Anda di halaman 1dari 5

STRENGTH

Strength atau kekuatan merupakan tekanan yang dapat menyebabkan fraktur atau
sejumlah deformasi plastis tertentu.
a. Yield Strength
Yield strength

merupakan

tekanan

yang

dibutuhkan

untuk

menghasilkan suatu regangan plastis tertentu.


b. Ultimate Strength
Ultimate strength merupakan jumlah maximum stress pada material
untuk dapat menahan tanpa mengalami patah atau pecah. Hal ini diterapkan
untuk tekan, tarik, atau tegangan geser.
c. Fracture Strength
Fracture strength adalah kekuatan dimana ketika sebuah material
mengalami kekalahan akibat tegangan yang kuat dan berkali-kali. Fracture
strength juga dapat disebut sebagai batas kelelahan, yaitu batas suatu material
dapat menahan tegangan sebelum terjadi fracture. Untuk bahan rapuh dengan
permukaan kasar batas ketahanannya lebih rendah dibandingkan permukaan
yang terpoles denga baik.
d. Tear Strength
Tear strength merupakan kekuatan terhadap robek. Polysulfides
memiliki tear strength yang kuat sehingga material ini dapat dipotong tanpa
harus terobek.
e. Compressive Strength
Compressive strength merupakan ketahanan atau kekuatan material
terhadap tekanan yang bersifat menekan dan mengarah kepada pemendekan
material. Pada tekanan kompresi yang mengalami stress maksimum dapat
menyebabkan fraktur.
Terdapat uji yang digunakan untuk mengukur kekuatan material
terhadap tekanan. Uji ini digunakan untuk menentukan batas elastis,
proporsional limit, titik luluh, kekuatan luluh, dan kekuatan tekan. Dalam
kedokteran gigi, material yang diukur antara lain:

f. Tensile
Strength
strength

Material

Compressive Strength
(Mpa)

Enamel

384

Dentin

297

Amalgam

189

Tensile

adalah
Calcium hydroxide
8
kekuatan
untuk
Feldspathic
149
porcelain
High-strength
81
stone
Resin composite
225
Zinc phosphate
110
cement
mempertahankan diri terhadap deformasi/perubahan bentuk karena force atau
load yang mempunyai kecenderungan untuk menarik atau menambah panjang
material yang ditimpanya untuk bisa bertahan sebelum patah. Tensile strength
dapat diukur dengan memberi beban tensile secara langsung pada specimen
atau material yang akan diuji. Cara lain pengujian tensile dengan cara
menggunakan diametral compression test, tes ini menggunakan specimen
berbentuk silinder lalu diberi beban secara diametral.
Contoh tensile strength dalam kedokteran gigi adalah material cetak
alginate. Material ini berbentuk bubuk garam alginate yang digunakan untuk
mencetak gigi.

HARDNESS
Hardness merupakan kemampuan suatu bahan untuk menerima tekanan benda
keras. Hardness juga dapat diartikan sebagai kemampuan menahan suatu goresan,
sehingga kekerasan merupakan ketahanan terhadap indentasi. Indentasi didapatkan
dari permukaan suatu beban dari gaya yang diaplikasikan dari ujung yang tajam dan
juga berasal dari interaksi sejumlah sifat.
Hardness bergantung pada kekuatan dan kelenturan. Semakin tinggi kekuatan
dan kelenturan, maka semakin besar pula kekerasan. Kesimpulannya, bahan yang
keras umumnya kuat, etapi bahan yang kuat belum tentu keras.
Persyaratan tertentu ada untuk pengujian yang tepat:

1. Spesimen harus datar


2. Spesimen harus 10 kali lebih tebal daripada kedalaman indentasi yang
diharapkan
3. Pengujian tidak harus dilakukan dekat dengan tepi contoh
4. Lekukan tidak boleh dibuat terlalu dekat satu sama lain
Terdapat beberapa jenis uji kekerasan yang diklasifikasikan berdasarkan
beberapa cara, diantaranya:
1. Dengan metode penerapan indentor: statis (perlahan-lahan diterapkan)
ataudinamis (cepat diterapkan)
2. Dengan jumlah beban yang diterapkan melalui indentor: Macrohardness
(ketika lebih dari 1 kilogram beban diterapkan) atau Microhardness (bila
kurang dari 1 kilogram beban diterapkan)
3. Dengan ukuran indentor: Microindentation (kecil-indentor tip) atau
Macroindentation (besar-indentor tip)
Tes-tes tersebut diantaranya:
a. Brinell Hardness Test

Brinell hardness test digunakan untuk menentukan kekerasan logam.


Dalam uji ini, digunakan suatu bola logam/baja ditekan dengan beban
tertentu pada permukaan material. Satuan dalam uji ini disebut Brinell
Hardness Number (BHN). Semakin kecil indentasi, semakin besar
angkanya dan semakin keras material tersebut. Dalam kedokteran gigi, uji
ini digunakan untuk menguji kekerasan amalgam.
b. Rockwell Hardness Test

Rockwell hardness test hamper mirip dengan Brinell hardness test,


namun pada Rockwell hardness test digunakan bola baja atau ujung berlian
yang bentuknya konus. Pada uji ini indentasi dapat cepat dibaca. Hanya 10
sampai 15 detik.
Rockwell hardness test terbagi menjadi Rockwell dan Superficial
Rockwell. Pada uji superficial Rockwell digunakan beban yang lebih
ringan untuk pengujian material.

Beban
Minor
Beban
Mayor
Dalam kedokteran

Rockwell

Superficial
Rockwell

10 kg

3 kg

60, 100, 150


15, 30, 45 kg
kg
gigi, Rockwell hardness test digunakan untuk

mengevaluasi kekerasan permukaan material plastic, metal, dan alloy.


c. Shore dan Barcol Test
Tes Shore dan Barcol digunakkan untuk mengukur bahan karet.
d. Vickers Test
Tes Vickers menggunakan indenter berlian bentuk pyramid yang
mengindetasi material dengan dasar persegi dengan beban konstan.
Panjang dari kedua diagonal dari indentasi diukur untuk memungkinkan
perhitungan daerah lekukan.
Keuntungan yang signifikan dari tes ini adalah dapat digunakan untuk
pengujian spesimen yang sangat kecil karena ujung indentor kecil. Juga,
karena beban yang diterapkan pada spesimen dapat bervariasi. Uji Vickers
paling cocok untuk pengujian bahan rapuh.

e. Knoop Test
Knoop test merupakan suatu tes yang sering digunakan untuk
mengukur kekerasan material gigi. Identor yang digunakan adalah berlian
ujung piramida dengan rhomboidal dasar.