Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fundraising dan crowdfunding (penggalangan dana dari publik) mungkin sudah sering
terdengar dengan kehadiran beberapa website crowdfunding di luar negeri seperti Kickstarter dan
Indiegogo. Di Indonesia sendiri juga sudah ada beberapa startup yang bergerak di bidang
tersebut, yakni KitaBisa, Wujudkan, dan Crowdtivate. Website crowdfunding merupakan salah
satu contoh dari sistem e-commerce yang bertujuan untuk penggalangan dana dari publik. Dana
yang diperoleh dari publik digunakan untuk mendanai berbagai kegiatan, mulai dari pembuatan
film, pendanaan untuk bisnis baru hingga donasi untuk lembaga-lembaga sosial.
Atambua 390 Celsius adalah salah satu film karya anak negeri yang sukses didanai
melalui situs crowdfunding wujudkan.com yang diprakarsai Mandy Marahimin dan tiga
rekannya. Sistem penggalangannya all or nothing: Jika target tak tercapai, uang dikembalikan
kepada donatur. Website crowdfunding menunjukkan bahwa dengan kemajuan teknologi
informasi yang sedemikian rupa, banyak ide-ide dan bantuan dapat disalurkan kepada pihakpihak yang membutuhkan. Crowdfunding berbasis donasi yang digunakan dalam pembuatan film
Atambua 390 Celsius dapat diterapkan juga dalam lembaga sosial yang menggantungkan
penggalangan dana dari donator untuk kelangsungan hidupnya.
Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya merupakan lembaga sosial yang benar-benar
amanah serta mampu berperan serta secara aktif dalam mengangkat derajat dan martabat umat
Islam, khususnya di Jawa Timur. Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya mengumpulkan dana
masyarakat atau umat baik dalam bentuk zakat, infaq, shadaqah, maupun lainnya dan
menyalurkannya dengan amanah, serta secara efektif dan efisien untuk kegiatan-kegiatan yaitu
meningkatkan kualitas sekolah-sekolah islam, menyantuni dan memberdayakan anak yatim,
miskin, dan terlantar, memberdayakan operasional dan fisik masjid, serta memakmurkannya, dan
memberikan bantuan kemanusiaan bagi anggota masyarakat yang mengalami musibah dan
membantu usaha-usaha dakwah dengan memperkuat peranan khususnya yang berada di daerah
pedesaan atau terpencil.

Setiyo Iswoyo dan Hamid Abidin menyatakan bahwa secara umum ada tiga cara yang
bisa ditempuh oleh lembaga sosial dalam menggalang dukungan dari masyarakat :
Pertama, menggalang dana dari sumber yang tersedia, baik dari perorangan, perusahaan,
ataupun pemerintah. Untuk menggalangnya, mereka bisa menggunakan beberapa strategi. Yaitu,
direct mail, media campaign. Keanggotaan, special event, endowment, dan sebagainya. Kedua,
menciptakan sumber dana baru. Upaya itu dilakukan dengan cara membangun unit-unit usaha
dan ekonomi yang mampu menghasilkan pendapatan lembaga (earned income).

Ketiga,

mengkapitalisasi sumber daya non financial. Disini, lembaga bisa menciptakan dana dari sumber
non financial. (2006:3).
Dalam hal ini media campaign menjadi salah satu cara yang cenderung banyak
dipergunakan oleh beberapa lembaga sosial yang secara spesifik mengelola dana-dana sosial
masyarakat. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Michael Norton, yang menyatakan bahwa :
Anda juga dapat menggunakan iklan meningkatkan kesadaran anggota masyarakat mengenai
kegiatan amal Anda melalui kampanye promosi mengenai apa yang sedang anda lakukan.
(2002:366).
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana mendesign sistem baru, agar lebih banyak dana yang didapat dari donatur

pada Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya ?


