Anda di halaman 1dari 16

PT PLN (Persero)

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

6. PEMELIHARAAN PHB - TR

6.1. PENGERTIAN
Adalah kegiatan yang meliputi rangkaian tahapan kerja mulai dari perencanaan,
pelaksanaan hingga pengendalian dan evaluasi pekerjaan pemeliharaan instalasi
PHB TR yang dilakukan secara terjadwal (schedul) ataupun tanpa jadwal.

6.2. TUJUAN PEMELIHARAAN


Agar instalasi jaringan distribuasi beroperasi dengan :
Aman ( safe) bagi manusia dan lingkungannya.
Andal (reable).
Kesiapan (avaibility) tinggi.
Unjuk kerja (performance) baik.
Umur (live time) sesuai desain.
Waktu pemeliharaan (down time) efektif.
Biaya pemeliharaan (cost) efisien / ekonomis
Selain itu ada faktor diluar teknis, tujuan pemeliharaan adalah mendapatkan simpati
serta kepuasan pelanggan dalam pelayanan tenaga listrik.
Untuk melaksanakan pemeliharaan yang baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai
berikut
a. Sistem harus direncanakan dengan baik dan benar memakai bahan /
peralatan yang berkualitas baik sesuai standar yang berlaku.
b. Sistem distribusi yang baru di bangun harus diperiksa secara teliti, apabila
terdapat kerusakan kecil segera diperbaiki pada saat itu juga.
c. Staf / petugas pemeliharaan harus terlatih dengan baik dan dengan jumlah
petugas cukup memadai.
d. Mempunyai peralatan kerja yang cukup memadai untuk melaksanakan
pemeliharaan dalam keadaan tidak bertegangan maupun pemeliharaan
dalam bertegangan.
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

83

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

e. Mempunyai buku / brosur peralatan pabrik pembuat peralatan tersebut dan


harus diberikan kepada petugas terutama pada saat pelaksanaan
pemeliharaan.
f. Gambar (peta) dan catatan pelaksanaan pemeliharaan dibuat dan di pelihara
untuk bahan pada pekerjaan pemeliharaan berikutnya.
g. Jadwal yang telah dibuat sebaiknya dibahas ulang untuk melihat
kemungkinan penyempurnaan dalam pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan.
h. Harus diamati tindakan pengamanan dalam pelaksanaan pemeliharaan,
gunakan peralatan keselamatan kerja yang baik dan benar.

6.3. MACAM - MACAM PEMELIHARAAN


Berdasarkan waktu pelaksanaannya :
Pemeliharaan terencana ( planed maintenance) : preventif dan korektif.
Pemeliharaan tidak direncanakan (unplaned maintenance).
Berdasarkan metodanya
Pemeliharaan berdasarkan waktu ( time base maintenance )
Pemeliharaan berdasarkan kondisi ( on condition base maintenance)
Pemeliharaan darurat / khusus ( break down maintenace ).
Bila dari macam-macam pemeliharaan tersebut digabungkan, maka pemeliharaan
dibedakan menjadi :
a. Pemeliharaan rutin : merupakan pemeliharaan yang terencana berdasarkam
waktu yang terjadwal.
b. Pemeliharaan korektif : merupakan pemeliharaan yang terencana dikarenakan
faktor waktu dimana peralatan memerlukan perbaikan atau pemeliharaan yang
tidak terencana tetapi berdasarkan kondisi peralatan yang menunjukkan gejala
kerusakan ataupun sudah terjadi kerusakan.
c. Pemeliharaan darurat : merupakan pemeliharaan karena keadaan yang
darurat tanpa diketahui gejala kerusakan sebelumnya.
Pemeliharaan rutin
Disebut juga dengan pemeliharaan preventip, yaitu pemeliharaan untuk mencegah
terjadinya kerusakan peralatan yang lebih parah dan untuk mempertahankan unjuk
kerja jaringan agar tetap beroperasi dengan keandalan dan efisiensi yang tinggi.

