Anda di halaman 1dari 55

PROSES PEMBUATAN

SEMEN

Disususn Oleh :
Ockiladia Kusuma Pinandita (2013430058)
Kukuh Prasetyo (201543708)
Anisya Nurul Latif (2015437013)
Melati Miftahul J (2013430057)

Sejarah Semen
Semen berasal dari kata caementum yang berarti bahan perekat Pada awalnya
dikenal di Mesir 500 tahun SM sebagai bahan perekat pada pembuatan piramida
berupa kalsinasi gypsum yang tidak murni.
Kalsinasi menggunakan batu kapur baru digunakan pada zaman Romawi
Tahun 1756 Jhon Smeaton Sarjana Inggris berhasil membuat kapur hidrolisis
dengan cara pencampuran tanah liat (clay) dengan batu kapur (limestone)
dengan perbandingan tertentu, kemudian dibakar (dikenal dengan Artificial lime
twice kilned).
Tahun 1812 James Frost memperbaiki cara Jhon Smeaton dengan menambahkan
Argillaceus (9-40% silica). Semen yang dihasilkan disebut British cement.
Barulah tahun 1824 Joseph Aspadin membuat semen dari kalsinasi batu kapur
dengan tanah liat. Dihaluskan, digiling, dan dibakar jadi lelehan dalam tungku
(terjadi penguraian CaCO3 menjadi CaO dan CO2). CaO bereaksi dengan
senyawa lain membentuk klinker, digiling menjadi tepung yang dikenal dengan
portland.

Jenis Jenis Semen


1.

.
.
.
.
.

Semen Portland
adalah semen hidrolisis yang dihasilkan dengan cara menghaluskan
klinker ( terdiri dari silikat-silikat kalsium yang bersifat hidrolisis),
dengan bahan tambahan berupa gypsum. Klinker adalah nama
gabungan komponen produk semen yang belum diberi bahan lain
untuk memperbaiki sifat semen.
Semen Portland dibagi menjadi 5 type :
Type I ( Ordinary Portland Cement ) mengandung 5% MgO, dan
2,5% SO3
Type II ( Moderate Heat Portland Cement) mengandung 20% SiO2,
6% Al2O3, 6% MgO, dan 8% C3A
Type III (High Early Strength Portland Cement) mengandung 6%
MgO, 3,5-4,5% Al2O3, 35% C3S, dan 15% C3A
Type IV (Low Heat Portland Cement) mengandung 6,5% MgO, 2,3%
SO3, dan 7% C3A
Type V (Shulphato Resistance Portland Cement) mengandung 6%
MgO, 2,3% SO3, dan 5% C3A

Semen Putih ( White Cemen)


Semen yang dibuat dengan bahan baku batu kapur yang mengandung
oksida besi dan oksida magnesia rendah (<1%). Pembakaran pada tanur
putar menggunakan bahan bakar gas untuk mengurangi kontaminasi
abu hasil pembakaran. Kandungannya 24,2% SiO2, 4,2% Al2O3, 0,39%
Fe2O3, 65,8% CaO, 1,1% MgO, dan 0,02% Mn2O3. biasa digunakan
untuk bangunan arsitektur dan dekorasi.
Semen Sumur Minyak (Oil Well Cement)
Semen portland yang dicampur dengan bahan retarder khusus seperti
lignin, asam borat, casein, gula, atau organix hidroksid acid. Fungsi
retarder
untuk
mengurangi
kecepatan
pengerasan
semen
(memperlambatnya ). Kandungannya 6% MgO, 3% SO3, 48-65% C3S,
3% C3A, 24% C4AF + 2C3A, dan 0,75% alkali (NO2). Biasa digunakan
untuk ruangan antara sumur minyak agar terhindar dari pengaruh korosi
air.
Semen Masonry
adalah semen hidolik yang digunakan sebagai adukan konstruksi
masonry, mengandung satu atau lebih blast furnace slagcement (semen
kerak dapur tinggi), semen portland pozzolan, semen alam, dan bahan
penambahnya seperti : kapur padam, batu kapur, chalk, calceous shell,
talk, dan slag.

Semen Berwarna
Dibuat dari penambahan zat warna (pigmen) sebanyak 5-10%
pada saat semen putih digiling. Zat warna yang ditambahkan
harus mempengaruhi selama penyimpanan dan pemakaian semen
tersebut.

Semen Cat
Merupakan tepung semen dari semen portland yang digiling
dengan zat warna, filter, dan water repellent agent.

