Anda di halaman 1dari 18

ANATOMI WAJAH

Wajah merupakan aspek anterior kepala diantara dahi dan dagu dan diantara
kedua telinga. Permukaan tubuh yang paling penting yang penuh dengan rahasia
adalah wajah. Wajah juga menjadi alat untuk mengekspresikan emosi kita. Kita
bernapas, makan, minum, bicara, dan mendengar dengan wajah. Keempat indra kita
terkonsentrasi di wajah bahkan indra kelima kita juga ada (rangsang taktil). Wajah
memiliki anatomi yang unik.1, 2
Anatomi Umum Wajah
Tulang pembentuk wajah
Tulang wajah tergantung dibawah cranium bagian depan dan terdiri dari
rahang bagian atas, tulang disekitar orbita dan kavitas nasi dan mandibula. Tulang
yang menyusun wajah adalah:

Maxilla
Pterygoid plate of the sphenoid
Palatine
Zygomaticum
Os nasal
Os frontal
Os lacrimal
Tulang orbita dan kavitas nasi

Mandibula terdiri dari badan dan dua ramus. Setiap ramus dibagi menjadi prosesus
coronoid dan kepala, untuk artikulasi dengan fosa mandibular. Foramen mandibular
membawa nervus dan pembuluh darah alveolar inferior.6
Pada kerangka wajah terdapat kedua orbita (lekuk mata) dan rongga hidung,
dan juga maksila (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah). Pada aspek anterior
tengkorak dapat dilihat os frontale dan kedua os zygomaticum, kedua orbita, daerah
hidung, maksila dan mandibula. Os frontale membentuk kerangka dahi yang dibagian

inferior berhubungan dengan os nasale dan os zygomaticum. Titik temu antara os


frontale dan kedua os nasale dikenal sebagai nasion. Pada margi supra-orbitalis ossis
frontalis terdapat sebuah foramen supra-orbitale (atau takik). Tepat diatas margo
supra-orbitalis dapat dilihat sebuah arcus supercilliaris. Dalam kedua orbita terdapat
fissure orbitalis superior, fissure orbitalis inferior, dan canalis optikus. Di sebelah
bawah masing-masing orbita terdapat sebuah foramen infra-orbitale pada maksila.
Kedua os zygomaticum membentuk tonjolan-tonjolan pipi.2
Sebuah foramen zygomaticofasiale menembus bagian lateral masing-masing
tulang. Disebelah bawah os nasale terdapat arpetura priformis [nasalis anterior] yang
jorong. Melalui lubang ini dapat diamati sekat hidung berupa tulang yang membagi
rongga hidung menjadi bagian kanan dan kiri. Pada dinding lateral masing-masing
bagian rongga hidung terdapat lempeng-lempeng tulang yang melengkung. Yakni
konka nasalis. Rahang atas dibentuk oleh kedua maksila yang bersatu; proccesus
alveolaris tulang-tulang ini membentuk ceruk-ceruk atau tulang penunjang bagi gigigigi maksilar.2
Proccesus

alveolaris

mandibula

menyediakan

tempat

bagi

gigi-gigi

mandibular. Di sebelah bawah gigi geraham depan (dens premolaris) kedua terdapat
foramen mentale. Protuberantia mentalis (dagu) adalah sebuah lempeng tulang
berbentuk segitiga yang meninggi dibawah simfisis mandibulae (mentalis) daerah
persatuan kedua tulang fetal.2

Gambar 1. Kerangka wajah (dikutip dari kepustakaan no 7)

Gambar 2. Kerangka wajah (dikutip dari kepustakaan no 6)