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

84

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

Kegiatan pemeliharaan rutin meliputi kegiatan :

Pemeriksaan / inspeksi rutin

Pemeliharaan rutin

Pemeriksaan prediktif

Perbaikan / penggantian peralatan

Perubahan / penyempurnaan jaringan

Contoh pemeriksaan rutin pada PHB TR antara lain :


Memeriksa dan melaporkan keadaan Instalasi dan kondisi PHB - TR
Memeriksa kondisi peralatan listrik yang terpasang pada PHB - TR
Pemeriksaan instalasi dengan infrared / thermo vision.
Pengukuran beban
Pengukuran beban dan tegangan saluran jurusan pada PHB - TR.
Pengujian tahanan sistem pembumian
Contoh pemeliharaan rutin antara lain :
Membersihkan busbar yang kaotor karena ada deebu dan sarang
laba-laba.
Pengecatan busbar dengan warna standar
Perbaikan ground plate
Pemeliharaan permukaan pada bagian-bagian kontak penjepit fuse
dan pisau fuse dan memberi vaselin
Pengencangan kembali baut-baut pengikat antara dan kabel keluar
Pemeliharaan sambungan-sambungan instalasi pembumian
Penambahan elektrode pembumian
Pemeliharaan korektif
Pemeliharaan korektif adalah pekerjaan pemeliharaan dengan maksud untuk
memperbaiki kerusakan yaitu suatu usaha untuk memperbaiki kerusakan hingga
kembali kepada kondisi / kapasitas semula dan perbaikan untuk penyempurnaan
yaitu , suatu usaha untuk meningkatkan / penyempurnaan jaringan dengan cara
mengganti / mengubah jaringan agar dicapai daya guna atau keandalan yang lebih
baik dengan tidak mengubah kapasitas semula.
Contoh perbaikan kerusakan :
Penggantian saklar utama karena sudah rusak
Penggantian NH-Fuse yang sudah putus
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

85

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
-

Pemeliharaan PHB-TR

Penggantian NH-Fuse yang nilainya melebihi kapasitas kabel yang


diamankan
Penggantian Ground plate yang sudah rusak / hangus
Penggantian sepatu kabel yang terbakar

Contoh perbaikan untuk penyempurnaan :


Penggantian Saklar utama untuk penyesuaian kapasitasnya terhadap
beban yang dipikul
Penambahan Saluran jurusan JTR
Pemeliharaan darurat
Pemeliharaan ini sifatnya mendadak, tidak terencana ini akibat gangguan atau
kerusakan atau hal-hal lain di luar kemampuan kita sehingga perlu dilakukan
pemeriksaan / pengecekan perbaikan maupun penggantian peralatan, tetapi masih
dalam kurun waktu pemeliharaan
Contoh pemeliharaan darurat :
Perbaikan / penggantian PHB TR yang ruisak akibat kebakaran.
Perbaikan / penggantian PHB TR yang rusak akibat banjir.
Perbaikan / penggantian PHB - TR yang rusak akibat huru-hara.

6.4. JADWAL PEMELIHARAAN


Pemeliharaan rutin / terencana adalah carayang baik utnuk mencapai suatu tujuan
pemel;iharaan karena mencegah dan menghindari kerusakan peralatan . Dalam
pelaksanaan pemeliharaan rutin perlu direncanakan dengan baik berdasarkan hasil
pengamatan dan catatan serta pengalaman pemeliharaan terdahulu sehingga akan
mendapatkan hasil yang lebih baik untuk itu perlu dibuat jadwal pemeliharaan
Jadwal pemeliharaan dalam kurun waktu yang berbeda sesuai dengan kebutuhan
dan umur dari peralatan yang di pelihara, waktu tersebut adalah sebagai berikut :
Pemeliharaan mingguan
Pemeliharaan bulanan
Pemeliharaan triwulan
Pemeliharaan semesteran
Pemeliharaan tahunan
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

86

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

Karena volume fisik dari jaringan distribusi ini cukup banyak maka dalam
pelaksanaannya perlu diatur waktunya disesuaikan dengan kemampuan yang ada.

