Anda di halaman 1dari 3

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
1.

METODE GEOMAGNET
Geomagnet adalah salah satu metode geofisika, metode ini bersifat
spontan karena dapat mendeteksi benda-benda magnet di bawah tanah tetapi
tidak secara langsung dilakukan di bawah tanah melainkan hanya melakukan
pengukuran di atas permukaan tanah.
Dalam IGRF ini disajikan 3 peta kontur yang berlaku secara internasional
dan khusus di Indonesia dibuat oleh PUSLITBANG Geologi Bandung, yang
masing-masing adalah :
a. Peta kontur Intensitas magnetic total (Yogyakarta : 45.600 )
b. Peta kontur Inklinasi (Indonesia -4 s/d -35)
c. Peta kontur Deklinasi (Indonesia hampir 00)

2.

METODE SEISMIK REFRAKSI


Metode seismik refraksi merupakan suatu metode dalam geofisika untuk
mendeteksi bawah permukaan. Metode ini termasuk dalam metode geofisika
aktif. Metode seismik refraksi ini digunakan untuk mendeteksi lapisan bumi
yang dekat permukaan.
Metode seismik dibedakan menjadi dua yaitu seismik pantul (refleksi) dan
seismik bias (refraksi).
Seismik pantul digunakan untuk prospeksi hidrokarbon. Sedangkan
seismik bias digunakan untuk pekerjaan geoteknik, untuk mendeteksi struktur
batuan yang letaknya cukup dangkal dan untuk mengetahui ketebalan dari
overburden.

3.

METODE GEOLISTRIK RESISTIVITY 1D


vi

Geolistrik adalah metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik


dalam bumi dan bagaimana mendeteksinya di permukaan bumi. Dalam hal ini
meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik yang terjadi,
baik secara alamiah maupun akibat injeksi arus ke dalam bumi. Metode
geolistrik ini termasuk dalam metode geofisika aktif.
Pengukuran resistivity diukur dengan cara menginjeksikan arus listrik ke
bawah permukaan bumi menggunakan sepasang elektroda. Karena pada lapisan
bumi memiliki densitas yang berbeda, maka hasil pembacaan pada alat berupa
potensial listrik (volt).
Metode geolistrik tahanan jenis dipakai untuk mencari formasi yang
mengandung air, korelasi stratigrafi dalam lapangan minyak dan pencarian bijih
yang kondusif
4.

METODE GEOLISTRIK RESISTIVITY 2D


Geolistrik merupakan salah satu dari metode geofisika yang dapat
diterapkan dalam dunia pertambangan khususnya dalam eksplorasi yaitu
pencarian mineral, ataupun benda-benda yang mengandung logam dan dapat
pula dilakukan dalam pencarian air tanah atau akifer. Metode geolistrik ini
termasuk dalam metode geofisika aktif.
Pada prinsipnya metode geolistrik tahanan jenis 2D mempunyai dasar
yang sama dengan metode resistivity 1D yang membedakan hanyalah
penggunaan konfigurasi (susunan elektroda) yang digunakan. Pada metode
geolistrik tahanan jenis 2D menggunakan konfigurasi gabungan antara Wenner
dan Schlumberger. Selain itu resistivity 2D dianggap lebih tepat digunakan
untuk teknik pertambangan karena dapat menginterpretasikan lapisan secara
vertikal dan horisontal.

5.

INDUCED POLARIZATION
Induced Polarization adalah metode geofisika yang mempelajari sifat
aliran listrik di dalam bumi, biasanya metode ini digunakan untuk mencari nilai
mineral sulfida. Dari hasil pengolahan data praktikum maka dapat disimpulkan
bahwa dengan menggabungkan data di lapangan yang dibaca oleh alat dengan
data hasil pengolahan software RES2DINV, maka kita dapat menemukan letak

vii

mineral yang mempunyai resistivity rendah. Metode yang digunakan oleh


RES2DINV menggunakan metode invers, sehingga pengolahan data dapat
dilakukan dengan cepat.
SARAN
1.

Mohon alat-alat yang kondisinya kurang baik, direparasi atau diganti yang lebih
baik dan canggih agar praktikan dapat lebih mengenal dan memahami

2.

aplikasinya di lapangan.
Agar diusahakan punya alat tidak hanya satu, karena bila alat rusak praktikan

3.

tidak hanya simulasi saja, tetapi bisa memakai alat yang satunya lagi.
Pemahaman dan persepsi pengajaran setiap asisten agar lebih disamakan lagi.

viii