Anda di halaman 1dari 5

Obat Sikloplegik

Semua sikloplegik merupakan agen antagonis kolinergik yang bekerja dengan


menghambat neurotransmiter pada reseptor sfingter iris dan korpus silier. Pada
pengobatan uveitis anterior sikloplegik bekerja dengan 3 cara yaitu:

Mengurangi nyeri karena imobilisasi iris

Mencegah adesi iris ke kapsula lensa anterior (sinekia posterior), yang dapat
meningkatkan tekanan intraokular dan menyebabkan glaukoma sekunder.

Menyetabilkan blood-aqueous barrier dan mencegah terjadinya flare.1

Mekanisme
Sikloplegik termasuk obat golongan anticholinergic yang mempunyai
efek midriatik dan sikloplegik. Anticholinergic dikenal juga sebagai antimuskarinik,
cholinergic antagonist, muskarinik antagonist, parasymphatic antagonis atau
parasymphatolitik. Reseptor muskarinik distimulasi oleh lepasnya asetilkolin dari
ujung saraf parasimpatik. Setelah terstimulasi, otot siliaris berkontraksi, menarik
badan siliaris ke depan. Hal ini mengurangi ketengangan pada ligament suspensor
yang menahan lensa. Sehingga lensa menjadi makin konveks yang berarti
peningkatan pada data refraksi untuk membuat akomodasi. Pada saat sikloplegia,
reseptor dari siliaris dihambat sehingga tidak berikatan dengan asetilkolin dan
akomodasi tidak terjadi. Otot siliaris tidak berkontraksi juga menyebabkan otot
sphincter relaksasi sehingga terjadi sikloplegia dan midriasis.1
Jenis obat
Agen sikloplegik yang digunakan dalam terapi uveitis anterior menurut AOA
antara lain:

Atropine 0,5%, 1%, 2%

Homatropin 2%, 5%

Scopolamine 0,25%

Cyclopentolate 0,5%, 1%, 2%.2

Atropine
Atropine merupakan alkaloid yang diekstraksi dari variasi spesies tanaman seperti
atropa belladonna dan hyoscyamus niger.2
Sediaan : larutan 0,5-3%; salep 0,5% dan 1%
Dosis : satu tetes larutan 0,25-0,5% pada masing masing mata 2x sehari, 1-2 hari
sebelum pemeriksaan dan 1 jam sebelum pemeriksaan
Mulai dan lama kerja : mulai kerja dalam 30-40 menit.3
Efek samping atropine dirangkum menjadi sebuah pepatah as blind as a bat, dry as
a bone, red as a beetroot and mad as a hatter dimana buta disebabkan oleh
sikloplegia, kering karena inhibisi dari kelenjar keringat dan ludah (sebagai tanda
pertama keracunan atropine), merah oleh karena vasodilatasi peripheral (untuk
menurunkan panas) dan kegilaan disebabkan oleh efek atropine ke CNS.3
Atropine

menyekat

semua

aktivitas

kolinergik

pada

amat,

sehingga

menimbulkan midriasis ( dilatasi pupil), mata menjadi tidak beraksi terhadap cahaya
dan sikloplegia (ketidakmampuan memfokus untuk meliha dekat).3
Atropine dapat menyebabkan komplikasi seperti demam, takikardi, kejang, serta
kematian, atropine juga kontraindikasi pada pasien dengan down syndrome dan
albinism.3
Cyclopentolate
Sediaan : larutan 0,5%, 1%, dan 2%
Dosis : 1 tetes pada kedua mata dan diulang setelah 10 menit
Mulai kerja : 30-60 menit
lama kerja : kurang dari 24 jam
dapat terjadi neurotoksisitas, yang manifestasi inkoherensi, halusinasi visual, bicara
pelo, dan ataksia.3
Tropicamide
Sediaan : larutan 0,5% dan 1%
Dosis : 1 tetes larutan 1%, dua atau tiga kali dengan interval 5 menit
Mulai kerja : 20-40 menit
Lama kerja : 15-20 menit, bertahan hingga 4-6 jam.3

Homatropine
Sediaan : larutan 2% dan 5%
Dosis : 1 tetes setiap mata dan diulangi dua atau tiga kali dengan interval 10-15 menit
Mulai kerja : 30-60 menit
Lama kerja : 3 jam.3

Table 1. Efek midriasis dan sikloplegia pada obat sikloplegik2

Efek samping
Efek samping dari sikloplegik termasuk reaksi alergik atau hipersensitivitas
dengan konjunktivitis, kelopak mata bengkak, dan dermatitis. Reaksi ini lebih sering
pada atropine dibanding dengan sikloplegik lainnya. Tanda sistemik keracunan
atropine berupa demam, mulut kering, muka kemerahan, nadi cepat, mual muntah,
delirium.3

Table 2. efek samping sikloplegik3

Obat

Bentuk sediaan danWaktu Kerja & Lama Kerja (lk) obat


kandungan
Mydriasis
Cycloplegia

Atropine

Multi-dosis
mata 1 %

tetes30-40
menit1
LK : 7-10 hari
LK : 2 minggu

Homatropine

Multi-dosis
mata 2%

tetes30-60
Lk:1-2 hari

Tropicamide

Multi-dosis
tetes15-30
mata 0,5% & 1%
Lk:4-6 jam

hari

menit30-60
Lk:1-2 hari

menit

menit25
Lk:6 jam

menit

Table 3. midryasis dan cycloplegia

DAFTAR PUSTAKA
1. Bedinghaus, T., Cycloplegic Refraction. Diakses 01 November 2015
http://vision.about.com/od/eyeexamequipment/g/Cycloplegic_Refraction.htm
2. Opthamologic drugs diagnostic and therapeutic uses, 5th ed. 2007
3. Bonci, F. & Lupelli, L. Retinoscopy in infancy: cycloplegic versus non-cycloplegic.
2012