2.Semen Non Portland


. Semen Alam (Natural Cement)
Dihasilkan dari pembakaran batu kapur dan tanah liat pada suhu 8501000C kemudian digiling menjadi semen halus
. Semen Alumina Tinggi (High Alumina Cement)
Adalah suatu semen kalsium aluminat dibuat dengan meleburkan campuran
batu gamping, bauksit. Ketahanan semen ini terhadap air dan air laut lebih
baik.
. Semen Portland Pozzoland
Merupakan suatu bahan pengikat hidolis yang dibuat dengan menggiling
bersama-sama terak semen portland dan bahan yang mempunyai sifat
pozzoland. Bahan pozzolan yang ditambahkan antara 15-40%. Kandugnan
semen ini : 45-72% SiO3, 10-18% Al2O3, 1-6% Fe2O3, 0,5-3% MgO, 0,3-1,6%
SO3.
. Semen Sorel
Semen yang dibuat melalui reaksi eksotermik larutan magnesium klorida
20% terhadap ramuanm magnesia yang didapat dari kalsinasi magnesit dan
magnesia dari larutan garam. Penggunaanya sebagian besar sebagai semen
lantai

Proses Pembuatan Semen Portland


Pembuatan semen portland terbagi menjadi dua macam
yaitu :
Proses Basah
Pada proses ini, bahan baku dipecah kemudian dengan
menambahkan air dalam jumlah tertentu serta dicampurkan
dengan luluhan tanah liat. Bubur halus dengan kadar air
25-40% (slurry) dikalsinasi dalam tungku panjang (long
rotary kiln).
Proses Kering
Pada proses ini bahan baku diolah (dihancurkan) di dalam
Raw Mill dalam keadaan kering dan halus, dan hasil
penggilingan (tepung baku) dengan kadar air 0,5-1%
dikalsinasi dalam rotari kiln. Proses ini menggunakan panas
sekitar 1500-1900 Kcal /Kg kilnker.

Pembuatan Semen Portland dengan cara kering

1. Proses persiapan bahan baku

. Batu Kapur/Limestone (CaCO3)


Berdasarkan kandungan CaCO3-nya Batu Kapur dapat dibagi 3
kelompok, yaitu :
1. Batu Kapur Kadar Tinggi (High Grade). Kandungan CaCO3 nya
tinggi, lebih dari 93%, MgO maksimal 2%, bersifat rapuh, H 2O
maksimal 5%.
2. Batu Kapur Menengah (Middle Grade). Kandungan CaCO3 88%
92%, bersifat kurang keras.
3. Batu Kapur Kadar Rendah (Low Grade). Kandungan CaCO3 85%87%, bersifat keras.

Tanah Liat/Clay (Al2SiO7.xH2O)


Pasir Besi (Fe2O3)
Pasir silika (SiO2)

Skema proses persiapan bahan baku (Crusheer dan Raw Mill)

Crusher
Crusher adalah suatu mesin yang dipergunakan untuk memperkecil
dimensi/ukuran suatu raw materials. Didalam industri semen, alat
ini banyak digunakan untuk memperkecil ukuran-ukuran/dimensi
limestone, Clay dan lain-lain yang ditambang di Quarry dengan
cara peledakan dimana ukuran/dimensi raw material masih cukup
besar.
Jenis crusher dibagi 3 :
1. Jaw Crusher (compressive crusher)
-Single toggle jaw crusher
-Double toggle jaw crusher
2. Impact crusher
3. Double shatf hammer crusher
Unit perlengkapan Crusher
. Weight Feeder (Apron feeder , Chain feder ,Grizzly feeder )
. Screening ( Grizzly, Vibrating screen, scillating screen,
Reciprocating screen, Shifting screen, Revolving screen)

Belt conveyor
Bel conveyor terdiri dari Belt , Idler , Cantering, Pemberat (takeup
atau counter weight), Bending the belt , Trippers, Pembersih belt ,
Skirt , Hold back , Kerangka
Raw Mill
Raw Mill merupakan suatu peralatan yang berfungsi untuk
menghaluskan dan mengeringkan material produk dari Crusher.
Peralatan ini memakai sistem grinding table dan aliran udara panas,
pengering yang berasal dari cooler dengan suhu 86C. Raw Mill
mempunyai kapasitas 600 ton/jam.
Material Mix produk dari Crusher dihaluskan dan material
koreksi yang terdiri dari limestone hight gradt, Silika sand dan Iron
sand dimasukkan dalam satu campuran tertentu kemudian dialirkan
melalui Bucket ke Cooler Mill. Material produk dari Raw Mill
mempunyai kehalusan 80% lolos pada saringan 170 Mesh. Produk
ini kemudian disimpan dalam silo-silo penyimpan sebagai umpan
kiln, sedangkan material yang masih belum memenuhi standar
kehalusan Raw Mill dialirkan kembali ke Bucket untuk digiling ulang.