6.5. PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BEBAS TEGANGAN


Pemeliharaan peralatan / perlengkapan jaring distribusi tm / tr yang dilaksanakan
dimana obyeknya dalam keadaan tanpa tegangan atau pemadaman. Hal ini bukan
berartii disekitar obyek pemeliharaan benar-benar sama sekali tidak bertegangan.
Contoh :
Pada waktu pemeliharaan phb tr pada gardu distribusi, maka pada sisi tm fco atau
kubikel dan trafo harus
dipadamkan, tetapi pada keadaan tertentu tetap
dioperasikan. Dengan demikian segi keamanan terhadap tegangan sentuh harus
tetap diperhatikan.
Alasan Dilaksanakan Pemeliharaan Dalam Keadaan Tanpa Tegangan :

Pemeliharaan dengan metoda pdkb memang belum dimungkinkan.

Instalasi

dilengkapi

dengan

sistem

cadangan

sehingga

tidak

mengganggu suplai tenaga listrik.

Jaringan yang akan dipelihara secara ekonomis tidak terlalu


mengguntungkan dan secara sosial tidak berdampak negatif.

SDM dan sarana yg diperlukan untuk pemeliharaan dengan PDKB


belum tersedia.

Keuntungan Dan Kerugian Pemeliharaan Tanpa Tegangan


Keuntungannya :
Terjadinya kecelakaan terhadap sentuhan tegangan listrik dapat
dihindarkan.
Pekerjaan dimungkinkan dapat dilaksanakan dengan kondisi cuaca
hujan.
Peralatan kerja, alat bantu kerja dan peralatan k3 harganya lebih
murah.
Beaya pekerjaan pemeliharaan lebih murah.
Kerugiaannya :

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

87

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
-

Pemeliharaan PHB-TR

Akibat pemadaman berarti energi tidak tersalurkan / terjual menjadi


lebih besar sebanding dengan lamanya pekerjaan.

Ketentuan bekerja pada keadaan tidak bertegangan :

Pelaksanaan

pekerjaan

harus

mempunyai

kompetensi

yang

dibutuhkan

Perlengkapan listrik yang dipekerjakan harus bebas dari tegangan

Sarana pemutusan sirkit dipasang rambu peringatan

Melaksanakan pemeriksaan tegangan untuk memastikan keadaan


bebas tegangan

Perlengkapan yang dikerjakan harus dibumikan secara baik

Petugas untuk pembebasan tegangan harus mempunyai surat tugas


dari atasan yang berwenang

Mengunci peralatan yang mungkin dapat dimasukkan / dikeluarkan

Bagian perlengkapan yang telah dibebaskan dari tegangan dan akan


dibuang sisa muatan listriknya, harus diperiksa secara teliti

6.6. PEMELIHARAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN ( PDKB )


Pemeliharaan peralatan / perlengkapan jaringan distribusi (TR / TM) yang
dilaksanakan dimana obyeknya dalam keadaan aktip bekerja atau bertegangan
Contoh :
Pemeriksaan rutin kondisi gardu yang sedang beroperasi
Pengukuran beban dan tegangan gardu
Ketentuan bekerja pada keadaan bertegangan :

Petugas / pelaksana pekerjaan mempunyai kompetensi yang


dibutuhkan

Memiliki surat ijin kerja dari yang berwenang

Dalam keadaan sehat, sadar, tidak mengantuk atau tidak dalam


keadaan mabuk

Saat bekerja harus berdiri pada tempat atau mempergunakan


perkakas yang berisolasi dan andal

Menggunakan perlengkapan badan yang sesuai dan diperiksa


setiap dipakai sesuai petunjuk yang berlaku

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

88

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

Dilarang menyentuh perlengkapan listrik yang bertegangan


dengan tangan telanjang

Keadaan cuaca tidak mendung / hujan

Dilarang bekerja di ruang dengan bahaya kebakaran / ledakan,


lembab dan sangat panas

Ketentuan bekerja di dekat instalasi bertegangan :


a.
Saat bekerja harus berada pada jarak minimum aman kerja

b.

c.
d.

e.