Otot
Otot-otot wajah menggerakan kulit dan mengubah ekspresi wajah untuk
mengutarakan suasana hati. Otot-otot terbanyak melekat pada tulang atau fascia dan
menghasilkan efeknya dengan menarik kulit. Otot-otot ekspresi wajah terdapat di
sekeliling lubang-lubang (mulut, kedua mata, hidung, dan kedua telinga) dan
berfungsi sebagai otot sfingter dan otot-otot dilator yang membuka dan menutup
lubang-lubang tersebut. Musculus buccinators (L. buccinators, peniup terompet) yang
aktif sewaktu tersenyum, juga mengetatkan pipi, sehingga menghindari pipi terlipat
dan mengalami cedera sewaktu mengunyah. Musculus buccinators juga berguna
untuk menyedot, bersiul, dan meniup (misalnya, meniup alat music). Semua otot
ekspresi wajah dipersarafi secara motoris oleh nervus facialis (nervus kranialis VII).2
Pada mata terdapat dua otot utama yaitu orbicularis oculi dan corrugators
supercilli.

Orbicularis oculi
Orbicularis oculi adalah otot besar yang secara keseluruhannya mengitari setiap
orificium orbita dan meluas hingga setiap palpebra. Otot ini menutupi palpebra.
Otot ini memiliki dua bagian utama3:
o Bagian orbita luar adalah cincin besar yang mengelilingi orifisium orbita
dan meluas hingga keluar lingkaran orbita
o Bagian palpebra dalam ada didalam palpebra dan terdiri dari serabut otot
yang dimulai didalam ujung medial mata yang melengkung di sepanjang
setiap kelopak untuk melekat secara lateral
Bagian orbita dan palpebra memiliki peran tertentu pada saat penutupan kelopak
mata. Bagian palpebra menutup mata secara halus sedangkan bagian orbita
menutup mata dengan lebih bertenaga dan menghasilkan beberapa kerutan di

dahi.3
Corrugators supercilii

Otot kedua pada orbita adalah corrugators supercilii yang jauh lebih kecil, yang
terletak didalam alis mata dan otot orbicularis oculi dan aktif ketika kita
mengkerutkan dahi. Otot ini muncul dari ujung medial lengkungan supercilia,
melewati bagian atas dan masuk di bagian lateral kulit bagian tengah alis mata.
Otot ini menutup alis mata di daerah pertengahanm yang menyebabkan kerutan
diatas hidung.3
Di hidung terdapat tiga otot utama:

Nasalis
Otot di nasal yang paling besar dan yang berkembang paling baik adalah nasalis,
yang aktif ketika nares mengembang. Otot ini terdiri dari bagian yang melintang
(compressor naris) dan bagian alar (dilator naris):
o Bagian nasalis yang melintang menekan nares-ini berasal dari maksila dan
serabutnya melintas diatas dan masuk pada bagian medial, di sepanjang
serabut yang berasal dari otot yang sama dibagian yang berlawanan,
kedalam sebuah aponeurosis melintasi bagian dorsum hidung;
o Bagian alar nasalis menarik kartilago alar ke bawah dan ke bagian lateral,
sehingga dapat membuka nares-ini berasal dari maksila, dibagian bwah
dan medial dari bagian yang melintang, dan masuk ke dalam kartilago

alar.3
Procerus
Procerus adalah otot yang kecil yang terletak superficial pada tulang hidung dan
aktif ketika mengerutkan dahi. Otot ini timbul dari tulang hidung dan bagian atas
dari kartilago nasal lateral dan masuk kedalam kulit diatas bagian bawah dahi
diantara alis mata. Otot ini mungkin berlanjut dengan bagian frontal dari otot
occipitofrontalis pada kulit kepala. Procerus menarik batas medial alis mata ke

arah bawah untuk menghasilkan kerutan yang melintang di atas jembatan hidung.3
Depressor septi nasi
Otot terakhir di hidung adalah depressor septi nasi, otot lain yang membantu
pelebaran nares. Serabut ini berasal dari maxilla diatas gigi seri sentral dan naik
untuk masuk kedalan bagian bawah septum nasi. Depressor septi nasi menarik

hidung ke arah inferior, sehingga membantu bagian alar nasal untuk membantu
pembukaan nares.3
Otot yang terdapat di daerah mulut berfungsi untuk menggerakkan bibir dan
pipi. Otot tersebut mencakup otot orbicularis oris dan buccinators, dan kelompok otot
bagian atas dan bawah.

