Anda di halaman 1dari 31

SISTEM INFORMASI

AKUNTANSI
Pertemuan 13
Auditing Teknologi InformasI

KELOMPOK 6

Standar Pelaporan

Materi
Pokok

Laporan Auditor
Pengaruh Situasi yang
Menyebabkan Penyimpangan
Atas Laporan Standar
Pertimbangan Pelaporan Lain

Struktur Audit Laporan


Keuangan

Tujuan utama dan tanggungjawab auditor eksternal


adalah menguji kelayakan dan kebenaran laporan
keuangan sebuah perusahaan. Sementara auditor
internal melayani manajemen sebuah perusahaan,,
auditor eksternal melayani pemegang saham sebuah
perusahaan, pemerintah, dan public umum.
dua komponen penting dalam audit :

Standar ini
menghendaki
pernyataan suatu
pendapat, bukan
pernyataan
tentang fakta.

Dalam standar ini


prinsip akuntansi
berlaku umum
tidak hanya
menyangkut
prinsip akuntasi,
tetapi juga
metode
penerapannya.

Audit Sekitar Komputer


Pemrosesan batch merupakan metode yang dominan
dalam computer, dan pendekatan sekitar computer
(around-the-computer) menyediakan audit yang cukup
memadai.
Dalam dekatan sekitar-komputer, posi pemrosesan
diabaikan. Sebaliknya, dokumen-dokumen sumber
memasok input pada system yang pilih dan disarikan
secara manual sehingga input-input tersebut dapat
dibandingkan dengan outputnya.
Dengan adaya kemajuan dalam teknologi informasi,
pendekatan sekiitar computer tidak lagi digunakan secra
luas. Pendekatan itu secara implicit mengasumsikan
bahwa tidak ada computer.

Auditing Melalui Komputer


Auditing melalui computer dapat didefinsikan sebagai proses
verifikasi atas pengendalian dalam sebuah system
terkoputerisasi.
Audit system informasi untuk memverifikasi kelayakan
pengendalian internal adalah sesuatu yang dilakukan
oleh auditor internal maupun audior eksternal.

Informasi yang disajikan dalam laporan


keuangan diklasifikasikan dan diikhtisarkan
dengan semestinya, yang tidak terlalu rinci
atau pun tidak terlalu ringkas .

Laporan keuangan mencerminkan peristiwa


dan transaksi yang mendasarinya dalam suatu
cara yang menyajikan posisi keuangan, hasil
usaha, dan arus kas dalam batas-batas yang

Auditing dengan Komputer


Auditing dengan computer adalah proses penggunaan TI
(teknologi Informasi) dalam sebuah auditing.
TI digunakan untuk melakukan beberapa kerja audit yang
biasanya secara manual.
Penggunaan TI oleh auditor saat ini bukan lagi bersifat
pilihan, namun hal tersebut menjadi penting karena
hampir semua data yang akan dievaluasi oleh auditor
adalah dalam bentuk elektronik.
Penggunaan TI menjadi penting untuk mengingatkan
efektivitas dan efisiensi auditing.

Auditing dengan Komputer


Manfaat potensial penggunaan teknologi system informasi dalam
audit meliputi beberapa hal berikut ini:

Kertas kerja yang dihasilkan oleh computer umumya lebih dapat


dibaca dan konsisten. Kertas kerja seperti itu dapat juga disimpan,
diakses, dan direvisi dengan mudah.
Dapat menghemat waktu dengan mengurangi penelusuran,
pengecekan silang, dan perhitungan rutin lainnya.
Perhitungan, perbandingan, dan manipulasi data lainnya dilakukan
dengan lebih akurat.
Perhitungan kajian analisis dapat dilakukan dengan lebih efisien dan
lingkungannya pun dapat diperluas.
Informasi proyek seperti angggaran waktu dan proses pemantauan
waktu aktual terhadap jumlah anggaran dapat dihasilkan dan
dianalisis dengan lebih mudah.
Korespondensi audit standar seperti kuesioner dan daftar nama,
surat-surat propodal, dan bentuk laporan dapat disimpa dan
dimodifikasi dengan mudah.
Moral dan produktivitass dapat ditingkatan dengan mengurangi
waktu yang digunakan untuk tugas-tugas yang bersifat klerikal.
Peningkatan efektivias biaya dapat dicapai dengan menggnakan