Tegangan
( antara fasa dan
bumi ) dalam kv

Jarak minimum aman kerja


dalam cm

1
12
20
70
150
220
500

50
60
75
100
125
160
300

Bila bekerja di dekat instalasi yang lebih tinggi dari pada tegangan
perlengkapan yang dikerjakan, harus dipastikan bahwa perlengkapan tersebut
bebas dari kebocoran isolasi atau imbas yang membahayakan dan sebaiknya
dibumikan
Dilarang menggunakan pengukur panjang, tali logam atau tali dengan
anyaman benang logam
Di dekat bagian bertegangan, dilarang menggunakan tangga kayu
atau bambu yang diperkuat dengan batang logam yang memanjang searah
dengan arus listrik
Jika jarak aman tidak dapat dipenuhi, petugas harus menggunakan
pengaman dari bahan isolasi

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

89

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

6.7. PELAPORAN PADA PEKERJAAN PEMELIHARAAN


Fungsi pelaporan
Setiap kegiatan dan kejadian dalam pemeliharaan jaringan harus selalu dibuatkan
laporannya.
Fungsi laporan diharapkan dapat membantu manajemen dalam :

Menilai unjuk kerja jaringan, ranting / rayon dst.

Mengetahui kondisi jaringan / gardu.

Menentukan

tindakan

untuk

memperbaiki

kwalitas

dan

keandalan jaringan.

Memperkirakan kebutuhan material dan biaya pemeliharaan.

Kejadian yang perlu dilaporkan

Pemadaman.

Karena gangguan atau direncanakan.


Jumlah pelanggan yang padam.
Sebab pemadaman.
Kwh yang tak tersalurkan.
Pemakaian material untuk mengatasi gangguan.
Prosedur pengamanan dalam pekerjaan pada instalasi tegangan

tinggi.
Pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan pemeliharaan.
Pengoperasian kembali.

6.8. PEMELIHARAAN PHB TR


Kelainan pada saklar utama
Antara lain :
a) Sebagian atau seluruh alat kontak hangus akibat terjadi busur api yang besar
b) Sebagian atau seluruh alat kontak kotor akibat terjadi loss kontak
c) Buka tutup alat kontak tidak serempak karena kerja alat mekanis sudah tidak
benar lagi
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

90

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

d) Tahanan isolasi sudah turun dibawah batas minimal karena faktor usia atau
kebanjiran

6.9. PEMELIHARAAN PELEBUR / FUSE DAN PENJEPITNYA


Penyebab gangguan / kerusakan pada fuse dan penjepitnya
a) Permukaan jepit (ground plate) dan alat kontak pelebur serta permukaan
sepatu kabel harus bersih dan dilapisi dengan vaselin jenis netral
b) Seluruh permukaan alat kontak pelebur harus terhubung dengan penjepitnya
c) Jenis sepatu kabel yang terhubung antara busbar, pelebur dan kabel jurusan
harus terbuat dari bahan yang sama dengan busbar dan kabel jurusan
d) Ukuran sepatu kabel harus sesuai dengan ukuran kabel
e) Luas permukaan sepatu kabel yang terhubung dengan busbar minimal sama
dengan penampang kabelnya.
f) Luas penampang bagian dalam selongsong sepatu kabel minimal sama
dengan penampang kabelnya
g) Pengencangan mur baut untuk menghubungkan sepatu kabel dengan busbas
harus disesuaikan

6.10. PEMELIHARAAN ALAT UKUR PERALATAN BANTUNYA


a) Alat ukur peralatan bantunya yang terpasang diperiksa kondisi pengawatannya
b) Alat ukur peralatan bantu yang terpasang di uji ketelitiannya