1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penulis dalam penelitian ini yaitu :
1. Terwujudnya sistem e-commerce customer to customer (C2C) yang dapat menghemat
waktu, tenaga, dan biaya, serta memperluas jangkauan wilayah penyaluran dana dan
donatur.
2. Memberikan kemudahan bagi para donatur untuk melakukan sedekah lewat media online
secara real time dimanapun dan kapanpun.
3. Dapat memetakan wilayah wilayah mana yang membutuhkan bantuan donasi dari
Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya dengan lebih detail.
4. Mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin muncul saat sistem manual dijalankan.
1.4 Manfaat Penelitian:
2

1. Bagi Penulis:
a. Mampu mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang sesuai dengan disiplin
ilmu pengetahuan
b. Mampu membuat analisis dan perancangan sistem e-commerce pada lembaga
sosial.
2. Bagi Perguruan Tinggi:
a. Menjadi tolak ukur pembelajaran dan sarana peningkatan pembelajaran di masa
yang akan datang.

2.1

BAB II
LANDASAN TEORI
Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian

internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh
akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau
suatu strategi bisnis.
2.2

E-commerce
E-commerce atau Electronic Commerce secara harfiah berarti perdagangan secara

elektronik. Penerapan konsep ini dapat berupa berdagang secara telephone,e-mail, dan lain
sebagainya yang merupakan perangkat elektronik. E-commerce merupakan penerapan teknologi
informasi untuk membantu sistem informasi berjalan lebih efektif dan effisien. Menurut Laudon
3

dan Laudon (2010:403), e-commerce adalah lingkungan digital yang memungkinkan transaksi
komersial terjadi diantara banyak organisasi dan individu. Yulimar (2006:22) berpendapat bahwa
e-commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnin yang
menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan
perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
2.3

Geographic Information System (GIS)


Geographic Information System (GIS) adalah suatu kategori khusus dari alat bantu untuk

membantu para pengambil keputusan memvisualisasikan permasalahan yang memerlukan


pengetahuan mengenai distribusi secara geografis atas orang atau sumber daya lainnya.
2.4

System Cycle Life


Siklus hidup sistem (system cycle life) adalah metode pengembangan sistem informasi

yang paling tua. Metodologi siklus hidup adalah pendekatan bertahap untuk membangun sistem,
membagi pengembangan sistem menjadi tahapan-tahapan yang formal, seperti mempunyai
pendapat berbeda tentang bagaimana membagi tahapan pengembangan sistem, tetapi mereka
secara umum bersesuaian dengan tahapan-tahapan pengembangan sistem yang baru.
2.5

Rapid Application Development


Pengembangan aplikasi cepat (rapid application development) digunakan untuk

menggambarkan proses pembuatan sistem yang dapat dilangsungkan dalam waktu yang sangat
singkat. RAD mencakup penggunaan pemrograma visual dan perangkat lainnya untuk membuat
antarmuka grafis bagi pengguna, pembuatan prototype iterative dari elemen-elemen sistem yang
terpenting, otomatisasi pembuatan kode program, dan kerja sama erat antara pengguna akhir dan
spesialis sistem informasi.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1

Sejarah Perusahaan
H. Abdul Karim salah satu pendiri Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya mempunyai

rutinitas setiap bada subuh berkeliling dipinggiran kota Surabaya. Beliau sering mendapati
masjid yang terbengkalai pembangunannya karena kekurangan dana. Lalu beliau mengajak para
dermawan muslim jamaah masjid Sl- Falah Surabaya untuk menghimpun dana untuk membantu
masjid-masjid tersebut. Kebiasaan tersebut akhirnya menginspirasi terbentuknya lembaga amil
zakat, Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya.Nama-nama para pendiri Yayasan Dana Sosial Al
Falah Surabaya: H. Abdul Karim (Alm), A. Hassani Abdurachman (Alm), H. Said Ali Husain
(Alm), Rusdi Affandi (Alm), Adnan Djoepri (Alm), H. Syamsuri Mertoyoso (Alm), H. Misbach
(Alm), H. Cholid Abri (Alm), H. Farouk Baswedan (Alm), H. Aun Abdullah Baroh, Fauzi Salim
Martak.
Perjalanan kantor YDSF bermula di masjid Al-Falah Surabaya (1987-1990). Masjid yang
terletak di Jalan Raya Darmo 137 A Surabaya ini merupakan tonggak sejarah Yayasan Dana
Sosial Al Falah Surabaya. Tepatnya di ruang lantai 2 masjid ini YDSF dicetuskan. Lalu
muncullah ide dari beberapa pengurus dan aktivis muda masjid Al-Falah untuk melembagakan
konsep tersebut.
3.2 Visi dan Misi