2. Proses Pembakaran (Kiln)


Kiln adalah suatu unit peralatan berbentuk tanur putar yang
berfungsi untuk membakar umpan menjadi suatu material
yang disebut Clinker. Kiln menghasilkan Clinker 7500 ton/hari.
Produk kiln merupakan bahan setengah jadi yang berbentuk
bulatan dengan diameter 1-8 cm. Clinker ini merupakan
senyawa kompleks yang terbentuk dari lelehan oksida-oksida
umpan pada temperatur 650 1400C. Proses pemanasan
terjadi bertahap, mulai dari penguapan kadar air, kalsinasi
sampai pada proses Clinkerisasi.
Skema proses pembakaran

3. Finish Mill atau Penggilingan Akhir


Finish Mill adalah suatu unit peralatan yang berfungsi sebagai
penggiling akhir. Mill yang berukuran 13 m dibagi atas dua
kompartemen, yaitu kompartemen pertama sepanjang 2,5 m
berisi grinding Ball (Bola-bola Baja) berdiamete 40 70 mm
fungsinya untuk pemecahan bahan material. kemudian material
masuk ke kompartemen kedua sepanjang 10,5 m yang berisi
grinding Ball berdiameter 17 20 mm. Clinker bersama-sama
dengan Gysum digiling dalam mill tersebut, sehingga diperoleh
semen dengan kehalusan tertentu. Produk Finish Mill disimpan
dalam silo semen dan siap untuk dipacking.

4. Proses Pengemasan (Packing)


Silo semen tempat penyimpanan produk dilengkapi dengan
sistem aerasi untuk menghindari penggumpalan/koagulasi
semen yang dapat disebabkan oleh air dari luar, dan
pelindung dari udara ambient yang memiliki humiditas tinggi.
Setelah itu Semen dari silo dikeluarkan dengan menggunakan
udara bertekanan (discharge) dari semen silo lalu dibawa ke
bin penampungan sementara sebelum masuk ke mesin packer
atau loading ke truck. kapasitas dan jenis kantong semen
yang digunakan tergantung kebutuhan dan permintaan pasar.
Reaksi pembuatan semen dengan cara kering :

PENGECILAN UKURAN
Pengecilan ukuran dibagi berdasarkan jenis
umpannya :

1. Umpan kasar : Jaw Crusher, Gyratory


Crusher.Double Roller
Crusher
2. Umpan sedang : Cone Crusher,
Crushing Roll.
3. Umpan halus : Hammer Mill, Ball Mill,
Bawl Mill, Grade Mill,
Rod Mill,
Tube Mill.

Alat Pengecilan Ukuran


PRINSIP KERJA CRUSHER
Pada prinsipnya crusher dapat dibagi manjadi 2 prinsip
kerja yaitu :
secara tekan/compressiv material diperkecil ukurannya oleh
karena gaya tekan, sehingga karakteristik dari crusher ini
mumpunyai kecepatan permukaan dan laju keausan yang
relatif rendah, reduction ration antara 3 : 1 sampai 7 : 1,
sedangkan kandungan air yang melebihi 5% dapat
menghambat operasi crusher ini. Ukuran maksimum
material yang masuk biasanya bisa mencapai 70-80% dari
ukuran inlet.
secara pukul/impact material diperkecil ukuranya oleh
karena gaya pukul yang mendadak. Sehingga karakteristik
dari crusher ini mempunyai kecepatan tinggi, beroperasi
kontinu dan mempunyai reduction ration tinggi bila
dibanding dengan secara tekan, kandungan air mencaoai
laju keausan tinggi. Ukuran material masuk maksimum
dibatasi 50-60% dari ukuran inlet .

JAW CRUSHER
Jaw crusher (rahang
penghancur) dibagi
menjadi 3 buah
kelompok utama
yaitu:
1. Jaw crusher system
Blake
2. Jaw crusher system
Dodge
3. Jaw crusher system
overhead
.eccentric

GYRATORY
CRUSHER
Keterangan Gambar:
A : Tangkai induk /
Sekrup penyetel
B : Jaring
C : Kumparan / batang /
rahang
D : Roda gigi (siku siku
Prinsip Kerja :
putar)
Pada alat ini mempunyai rahang bundar,
E : Mantel
pada
waktu
proses
pemecahan
F : Ruang/tempat
berlangsung sumbu bagian atas berfungsi
pemecah
sebagai engsel sedangkan sumbu bagian
G : Lekuk / cekung
bawah digerakkan oleh sumbu eksentrik
H : Poros/sumbu
sehingga sumbu bagian bawah dapat
eksentrik
berputar.
Gyratory
crusher
bekerja
I : Keluar Produk
berdasarkan penekanan dan pemecahan.
Berdasarkan kerja secara kontinyu dan
power yang digunakan lebih kecil dari jaw
crusher.

