Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pelaksanaan PPL Terpadu
Pendidikan merupakan sebuah kebutuahan manusia dalam menjalani
kehidupan dengan proses belajar yang sifatnya kontiniu. Proses belajar di dalam
sebuah lembaga pendidikan formal merupakan sebuah upaya dalam memanusiakan
manusia seutuhnya sesuai dengan tujuan dari pendidikan. Begitu juga dengan
Universitas

Negeri

Medan

sebagai

lembaga

pendidikan

formal

yang

menyelenggarakan program keguruan untuk membentuk dan memproduksi


mahasiswa menjadi calon pendidik (guru). Ini dilakukan dalam rnagka mewujudkan
bangsa Indonesia yang cerdas dan bermoral.
Mahasiswa Unimed yang dipersiapkan untuk menjadi penididik telah
menerima sebuah pengalaman belajar selama dibangku kuliah. Inilah adalah
pembekalan

awal

sebelum

mereka

memasuki

dunia

pendidikan

setelah

menyelesaikan studinya di universitas. Dalam mempersiapkan mahasiswa di kampus


mereka juga harus dipersiapkan juga di luar kampus dalam bentuk latihan-latihan
yang akan melatih mahasiswa lebih mandiri melalui bimbingan dari beberapa pihak
yang terkait.
Program

Pengalaman

Lapangan

(PPL)

terpadu

adalah

kegiatan

penyelenggaraaan perkuliahan di luar kampus berupa latihan memperagakan untuk


kerja keguruan kependidikan, baik mengajar maupun non-mengajar melalui program
intra sekolah dan luar sekolah sehingga mahasiswa calon guru dapat menguasai
perangkat kemampuan yang diperlukan sebagai guru professional. Bertitik tolak dari
pengertian Program Pengalaman Lapangan (PPL) terpadu seperti di kemukakan di
atas, maka bagi mahasiswa calon guru, PPL terpadu memilki makna sebagai suatu
kriteria unjuk kerja yang akan menjadikan mahaiswa calon guru lebih mampu
melaksanakan proses pengajaran dalam keadaan (kondisi) yang sebenarnya. Selain
dari pada itu PPL terpadu merupakan suatu kurikulum wajib yang harus dipenuhi oleh
setiap mahasiswa sebagai salah satu pra-syarat kelulusannya.
Sebagai calon pengemban jabatan professional, guru sudah sepatutnya melalui
PPL Terpadu terbentuk kemampuan memantau diri sendiri mutu unjuk kerja sebagai
ciri keandalan layanan ahli keguruan, yang memilki kesadaran penuh tentang
pelaksanaan tugas-tugasnya, memahami alasan serta mampu memperkirakan dampak
jangka panjang dari setiap keputusan dan tindakan yang diambilnya. Oleh sebab itu,
dalam PPL terpadu mahasiswa calon guru haruslah dibekali dengan pengetahuan,

ketampilan serta sikap yang membuatnya menjadi penyelenggara layanan yang aman,
sehingga dengan demikian, fokus latihan serta kreteria keberhasilan dalam PPL
Terpadu ialah peragaan unjuk kerja yang menyakinkan terbentuknya kemampuan
keguruan secara utuh dan tepadu serta penghayatan sikap dan nilai di dalam situasi
nyata.
Sebagai calon guru yang profesional tidak saja dipersiapkan untuk terjun di
sekolah-sekolah praktek oleh mahasiswa tetapi juga diharuskan untuk terjun
kemasyarakat untuk menempah mahasiwa siap menjadi calon pendidik (guru) yang
profesional di sekolah maupun di masyarakat. Karena dengan terjun langsung ke
lapangan, mahasiswa lebih matang dan mapan dalam menghadapi masalah yan belum
pernah dijumpainya untuk menambah pengalamannya selama ini yang dimilikinya.
Berdasarkan berbagai penjelasan diatas bahwa inilah yang menjadi latar
belakang mengapa Program Pengalaman Lapangan (PPL) terpadu dilaksanakan. Ini
dapat menjadi pegangan bahwa Program Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu
sangat perlu dilaksanakan untuk mencapai tujuannya yang sudah digariskan.
B. Tujuan
Program Pengalaman Lapangan (PPL) terpadu merupakan suatu kegiatan intra
kurikuler yang diwajibkan bagi mahasiswa dalam bentuk latihan atau praktek dalam
rangka pendidikan guru berdasarkan kompetensi tidaklah diartikan sebagai mengajar
saja akan tetapi meliputi latihan mengajar dan tugas kependidikan lainnya di luar
mengajar baik di sekolah maupun di luar sekolah yaitu untuk keterpaduan seluruh
pengalaman lapangan, pembentukan ketrampilan-ketrampilan mengajar secara
terbatas dan mengajar yang sesungguhnya dalam pembentukan profesi kependidikan.
Program Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu mempunyai tujuan yang
sifatnya umum maupun khusus. Secara umum tujuan dilakukannya PPL Terpadu
antara lain :
1. Memperoleh pengetahuan akademik tentang pekerjaan yang relevan dengan
bidang studinya.
2. Membentuk sikap positif terhadap pekerjaan yang akan dilakukan sebagai
bidang keahliannya.
3. Memperkaya pengalaman belajar dan melakukan kegiatan yang relevan
dengan bidang yang ditekuninya.
4. Merupakan pekerjaan dalam konteks social yaitu tempat mahasiswa berada.

