Anda di halaman 1dari 13

Estimasi

Cadangan
dengan Metode
Blok
CHRISTOVERUS
012.31.392

Estimasi Cadangan dengan Metode Blok

Blok Model adalah bagian-bagian berbentuk kubus/kotak yang dimodelkan dan


dibuat secara dinamis sesuai dengan perintah dan data yang ada. Setiap blok
berisi keterangan untuk setiap bagian tertentu atau sebagian besar yang akan
dimodelkan. Beberapa atau sebagian besar blok tersebut dapat berisi nilai string
numerik atau karakter. Setiap blok ditetukan oleh pusat massa geometris dan
suatu dimensi dalam setiap sumbu. Blok tersebut mungkin terdiri dari berbagai
ukuran yang didefenisikan oleh user setelah blok model dibuat, contoh
didefenisikan berdasarkan kadar dan lapisan.

Metode blok model adalah salah satu metode esimasi cadangan


yang efektif digunakan pada bahan galian bijih/mineral karena
menggunakn aribut kadar, kualitas, density, serta litologi sebagai
bahan pertimbangan estimasi cadangan.

Namun dapat pula

digunakan untuk batubara sebagai dasar perhitungan cadangan,


perbedaannya adalah pada jumlah atribut fungsi constrait yang
disematkan

pada

Blok

Model

tersebut

yang

juga

mempengaruhi metode estimasinya yang akan digunakan.

akan

Atribut yang harus dibuat dalam estimasi cadangan


menggunakan Blok Model:

Geological Database (GDB)


Menyimpan data drillhole survey, litologi dan kualitas, menghasilkan rangkuman
standard an laporan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dan menampilkan data
drillhle secar grafis. GDB dapat menampikan litologi, interval, geofisik dan korelasi
serta menyediakan fungsi pmbobotan kadar (Compositing) dan kelayakan (Washability).
Constraints
Constraints adalah kombinasi logical dari satu atau lebih objek spasial pada blok yang
dipilih. Objek yang dapat digunakan dalam constraint adalah bidang permukaan (plane
surface), sebuah DTM, solids (body solids), string tertutup (closed string) dan nilai-nilai
blok atribut. Constraints dapat diimpan dalam fil untuk digunakan kembali dan mungkin
dapat diguakan sebagai komponen dari constraints lainnya.

Metode Invers Distance Weighting (IDW)


Metode Invers Distance Weighting merupakan suatu cara penaksiran yang
telah memperhitungkan adanya hubungan letak ruang (jarak), merupakan
kombinasi linear atau harga rata-rata tertimbang (weighting average) dari
titik-titik data yang ada disekitarnya (Notosiswoyo, 2000).
Suatu cara penaksiran dimana harga rata-rata suatu blok merupakan
kombinasi linear atau harga rata-rata berbobot (weighting average) dari data
lubang bor disekitar blok tersebut. Data di dekat blok memperoleh bobot lebih
besar sedangkan data yang jah dari blok bobotnya lebih kecil. Bobot ini
berbanding terbalik dengan jarak data dari blok yang ditaksir (Notosiswoyo,
2000).
Untuk mendapatkan efek penghalusan atau pemerataan data,
dilakukan factor pangkat. Pilihan dari pangkat yang digunakan (ID1, ID2, dan
ID3) yang berengaruh terhadap hasil taksiran. Semakin tinggi pangkat yang
digunakan akan semakin mendekati hasil taksiran (Notosiswoyo, 2000).

Estimasi dengan Metode Inverse Distance Weighting (IDW)

Untuk ID

Untuk ID

Untuk ID

pangkat

pangkat

pangkat

satu

dua

tiga

Variogram
Variogram merupakan suatu metode analisis secara geostatistik
yang berfungsi untuk mengkuantifikasi tingkat kemiripan atau
variabilitas antara dua conto yang terpisah pada jarak tertentu.
Data yang dekat dengan titik ang ditaksir memiliki
kecenderungan nilai yang lebih mirip dibandingkan data yang
lebih jauh. Variogram dihitung dengan suatu algoritma yang
sederhana yaitu perbedaan rata-rata antara dua titik conto
dengan
jarak
tertentu.Sehingga,
perbedaan
tersebut
kemungkinan lebih kecil atau lebih besar dari 0 (nol), agar
perbedaan tersebut selalu lebih besar dari 0 (nol) maka perlu
diaplikasikan perhitungan statistic yang berdasarkan pada
perbedaan kuadrat.


Dimana:

= (semi) variogram untuk arah tertentu dan jarak h


= 1d, 2d, 3d (d=jarak antar conto)
.. Nd (lag)
= harga (data) pada titik i
= data pada titik yang berjarak h dari i
= jumlah pasangan data

Metode Kriging
Kriging merupakan suatu metode yang digunakan untuk
menganalisis data geostatistik, yaitu untuk menginterpolasi
suatu nilai kandungan mineral berdasarkan data sampel.
Terdapat beragam metode atau teknik kriging. Di
antaranya:
Ordinary Kriging (OK)
Simple Kriging (SK)
Universal Kriging (UK)
Zonal Kriging (ZK)

Berikut diberikan ilustrasi dari prinsip Ordinary Kriging atau Punctual Kriging.
Diberikan:
3 titik yang diketahui elevasinya

diperlukan:
estimasi elevasi di titik P (sebut Ze(p))
dengan menggunakan nilai rata-rata berbobot
dari ketiga titik sampel yang diketahui:

x
P
2

Ze(p) = Wi
Z(pi)

Model ini disebut

Estimasi/ Estimations

Setelah blok model dibuat dan semua atribut yang dibutuhkan ada, maka
selanjutnya harus dilakukan dengan beberapa model estimasi. Hal ini dapat
dilakukan dengan memperkirakan dan menetapkan nilai atribut dari data sampel
yang memiliki koordinat XYZ dan nilai atribut utama Metode estimasi yang dapat
digunakan adalah:
Nearest Neigbour: Menetapkan nilai dari titik sampel yang paling dekat dengan
blok.
Inverse Distance: Menetapkan nilai blok menggunakan estimator jarak invers.
Assign Value: Menetapkan nilai eksplisit ke blok dalam model.
Ordinary Kriging: Menetapkan nilai blok menggunakan Kriging dengan
parameter variogram dikembangkan ke studi
geostatistik.
Indicator Kriging: Fungsi yang berhubungan dengan distribusi kelas blok
probabilistic berasal dari indicator kriging.
Assign Value String: Menetapkan data dari bidang deskripsi segmen tertutup
untuk atribut nilai-nilai blok yang terkandung dalam segmen yang diperpanjang
kea rah salah satu sumbu utama ( X,Y,dan Z).
Import Centroid: Menetapkan nilai blok dari data dalam delimeted atau format
teks tetap.

TERIMA KASIH