CONE
CRUSHER
Struktur dan Prinsip Kerja Cone
Crusher :
Cone Crusher terdiri dari bingkai,
perangkat,
transmisi,
berongga
rempang batang, mangkuk berbentuk
peluru, penghancur kerucut, mata air,
dan
tekanan
hidrolik
untuk
menyesuaikan stasiun pemberhentian
tersebut.
Cone crusher umunya digunakan
untuk penghancur sekunder. Sebelum
digerus produk biasanya melalui
bagian atas kerucut penghancur dan
mengalir melalui mantel. Vertical
cone
crusher
memutar
mantel
eksentrik
dibawah
langitlangit/mangkuk liner. Cone crusher
biasanya berjalan di drive belt yang
digerakkan oleh motor listrik / mesin
diesel.

ROLL
CRUSHER
Roll Crusher adalah suatu alat
penghancur benda yang besar yang
mengubahnya menjadi bentuk yang
lebuih kecil. Roll cruher adalah
pendampuing alat jaw crusher dan
gyratory crusher. Roll crusher bukan
untuk menghaluskan material. Roll
Crusher biasanya digunakan sebagai
alat tambahan penghancur batuan
tambang.
Roll Crusher terdiri dari 2 roll besi,
pir, baja, dan roda penggerak sebagai
elemen terpenting. Umpan yang jatuh
akan mengalami kompresi oleh kedua
roll yang berputar secara berlawanan,
dengan adanya kompresi tersebut
maka umpan akan jatuh sebagai hasil.
Kecepatan roll berputar antara 50-300
rpm.

HAMMER
MILL
Hammer mill adalah alat penggiling yang
mempunyai rotor yang dapat berputar dan
mempunyai alat pemecah berbentuk palu
dimana palu-palu tersebut digantung pada
suatu piringan/silinder yang dapat berputar
dengan cepat. Alat ini juga dilengkapi dengan
ayakan yang juga berfungsi sebagai penutup
lubang keluarnya produk.
Prinsip Kerja :
Hammer mill bekerja dengan prinsip
material yang masuk akan dipecah/digiling
Alatnya terdiri dari sejumlah pemukul yang
terletak pada poros dan plat pemecah. Jika
feed masuk melalui atas , maka material
tersebut akan dipecah oleh palui yang
berputar dengan kecepatan tinggi dan di
tekan terhadap plate pemecahnya.
Kemudian palu-palu pemukul tersebut akan
memukul material berkali-kali yang ditahan
terhadap plate pemecah, sehingga bahan
tersebut
hancur
menjadi
kecil-kecil
sedangkan bagian bawah sudah tersedia
ayakan untuk menyaring produk yang sudah
hancur.

DISC MILL
Disc mill merupakan jenis alat
pengecil
bahan
yang
dapat
menghasilkan produk dalam ukuran
sedang maupun halus, seperti kedelai,
jagung kentang dan lainnya. Alat ini
digunakan untuk mengupas kulit ari,
pembelah dan penghancur biji kedelai
dalm keadaan kering maupun basah.
Disk mill merupakan alat yang
memiliki konstruksi dan prinsip kerja
yang sama seperti dengan stone mill.
Keduanya sama-sama memiliki dua
piringan yang dipasangkan pada sebuah
shaft. Terdapat dua macam disk mill
yaitu (1) disk mill yang bergerak pada
satu roda dan roda lainnya stasioner dan
(2) disk mill dimana kedua rodanya
bergerak. Pada keadaan pertama, satu
piringan terpasang permanen (stasioner)
pada badan mesin. Sedangkan pada
keadaan
kedua,
piringan
berputar
bersamaan dalam arah putaran yang
berlawanan satu dengan lainnya.
Bahan yang akan diproses dimasukkan
melalui
bagian
atas
alat
(corong
pemasukan)
yang
mempunyai
penampung bahan. Selama proses,
bahan akan mengalami gesekan diantara
kedua piringan sehingga ukurannya
menjadi lebih kecil dan halus (AEL,
1976).

