Anda di halaman 1dari 39

SISTEM UTILITAS

DIAN ANGGRAINI PURBA


1107114263

TURBIN

TURBIN AIR

Turbin air mengubah energi potensial air menjadi


energi mekanis. Energi mekanis diubah dengan
generator listrik menjadi tenaga listrik.

Turbin air dikembangkan pada abad 19 dan digunakan


secara luas untuk tenaga industri untuk jaringan listrik.
Sekarang lebih umum dipakai untuk generator listrik. Turbin
kini dimanfaatkan secara luas dan merupakan sumber
energi yang dapat diperbaharukan.

Karakteristik Turbin
1. Rasio Kecepatan
Rasio Kecepatan () adalah perbandingan antara
kecepatan keliling linier turbin pada ujung
diameter nominalnya dibagi dengan kecepatan
teoritis air melalui curat dengan tinggi terjun
sama dengan tinggi terjun(Hnetto) yang bekerja
pada turbin

Dengan N adalah putaran turbin rpm


(rotasi per menit), D adalah diameter
karakteristik turbin (m), umumnya
digunakan diameter nominal, H adalah
tinggi terjun netto/effektif (m).

2. Kecepatan Satuan (N), adalah kecepatan putar


turbin yangUmempunyai diameter (D ) satu satuan
panjang dan bekerja pada tinggi terjun (H) satu
satuan panjang .Nett oDari Pers.(1.1) diperoleh
korelasi:

dengan memasukan nilaiD= 1 m danH= 1 m, maka


Pers.(1.2) menjadi:

Akhirnya persamaan diatas ditulis sebagai:

3. Debit Satuan
Debit yang masuk turbin secara teoretis dapat
diandaikan sebagai debit yang melalui suatu curat
dengan tinggi terjun sama dengan tinggi terjun (H)
yang bekerja pada turbin.
4. Daya satuan
Daya (P) yang dihasikan oleh turbin dapat dirumuskan:

dengan adalah efisiensi turbin, adalah berat jenis


air .Daya Satuan (Pu) adalah daya turbin yang
mempunyai diameter (D) satu satuan panjang dan
bekerja pada tinggi terjun (Hnetto) satu satuan netto
panjang
maka persamaan diatas dapat ditulis:

5. Kecepatan Spesifik (Ns) adalah kecepatan putar turbin


yang menghasilkan daya sebesar satu satuan daya pada
tinggi terjun (Hnetto) satu satuan panjang. Kecepatan
Spesifik (Ns ) dapat dinyatakan dalam sistim metric S
maupun sistim Inggris

6. Diameter Spesifik (D) adalah diameter turbin yang menghasilkan


daya sebesar satu satuan daya pada tinggi terjun (H) satu satuan
netto panjang
Dari persaman diatas dapat ditulis sebagai :

Turbin air dapat digolongkan


menjadi :
1. Menurut jenis porosnya
a. Turbin air dengan poros tegak
b. Turbin air dengan poros mendatar
c. Turbin dengan poros miring

2. Menurut tinggi rendahnya terjun air


a. Turbin dengan tinggi terjun rendah
b. Turbin dengan tinggi terjun menengah
c. Turbin dengan tinggi terjun tinggi

3. Menurut kecepatan putar turbin


a. Turbin dengan kecepatan putar rendah
b. Turbin dengan kecepatan putar
menengah
c. Turbin dengan kecepatan putar tinggi

4. Menurut letak atau tempat


didirikannya turbin
a. Turbin air hulu
b. Turbin air hilir
c. Turbin air yang dibuat dibawah tanah
d. Turbin air reversible (putar balik)
5.
a.
b.
c.

Menurut daya yang dihasilkan


Turbin air dengan daya rendah
Turbin air dengan daya menengah
Turbin air dengan daya tinggi

Keuntungan Turbin air dibandingkan turbin


yang lain
a. Turbin mempunyai umur yang panjang
b. Lebih efisien dan mudah mengontrolnya
c. Turbin dapat dikontrol secara otomatis
d. Turbin dapat menunjukkan kemampuan
sebagai unit yang selalu tersedia
e. Turbin dapat bekerja dibawah beberapa
ketinggian.