.
6.11. PROSEDUR PEMELIHARAAN PHB-TR PADA GARDU DISTRIBUSI
DALAM KEADAAN BERTEGANGAN
a)
b)
c)

Ukur dan catat beban dan tegangan pada saklar utama dan saluran keluar
Bandingkan hasil ukur arus pada amper meter di phb tr dengan hasil
pengukuran dengan tang amper meter
Ukur dan catat suhu alat sambung hubung pada saklar utama dan fuse
pengaman saluran

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

91

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
d)

Pemeliharaan PHB-TR

Amati dan catat adanya kelainan- kelaianan pada PHB-TR dalam keadaan
beroperasi

6.12. PROSEDUR PEMELIHARAAN PHB-TR PADA GARDU DISTRIBUSI


DALAM KEADAAN BEBAS TEGANGAN GARDU PASANGAN LUAR
Diagram satu garis gardu distribusi pasangan luar
JTM

ARRESTER

FCO

TRAFO

PHB TR

SAKLAR UTAMA

NH FUSE
N

SALURAN
JURUSAN

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

92

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

6.13. PROSEDUR PEMADAMAN SEBELUM PEMELIHARAAN


a)
b)
c)

d)
e)
f)
g)

Kurangi beban trafo, dengan cara melepas satu-persatu NH-fuse, bila beban
tidak terlalu besar
Buka FCO
Hubungkan kabel pentanahan yang sudah dihubungkan ke elektroda
pentanahan dimulai dari ke empat bushing trafo sisi tegangan rendah, lalu
ketiga bushing trafo sisi tegangan menengah
Buka kabel / kawat yang terhubung pada terminal kabel masuk dan kabel
keluar
Kabel / kawat yang sudah terlepas hubungkan jadi satu dan tersambung
pada kabel pentanahan
Lakukan pemeriksaan kondisi PHB-TR
Dari hasil kegiatan diatas diambil kesimpulan :
- PHB-TR dalam keadaan baik dan layak dioperasikan
- PHB-TR dalam keadaan kurang baik, perlu ada perbaikan sebelum
dioperasikan
- PHB-TR dalam keadaan rusak, perlu penggantian

Langkah pemeliharaan PHB-TR pada gardu distribusi pasangan luar dalam


keadaan tidak bertegangan :
a) Gunakan perkakas kerja dan perlengkapan k3 sesuai dengan kebutuhan
b) Yakinkan PHB-TR sudah bebas tegangan
c) Buka saklar utama
d) Lepas seluruh nh fuse
e) Periksa kondisi dan kerja saklar utama
Adanya kotoran pada terminal-terminalnya, bersihkan dengan
menggunakan kain dan cairan yang mudah menguap dan bila terlalu
tebal gosok dengan sabut plastik hijau
Adanya kotoran pada alat-alat kontak (saklar jenis terbuka) lakukan
hal sama seperti di atas
Adanya ketidak serempakan buka-tutup alat hubung saklar utama,
perbaiki mekanisnya dan bila perlu ganti dengan yang baru
Ukur tahanan kontaknya, nilainya tidak boleh melebihi 100 micro
ohm

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

93

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
-

Pemeliharaan PHB-TR

Ukur tahanan isolasi antara fasa-fasa dan fasa-body, nilai minimal


tahanan isolasinya adalah 1.000 x tegangan kerja

Langkah pemeliharaan terhadap NH-Fuse dan ground plate :