Orbicularis oris
Orbicularis oris adalah kumpulan otot yang terdiri dari serabut yang semuanya
mengelilingi mulut. Fungsinya akan tampak ketika mengerutkan mulut seperti
saat akan bersiul. Beberapa diantara otot ini berasal dari dekat bagian tengah
maxilla dibagian superior dan mandibula di bagian inferior, sementara serabut
yang lain berasal dari buccinators, di pipi, dan banyak otot yang lain bekerja di
bibir. Otot ini masuk kedalam kulin dan membrane mukosa bibir. Kontraksi

orbicularis oris memperkecil mulut dan menutup bibir.3


Buccinators
Buccinators membentuk komponen muscular pipi dan otot ini digunakan setiap
kali udara mengembangkan pipi. Otot ini berada didalam ruangan antara
mandibula dan maxilla, terletak paling dalam diantara otot wajah yang terletak di
area tersebut. Serabut otot buccinators berjalan kea rah sudut mulut untuk masuk
kedalam bibir, bercampur dengan serabut dari orbicularis oris dalam sebuah cara
yang unik. Serabut utama otot buccinators berjalan menyilang sehingga serabut
otot bawah masuk ke bagian atas bibir dan bagian atas serabut masuk ke bagian

bawah.3
Otot mulut bagian bawah
Otot mulut bagian bawah terdiri dari:
o Depressor anguli oris
o Depressor labii inferioris
o Mentalis
Otot mulut bagian atas
Otot mulut bagian atas terdiri dari:
o Otot risorius
o Zygomaticus mayor dan zygomaticus minor

o Levator labii superioris


o Levator labii superioris alaeque nasi
o Levator anguli oris

Gambar 3. Otot-otot yang ada di wajah (dikutip dari kepustakaan no 6)

Saraf
Daerah inervasi saraf kulit leher dan saraf kulit kepala saling tumpang tindih.
Cabang kulit pleksus servikalis meluas lewat telinga dan bagian posterior leher
(nervus occipitalis minor) dan melewati daerah parotis pada wajah (nervus auricularis
manus). Namun, saraf sensoris utama untuk wajah berasal dari nervus trigeminus
(nervus cranialis V). Sebelum keluar dari cranium, nervus trigeminus terpecah
menjadi tiga cabang utama: nervud ophthalmicus (nervus cranialis V 1), nervus
maxillaries (nervus cranialis V2), dan nervus mandibullaris (nervus cranialis V3);
nama saraf-saraf ini disesuaikan dengan daerah akhir utama masing-masing daerah
mata, maxilla, dan mandibula. Kedua cabang pertama (nervus ophtamilcus dan
nervus maxillaries) bersifat sensoris murni; nervus mandibularis terutama bersifat
sensoris, tetapi mengandung serabut dari akar motoris nervus cranialis V.2
Cabang-cabang kulit utama nervus ophtamilcus (nervus cranialis V1) adalah:

Nervus lacrimalis
Nervus supraorbitalis
Nervus supratrochlcaris
Nervus infratrochlaris
Nervus-nervus nasal eksternal

Cabang-cabang kulit utama nervus maxillaries (nervus cranialis V2) adalah:

Nervus infra-orbitalis
Nervus zygomaticotemporalis
Nervus zygomaticofacialis

Cabang-cabang kulit utama nervus mandibularis (nervus cranialis V3) adalah:

Nervus auriculotemporalis
Nervus buccalis
Nervus mentalis
Saraf-saraf motoris wajah adalah nervus facialis (nervus cranialis VII) untuk

otot-otot ekspresi wajah dan nervus mandibularis [cabang ketiga nervus trigeminus
(nervus cranialis V3)] untuk otot-otot kunyah (musculus masseter, musculus
temporalis, musculus pterygoideus medialis dan musculus pterygoideus lateralis dan
untuk musculus mylohyoideus, perut depan musculus digastricus, musculus tensor
veli palatine, dan musculus tensor tympani.2
Nervus facialis (nervus cranialis VII) keluar dari cranium lewat foramen
stylomastoideus (ramus temporalis, ramus zygomaticus, ramus buccalis, ramus
mandibularis, ramus cervikalis, dan nervus auricularis posterior) mempersarafi otototot superficial leher dan dagu (platysma), otot-otot untuk ekspresi wajah, otot pipi
(musculus buccinators), otot-otot telinga (musculus auricularus), dan otot-otot kulit
kepala (musculus occipitalis dan venter frontalis musculi occipitofrontalis).2

Gambar 4. Persarafan wajah (diambil dari kepustakaan no 7)


Pembuluh darah
Arteri-arteri wajah terbanyak adalah cabang-cabang arteri carotis eksterna.
Arteria facialis adalah pemasok darah arterial utama untuk wajah. Meskipun terdapat
beberapa suplai yang terbatas yang berasal dari cabang arteri karotis interna. Hal yang
sama juga terjadi pada vena. Sebagian besar aliran balik vena berasal dari vena
jugular interna. Arteri facialis dilepaskan dari arteria carotis eksterna dan meliuk-liuk
ke tepi bawah mandibula, terletak anterior terhadap musculus masseter. Lalu arteri
facialis melintasi wajah ke commisura palpebralis medialis (sudut pertemuan
palpebra superior dan palpebra inferior sebelah medial). Arteri facialis melepaskan
cabang-cabang ke bibir atas dan bibir bawah (arteri labialis superior dan arteri labialis
inferior), ke sisi hidung (ramus nasalis lateralis), dan berakhir sebagai arteria
angularis yang mengantar darah kepada commisura palpebralis medialis.2, 3

Dekat dari garis pertengahan, cabang labial superior dan inferior


beranastomose dengan arteri yang berasal dari bagian wajah yang berlawanan. Ini Hal
ini memberikan hubungan yang penting antara arteri fasial dan arteri karotis eksternal
dari sisi yang berlawanan. Cabang hidung bagian lateral adalah cabang kecil yang
berasal dari arteri fasial yang berjalan di sepanjang bagian lateral hidung. Pembuluh
darah ini menyuplai permukaan lateral dan dorsum nasi.3
Arteri temporalis superficialis adalah cabang terminal arteri carotis eksterna
yang lebih kecil; cabang lainnya adalah arteri maxillaries. Arteri temporalis
superficialis mencapai wajah antara articulation temporomandibularis dan telinga,
dan berakhir di kulit kepala dengan membentuk ramus frontalis dan ramus parietalis.
Arteria transversa facial dilepaskan dari arteria temporalis superficialis di dalam
glandula paratiroidea dan menyilang di wajah superficial terhadap musculus masseter.
Lalu nervus facialis terpecah menjadi berbagai cabang yang mempersarafi glandula
paratiroidea dan duktus paratiroidea, musculus masseter, dan kulit wajah.2
Vena facialis penyalur darah balik utama di wajah. Vena ini berawal dari
commisura palpebralis medialis sebagai vena angularis dengan bersatunya vena
supraorbitalis dan vena supratrochlearis. Vena facialis lalu melintas ke inferolateral
melewati wajah, di belakang arteria facialis. Vena facialis bermuara langsung atau
tidak tidak langsung ke dalam vena jugularis interna.2
Vena temporalis superficialis menyalurkan kembali darah dari dan kulit
kepala, dan menerima anak-anak cabang dari vena-vena pelipis dan wajah. Di dekat
auricular vena temporalis superficialis dan vena maxillaries, turun di dalam glandula
paratiroidea, superficial terhadap arteria carotis eksterna dan di sebelah dalam nervus
facialis. Vena retromandibularis membentuk sebuah ramujs anterior yang bergabung
dengan vena fasialis, dan sebuah ramus posterior yang bersatu dengan vena
auricularus posterior menjadi vena jugularis eksterna.2