TURBIN UAP

Turbin Uap adalah salah satu komponen dasar


dalam pembangkit listrik tenaga uap. Dimana
komponen utama dari sistem tersebut yaitu :
Ketel, kondensor, pompa air ketel, dan turbin itu
sendiri. Uap yang berfungsi sebagai fluida kerja
dihasilkan oleh katel uap, yaitu suatu alat yang
berfungsi untuk mengubah air menjadi uap.

Q in

BOILER

konders
er

Q out

Siklus ideal yang terjadi didalam


turbin adalah siklus Renkine ; Air pada
siklus 1 dipompakan, kondisinya
adalah isentropik s1 = s2 masuk ke
boiler dengan tekanan yang sama
dengan tekanan di kondenser tetapi
Boiler menyerap panas sedangkan
kondenser
melepaskan
panas,
kemudian dari boiler masuk ke turbin
dengan kondisi super panas h3 =h4
dan keluaran dari turbin berbentuk
uap jenuh dimana laju aliran massa
yang masuk ke turbin sama dengan
laju aliran massa keluar dari turbin, ini

Cp

2
1

Menurut
Hukum
pertama
Thermodinamika, kerja yang
dihasilkan oleh suatu proses
siklus adalah sama dengan
Jumlah Perpindahan Kalor
pada fluida kerja selama
proses
siklus
tersebut
berlangsung.
Jadi untuk
proses Siklus
1 2 2 3 3 4 1
Dengan rumus:
W = T dS
W = Kerja per satuan berat
fluida kerja
Ds = Luas 1 2 - 2 2 3

Dalam kenyataan Siklus sistem Turbin Uap menyimpang dari Siklus


Ideal (Siklus Rankine ) antara lain karena faktor tersebut dibawah ini :
Kerugian dalam pipa atau saluran fluida kerja, misalnya kerugian
gesekan dan kerugian kalor ke atmosfer disekitarnya .
Kerugian tekanan dalam ketel uap
Kerugian energi didalam turbin karena adanya gesekan pada fluida
kerja dan bagian-bagian dari turbin.

Prinsip Kerja
Turbin Uap
Secara singkat prinsip kerja turbin uap adalah sebagai berikut :
1. Uap masuk kedalam turbin melalui nosel. Didalam nosel energi
panas dari uap dirubah menjadi energi kinetis dan uap mengalami
pengembangan.
Tekanan uap pada saat keluar dari nosel lebih kecil dari pada saat
masuk ke dalam nosel, akan tetapi sebaliknya kecepatan uap
keluar nosel lebih besar dari pada saat masuk ke dalam nosel.
Uap yang memancar keluar dari nosel diarahkan ke sudu-sudu
turbin yang berbentuk lengkungan dan dipasang disekeliling roda
turbin. Uap yang mengalir melalui celah-celah antara sudu turbin
itu dibelokkan kearah mengikuti lengkungan dari sudu turbin.
Perubahan kecepatan uap ini menimbulkan gaya yang mendorong
dan kemudian memutar roda dan poros turbin.

2. Jika uap masih mempunyai kecepatan saat meninggalkn sudu


turbin berarti hanya sebagian yang energi kinetis dari uap yang
diambil oleh sudu-sudu turbin yang berjalan. Supaya energi
kinetis yang tersisa saat meninggalkan sudu turbin
dimanfaatkan maka pada turbin dipasang lebih dari satu baris
sudu gerak. Sebelum memasuki baris kedua sudu gerak. Maka
antara baris pertama dan baris kedua sudu gerak dipasang satu
baris sudu tetap ( guide blade ) yang berguna untuk mengubah
arah kecepatan uap, supaya uap dapat masuk ke baris kedua
sudu gerak dengan arah yang tepat.

3. Kecepatan uap saat meninggalkan sudu gerak yang


terakhir harus dapat dibuat sekecil mungkin, agar energi
kinetis yang tersedia dapat dimanfaatkan sebanyak
mungkin. Dengan demikian effisiensi turbin menjadi lebih
tinggi karena kehilangan energi relatif kecil.