BALL/ROAD
MILL
Ball/road mill adalah salah
satu
alat
penghalus
yang
menggunakan
road
(batang)
sebgai penggiling. Alat ini terdiri
dari suatu shell slinder yang
didalamnya
terdapat
media
penggiling,
yang
tercampur
dengan bahan gilingan dan
akhirnya
terjadi
tumbukan
terhadap bahan gilingan dengan
road. Biasanya media penggiling
tersebut
dipasang
parallel
dengan sumbu putar, batang
(road) biasanya terbuat dari baja
karbon.
Prinsip kerja alat ini adalah
material akan di perhalus akibat
tumbukan antara batang
penggiling yang berada dalam
shell silinder ynag berputar pada
sumbu putar horizontal

ALAT-ALAT TRANSPORTASI
MATERIAL HANDLING

DUMP
TRUCK
Dump truck berfungsi
sebagai alat pengangkut
batuan raw material yang
akan
digunakan
dalam
proses industri semen.
Biasanya digunakan
mengangkut
material
dalam jarak jauh. Kapasitas
dump truck antara 20-35
ton.

BELT
CONVEYOR
Alat yang terdiri dari sabuk
yang
tahan
terhadap
pengangkutan benda padat.
Sabuk yang digunakan pada belt
conveyor ini dapat dibuat dari
berbagai jenis bahan misalnya
dari karet, plastik, kulit, maupun
logam tergantung jenis bahan
yang akan diangkut.
Belt dihubungkan dengan 2
buah pulley, dimana suatu
pulley yang satu digerakkan
dengan motor dan yang lainnya
mengikuti penyokong belt/idler.
Idler digunakan untuk menahan
beban material diatasnya belt
dan
supaya
belt
tidak
mengalami pengenduran.

SCREW
CONVEYO
R
Screw conveyor adalah
jenis conveyor yang berguna
untuk mengangkut bahan
padatan
berbentuk
halus
maupun
bubur.
Alat
ini
terbuat dari pisau yang
berpilin sehingga berbentuk
seperti sekrup. Pisau berpilin
ini disebut flight.
Cara Kerja :
Feed berupa pasta atau
serbuk
halus
dimasukkan
pada lubang. Flight yang
digerakkan
motor
pada
bagian
pangkal
akan
bergerak
dan
mendorong
material
hingga
bergeser
kearah tujuan.

PNEUMATIC
CONVEYOR
Pneumatic conveyor terdiri
dari beberapa jenis :
a) Air Slide
Air slide merupakan alat
transportasi
material
berbentuk
bubuk
dengan
posisi konstruksi horizontal
atau inklinasi dengan besar
sudut 4-15 derajat sesuai
dengan jenis materialnya.
Pada industri semen alat ini
digunakan untuk mengangkut
raw material di unit raw mill
dan semen di unit cement
mill.
b) Air Lift
yaitu alat transportasi untuk
membawa material dengan
arah verticakl atau miring.
Jenis material yang dibawa
biasanya berbentuk bubuk
sebagai
material
pembawanya
dengan
menggunakan udara yang
diperoleh
menggunakan

FLUXO PUMP

Fluxo pump adalah suatu


alat
transportasi
material
yang
digunakan
untuk
mengangkut material dalam
bentuk
bubuk.
Alat
ini
merupakan
tangki
bertekanan yang digunakan
untuk mengalirkan material
yang
berupa
bubuk.
Khususnya raw meal dan
semen. Pompa-pompa yang
digunakan bekerja dengan
tahap-tahap pengisian dan
pengosongan.

BUCKET ELEVATOR

Bucket elevator adalah


suatu
alat
transportasi
material
yang
digunakan
untuk mengangkut material
dengan arah vertikal. Alat ini
mengangkut material dalam
bentuk bubuk maupun bulk
dengan
ukuran
sampai
dengan
50
mm
dan
temperatur
sampai
350
derajat.
Kearah
vertical
kapasitasnya bisa mencapai
1300 m3/jam dengan isian
maksimal
75%
dan
ketinggian 60 meter.

ALAT PEMISAH

DUST
COLLECTOR

Pada industri semen


produk
akhir
yang
diperoleh
dari
suatu
produksi
yang
berupa
semen juga menghasilkan
debu. Debu ini dihasilkan
dari
semua
proses
tahapan
pembuatan
semen,
dimulai
dari
quary,
crushing,
homogenizing,
burning,
handling,
sampai
ke
storing.

CYCLONE
Cyclone adalah alat untuk
menangkap debu yang terbawa
oleh gas. Alat ini berbentuk
silinder
dengan
bagian
bawahnya berbentuk kerucut
terpotong, jadi cyclone berfungsi
memisahkan debu dan gas.
Fungsi dari cyclone scrubber
sangat efektif untuk menetralisir
gas-gas
beracun
seperti
belerang, chlor, dsb.
Ada juga yang mempunyai
suhu diatas 180F sehingga
fungsinya
juga
sebagai
pendingin
dari
gas
buang
industri kimia. Rentang ukuran
debu yang dapat dipisahkan
ialah antara 3 - 5 mikron.

