Anda di halaman 1dari 4

TUGAS

PROSES MANUFAKTUR

DISUSUN OLEH
NAMA

DAVID SETIADHI

NIM

D200140187

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA


2015

David Setiadhi
D200140187

Proses Pembuatan Pulley Mesin


Fungsi dan Kegunaan Produk
Fungsi dan kegunaan dari pulley adalah sebagai alat bantu penggerak mesin diesel.
persona
Dalam proses ini desain yang diinginkan mempunyai sifat efisien dan efektif dalam hal
pembuatannya dan pencetakannya. Hal ini diharapkan agar produk yang dibuat tidak
banyak yang cacat dan boros bahan baku. Dalam pembuatan desain produk harus
memperhatikan panjang, lebar, tebal, luas, dan volume agar tidak terjadi kecacatan produk
dalam jumlah banyak.
Dalam merancang desain ini hal yang diharapkan adalah bentuk desain mudah dibuat dan
tidak boros bahan baku. Sehingga apabila terjadi cacat produk cetakan mudah dibenahi dan
didesain ulang dengan acuan desain sebelumnya.
Material ( Pemilihan Bahan Baku )
Material atau bahan baku dasar yang kami amati dalam pembuatan pulley adalah baja
karbon. Sedangkan untuk pembuatan cetakan dengan menggunakan pasir pantai, pasir kali,
dan gamping. Dan untuk pembakaran dengan menggunakan arang RRT.
Spesifikasi Bahan
Bahan yang digunakan baja cor paduan. Baja cor yang ditambah unsur - unsur paduan
seperti, mangan, khrom, molibden atau nikel yang ditambahkan untuk memberikan sifat
khusus dari baja tersebut, misalnya sifat ketahanan aus, sifat ketahanan asam dan korosi
atau keuletan.
Kekuatan Bahan
Baja karbon yaitu paduan antara besi dan karbon yang mengandung unsur karbon kurang
dari 1,7 %. Sebagai tambahan selain karbon, baja cor mengandung Silikon (Si), Mangan
(Mn), Fosfor (P), dan Sulfur (S).
Karbon sebagai unsur paling penting mempunyai pengaruh sangat besar terhadap sifat
mekanik, seperti: kekuatan tarik, regangan patah, kekerasan, dll.
Karbon dan silikon mempunyai fungsi yang hampir sama, keduanya mendorong
pembentukan grafit sehingga kandungan kedua unsur ditentukan berdasarkan harga tingkat
kejenuhan karbon.
Mangan dibutuhkan untuk merangsang pembentukan struktur perlit dan diperlukan untuk
mengikat sulfur membentuk senyawa MnS.
Fosfor diperlukan untuk pembuatan benda cor tipis, namun pemberian terlalu banyak bisa
mengakibatkan timbulnya lubang - lubang kecil pada permukaan.

Daftar kekuatan tarik, tegangan uji perpanjangan dan keterangan lain:


a.

Kekuatan Tarik dan Perpanjangan


Kekuatan tarik berbanding lurus dengan kekerasan. Meningkatnya kadar karbon dari
0,0 % sampai 1,0 % bersamaan dengan kekerasan dan kekuatan tarik meningkat. Dan
ternyata naik dari kira-kira 400 N/mm2 pada karbon 0,1 % sampai kira-kira 1000 N/mm2
David Setiadhi
D200140187

pada karbon 1,0 % dan sesudah itu menurun lagi.


b. Kekerasan
Kadar karbon meningkat dari 0,0 % - 0,8 % kadar perlit akan meningkat. Dan jenis baja
42 dengan kadar karbon yang meningkat dari 0,8 % - 1,5 % mengandung lebih banyak
sementit.
c.

Sifat coran baja karbon


Apabila kadar karbon dari baja cor karbon bertambah maka kekuatannya bertambah,
sedangkan perpanjangannya, pengecilan luas dan harga benturnya berkurang dan menjadi
sukar dilas. Penambahan mangan juga memberikan kekuatan tarik yang lebih tinggi tetapi
pengaruhnya kurang dibandingkan dengan karbon.
d. Struktur mikro baja cor
Struktur mikro baja cor yang memiliki kandungan karbon kurang dari 0,8 % terdiri dari ferit
dan perlit. Struktur mikro baja cor yang memiliki kandungan karbon lebih dari 0,8 % terdiri
dari sementit (Fe3C) dan perlit.
Kelarutan karbon di dalam ferit sangat kecil max. 0,02% sehingga struktur mikro
mempunyai kekerasan sekitar 60 HB, mampu tarik sekitarnya 200 N/mm2, titik luluhnya 100
N/mm2) dengan regangan patah 80%.
Perlit sebagai lapisan ferit dan sementit. Perlit memiliki kekerasan sekitar 160 - 180 HB.
Grafit adalah kumpulan karbon yang dihasilkan selama proses pembekuan dan pendinginan
lambat. Grafit memberikan pengaruh sangat besar terhadap sifat-sifat mekanik besi cor
kelabu. Karakteristik grafit didalam besi cor dikelompokan dalam bentuk, distribusi dan
ukuran.

Rencana Proses ( dari awal hingga akhir pengerjaan )


1. Bahan Baku
Pada proses pengecoran ini diawali dengan melakukan pemilihan bahan baku pengecoran
yaitu baja.
2. Tungku
Bahan baku dimasukkan ke dalam tungku yang digunakan untuk melelehkan bahan baku
tersebut dengan suhu tertentu.
3. Ladel
Setelah baja karbon meleleh kemudian ditempatkan di penampung cairan besi sementara
yang dikeluarkan oleh kupola.
4. Sistem Pengolahan Pasir
Mempersiapkan terlebih dahulu tumpukan pasir untuk membantu dalam pencetakan.
5. Pembuatan Cetakan
Sebelum dilakukan pengecoran, hal yang harus dilakukan adalah menyiapkan cetakan
terlebih dahulu. Dalam pembuatan cetakan menggunakan cetakan pasir. Pasir yang
digunakan dalam pengecoran adalah pasir silika. Alasan pemakaian pasir karena murah dan
David Setiadhi
D200140187

ketahanannya terhadap temperature tinggi.


6. Penuangan
Setelah bahan baku diolah dan menjadi cair, kemudian dimasukkan ke dalam ladel.
Kemudian diangkat dengan jintung, lalu cairan bahan baku dimasukkan kedalam cetakan
pasir.
7. Pembongkaran
Setelah mengalami waktu pendinginan dan pengerasan dilakukan pembongkaran cetakan
pasir.
8. Pembersihan
Setelah itu logam diangkat dan dipindah di bagian handslept untuk menghilangkan bekas
cairan

9. Finishing
Setelah produk di bersihkan, dilakukan proses finishing dengan menggunakan mesin bubut.
Setelah melalui mesin bubut, produk sudah jadi dan bisa dilakukan proses packing.

David Setiadhi
D200140187