Klasifikasi turbin
diklasifikasikan
menjadi beberapa
uap

Turbin Uap dapat


kategori
yang berbeda berdasarkan pada konstruksinya, prinsip
kerjanya dan menurut peoses penurunan tekanan uap sebagai
berikut:
1. Klasifikasi Turbin berdasarkan Prinsip Kerjanya
A. Turbin Impulse
Turbin impuls atau turbin tahapan impuls adalah turbin
sederhana berotor satu atau banyak (gabungan) yang
mempunyai sudu-sudu pada rotor itu. Sudu biasanya
simetris dan mempunyai sudut masuk dan sudut keluar.
Proses pengembangan uap / penurunan
seluruhnya terjadi pada sudu diam / nosel.

tekanan

B. Turbin Reaksi
Turbin reaksi mempunyai tiga tahap, yaitu masing-masingnya
terdiri dari baris sudu tetap dan dua baris sudu gerak. Sudu
bergerak turbin reaksi dapat dibedakan dengan mudah dari sudu
impuls karena tidak simetris, karena berfungsi sebagai nossel
bentuknya sama dengan sudu tetap walaupun arahnya
lengkungnya berlawanan.
Ciri-ciri turbin ini adalah :
Penurunan tekanan uap sebagian terjadi di Nosel dan Sudu
Gerak
Adanya perbedaan tekanan didalam turbin sehingga disebut
Tekanan Bertingkat.

2. Klasifikasi turbin uap berdasarkan pada tingkat


penurunan Tekanan Dalam Turbin

A. Turbin Tunggal ( Single Stage )


Dengan kecepatan satu tingkat atau lebih turbin ini cocok
untuk untuk daya kecil, misalnya penggerak kompresor,
blower, dll.
Turbin Bertingkat (Aksi dan Reaksi ).
B. Disini sudu-sudu turbin dibuat bertingkat, biasanya cocok
untuk daya besar. Pada turbin bertingkat terdapat deretan
sudu 2 atau lebih. Sehingga turbin tersebut terjadi distribusi
kecepatan / tekanan.

3. Klasifikasi turbin berdasarkan Proses Penurunan


Tekanan Uap
1. Turbin Kondensasi.
Tekanan keluar turbin kurang dari 1 atm dan dimasukkan
kedalam kompresor.
2. Turbin Tekanan Lawan.
Apabila tekanan sisi keluar turbin masih besar dari 1 atm
sehingga masih dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan
turbin lain.
3. Turbin Ekstraksi
Didalam turbin ini sebagian uap dalam turbin diekstraksi
untuk roses pemanasan lain, misalnya proses industri.

Prinsip Kerja Turbin Uap Jenis Bertingkat 905 TG 1 / 2 /


3/4
Turbin pembangkit listrik tenaga uap UP II Dumai adalah turbin yang
mempunyai Condensing Axial Flow Type dan memiliki turbin jenis
bertingkat. Turbin uap yang diinjeksikan steam LP kedalam turbin
dan keluaran dalam bentuk condence (uap jenuh) dan disebut
dengan turbin uap kondensasi. Besarnya tekanan keluaran 0,04 bar
sampai dengan 0,1 bar.
Turbin uap dibuat dengan daya yang telah ditentukan. Daya yang
dihasilkan turbin diperoleh dari selisih entalphi (panas jatuh) dan
kapasitas uap ( massa aliran uap persatuan waktu ) yang masuk
kedalam turbin. Dan pada saat transformasi energi didalam turbin
terjadi kerugian, sehingga daya yang dihasilkan turbin dapat dihitung
dengan persamaan berikut:

P = h . ms . i . m dalam
KW

Dimana :
h : selisih entalpi dari ekspansi esentropik antara uap
baru masuk kedalam turbin dengan uap bekas yang
keluar dari turbin , dalam KJ/Kg.
Ms :
kapasitas uap (massa uap yang masuk kedalam
turbin persatuan waktu).
i : Rendemen dalam turbin.
m : Rendamen mekanis dari turbin.

Dan randemen dari kopling dari turbin


I . m =
c

Besarnya harga randemen dari turbin tergantung dari kepada sistem


sudu-sudu turbin. Pada turbin bertingkat deretan sudu ada dua atau
lebih sehingga dalam turbin tersebut terjadi distribusi kecepatan /
tekanan, tegantung dari jenis turbin ( aksi dan reaksi ) serta hasilhasil fabrikasi. Berikut gambar grafik kecepatan bertingkat dan
tekanan bertingkat pada turbin bertingkat aksi dan reaksi. Turbin
reaksi mengalami ekspansi pada sudu pengarah maupun pada sudu
gerak sehingga menggerakan dan mendorong sudu dalam arah
aksial. Untuk mengurangi dorongan aksial ini, adalah biasanya
dengan memasang sudu-sudu gerak pada pada drum yang juga
berfungsi sebagai rotor.