Tujuan khusus dari Program Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu adalah


sebagai berikut :
1. Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administratif, akademik dan social
physikologis sekolah tempat pelatihan berlangsung dan lingkungannya.
2. Menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan secara utuh dan
terpadu dalam situasi nyata di bawah bimbingan.
3. Menerapkan berbagai kemampuan keguruan secara utuh dan terpadu dalam
situasi nyata dengan bimbingan ataupun mandiri.
4. Mampu mengembangkan aspek pribadi dan social di lingkungan sekolah.
5. Menarik kesimpulan nilai edukatif dari penghayatan dn pengalaman selama
pelatihan melalui refleksi dan menuangkan hasil refleksi itu dalam bentuk
laporan.
Tujuan inilah yang akan dicapai dengan sebuah targetan dalam pelaksanaan
Program Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu Tahun 2015 di SMK YPT. Pangkalan
Brandan.

BAB II
KEGIATAN-KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
A. Tahap Orientasi/Observasi
Untuk mengetahui keadaan sekolah tempat latihan mengajar maka selama 1
(satu) minggu mahasiswa praktikum melakukan observasi untuk mendapatkan
informasi/keterangan yang diperoleh dari wawancara dan pengamatan dengan Kepala
Sekolah, Pembantu Kepala Sekolah (PKS), Pegawai Tata Usaha/Sekolah, Guru dan
Siswa/i. Pelaksanaannya adalah mulai tanggal 24 Agustus 2015. Pada Tanggal 24
Agustus 2015 adalah kegiatan Pengenalan Mahasiswa PPL Terpadu dengan Siswa/i
SMK YPT. Pangkalan Brandan. Hal-hal yang berhubungan, serta berkaitan dengan
tahap orientasi/observasi di SMK YPT. Pangkalan Brandan

adalah dengan

melakukan rapat bersama pihak sekolah dengan mahasiswa yang melakukan PPL
Terpadu di sekolah tersebut termasuk saya sebagai mahasiswa praktek. Ini dilakukan
untuk memperoleh informasi/keterangan yang dibutuhkan dalam mendukung
aktivitas PPL Terpadu tersebut. Hasil yang diperoleh dalam pertemuan itu adalah
permasalahan guru pamong. Pertemuan selanjutnya adalah melakukan observasi
tentang:
1. Lingkungan fisik dan suasana sekolah.
2. Penyelenggaraan administrasi sekolah.
3. Penyelenggaraan Ko dan Ekstrakurikuler.
4. Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling.
5. Penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) oleh guru pamong
6. Peraturan dan tata tertib sekolah.
7. Perangkat pembelajaran (kurikulum, kalender pendidikan, jadwal belajar
program tahunan/semester, persiapan yang digunakan).
Poin-poin diatas ada sebagaimana lampiran yang disediakan. Selanjutnya
melakukan aktivitas menyusun rencana kegiatan mingguan/bulanan (RK3M) dan
mempersiapkan kegiatan di sekolah dan di luar sekolah sesuai lampiran yang
disediakan. Kegiatan ini dilaksanakan minggu pertama selama berada di lapangan
dalam melakukan orientasi dan observasi. Saya selaku mahasiswa PPL Terpadu di
SMK YPT. Pangkalan Brandan melakukan kegiatan ini sesuai dengan jadwal yang
telah ditentukan.
B. Tahap Latihan Terbimbing