TEKNOLOGI AUDITING SISTEM


INFORMASI

TEKNOLOGI AUDITING SISTEM


INFORMASI

TEKNOLOGI AUDITING SISTEM


INFORMASI

TEKNOLOGI AUDITING SISTEM


INFORMASI

TEKNOLOGI AUDITING SISTEM


INFORMASI

Data Pengujian
Data pengujian adalah input yang disiapkan oleh
auditor yang berisi baik input yang berisi data valid
dan maupun tidak valid.
Dengan melakukan data pengujian, program masa
ekonomis produksi reguler dapat digunakan, dan hal
ini penting untuk memastikan bahwa data pengujian
tidak memengaruhi file-file yang disimpan oleh sistem.
Data pengujian dapat dilakukan dengan membuat
bentuk input untuk uji transaksi fiktif atau dengan
cara lainnya, dengan mengkaji ulang data input
aktual dan memilih beberapa transaksi riil untuk
pemrosesan sebagai data pengujian.

Pendekatan Fasilitas Uji


Terintegrasi
ITF menggunakan
baik data pengujian dan juga

penciptaan entitas fiktif (misalnya, pemasok,


karyawan, produk, atau rekening) pada file utama
sebuah sistem computer. ITF pada umumnya
digunakan unuk mengaudit sistem aplikasi komputer
besar yang menggunakan teknologi pemrosesan
waktu-riil (real time).

Simulasi Parallel
Simulasi parallel memrosesan data riil melalui pengujia
atau program audit. Output yang disimulasikan dan
output regular dibandingkan dengan tujuan pengawasan.
Simulasi parallel, pemrosesan redundan terhadap seluruh
data input dengan melakukan uji program terpisah,
mengizinkan validasi komprehensif dan sangat tepat
dilaksanakan pada transaksi penting yang memerlukan
audit 100%.

Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang konvensional seperti program
penggunaan sistem, program pemunculan kembali
informasi, atau bahasa program tingkat tinggi (COBOL)
dapat digunakan untuk kegiatan audit ini.

Tujua
n
stand
ar ini:

Memberi jaminan bahwa komparabilitas


(daya banding) di antara dua periode
akuntansi tidak dipengaruhi secara material
oleh perubahan dalam prinsip akuntansi.
Mengharuskan pelaporan yang tepat oleh
auditor apabila komparabilitasnya (daya
banding) telah dipengaruhi secara material
oleh perubahan prinsip akuntansi.

Extended Record
Extended record adalah modifikasi program komputer untuk
menyediakan sebuah rute audit secara komperhensif untuk
transaksi-transaksi tertentu dengan cara mengumpulkannya
dalam satu data tambahan extended record yang berkaitan
dengan pemrosesan, yang biasanya tidak dikumpulkan.

Extended record berisi data dari seluruh program


aplikasi yang terpisah, namun mampu memproses
sebuah transaksi dan menyediakan sebuah rute audit
yang lengkap. Transaksi-transaksi tersebut dapat
diidentifikasi dengan kode-kode khusus, disleksi secara
acak, atau dipilih sebagai eksepsi atas uji edit.

Snapshot
Snapshot

Tracing
Tracing adalah teknik audit lainnya yang berasal dari program
bantu debugging
Tracing biasanya dijalankan dengan menggunakan
sebuah pilihan dalam bahasa kode sumber program
(seperti COBOL). Rute audit yang disediakan oleh
tracing tergantung pada paket tracing tertentu.

Tracing juga dapat mengindikasikan bagian-bagian


dalam kode program yang tidak dieksekusi, yaitu
situasi yang didalamnya beberapa kejadian telah
menghasilkan temuan ketidak tepatan atau
modifikasi yang tidak diotorisasi pada sebuah
program.