BAG FILTER
Bag filter adalah suatu
alat penangkap debu yang
menggunakan
kantongkantong (bag) sebagai media
pemisah debu dan udara
Prinsip kerjanya yaitu
debu yang terbawa oleh
udara akan memasuki ruang
filter yang disebabkan oleh
tarikan sebuah fan yang
terpasang pada sisi outlet
filter. Dalam ruangan filter ini
terpasang beberapa kantong
sebagai penyaring debu yang
terlewatkan ruangan filter.

ELECTROSATIC
PRECIPITATOR
Suatu alat penangkap
debu
dan
gas
yang
dirancang
untuk
memisahkan
sejumlah
debu dari dedusting air
dengan
mengguinakan
tenaga listrik. Debu dan
gas dipisahkan di dalam
housing
filter
dan
kemudian debu tertangkap
akan
ditampung
pada
bottom
electro
filter,
sedangkan
gas
akan
diteruskan ke cerobong
( stack)

DUST FILTER
Dust filter adalah alat
penangkap
debu
yang
melepaskan debu dan gas
dengan cara memukul bag.
Sistem pemukulan yang
digunakan adalah dengan
piston yang digerakkan
oleh udara bertekanan.
Gas kotor ditarik oleh fan,
sehingga debu menempel
pada bag dan udara bersih
keluar cerobong.

AIR
SEPARATOR

Air separator
merupakan alat pemisah
partikel halus dan kasar.
Separator
dirancang
sedemikian rupa sehingga
partikel yang masuk akan
terbawa
aliran
udara,
diputar,
kemudian
dipisahkan partikel halus
dan kasar

ALAT PENGERING

bentuk persegi dan di dalamnya berisi rak-rak yang


digunakan sebagai tempat bahan yang akan
dikeringkan. Pada umumnya rak tidak dapat
dikeluarkan. Beberapa alat pengering jenis itu rakraknya mempunyai roda sehingga dapat dikeluarkan
dari alat pengering. Ikan-ikan diletakkan di atas rak
yang terbuat dari logam dengan alas yang
berlubang-lubang. Kegunaan dari lubang tersebut
untuk mengalirkan udara panas dan uap air.
Ukuran rak yang digunakan bermacam-macam,
ada yang luasnya 200 cm2dan ada juga yang 400
cm2. Luas rak dan besar lubang-lubang rak
tergantung pada bahan yang akan dikeringkan.
Selain alat pemanas udara, biasanya juga digunakan
kipas (fan) untuk mengatur sirkulasi udara dalam
alat pengering. Kipas yang digunakan mempunyai
kapasitas aliran 7-15 fet per detik. Udara setelah
melewati kipas masuk ke dalam alat pemanas, pada
alat tersebut udara dipanaskan lebih dahulu
kemudian dialirkan diantara rak-rak yang sudah
berisi bahan. Arah aliran udara panas di dalam alat
pengering dapat dari atas ke bawah dan juga dari
bawah ke atas. Suhu yang digunakan serta waktu
pengeringan ditentukan menurut keadaan bahan.
Biasanya suhu yang digunakan berkisar antara 801800C.Tray dryerdapat digunakan untuk operasi
dengan keadaan vakum dan seringkali digunakan
untuk operasi dengan pemanasan tidak langsung.
Uap air dikeluarkan dari alat pengering dengan
pompa vakum.
Alat tersebut juga digunakan untuk mengeringkan
hasil pertanian berupa biji-bijian. Bahan diletakkan
pada suatu bak yang dasarnya berlubang-lubang
untuk melewatkan udara panas. Bentuk bak yang
digunakan ada yang persegi panjang dan ada juga
yang bulat. Bak yang bulat biasanya digunakan
apabila alat pengering menggunakan pengaduk,

TRAY DRYER

DRUM
(ROTARY)
DRYER
Proses pengeringan terjadi ketika
bahan dimasukkan ke dalam
silinder yang berputar kemudian
bersamaan dengan itu aliran
panas mengalir
dan
kontak
dengan bahan. Didalam drum
yang berputar terjadi gerakan
pengangkatan
bahan
dan
menjatuhkannya dari atas ke
bawah sehingga kumpulan bahan
basah yang menempel tersebut
terpisah dan proses pengeringan
bisa
berjalan
lebih
efektif.
Pengangkatan
memerlukan
desain yang hati-hati untuk
mencegah dinding yang asimetri.
Selain itu bahan bergerak dari
bagian ujung dryer keluar menuju
bagian ujung lainnya akibat
kemiringan drum. Bahan yang
telah
kering
kemudian
keluarmelalui suatu lubang yang
berada
di
bagian
belakang
pengering drum. Sumber panas
didapatkan dari gas yang diubah
menjadi uap panas dengan cara
pembakaran

