hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur
dan akan timbul gejala-gejala depresi lainnya seperti yang disebutkan
diatas.
Cara menanggulangi depresi berbeda-beda sesuai dengan keadaan pasien,
namun biasanya merupakan gabungan dari farmakoterapi dan psikoterapi
atau konseling. Dukungan dari orang-orang terdekat serta dukungan
spiritual juga sangat membantu dalam penyembuhan.
6.

Masalah keperawatan apa yang bisa muncul dari kasus tersebut ?


Pembahasan :
- Perubahan status dalam perasaan
- Marah
- Ansietas
- Penghindaran
- Penyangkalan
- Depresi
- Pemisahan diri
- Sulit berkonsentrasi
- Respon terkejut
- Ketakutan
- Dukacita
- Rasa bersalah
Pasien lama kelamaan depresi , menyendiri dan dapat mengalami gangguan
jiwa.

7.

Tindakan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah klien tersebut
Pembahasan :
a. mengidentifikasi tingkat depresi dan membantu
b. mengurangi rasa bersalah
c. Memberikan kesempatan pasien untuk
d. mengkspresikan kesedihannya
e. memberi dukungan non verbal dengan cara duduk

f. disamping pasien dan memegang tangan pasien


g. d. Hargai perasaan pasien
h. e. Bersama pasien membahas pikiran negative yang
i. sering muncul
j. f. Latih mengidentifikasi hal positif yang masih dimiliki

ILMU KEPERAWATAN DASAR 2


Mekanisme Koping Terhadap Kehilangan dan
Situasi Berduka

Oleh :
SGD 1
Rai Rahayu Wiraningsih

1202105001

Kadek Dian Kartika Khrisnayanti

1202105005

Desak Ayu Wulan Mas Suari

1202105010

Ni Putu Rina Puspitasari

1202105015

Gede Eka Wahyudi

1202105008

I Gede Subagia

1202105039

I Made Dian Kharisma Putra

1202105083

Dewa Pt. Gd. Erick Bayu Saputra

1202105085

Putu Venessa

1202105086

Kadek Dwi Wulandari


Ni Luh Dwiari Maharthini

1202105088
1202105090

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2012

DAFTAR PUSTAKA
Patricia A. Potter. 2005. Fundamental of Nursing: Concept, Proses, and
Practice. Jakarta: EGC
Rando TA. 1986. Loss and Anticipatory Grief. Lexington: Lexiton Mass

https://www.google.com/search?hl=en&tbo=d&sclient=psyab&q=mekanisme+koping+maladaptif&oq=mekanisme+koping+mal&gs_l=s
erp.1.1.0i8j0i30.2509.11402.0.14163.51.26.1.0.0.4.1706.12380.31j4j2j0j3j3.13.0.les
%3B..0.0...1c.1.f1K5wzsTiUo&pbx=1&bpcl=40096503&biw=1366&bih=630
&cad=cbv&sei=oHDlUNGzBoGJrAeTsoGIDg

SIMPULAN
Mekanisme koping mal adaptif adalah dalah mekanisme koping yang
menghambat

fungsi

integrasi,

memecah

pertumbuhan,menurunkan

otonomi dan cenderung menguasai lingkungan. Kategorinya adalah makan


berlebihan / tidak makan, bekerja berlebihan, menghindar. Fase-fase
respon berduka menurut Elizabeth Kubler-rose,1969 ada empat yaitu : fase
menyangkal, fase marah-marah, fase tawar menawar dan fase depresi.
Adapun menurut Angel ada tiga tahapan. Menurut Rando terdiri dari fase
penghindaran, konfrontasi dan akomodasi. Serta menurut Lambert and
Lambert ( 1985 ) ada 3 fase : Repudiation ( Penolakan ),
Recognition

Pengenalan

),

danReconciliation

(Pemulihan

/reorganisasi ). Kemudian menurut Gunarsa (1995) mengatakan bahwa

mekanisme koping dipengaruhi oleh beberapa factor keadaan fisik dan


factor keturunan, Factor social dan ekonomi, factor psikologis,
pengalaman belajar,serta frustasi. factor kebudayaan ,adat istiadat dan
agama. Masalah keperawatan dapat muncul dalam kehilangan dan situasi
berduka. Tindakan yang bisa dilakukan perawat secara umum adalah
dukung kebutuhan emosi klien.