Dokumen Tinjauan Sistem


Dokumen tinjauan sistem, seperti deskripsi naratif, flowchart dan
daftar program, mungkin merupakan teknik auditing sistem
informasi yang paling tua dan masih tetap digunakan secara luas.
Pendekatan ini akan cocok khususnya pada audit tahap awal
sebagai persiapan untuk seleksi dan penggunaan teknologi audit
langsung lainnya.

Seorang

auditor

dapat
meminta
personal
omputer
untuk
melakukan
dump
terhadap sebuah file komputer,
yaitu menyediakan bagi auditor
sebuah daftar lengkap isi file.
Atau, auditor dapat meminta
dump daftar bahasa bahasa
sumber program.

Dalam
pengecekan
langsung , auditor secara
manual memproses data
uji atau riil melalui logika
program.
Flowchat
program
dapat
dikaji
ulang dalam cara yang
sama.

Flowchart Pengendalian
dokumentasi khusus untuk
kepentingan auditing dikaji ulang dan
dikembangkan untuk menunjukan sifat
dasar pengendalian aplikasi dalam
sebuah sistem.
Flowchart analitik, Flowchart sistem, dan teknik grafis
lainnya digunakan untuk menggambarkan berbagai
pengendalian dalam sebuah sistem.
Keunggulan utama Flowchart adalah mudah dipahami oeh
auditor, pengguna, dan personal komputer sehingga dapat
memfasilitasi komunikasi antar pihak yang berbeda.

Mapping
Bukti audit yang lebih bersifat langsung yang
berkaitn dengan program dapat diperoleh
dengan memonitor pengoperasian sebuah
program dengan paket pengukuran perangkat
lunak khusus.
Pemetaan dapat digunakan secara
efektif bersama-sama dengan teknik
data pengujian.
Eksekusi sebuah program dengan data
pengujian sebagai input dapat dijadikan
sebuah pemetaan.
Evaluasi
output
pemeantauan
perangkat lunak dapat mengindikasikan
seberapa
luas
input
menguji

Berbagai Jenis Audit


Sistem Informasi

Pendahulu
an (atau
awal)

paragraf
lingkup
(atau
tengah)

Lapor
an
Bentu
k
Baku

paragraf
pendapat
(atau
kesimpula
n)

Pendekatan Umum Pada Audit System


Informasi
Hampir semua pendekatan untuk sebuah audit system
informasi mengikuti beberapa variasi dari sebuah
struktur tiga tahap.

Audit Aplikasi Sistem Informasi


Pengendalian aplikasi dibagi menjadi tiga
wilayah umum, yaitu input, pemrosesan,
output.
Audit aplikasi biasanya meliputi pengkajian
ulang pengendalian yang ada disetiap
wilayah tersebut.
Teknologi khusus yang digunakan akan
tergantung pada kecerdasan dan sumber
daya yang dimiliki auditor.
Data pengujian, ITF atau simulasi pararel
dapat digunakan untuk pengendalian uji
pemrosesan.

Audit Aplikasi Sistem Informasi


Audit pengembangan sistem diarahkan pada aktivitas analisis
sistem dan programmer yang mengembangkan dan
memodifikasi program-program aplikasi, file, prosedur-prosedur
yang terkait.

Audit Pusat Layanan Komputer


Pengendalian umum yang mengatur operasi pusat layanan
computer melengkapi pengendalian aplikasi yang dikembangkan
dalam sistem aplikasi tertentu. Pengendalian umum yang
mengatur operasi computer juga membantu memastikan
ketersediaan yang berkesinambungan atas sumber daya pusat
layanan komputer.

Audit dapat pula dilakukan dalam beberapa bidang. Salah


satunya adalah yang berkaitan dengan pengendalian lingkungan.
System mainframe yang yang berkaitan dengan pusat layanan
komputer besar biasanya memiliki persyaratan suhu dan
kelembapan khusus, yang memerlikam AC.

SESI DISKUSI