Satu minggu melakukan observasi/observasi di SMK YPT. Pangkalan


Brandan yang merupakan kegiatan yang sifatnya persiapan di sekolah sebelum terjun
untuk mengenal dan memahami kondisi lingkungan baru baik fisik maupun yang
sifatnya non fisik. Sebagai mahasiswa praktikum selanjutnya melakukan kegiatan
mengajar dan tugas tugas keguruan lainnya secara terbimbing oleh guru pamong.
Kegiatan latihan terbimbing ini dilaksanakan mulai minggu setelah observasi
di sekolah atau mulai tanggal 17 September 20 Oktober 2015. Pembahasan ini
hanya terfokus kepada kegiatan di sekolah. Pelatihan keterampilan mengajar secara
terbimbing oleh guru pamong untuk pertama sekali yaitu mengajar, dan saya (calon
guru) mengobservasi/mengamati dari tempat duduk belakang kelas. Setelah seminggu
kedua barulah saya sebagai calon guru mengajar di depan kelas dan pamong duduk di
belakang kelas untuk mengamati saya sebagai calon guru. Guru pamong juga
membimbing saya (calon guru) di dalam menyusun Bahan Ajar.
Dan tugas-tugas lainnya yaitu:
1. Memberikan pelayanan/bimbingan belajar siswa.
2. Menyusun tugas administrasi.
3. Menyusun tugas Ko dan Ekstrakurikuler.
4. Melaksanakan tugas-tugas kependidikan lainnya seperti : upacara bendera,
piket, menyiapkan perangkat-perangkat pembelajaran dan kegiatan yang
berhubungan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
5. Meminta bahan kepada guru pamong untuk persiapan ujian tebimbing dan
kegiatan ujian terbimbing yang dilaksanakan pada jadual yang sudah
ditentukan pada jam pembelajarannya.
Inilah kegiatan yang saya lakukan selama masa tahap bimbingan dalam
menjalani PPL Terpadu di SMK YPT. Pangkalan Brandan. Kegiatan ini terfokus pada
jadwal jam sekolah mulai dari 07.30 13.10 WIB.
C. Tahap Latihan Mandiri.
Tahap latihan mandiri adalah kegiatan yang sifatnya individu dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas. Walaupun sifatnya
mandiri tetapi tetap masih diamati oleh guru pamong. Setelah mengadakan pelatihan
keterampilan mengajar dan tugas keguruan lainnya secara terbimbing oleh guru
pamong. Selanjutnya saya melakukan latihan secara mandiri dimulai dari tanggal 22
Oktober 17 November 2015 yang dilakukan dengan latihan mandiri ini seperti :

1. Membuat persiapan mengajar sesuai dengan petunjuk pamong dan


melaksanakan kegiatan pembelajaran dikelas.
2. Melaksanakan evaluasi hasil belajar.
3. Melaksanakan tugas administrasi sekolah/kelas.
4. Melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling.
5. Melaksanakan tugas yang sifatnya kependidikan.
6. Persiapan dan berkonsultasi dalam menghadapi ujian mandiri dan pelaksanaan
ujian mandiri.
D. Tahap Ujian
E. Kegiatan Luar Sekolah
Kegiatan di luar sekolah merupakan kegaiatan yang sifatnya di luar jam
pelajaran baik dilaksanakan di sekolah maupun di masyarakat. Kegiatan ini adalah
kegiatan non mengajar untuk di masyarakat maupun di lingkungan sekolahan yaitu di
SMK YPT. Pangkalan Brandan. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah kegiatan di
sekolah selesai dilaksanakan. Dimana kegiatannya dilakukan selama kurang lebih 12
(dua belas) minggu yang dimulai dari tanggal 10 September 08 Desember 2015,
dimana kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa secara kelompok dengan
membawa nama PPL Terpadu Unimed 2015.
Kegiatan di luar sekolah di bagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu di masyarakat
sekitar tempat tinggal (posko) mahasiswa PPL Terpadu Unimed 2015 dan di sekolah.
1. Kegiatan di Luar Jam Sekolah.
Kegiatan ini saya dan mahasiswa lainnya melakukan di luar jam sekolah atau
tidak berkaitan dengan pengajaran tetapi pelaksanaan dilaksanakan di sekolah antara
lain :
a. Jumat Bersih
Jumat bersih dilakukan bersama dengan Siswa/i dan para guru yang ada di
sekolah itu pada setiap hari jumat setiap minggunya setelah pulang sekolah. Ini
dilakukan dalam rangka menjalankan 6 K (Kebersihan, Keindahan, Ketertiban,
Kenyaman, Kekeluargaan, Keamanan) di sekolah tersebut dengan membersihkan
dan menata sekolah guna tercapai 6 K.
b. (Kegiatan keolahragaan ) Pra PORSENI
Kegiatan ini dilakukan di luar sekolah yang dilakukan oleh pihak sekolah dan di
bantu mahasiswa PPLT Unimed, yang bertempat di SMK YPT. Pangkalan