SPRAY
Prinsip dasar Spray drying
adalah DRYER
memperluas
permukaan cairan yang akan
dikeringkan
dengan
cara
pembentukan droplet yang
selanjutnya
dikontakkan
dengan udara pengering yang
panas. Udara panas akan
memberikan
energi
untuk
proses
penguapan
dan
menyerap uap air yang keluar
dari bahan.
Bahan (cairan) yang akan
dikeringkan dilewatkan pada
suatu
nozzle
(saringan
bertekanan) sehingga keluar
dalam bentuk butiran (droplet)
yang sangat halus. Butiran ini
selanjutnya masuk kedalam
ruang
pengering
yang
dilewatioleh
aliran
udara
panas.
Hasil
pengeringan
berupa bubuk akan berkumpul
dibagian
bawah
ruang
pengering yang selanjutnya
dialirkan ke bak penampung.

FREEZE
Cara kerja
alat
DRYER
Pengoprasian alat tersebut
sedikit lebih panjang karena
banyak menu display yang
harus diseting dahulu dan
harus lebih hati-hati karena
banyak
peralatan/asesoris
terbuat
dari
gelas.
Cara
oprasionalnya sebagai berikut:
ekstrak cairan atau kental
sebelum dimasukkan kedalam
Freeze Dryer telah dibekukan
dalam refrigerator (lemari es)
minimal
semalam.
Setelah
membeku
kemudian
dimasukkan ke dalam alat, alat
disetting sesuai dengan yang
diinginkan. Oleh vaccum puma
alat tersebut akan menyedot
solvent
yang
telah
beku
(freeze) menjadi uap. Prinsip
kerja alat ini adalah merubah
fase padat/es/freeze menjadi
fase gas (uap).

FLUIDIZED
BED DRYER
Pengeringan hamparan terfluidisasi
(Fluidized Bed Drying) adalah proses
pengeringan dengan memanfaatkan
aliran udara panas dengan kecepatan
tertentu yang dilewatkan menembus
hamparan bahan sehingga hamparan
bahan tersebut memiliki sifat seperti
fluida.
Metode pengeringan fluidisasi
digunakan untuk mempercepat proses
pengeringan, mempertahankan mutu
bahan kering. Pengeringan ini banyak
digunakan untuk pengeringan bahan
berbentuk partikel atau butiran, baik
untuk industri kimia, pangan, keramik,
farmasi,
pertanian,
polimer
dan
limbah.
Proses
pengeringan
dipercepat dengan cara meningkatkan
kecepatan aliran udara panas sampai
bahan terfluidisasi. Dalam kondisi ini
terjadi
penghembusan
bahan
sehingga memperbesar luas kontak
pengeringan, peningkatan koefisien
perpindahan kalor konveksi, dan
peningkatan laju difusi uap air.

HEAT EXCHANGER

HEATER
TYPE TUBE
Heat exchangertipeshell &
tubemenjadi satu tipe yang paling
mudah
dikenal.
Tipe
ini
melibatkantubesebagai
komponen
utamanya. Salah satu fluida mengalir
di
dalamtube,
sedangkan
fluida
lainnya mengalir di luartube. Pipapipatubedidesain berada di dalam
sebuah ruang berbentuk silinder yang
disebut denganshell, sedemikian rupa
sehingga pipa-pipatube
tersebut
berada sejajar dengan sumbushell.

CLINKER COOLER

REACTOR
Rotary Kiln
Inilah jantung pabrik semen di mana
proses
pembentukan
clinker
berlangsung. Material masuk kiln
dari preheater stage terakhir pada
suhu yang dijaga sekitar 850oC
karena pada suhu yang lebih tinggi
material mulai sticky (lengket)
sehingga
bisa
menyebabkan
blocking pada inlet kiln. Suhu
klinkerisasi bisa mencapai 1450oC
dan terbentuk fase liquid yang akan
meningkatkan laju reaksi oksidaoksida silika dan kapur yang
dipromotori oksida besi dan alumina.
Di dalam kiln terbentuk sistem
isolasi tambahan berupa coating
yang terbentuk melapisi fire brick
(batu tahan api). Suhu luar shell kiln
dijaga dibawah 300oC karena mulai
suhu 400oC shell kiln mengalami
deformasi. Api dari main burner kiln
dijaga tidak menyentuh material dan
fire brick. Kualitas clinker yang
dihasilkan sangat tergantung dari
kualitas raw meal, kualitas bahan

MIXING

Alat utama yang digunakan


untuk
mencampur
dan
menghomogenkan
bahan
baku adalah blending silo,
dengan
media
pengaduk
adalah udara Bahan baku
masuk dari bagian atas
blending silo, oleh karena itu
alat
transportasi
yang
digunakan untuk mengirim
bahan
baku
hasil
penggilingan blending silo
adalah bucket elevator, dan
keluar dari bagian bawah
blending silo dilakukan pada
beberapa titik dengan jarak
tertentu, dan diatur denagn
menggunakan valve yang
sudah diatur waktu bukanya.
Proses
pengeluaran
dari
beberapa
titik
dilakukan
untuk
memenuhi
kehomogenan bahan baku.