Pembuluh limfe wajah terutama terdiri dari tiga kelompok limfe nodus, antara
lain:

Nodus submental. Terletak dibagian inferior dan posterior dagu, yang,


menyalurkan limfa dari bagian medial dari bibir bagian bawah dan dagu

secara bilateral.
Nodus submandibular. Terletak di atas glandula submandibular dan di inferior
mandibula, yang menyalurkan limfa dari sudut medial orbita, sebagian besar
hidung bagian eksternal, bagian medial pipi, bibir bagian atas dan bagian

lateral bibir bagian bawah.


Nodus pre-auricular dan parotis. Terletak di anterior telingan, yang
menyalurkan limfa dari sebagian besar palpebra, sebagian hidung bagian
eksternal, dan bagian lateral pipi.3
Pembuluh limfe wajah mengiringi pembuluh-pembuluh wajah yang lain.

Limfe yang berasal dari sisi lateral wajah, termasuk kelopak mata, disalurkan kea rah
inferior, ke nodi lymphoidei parotidei. Limfe dari nodi lymphoidei parotidei profundi
disalurkan ke nodi lymphoidei cervicales profundi. Pembuluh limfe dari bibir atas
dan bagian lateral bibir bawah menyalurkan isinya ke nodi lymphoidei
submandibulares, sedangkan pembuluh limfe dari dagu dan bagian tengah bibir
bawah membawa isinya ke nodi lymphoidei submentale.2

Gambar 5. Pembuluh darah wajah (diambil dari kepustakaan no 7)


Palpebra
Palpebra terdiri dari kulit, otot orbicularis, tarsal plate dan konjungtiva. Otot
orbicularis oculi terdiri dari tiga bagian yang terpisah: pretarsal, preseptal dan orbital.
Pretarsal orbicularis terutama bertanggung jawab terhadap reflex berkedip. Preseptal
orbicularis memompa air mata melalui system lakrimalis dan membantu penutupan
palpebra. Orbital orbicularis menekan alis mata bagian media dan melakukan
tindakan penutupan mata yang bertujuan untuk melindungi.4
Lapisan palpebra telah dibagi menjadi lamellae anterior dan posterior.
Lamellae anterior mengandung kulit dan otot orbicularis oculi sementara itu lamellae
posterior mengandung tarsus, retractor palpebra dan konjungtiva. Tarsal plate
mengandung glandula meibom di bagian vertical yang keluar pada pinggiran
palpebra. Kelenjar ini mensekresikan minyak yang bercampur dengan air mata untuk
memberikan lubrikasi untuk konjungtiva. Pada bagian medial dan lateral, tarsal plate
menyempit kedalam bundel fiber yang akhirnya berkumpul untuk membentuk tendon

kantus medial dan lateral. Aspek medial dari palpebra atas dan bawah menjadi tempat
punctae bagian atas dan bawah. Air mata dihasilkan dari saluran kelenjar lakrimal
melalu punctae kedalam kanalikuli lakrimal dan akhrinya ke dalam kantung lakrimal.
Kantung lakrimal dikosongkan kedalam meatus inferior melalui duktus nasolakrimal.
Berkedip meningkatkan drainase air mata dengan memeras kantung lakrimal dan
memaksa air mata turun ke duktus nasolakrimal.4

Gambar 6. Anatomi palpebra (diambil dari kepustakaan no 5)


Bibir
Bibir terdiri atas empat komponen dasar: kulit dan jaringan subkutaneus, otot,
mukosa, dan vermilion. Masing-masing struktur ini memiliki karakteristik yang unik
yang harus dipertimbangkan ketika merencanakan operasi rekonstruksi. Kulit bibir
biasanya sama dengan kulit wajah. Kulitnya agak tebal dan kaya kelenjar sebasea dan
keringat. Ketebalan kulit menurun seiring dengan bertambahnya usia. Di lapisan
dalamnya terdapat sejumlah lemak subkutaneus yang cukup banyak yang
membuatnya menjadi bagian yang terpenting dalam ketebalan bibir.5