Brandan. Sasaran utamanya adalah siswa/siswi SMK YPT. Pangkalan Brandan.


Dimana pertandingannya dilakukan antar kelas, dan akan terseleksi 1 pemenang,
dan pemenangnya diberi hadiah. Pertandingannya dilakukan mulai tanggal 22
Oktober-27 Oktober guna mencari bibit-bibit atletik di antara siswa-siswi SMK
YPT. Pangkalan Brandan yang berbakat di bidang olahraga yang digemarinya.
c. Les Mata Pelajaran Tambahan
Kegiatan ini dilakukan setelah pulang sekolah yang dilakukan oleh mahasiswa
PPLT Unimed, yang bertempat di SMK YPT. Pangkalan Brandan. Sasaran
utamanya adalah siswa/siswi SMK YPT. Pangkalan Brandan kelas XII demi
mengejar target nilai UN yang maksimal. Dimana les yang dilakukan setiap hari
Senin, Selasa dan Sabtu pukul 14.05 sampai 16.05 WIB. Dan les ini dimulai
tanggal 01 Oktober sampai 1 Desember 2015.
d. Arisan Guru-guru SMK YPT. Pangkalan Brandan
Kegiatan ini dilakukan setelah pulang sekolah setiap 2 minggu sekali pada hari
kamis. Kegiatan ini dilakukan oleh guru SMK YPT. Pangkalan Brandan yang
mendapat giliran arisan. Acara yang dilaksanakan adalah acara makan siang
bersama baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

2. Kegiatan di Masyarakat
Kegiatan luar sekolah untuk di masyarakat setelah mengamati dari kebutuhan
masyarakat yang ada di sekitar sekolah/ posko mahasiswa PPL Terpadu Unimed
2015, maka kegiatan yang menjadi program kerja yang akan kami lakukan sebagai
mahasiswa PPL terpadu di Tanjung Pura, antara lain:
a. Gotong Royong
Gotong royong dilakukan bersama dengan Masyarakat, Mahasiswa PPLT Unimed
2015. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal hari Minggu keempat bulan
September tepatnya 30 September 2015. Ini dilakukan dalam rangka menjalankan
6 K (Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, Kenyaman, Kekeluargaan, Keamanan) di
lingkungan dengan membersihkan dan menata lapangan guna tercapai 6 K.
Sekaligus juga membersishkan pemakaman umum Lima Puluh.

b. Les Privat
Sasaran

: Siswa/i SMK YPT. Pangkalan Brandan.

