Anda di halaman 1dari 4

I.

Skenario
Tuan MT, usia 63 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan utama demam, sakit
kepala, dan nyeri menelan sejak 4 hari yang lalu. Menurut Tuan MT, keluhan ini
mulai dirasakan sejak merawat saudara perempuannya yang mengalami faringitis et
causa streptococcus beta hemolyticus group A. Pasien memiliki riwayat atrial fibrilasi
dan saatini sedang mengonsumsi digoxin dan warfarin. Tuan MT juga memiliki
riwayat alergi dengan amoksilin.
Pemeriksaan Fisik :
Vital sign : Temperature : 39,1 C, tekanan darah : 120/70 mmHg, HR : 130x/menit
(irregular), RR : 24x/menit
Faring-laring : hiperemis, Tonsil membesar dan hiperemis
X-ray thorax : normal
Dokter mendiagnosis Tuan MT dengan faringitis et causa streptococcus beta

II.

hemolyticus group A
Klarifikas Istilah
a. Nyeri menelan : (odynophagia) kesulitan menelan (disfagia) berupa nyesi saat
menelan
b. Demam : penngkatan temperature tubuh diatas normal (37 C)
c. Faringitis : radang faring
d. Streptococcus Beta hemolyticus group A : streptococcus yang mampu
menyebabkan hemolysis eritrosit, (membentuk zona hemolysis yang jernih
disekeliling koloninya pada agar darah)
e. Atrial fibrilasi : aritmia atrium yang ditandai oleh kontraksi acak dan cepat pada
daerah kecil myocardium atrium, menimbulkan laju ventrikel yang tidak teratur
sama sekali dan sering kali cepat
f. Digoxin : glikosida kardiotonik dari daun digitalis lanata yang dignakan untuk
mengobati heart failure
g. Warfarin : antikoagulan iberikan dalam bentuk garam natrium, bisa digunakan
sebagai rodentisida, menyebabkan perdarahan fatal pada mamalia dalam
mengonsumsi dosis tertentu
h. Alergi : bentuk reaaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap
berbahaya alaupun sebenarnya tidak
i. Amoksisilin : turunan semi sintetik ampisilin yang efektif terhadap sprektum luas
bakteri gram positif dan negatif
j. Hiperemis : pembengkakan, eksis darah pada bagian tertentu
k. Faring : tenggorokan; musculum dibelakang rongga hidung, mulut dan laring,
berhubungan dengan rongga-rongga tersebut dan dengan esophagus

l. Laring : organ suara; saluran udara yang terletak diantara faring bagian bawah dan
trakea, terdiri atas pita suara dan dibentuk oleh 9 kartilago; kartilago tiroidea,
crycoidea, dan epiglottis, dan sepasang kartilago arytinoidea corniculata dan
cuneiformis
m. Tonsil : massa jarinan yang bulat dan kecil, khususnya dari jaringan limfoid
n. X-ray thorax : radografi pada proyeksi thorax yang digunakan untuk
III.

mendiagnosis kondisi, konten dan struktur torak


Identifikasi Masalah
Tuan MT, usia 63 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan utama demam,

sakit kepala, dan nyeri menelan sejak 4 hari yang lalu.


Menurut Tuan MT, keluhan ini mulai dirasakan sejak merawat saudara
perempuannya yang mengalami faringitis et causa streptococcus beta

hemolyticus group A.
Pasien memiliki riwayat atrial fibrilasi dan saatini sedang mengonsumsi
digoxin dan warfarin. Tuan MT juga memiliki riwayat alergi dengan

amoksilin.
Pemeriksaan Fisik :
Vital sign : Temperature : 39,1 C, tekanan darah : 120/70 mmHg, HR :

130x/menit (irregular), RR : 24x/menit


Faring-laring : hiperemis, Tonsil membesar dan hiperemis

IV.
1.

Analisis Masalah
Tuan MT, usia 63 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan utama demam, sakit

2.

kepala, dan nyeri menelan sejak 4 hari yang lalu.


a. Bagaimana patofisiologi demam Tuan MT pada kasus
b. Bagaimana patofisiologi sakit kepala
c. Bagaimana patofisisologi nyeri menelan
d. Bagaimana Hubungan antara usia dengan keluhan yang dialami ?!
Menurut Tuan MT, keluhan ini mulai dirasakan sejak merawat saudara perempuannya
yang mengalami faringitis et causa streptococcus beta hemolyticus group A.
a. Bagaimana patogenesis faringitis et causa streptococcus beta hemolyticus group A
b. Bagaimana tatalaksana serta obat yang biasa digunakan
c. Bagaimana transmisi dari streptococcus beta hemolyticus
d. Bagaimana cara mendiagnosis faringitis et causa strepotococcus beta hemolitycius
(gambar)
e. Apa saja gejala yang ditunjukkan pada pasien faringitis et causa streptococcus
hemolyticus

f. Bagaimana perbandingan morfologi faring laring penderita faringitis et causa


streptococcus hemolyticus dibandingkan yang sehat
g. Bagaimana pencegahan terjadinya faringitis et causa streptococcus hemolyticus
h. Apa saja komplikasi dari faringitis et causa streptococcus hemolyticus
3.

Pasien memiliki riwayat atrial fibrilasi dan saat ini sedang mengonsumsi digoxin dan
warfarin. Tuan MT juga memiliki riwayat alergi dengan amoksilin.
a. Termasuk golongan apa obat digoxin, arfarin, dan amoksisilin
b. Bagaimana farmakokinetik dari digoxin
c. Bagaimana farmakokinetik dari warfarin
d. Bagaimana famakokinetik dari amoksisilin
e. Baimana farmakokinetik dari antibiotik pilihan
f. Bagaimana farmakodinamik dari digoxin
g. Bagaimana farmakodinamik dari warfarin
h. Bagaimana farmakodinamik dari amoksisilin
i. Bagaimana farmakodinamik dari antibiotik pilihan
j. Bagaimana mekanisme reaksi alergi tubuh terhadap amoksisilin
k. Obat apa yang bisa menggantikan amoksisilin
l. Bagaimana interaksi obat digoxin, warfarin dengan antibiotik pilihan
m. Bagaimana dosis pemberian digoxin, warfarin dan antibiotik pilihan
n. Efek samping dari digoxin, warfarin dan antibiotik pilihan

4.

Vital sign : Temperature : 39,1 C, tekanan darah : 120/70 mmHg, HR : 130x/menit


(irregular), RR : 24x/menit
a. Bagaimana interpretasi dari vital sign (temperature, tekanan darah, HR, dan RR) ?
b. Apa penyebab dan mekanisme temperature dan HR tidak nomal terkait kasus

5.

Faring-laring : hiperemis, Tonsil membesar dan hiperemis


a. Apa penyebab dan mekanisme faring laring hiperemis ?
b. Apa penyebab dan mekanisme tonsil membesar dan hiperemis ?
c. Bagaimana perbandingan anatomi faring laring penderita faringitis et causa
streptococcus hemolyticus dibandingkan yang sehat ?
d. Bagaimana perbandingan anatomi tonsil penderita

faringitis

et

streptococcus hemolyticus dibandingkan yang sehat


e. Bagiaman histopatologi dari faringitis et causa streptococcus hemolyticus ?
V.

Keterkaitan Antar Masalah

VI.
a.
b.
c.
d.
e.

Learning Issues
Digoxin (Resep, Bentuk dan sediaan obat, farmokinetik, farmakodinamik)
Warfarin (--)
Amoksisilin (--)
Antibiiotik pilihan (--)
Faringitis

causa

f. Streptococcus beta hemolyticus