a)
Periksa kesesuaian nilai fuse terhadap ground platenya
b)
Periksa kerapatan penjepit pisau nh fuse, setel kembali pernya
c)
Adanya kotoran pada penjepit ground plate dan pisau NH fuse bersihkan
dengan kuas atau kain lap dan cairan yang mudah menguap
d)
Adanya kotoran pada terminal ground plate lakukan hal yang sama
seperti di atas
Ukur tahanan isolasi terminal masuk maupun keluar ground plate terhadap
body Catatan :
Nilai tahanan isolasi minimal = 1000 x tegangan kerja
e)
Periksa kondisi busbar dan isolator dudukannya
f)
Periksa kekencangan pengikatan mur-baut antara terminal masuk
ground-plate NH-Fuse dengan busbar
g)
Oleskan vaseline netral pada penjepit dan pisau fuse
Langkah pemeliharaan alat ukur peralatan bantunya
a)
Periksa pengawatan alat-alat ukur dan alat bantunya
b)
Periksa kondisi alat-alat ukur dan alat bantunya yang terpasang
c)
Periksa lampu test tegangan
d)
Periksa lampu penerangan PHB-TR / gardu
e)
Ukur nilai tahanan pentanahan kerangka PHB-TR dan netral TR trafo
f)
Nilai tahanan pentanahan kerangka maksimal 1,7 ohm
g)
Nilai tahanan pentanahan netral TR maksimal 5 ohm
h)
Yakinkan pemeliharaan telah selesai dilakukan dan PHB-TR siap
dioperasikan kembali
Prosedur pengoperasian kembali PHB-TR sesudah pemeliharaan
a)
Pasang kembali kabel / kawat pada terminal sisi masuk dan sisi keluar
b)
Lepaskan kawat pentanahan
c)
Periksa keadaan disekitar trafo dan yakinkan PHB-TR aman
dioperasikan
d)
Laporkan kepada pihak yang berwenang untuk pengoperasian kembali,
sampai jawaban izin pengoperasian keluar
e)
Masukkan FCO

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

94

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

f)

Ukur tegangan dan urutan fasa sisi TR, pastikan bahwa besarnya
tegangan dan urutan fasa sudah benar
g)
Masukkan saklar utama, amati adanya kelainan - kelainan
h)
Ukur tegangan pada busbar TR, yakinkan besarnya tegangan fasa
netral maupun fasa fasa benar
i)
Operasikan saluran jurusan dengan cara :
- Untuk pelanggan umum : masukkan saklar utama, menyusul kemudian
nh fuse satu persatu sambil di test kemungkinan adanya hubung
singkat pada saluran jurusan
- Untuk pelanggan 3 fasa : masukkan saluran NH fuse, sebelum saklar
utama dimasukkan
Prosedur pemeliharaan PHB-TR pada gardu distribusi pasangan dalam pada
keadaan bebas tegangan
Diagram satu garis gardu distribusi pasangan dalam

PEMUTUS
BEBAN
(PMB) 1

2
PMS

PEMUTUS
BEBAN
(PMB) 1

PMS

SAKLAR UTAMA

PMS

PMS

PMS

PMS

SAKLAR UTAMA
NH FUSE

NH FUSE

SALURAN JURUSAN

Prosedur pemadaman sebelum pemeliharaan :


a) Buka pemutus beban (PMB) 3
b) Masukkan pemisah bumi (PMSs) 3
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