Tujuan

: Membantu dan meningkatkan motivasi Siswa/i yang mengalami


kesulitan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Tempat

: Di Posko Mahasiswa PPLT Unimed 2015 di Jalan Dempo

Jumlah

: 2-5 orang

BAB III
REFLEKSI TERHADAP PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Refleksi Tahap Orientasi/Observasi
Orientasi dan observasi merupakan tugas awal calon guru di tempat latihan
selama satu minggu. Adapun yang diobservasikan adalah lingkungan fisik, sistem
penyelenggaran administrasi, struktur organisasi, pelaksanaan kegiatan belajar
mengajar, peraturan dan tata tertib sekolah.
Observasi ini dilakukan dalam jangka waktu satu minggu. Di dalam observasi
ini kita melihat keadaan yang ada di SMK YPT. Pangkalan Brandan, mulai dari luar
sekolah, keadaan ruangan belajar, dan lain-lain. Observasi ini dilakukan dengan baik
dan lancar atas bantuan dari pihak Kepala Sekolah, Pembantu Kepala Sekolah (PKS),
guru pamong, staf pengajar dan pegawai/staf Sekolah.
Setelah saya melihat dan mengobservasi keadaan sekolah, maka saya
memberi kesan bahwa SMK YPT. Pangkalan Brandan situasi dan kondisinya sangat
baik untuk mendukung pelaksanaan proses kegaitan belajar mengajar (KBM) karena
letaknya yang jauh dari keramaian. Begitu juga masyarakat yang mendukung
terciptanya suasana yang kondusif dan guru yang memandu dalam keberlangsungan
proses KBM.
B. Refleksi Tahap Latihan Terbimbing.
Melaksanakan kegiatan mengajar dan tugas-tugas, mahasiswa praktikan
bahwa tugas melaksanakan belajar mengajar sangatlah berat, dimana mahasiswa
praktikan (calon guru) tidak hanya dituntut untuk dapat dimulai mengajar saja tetapi
juga harus mampu mengelola kelas agar proses belajar mengajar dapat berjalan
dengan baik.
Namun meskipun demikian, dalam masa terbimbing ini mahasiswa praktikan
masih terus dibantu oleh guru pamong sehingga akhirnya mampu untuk
melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara mandiri. Sebagai bahan refleksi
bersama bahwa dalam latihan terbimbing inilah kita masih dibimbing dalam
melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.
Permasalahan yang terlihat pada masa bimbingan adalah kurangnya kesiapan
kita dalam menyiapkan proses kegiatan belajar mengajar karena kekurangan
pengalaman kita dalam mengajar. Oleh karena itu kita sebagai calon guru harus
menyiapkan terlebih dahulu sebelum kita mengajar agar di dalam kelas tidak terjadi

permasalahan. Sebagai bahan refleksi bersama adalah bahwa dalam masa bimbingan
inilah kita sebagai calon guru lebih banyak bahkan harus sering melakukan konsultasi
dengan guru pamong agar kita lebih terbimbing dan dapat diarahkan sehingga tidak
ada hambatan karena guru pamong lebih tahu kondisi di dalam kelas.
Proses belajar yang baik adalah dengan menyiapkan perangkat belajar apalagi
sekarang dengan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP) kita
diharuskan dapat mengaktifkan siswa untuk beraktivitas. Calon guru banyak
hambatan pada penerapan seutuhnya KTSP ini. Siswa SMK YPT. Pangkalan Brandan
ada yang belum siap dalam menghadapinya. Sebagai bahan refleksi dan pada masa
bimbingan ini kita harus melakukan persiapan dalam menyiapkan perangkat belajar
bersama-sama dengan guru pamong agar proses belajar di dalam kelas dapat berhasil
karena kita masih masa bimbingan.
C. Refleksi Tahap Latihan Mandiri
Pelaksanaan pelatihan ketrampilan mengajar dan tugas-tugas keguruannya
lainnya secara mandiri dilaksanakan selama 5 (lima) minggu, dimana pratikan
melaksanakan kegiatan mengajar di depan kelas secara mandiri tanpa bantuan dari
guru pamong. Karena dianggap telah mampu untuk melaksanakan kegiatan belajar
mengajar dan mengelolah kelas dengan baik.
Dari pelaksanaan kegaitan mengajar dan tugas-tugas lainnya secara mandiri,
saya mendapatkan suatu nilai tambah mengenai bagaimana cara mengelolah orangorang yang berlainan karakter agar mau mengikuti instruksi saya sebagai calon guru
dalam proses belajar mengajar. Tetapi dalam latihan mandiri ini masih terdapat halhal yang menjadi hambatan pada proses belajar mengajar baik di dalam kelas maupun
di luar kelas. Seperti halnya masa latihan terbimbing hampir sama permasalahaannya
dengan masa latihan mandiri seperti permasalahan klasik yaitu masalah ketidak
siapan siswa dalam hal mengahadapi proses kegiatan belajarnya. Siswa haruslah
disiapkan dalam hal mental dan fasilitas yang mendukung kegiatan belajarnya dan
calon guru harus lebih mematangkan persiapan dengan kemandirian menyiapkan
perangkat belajar seperti kurikulum dan media yang digunakan.
Dalam 5 (lima) minggu agar masa tahapan latihan mandiri lebih baik yaitu
dengan melakukan persiapan perangkat belajar baik disiapkan oleh siswa sebagai
objeknya dan guru sebagai subjeknya sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai
dengan baik. Begitu juga yang berkaitan dan berhubung dengan proses masa tahap