Visi Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya sebagai lembaga sosial yang benar-benar
amanah serta mampu berperan serta secara aktif dalam mengangkat derajat dan martabat umat
Islam, khususnya di Jawa Timur.
Misi Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya mengumpulkan dana masyarakat atau umat baik
dalam bentuk zakat, infaq, shadaqah, maupun lainnya dan menyalurkannya dengan amanah, serta
secara efektif dan efisien untuk kegiatan-kegiatan yaitu meningkatkan kualitas sekolah-sekolah
islam, menyantuni dan memberdayakan anak yatim, miskin, dan terlantar, memberdayakan
operasional dan fisik masjid, serta memakmurkannya, dan memberikan bantuan kemanusiaan
bagi anggota masyarakat yang mengalami musibah, dan membantu usaha-usaha dakwah dengan
memperkuat peranan para dai khususnya yang berada di daerah pedesaan atau terpencil,
3.3. Susunan Pengurus Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya.
a.

Pembina
1. Ketua : Prof. Mahmud Zaki, MSc.
2. Anggota :Prof. Dr. Ir. HM. Nuh, DEA (sejak 2009 menjadi Mendiknas RI)

H. Moh. Farid Jahja, Fauzi Salim Martak


b.

Pengawas
1. Ketua : Drs. H. Zulfikar Ismail Ak
2. Anggota : Drs. HM. Taufik AB dan Ir. H. Abdul Ghaffar AS

c.

Pengurus
1. Ketua : Ir. H. Abdul Kadir Baraja
2. Sekretaris : Ir. H.Shakib Abdullah,MBA
3. Bendahara : H. Aun Bin Abdullah Baro

3.4 Sistem Informasi Penggalangan Dana Yang Berjalan Saat Ini


Secara garis besar sistem Penggalangan Dana yang terjadi dalam Yayasan Dana Sosial Al
Falah Surabaya berlangsung secara manual dengan menggunakan Pembayaran langsung dengan

mengunjungi konter layanan Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya sehingga memerlukan
waktu dan tenaga yang lama.
3.5 Sistem Informasi Penggalangan Dana Yang Disarankan
Kita tahu saat ini banyak orang menggunakan jejaring sosial sebagai media komunikasi.
Jejaring sosial yang sering digunakan oleh banyak orang adalah Facebook dan Twitter. Setiap
orang menggunakan jejaring sosial ini untuk berbagi cerita, melakukan bisnis, melakukan
kegiatan perlombaan, membuat grup atau bertukar informasi. website Yayasan Dana Sosial Al
Falah Surabaya memudahkan kita untuk saling berbagi dengan menggunakan Facebook dan
Twitter sebagai media untuk menggalang dana online. Kita dengan mudah mengundang keluarga
dan teman-teman melalui jejaring tersebut untuk menyumbangkan sebagian rejeki yang dimiliki
bagi yang membutuhkan. Cara menggalang dana dengan cukup website Yayasan Dana Sosial Al
Falah Surabaya mendaftar atau login melalui Facebook dan Twitter, membuat postingan donasi
yang kita butuhkan, berbagi link dengan teman dan mengumpulkan sumbangan. Untuk biaya,
kita tak perlu khawatir karena adalah media sosial yang sama sekali tidak menagih biaya
sepeserpun. Bagi donatur juga tidak dikenakan biaya apapun untuk menyumbangkan ke halaman
postingan . website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya yang kita buat.
Cara Kerja website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya. website Yayasan Dana
Sosial Al Falah Surabaya membuatnya menjadi sangat mudah untuk memulai berbagi dan
memohon bantuan di website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya. Dalam website Yayasan
Dana Sosial Al Falah Surabaya, pengguna di bagi 2 kepentingan yaitu Penyumbang dan
Pemohon Bantuan.
Memulai untuk Memohon Bantuan :
1. Login cepat menggunakan twitter atau facebook
2. Klik tombol Mulai Permohonan
3. Mulailah mengisi form data-data sesuai dengan step-step yang telah ditentukan
4. Setujui syarat dan kondisi lalu submit data permohonan
5. Permohonan anda akan di proses dan dikonfirmasi terlebih dahulu oleh Dompet Dhuafa
sebelum ditampilkan di website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya.
Memulai untuk Membantu :
1. Login cepat menggunakan twitter atau facebook
7