Klasifikasi Turbin Uap


Turbin uap dapat diklasifikasikan ke dalam
kategri yang berbeda-beda, tergantung dari
konstruksi, panas jatuh yang dihasilkan, keadaan
mula-mula dan akhir dari uap, penggunaan dalam
industri serta jumlah tingkat yang ada padanya.

a. Sesuai dengan jumlah tingkat


1. Turbin uap dengan satu tingkat tekanan dengan satu
atau beberapa tingkat kecepatan, biasanya menghasilkan
tenaga kecil. Banyak digunakan pada kompresor
sentrifugal, blower dan lain-lain.
2. Turbin uap dengan bebrapa tingkat tekanan, turbin ini
dibuat dengan beberapa macam variasi dari kapasitas
besar sampai kapasitas kecil.

b. Sesuai dengan aliran uap


1. Turbin axial yaitu suatu turbin dimana uap masuk ke
sudu jalan dengan poros turbin
2. Turbin radial yaitu dimana suatu aliran uap masuk ke
sudu jalan tegak lurus terhadap poros turbin. Biasanya
beberapa turbin satu atau lebih dengan tingkat tekanan
rendah dibuat secara aksial.

c. sesuai dengan jumlah silinder


1. Turbin dengan satu silinder
2. Turbin dengan dua silinder
3. Turbin dengan tiga silinder dan lain-lain.

d. Sesuai dengan pengaturan cara masuknya Uap


1. Turbin dengan pengatur katub (throttle), uap baru masuk ke
sudu jalan di atur oleh satu atau beberapa katub.
2. Turbin dengan pengatur pipa pemancar, dimana uap baru
masuk melalui dua atau beberapa alat pengatur yang dipasang
secara berderet-deret.
3. Turbin dengan pengatru terusan, dimana setelah uap baru
masuk ke sudu jalan di teruskan ke sudu yang lain, bahkan
sampai beberpa tingkat berikutnya.
e. Sesuai dengan prinssip kerja dari uap
Turbin aksi, dimana energy potensial uap direubah
menjadui tenaga kinetis di dalam sudu tetap dan sudu
jalan ernerggi kinetic di ubah menjadi energy mekanik
Turbin reaksi aksial, pengembangan uap dilakukan di
dalam sudu tetap dan sudu jalan, keduanya diletakkan
dan sama luasnya.
Turbin reaksi radial tanpa beberapa sudu antar tetap.
Turbin reaksi radial yang mempunyai sudu antar tetap.

f. Sesuai dengan prioses panas jatuh


1. Condensing turbin dengan generator, pada turbin ini tekanan
uap yang kurang dari satu atrmosfer dimasukan ke dalam
kondensor. Disamping itu uapa juga dikeluarakan dari tingkat
perantara untuk pemanasan air penambah. Turbin dengan
kapasitas yang kecil pada perencanaan mulanya sering tidak
mempunyai regenerator panas.
2. Condensing turbin dengan satu atau dua tingkat penurunan
perantara pada tekanan spesifik untuk keperluan pemanasan dan
industri.
3. Trusbin tekanan akhir atau back pressure turbin, dimana
pengeluaran uap dipakai untuk tujuan industri dan pemanasan.
4. Topping turbin, turbin ini seperti type pressure back turbine
dengan perbedaaan bahwa pengeluaran uao dari turbin ini juga
digunakan dalam medium dan turbin dengan tekanan rendah.
5. Turbin tekanan rendah (tekanan pengeluaran rendah), dimana
pengeluaran uap dari mesin uap torak, hammer uap, press uap
dipakai untuk menggerakkan generator.
6. Mix pressure turbine (turbine dengan tekanan campuran),
dengan dua atau tiga tingkat tekanan, dengan mengganti uap
yang keluar padanya dengan uap baru pada tingkat perantara.

g. sesuai dengan kondisi tekanan uap yang masuk pada turbin


Turbin tekanan rendah (1,2 sampai 2 atm)
Turbin tekanan menengah (penggunaan uap sampai 4 atm).
Turbin tekanan tinggi, pemakaian uap di atas 40 ata
Turbin tekanan sangat tinggi pemakaian uap sampai tekanan
170 ata dan suhu 5500C
Turbin dengan tekanan super, dimana penggunaan uap dengan
tekanan 225 dan di atasnya.