10

latihan mandiri ini harus disiapkan jauh-jauh hari sehingga apa yang diinginkan siswa
dan guru dapat dicapai.

D. Refleksi Kegiatan Luar Sekolah.


Kegiatan luar sekolah merupakan kegiatan yang berkaitan dengan tahapan
orientasi/observasi kesekolah dan masyarakat. Kegiatan yang saya laksanakan
bersama-sama mahasiswa lain adalah suatu kegiatan latihan kemandirian dan sifatnya
yang berkelompok dan atas nama PPL Terpadu Unimed 2015. Kegiatan di luar
sekolah yang sudah dilaksanakan baik yang ada di sekolah ataupun masyarakat masih
terdapat hambatan walaupun dapat teratasi, tetapi mudah-mudahan hambatan kedepan
tidak terjadi lagi.
Hambatan yang terjadi pada tahapan kegiatan luar sekolah adalah masalah
dana/biaya yang dikeluarkan setiap kegiatan. Masalah kekompakkan team PPL
Tepadu, kondisi teknis di lapangan. Inilah hambatan yang dihadapi walaupun tidak
secara maksimal teratasi mudah-mudahan ke depan dapat disikapi denganberbagai
solusinya seperti mengalokasikan dana/biaya kegiatan dan penghematan dana/biaya
dalam setiap kegiatan. Kekompakkan team melalui rasa gotong royong dan
kebersamaan serta saling membutuhkan dalm setiap penyelesaian masalah.
Permasalahan teknis di lapangan harus dipikirkan bersama agar tidak terjadi
kerancuan di dalam pelaksanaan kegiatan di luar sekolah.
Hambatan dan solusi dalam penyelesaian masalah hal yang haus dipikirkan
bersama karena ini akan menjadi bahan pertimbangan kegiatan selanjutnya agar tidak
terdapat hambatan yang akan mengganjal setiap kegiatan atau meminimalisir setiap
permasalahan yang ada agar setiap kegiatan yang diuat dapat berjalan sesuai dengan
rencana untuk mencapai tujuan dan targetannya yang akan dicapai.

11

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapatlah diambil beberapa point kesimpulan
dalam pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) Tepadu Unimed 2015 yang
dilaksanakan selama 12 (dua belas) minggu di SMK YPT. Pangkalan Brandan antara
lain :
1. Keadaan fisik dan lingkungan SMK YPT. Pangkalan Brandan sangat kondusif
untuk mendukung kegiatan proses belajar mengajar.
2. Hubungan antara siswa, guru, dan tenaga administrasi baik dan lancar dalam
hubungannya sehingga kegiatan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
3. Mahasiswa yang melaksanakan latihan mengajar terbimbing oleh guru
pamong yang telah ditetapkan sehingga proses kegiatan yang berhubungan
dengan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik sesuai rencana hingga
proses ujian akhir.
4. Kegiatan yang menjadi program kerja PPL Terpadu Unimed 2015 di SMK
YPT. Pangkalan Brandan berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan
baik kegiatan yang dilaksanakan sekolah maupun di luar sekolah. Walaupun
ada hambatan dalam pelaksanaan kegaitan namun dapat teratasi dengan
beberapa solusi yang dianggap relevan mengenai masalah tersebut. Sehingga
dengan demikian pelaksanaan PPL Terpadu Unimed 2015 di SMK YPT.
Pangkalan Brandan dapat berjalan dengan baik atas kerja sama antara
mahasiswa, pihak sekolah maupun masyarakat dan Dosen Pembimbing
Lapangan.

12