2. Pilihlah dan klik tombol DONASI SEKARANG! pada kasus yang ingin Anda bantu
3. Setelah Anda masuk kedalam halaman kasus, Anda dapat langsung membagi informasinya
kepada teman-teman Anda lewat tombol shered facebook dan twitter
4. Pilihlah voucher bantuan yang terdapat pada halaman kasus tersebut
5. Setelah itu, Anda langsung masuk kedalam halaman cart, disini Anda bisa menambah voucher
bantuan lagi untuk membantu kasus yang lain
6. Klik tombol lanjutkan, Anda akan masuk ke halaman mengisi form identitas guna
melengkapi informasi data diri Anda sebagai penyumbang
7. Setelah itu, pembayaran voucher sumbangan akan dilakukan di dalam sistem iPayMu
8. Pembayaran voucher selesai, pembayaran akan diterima, dikonfirmasi dan disalurkan oleh
Pihak Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya dengan sebaik-baiknya.
Website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya merancang sedemikian rupa agar kita
mengetahui bagaimana kita menerima donasi secara online. Segera setelah sign-up kita akan
berbagi link donasi halaman kita dengan teman, rekan dan keluarga. Pengunjung yang
mengunjungi halaman donasi akan melengkapi sumbangan mereka pada halaman postingan
menggunakan payment online iPayMu dan kita akan langsung menerima setiap pembayaran.
Seluruh proses tersebut hanya memakan waktu kurang dari satu menit. Sebuah account iPaymu
yang dibuat untuk kita nantinya selama proses pendaftaran akan dikenakan beban biaya atau
tidak tergantung pada pilihan yang kita tentukan, iPaymu akan digunakan untuk memproses
pembayaran. Kedua layanan membebankan biaya yang kecil pada setiap pembayaran yang kita
terima.
Kita segera mendapatkan donasi setelah target penggalian dana terpenuhi dan pihak
Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya telah mengkonfirmasi bahwa permohonan bantuan
selesai dan keberadaan kita benar adanya. Jadi bagi para pemberi bantuan tak perlu khawatir
akan adanya kasus penipuan yang mengatas namakan penggalangan dana karena pihak Yayasan
Dana Sosial Al Falah Surabaya akan mengkonfirmasi setiap pemohon adalah benar adanya dan
benar-benar mebutuhkan. Bagi pemohon juga tak perlu khawatir karena setiap pembayaran yang
kita terima melalui halaman postingan adalah milik kita. website Yayasan Dana Sosial Al Falah
Surabaya akan terus menerima sumbangan bahkan setelah jangka waktu target dana kita
terpenuhi. Kelebihan yang dimiliki website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya adalah
8