TURBIN GAS

Turbin gas adalah turbin dengan gas sebagai fluida


kerjanya gas diperoleh dari pembakaran bahan bakar cair
yang mudah terbakar. System turbin gas yang paling
sederhana terdiri dari tiga komponen utama, yaitu
kompresor, ruang bakar dan turbin, yang disusun menjadi
system yang kompak.

Pemakaian system turbin gas


SIstem turbin gas yang dipakai dalam berbagai tenaga
antara lain :
1. Dengan daya turbin yang besar
.Sebagai instalasi pembangkit tenaga listrik (PLTG)
.Untuk menggerakkan pesawat udara
.Sebagai marine power plant. Untuk menggerakkan kapalkapal yang besar.
.Sebagai penggerak loko dengan system turbin gas
2. Sedangkan dengan daya yang kecil system turbin gas
banyak dipergunakan sebagai alat transportasi yang kecil
antara lain bus, truk, auto mobil, pesawat kecil, motor boat.

Proses Kerja turbin gas


Tiga proses pokok yang terjadi di dalam turbin gas
untuk memproduksi energy yaitu:
1. Proses penekanan udara
2. Proses pembakaran udara + bahan bakar.
3. Proses pengembangan atau ekspansi gas hasil
pembakaran.

Komponen pokok system turbin


gas
Sesuai dengan proses kerjanya ada 3 komponen
pokok dalam system turbin gas, yaitu :
1. Kompresor (K)
Kompresor adalah suatu alat yang digunakan untuk
menghisap udara dan untuk selanjutnya dikompresi atau
dimampatkan untuk menaikan tekanan. Ada beberapa
kompresor yang kita ketahui :
a) Kompresor torak, yaitu kompresor yang mempergunakan
torak sebagai alat untuk mengkompresikan udara di dalam
silinder.
b) Kompresor sentrifugal, yaitu kompresor yang
mempergunakan baling-baling (kipas, sudu-sudu) sebagai
alat untuk menaikan tekanan. Sebagai ganti silinder pada
kompresor torak adalah berupa rumah atau cacing.
Ada dua macam kompresor sentrifugal
1. Kompresor sentrifugal aliran Radial
2. Kompresor sentrifugal aliran aksial.

2. Ruang pembakaran(RP)
Untuk mendapatkan energi pada turbin gas diperlukan
adanya pembakaran bahan bakar dengan udara yang telah
dikompresi oleh lompresor. Bahan bakar yang telah
dikompresi tersebut dibakar sehingga timbul energy panas
yang secara cepat energy tersebut di ekspansikan pada pipa
pemanasan dan langsung untuk memutarkan sudu turbin.
Berputarnya rotore turbin maka timbul energy mekanik yang
dapat memutar kompresor. Kompresor menghisap dan
mengkompresikan udara masuk ke ruang bakar.
Ada tiga tipe ruang bakar yang di gunakan, yaitu :
1. Tubular (Can) combustor
2. Annular combustor
3. Can annual combustor

3. Turbin gas (T)


Gas panas di ekspansikan dari hasil
pembakaran ruang bakar. Akibat adanya panas
dalam bentuk partikel partikel gas, sudu turbin
mulai terdorong oleh tekanan gas fluida. Sudu yang
tergabung dengan rotor menggerakan poros turbin
dengan arah radial. Apabila tekanan yang
dihasilkan dari ruang bakar konstan, perputaran
dari turbin akan terjadi secara kontinu dengan
tingkat kecepatan yang tinggi. Perlu diketahui
bahwa poros turbin dengan kompresor satu
sambungan. Seteah melewati sudu-sudu turbin gas
keluar melalui saluran buang dengan tekanan tinggi
sehingga menimbulakan gaya dorong. Semakin
tinggi tekanan uap maka gaya dorong yang

Terima
Kasih
.........