95

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pemeliharaan PHB-TR

c) Buka seluruh NH-Fuse


d) Hubungkan kabel pentanahan yang sudah dihubungkan ke elektroda
pentanahan dimulai dari ke empat bushing trafo sisi tegangan rendah, lalu
ketiga bushing trafo sisi tegangan menengah
e) Buka kabel / kawat yang terhubung pada terminal kabel masuk dan kabel
keluar
f) Kabel / kawat yang sudah terlepas hubungkan jadi satu dan tersambung
pada kabel pentanahan
g) Lakukan pemeriksaan kondisi PHB-TR
h) Dari hasil kegiatan diatas diambil kesimpulan :
- PHB-TR dalam keadaan baik dan layak dioperasikan
- PHB-TR dalam keadaan kurang baik, perlu ada perbaikan sebelum
dioperasikan
- PHB-TR dalam keadaan rusak, perlu penggantian
Langkah pemeliharaan PHB-TR pada gardu distribusi pasangan luar dalam
keadaan tidak bertegangan :
a) Gunakan perkakas kerja dan perlengkapan k3 sesuai dengan kebutuhan
b) Yakinkan PHB-TR sudah bebas tegangan
c) Buka saklar utama
d) Lepas seluruh nh fuse
e) Periksa kondisi dan kerja saklar utama
Adanya kotoran pada terminal-terminalnya, bersihkan dengan
menggunakan kain dan cairan yang mudah menguap dan bila terlalu
tebal gosok dengan sabut plastik hijau
Adanya kotoran pada alat-alat kontak (saklar jenis terbuka) lakukan
hal sama seperti di atas
Adanya ketidak serempakan buka-tutup alat hubung saklar utama,
perbaiki mekanisnya dan bila perlu ganti dengan yang baru
Ukur tahanan kontaknya, nilainya tidak boleh melebihi 100 micro
ohm
Ukur tahanan isolasi antara fasa-fasa dan fasa-body, nilai minimal
tahanan isolasinya adalah 1.000 x tegangan kerja
Langkah pemeliharaan terhadap NH-Fuse dan ground plate :
a)
Periksa kesesuaian nilai fuse terhadap ground platenya
b)
Periksa kerapatan penjepit pisau nh fuse, setel kembali
pernya
Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

96

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
c)
d)
e)

Pemeliharaan PHB-TR

Adanya kotoran pada penjepit ground plate dan pisau NH


fuse bersihkan dengan kuas atau kain lap dan cairan yang mudah menguap
Adanya kotoran pada terminal ground plate lakukan hal
yang sama seperti di atas
Ukur tahanan isolasi terminal masuk maupun keluar
ground plate terhadap body Catatan :

Nilai tahanan isolasi minimal = 1000 x tegangan kerja


f)
g)

Periksa kondisi busbar dan isolator dudukannya


Periksa kekencangan pengikatan mur-baut antara
terminal masuk ground-plate NH-Fuse dengan busbar
h)
Oleskan vaseline netral pada penjepit dan pisau fuse
Langkah pemeliharaan alat ukur peralatan bantunya :
a)
Periksa pengawatan alat-alat ukur dan alat bantunya
b)
Periksa kondisi alat-alat ukur dan alat bantunya yang
terpasang
c)
Periksa lampu test tegangan
d)
Periksa lampu penerangan PHB-TR / gardu
e)
Ukur nilai tahanan pentanahan kerangka PHB-TR dan
netral TR trafo
f)
Nilai tahanan pentanahan kerangka maksimal 1,7 ohm
g)
Nilai tahanan pentanahan netral TR maksimal 5 ohm
h)
Yakinkan pemeliharaan telah selesai dilakukan dan PHBTR siap dioperasikan kembali
Prosedur pengoperasian kembali PHB-TR sesudah pemeliharaan
a) Pasang kembali kabel / kawat pada terminal sisi masuk maupun keluar
b) Periksa keadaan disekitar trafo dan yakinkan PHB-TRaman dioperasikan
c) Laporkan kepada pihak yang berwenang untuk pengoperasian kembali,
sampai jawaban izin pengoperasian keluar
d) Lepaskan PMS bumi (PMS) 3
e) Masukkan PMB 3
f) Ukur tegangan dan urutan fasa TR, pastikan bahwa besarnya tegangan dan
urutan fasa sudah benar
g) Masukkan saklar utama, amati ada kelainan - kelainan
h) Ukur tegangan pada busbar TR, yakinkan besarnya tegangan fasa netral
maupun fasa fasa benar
i) Operasikan saluran jurusan dengan cara :

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

97

PT PLN (Persero)
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
-

Pemeliharaan PHB-TR

Untuk pelanggan umum : masukkan saklar utama, menyusul


kemudian nh fuse satu persatu sambil di test kemungkinan adanya
hubung singkat pada saluran jurusan
Untuk pelanggan 3 fasa : masukkan saluran nh fuse, sebelum
saklar utama dimasukkan

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaa

98