halaman sumbangan yang cantik dan fitur berbagi yang kuat serta memberikan perintah pusat
online penggalangan dana lengkap yang membuat kita akan merasa yakin.
Berikut adalah contoh halaman donasi di website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya
yang dilakukan oleh Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya Kategori Pemberdayaan
Komunitas.
Pada halaman donasi ini terdapat beberapa menu seperti deskripsi, gambar, jumlah
penyumbang, komentar dan menu bagikan. Menu deskripsi menggambarkan latar belakang
penggalangan dana itu dilakukan. Pada halaman donasi ini menjelaskan deskripsi tentang
penggalangan dana untuk Penderita Gangguan Jiwa Terlantar yang sebagian besar hidup terlantar
dijalan dan menjadi gelandangan. Penggalangan dana ini dilakukan oleh Yayasan Dana Sosial Al
Falah Surabaya yang bekerjasama dengan Yayasan Keris Nangtung untuk mengajak masyarakat
mendukung program penanggulangan penderita gangguan jiwa.
Pada kolom donasi akan terlihat jumlah dana yang sudah terkumpul serta target yang
dana yang akan dikumpulkan. Disana juga dijelaskan tenggang waktu pengumpulan donasi.
Untuk menyumbang, kita dapat memilih voucher donasi sesuai dengan kemampuan kita, voucher
yang tersedia adalah Rp. 100.000,- dan Rp. 50.000,-. Agar donasi dapat meningkat maka kita
dapat membantu dengan mengirimkan berita penggalangan ini ke jejaring sosial Facebook dan
Twitter melalui menu bagikan dengan harapan jumlah pendonasi bertambah sehingga donasi
yang terkumpul dapat meningkat.

BAB V
PENUTUP
4.1

Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di bab sebelumnya, kesimpulan dari penelitian ini

adalah :
1. Penggunan website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya cenderung menembus
berbagai rintangan, batas bangsa, dan donatur berhubungan langsung dengan pihak
Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya, walaupun donatur berada di luar negeri.
2. Penggunaan website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya dengan Situs Web. pihak
Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya bukan hanya sekedar menyajikan informasi
penggalangan dana melainkan digunakan untuk berdialog, berdiskusi, dan berkonsultasi
dengan konsumen secara On-line.
4.2

Saran
Dari kesimpulan pembahasan diatas, saran untuk penelitian ini yaitu dengan

menggunakan website Yayasan Dana Sosial Al Falah Surabaya dapat membantu pihak Yayasan
Dana Sosial Al Falah Surabaya untuk menganalisis perkembangan penggalangn dana dan juga
membantu dalam pengambilan keputusan

10

DAFTAR PUSTAKA
Laudon, K. (2010). Management Information System. England: Pearson.
Kotler, Philip dan Kevin I, Keller. 2012. Marketing Management. Fourth Edition. New Jersey:
Pearson.
Mc.Leod, R. (2008). Management Information System. New Jersey: Prentice Hall International.
Kottler, Philip dan Gary M. Amstrong. 2010. Principles Of Marketing. New Jersey: Prentice
Hall.
Gelinas Jr, Ulric J, dan Richard B Dull. 2008. Accounting Information System Seventh Edition.
Canada.Iswoyo & Abidin. 2006,
Inkind Fundraising ; Panduan Praktis Menggalang Hibah Barang bagi Organisasi Nirlaba,
Jakarta, Piramedia.
Michael Norton, 2002. Menggalang Dana ; Penuntun bagi Lembaga Swadaya Masyarakat dan
Organisasi Sukarela di Negara-negara Selatan, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
https://id.techinasia.com/gandengtangan-website-crowdlending-proyek-sosial-indonesia/ diakses
pada tanggal 6 Desember 2015.
http://www.jpnn.com/read/2012/07/13/133648/Mewujudkan-Ide-Kreatif-MelaluiCrowdfunding,-Konsep-Pendanaan-Kolaboratif- diakses pada tanggal 6 Desember 2015.

11