Penanda eksternal dari bibir adalah philtrum dan Cupid bow. Philtrum adalah
daerah muskulokutaneus yang sedikit berbeda pada bagian mereka dari dasar
kolumela ke batas vermilion. Philtrum bergabung dengan white roll, daerah lain yang
dibentuk oleh otot orbicularis. Serabut orbicularis membentuk philtral dimple
dibagian tengah bibir antara sepasang philtrum. Terdapat sebuah titik rendah antara
dua puncak cupid bow, yang merupakan kedalaman cupid bow.5
Otot utama bibir adalah otot orbicularis oris. Otot tersebut berpasangan,
sebagian besar merupakan otot yang terletak secara horizontal yang berasal dari
bagian lateral pada komisura di modiolus. Modiolus adalah sebuah persimpangan dari
beberapa otot wajah yang lain, termasuk levator anguli oris, risorius, dan depressor
anguli oris. Kedua otot orbicularis oris bergabung didaerah pertengahan bibir bawah
di raphe. Di bibir bagian atas, otot ini menyilang di bagian tengah dan masuk
kedalam philtrum yang berlawanan.5
Otot mulut yang kedua paling penting, dan paling sedikit di mengerti, adalah
sepasang otot mentalis. Otot mentalis adalah elevator utama pada bibir bagian bawah,
dan elevasi ini dibutuhkan untuk memposisikan bibir bawah. Otot ini tidak
digambarkan secara akurat pada sebagian besar buku anatomi, dimana mereka
ditunjukkan sebagai otot striplike, dan kecil. Padahal mereka otot yang besar dan
berbentuk trapezium/pyramid yang berasal dari mandibula dibawah gusi yang
melekat dan masuk secara horizontal dan inferior kedalam bantalan dagu dibawah
lipatan labiomental. Kontraksi otot mentalis mengangkat bibir bawah.5
Bagian dalam bibir dilapisi oleh mukosa, yang merupakan epitel yang
nonkeratinisasi yang kaya kelenjar saliva minor. Mukosanya dibedakan dari
vermilion dalam hal warnanya dan penampakannya. Di sisi yang lain, vermilion
adalah bagian bibir yang dapat terlihat didalam white roll. Vermilion memiliki
refleksi cahaya yang unik dan mustahil untuk ditiru. Garis basah-kering merupakan
pertemuan dari vermilion basah dan vermilion kering.5

Gambar 7. Anatomi bibir (diambil dari kepustakaan no 5)


Hidung
Bentuk luar hidung sangat bervariasi dalam hal ukuran dan bentuk, terutama
karena perbedaan pada tulang-tulang rawan hidung. Punggung hidung meluas dari
akar hidung di wajah ke puncaknya (ujung hidung). Pada permukaan inferior terdapat
dua lubang, yakni nares anterior yang terpisah satu sama lain oleh septum nasi.
Septum nasi ini yang sebagiannya berupa tulang dan sebagian merupakan tulang
rawan, membagi cavitas nasi menjadi dua rongga kanan dan kiri. Septum nasi terdiri
dari komponen berikut:2

Lamina perpendicularis ossis eithmoidalis


Vemer
Kartilago septi nasi
Lamina perpendicularis yang membentuk bagian atas septum nasi, tipis dan

melintas kebawah dari lamina perpendicularis ossis ethmoidalis. Vomer, sebuah


tulang tipis dan melanjutkan lamina perpendicularis ossis ethmoidalis dan dengan
kartilago septi nasi.2

Bagian hidung yang berupa tulang terdiri dari:

Kedua os nasale
Processus frontalis maxillae
Pars nasalis ossis frontalis

Bagian tulang rawan hidung terdiri dari lima tulang rawan utama: dua cartillagenes
nasi laterals, dua cartilagines alares, dan sebuah kartilago septi nasi.
Cavitas nasi yang dapat dimasuki lewat nares anteriores berhubungan dengan
nasofaring melalui kedua choana (nares posteriores). Cavitas nasi dilapisi oleh
membrane mukosa, kecuali vestibulum nasi yang dilapisi oleh kulit. Membrane
mukosa hidung hidung melekat sangat erat pada periosteum dan perikondrium tulang
dan tulang rawan hidung. Membrane mukosa ini berkesinambungan dengan
membrane mukosa yang melapisi nasofaring di sebelah posterior, sinus paranasales di
sebelah superior dan lateral, dan saccus lakrimalis dan konjungtiva di sebelah
superior. Bagian dua pertiga inferior membrane mukosa hidung termasuk area
respiratoria, dan bagian sepertiga superior adalah area olfaktoria. Udara yang
melewati area respiratoria dihangatkan dan dilembabkan sebelum memasuki saluran
napas yang lebih lanjut yaitu paru-paru.2
Pendarahan dinding medial dan lateral cavitas nasi terjadi melalui cabang
arteri sphenopalatina, arteria ethmoidalis anterior dan arteri ethmoidalis posterior,
arteria palatine major, arteria labialis superior, dan rami laterals arteriae facialis.
Pleksus venosus menyalurkan darah kembali ke dalam vena sphenopalatina, vena
facialis, dan vena ophtalmica.2
Persarafan bagian dua pertiga inferior membrane mukosa hidung terutama
terjadi melalui nervus nasophalatinus, cabang nervus cranialis V2. Bagian anterior
dipersarafi oleh nervus ethmoidalis anterior, cabang nervus nasociliaris yang
merupakan cabang nervus kranialis V1. Dinding lateral cavitas nasi memperoleh

persarafan melalui rami nasals nervi maksilaris (nervus kranialis V 2), nervus palatines
major, dan nervus ethmoidalis anterior.2
Persarafan kavitas nasi terdiri dari tiga saraf cranial:3

Nervus olfaktorium
Sensasi umum diberikan oleh nervus trigeminus, region anterior oleh nervus

oftalmikus, dan region posterior oleh nervus maksillaris


Semua kelenjar dipersarafi oleh serabut parasimpatis di nervus fasialis, yang
bergabung dengan cabang nervus maksillaris di fossa pterygopalatina

serabut saraf simpatis berasal dari medulla spinalis T1. Mereka terutama bersinapsis
do serabut ganglion dan postganglionic simpatis servikal superior mencapai kavitas
nasi disepanjang pembuluh darah, atau oleh gabungan cabang nervus maksillaris di
fossa pterigopalatina.3

Gambar 7. Anatomi hidung (diambil dari kepustakaan no 7)


DAFTAR PUSTAKA

1. Panfilov E.D, et al. 2007. Aesthetic Surgery and Facial Mosaic. Springer:
New York. Hal : 38-42.
2. Moore, K. 2002. Anatomi Klinis Dasar. Jakarta: Hipokrates. Hal : 348-399.
3. Drake L.R, et al. 2007. Grays Anatomy For Student. Elsevier: Philadelphia.
Hal : 747-748.
4. Kryger Z.B, et al. 2007. Practical Plastic Surgery. Landes Bioscience: Texas.
Hal : 178-187.
5. Hollier L.and Kelley P. Soft Tissue and sceletal injury of the face. In thorne
CH, Beasly RW, Aston S.J,Bartlett SP.2007.editors: Grabb n Smith plastic
surgery.

Sixth

edition.Philadelpia,

USA:

Lippincolt

Williams

and

Wilkins.Hal : 367-437.
6. Faiz, omar et al. 2002. Anatomy at Glance. Blackwell Science: Oxford. Hal :
148-152.
7. Netter FH. Head and neck. [Cited on Januari 2003]. Available from URL:
http://www.netterimages.com/image