STORAGE
(PENYIMPANAN)

HOPPER
Hopper adalah sebuah
container yang berfungsi
untuk
menyimpan
material pada volume
atau kapasitas tertentu.
Hopper
ini
biasanya
ditempatkan
sebelum
feeding
material
ke
dalam peralatan utama
seperti raw mill, cement
mill, dan coal mill atau
untuk
mengarahkan
material
yang
akan
dikeluarkan
ke
alat
feeder
dan
alat
transportasi lainnya

BIN
Bin adalah sebuah alat
container yang berfungsi
untuk menyimpan material
dalam waktu yang relatif
singkat. Bin biasanya lebih
banyak digunakan untuk
material yang berbentuk
bubuk. Bentuk konstruksi
dari bin sama dengan
bentuk
konstruksi
dari
hopper, hanya volume dan
kapasitasnya lebih sedikit
dari hopper.

STORAGE
SILO
Pengeluaran semen dari silo dapat dilakukan dari bottom silo
atau samping silo bagian bawah. Untuk pengeluaran ini
digunakan sistem ekstraksi, yaitu pengeluaran dengan
memberi udara bertekanan. Pemberian udara aerasi pada saat
sedang dilakukan penarikan maerial, pada silo klinker sistem
ekstraksi dilakukan dari bawah silo dengan memberikan
getaran pada outlet cute agar material yang keluar dapat
berjalan dengan lancar. Pemberian getaran dengan sistem
vibrator dengan tipe vibrator yang digunakan adalah elektronik
vibrator. Storage silo terdiri dari continous flow silo, clinker silo,
dan cement silo. Selama pengeluaran dilakukan aerasi dengan
udara bertekanan agar material dapat turun dengan lancar.
Selain itu, di continous flow silo dilakukan homogenisasi raw
mix untuk memperbaiki komposisi. Homogenisasi dapat
dilakukan dengan sistem blending atau controlled flow. Clinker
silo adalah tempat menyimpan sementara klinker setelah
keluar dari kiln. Pada saat kiln berjalan setelah heating up,
klinker yang tidak memenuhi standar dimasukkan ke silo
intermediate menunggu proses selanjutnya untuk dicampur
lagi dengan klinker yang bagus tapi dengan ketentuan semen
yang dihasilkan masuh dalam standar. cement silo digunakan
untuk menampung sementara semen yang telah digiling di
cement mill dengan memberi aerasi dengan udara bertekanan
untuk melancarkan semen yang akan dikeluarkan.
Pengeluaran semen dari cement silo dapat dilakukan dari
bottom silo atau samping silo bagian bawah. Untuk
pengeluaran ini digunakan sistem ekstraksi, yaitu pengeluaran
dengan memberi udara bertekanan. Pemberian udara aerasi
pada saat sedang dilakukan penarikan maerial, pada silo
klinker sistem ekstraksi dilakukan dari bawah silo dengan
memberikan getaran pada outlet cute agar material yang
keluar dapat berjalan dengan lancar. Pemberian getaran
dengan sistem vibrator dengan tipe vibrator yang digunakan
adalah elektronik vibrator.

KASUS PEMICU 1
Pada kasus ukuran semen yang di dapatkan lebih besar dari 200
mesh. Hal tersebut dipengaruhi oleh bahan baku yang masuk kiln
dengan ukuran yang lebih besar dari 200 mesh. Kemungkinan
dikarenakan saat bahan baku masuk ke dalam crusher dengan
kecepatan yang tidak stabil dikarenakan feeder eror. Untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan yaitu sebesar 200 mesh harus
menggunakan Vertical Roller Mill yang memiliki separator.
Separator tersebut berfungsi untuk mengendalikan ukuran partikel
yang boleh keluar dari raw mill, partikel dengan ukuran besar akan
dikembalikan ke dalam raw mill untuk mengalami proses
penggilingan kembali agar ukurannya mencapai ukuran yang
diharapkan. Partikel yang ukurannya mencapai ukuran yang
diharapkan akan masuk kiln, sehingga semen yang dihasilkan akan
sesuai dengan yang diinginkan. Dapat pula digunakan screen
(ayakan) sebelum msk tahap pengemasan agar ukuran partikel yg
dikehendaki tercapai.

FIN