Anda di halaman 1dari 10

PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL

(Pancasila as The National Identity)


Rahma Cita Kadir,Azizah Aulia
Program Studi Pengembangan Wilayah dan Kota,Fakultas Teknik Arsitektur,Universitas Hasanuddin
Jl. Malino Kota Makassar 92171
Azizah.chyta@gmail.com

ABSTRAK
Dalam kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari identitas yang melekat pada
diri kita,pancasila sebagai identitas nasional merupakan prinsip-prinsip dasar
yang oleh para pendiri bangsa diangkat dari filsafat hidup bangsa Indonesia yang
bernilai tinggi dan menjadi cita-cita bangsa.Pancasila adalah pegangan bangsa
Indonesia dalam menghadapi daerah globalisasi,sehingga nilai-nilai yang kita
pertahankan dari dulu tidak runtuh dan hilang, bangsa dan negara Indonesia
tidak boleh kehilangan jati diri, meskipun hidup ditengah-tengah pergaulan
dunia.Agar dapat bertahan dari derasnya arus perubahan di era globalisasi ini,
Indonesia perlu segera melakukan revitalisasi terhadap identitas bangsanya.Ada
dua faktor yang diperlukan dalam proses revitalisasi identitas bangsa, yaitu
partisipasi publik dan kepemimpinan. Peran aktif masyarakat dan para pemimpin
bangsa Indonesia dalam membahas nilai dan cita-cita bangsa dapat
memaksimalkan proses serta hasil revitalisasi identitas bangsa Indonesia.
Namun di era globalisasi ini perlu dipertimbangkan pula posisi atau peran
strategis yang Indonesia ingin jalankan di dunia, agar potensi yang dimiliki
Indonesia dapat dikembangkan pula di kancah internasional.
Kata Kunci: Bangsa, Identitas Nasional, Kewarganegaraan,Pancasila,Globalisa
LATAR BELAKANG
Pada hakikatnya manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri,
manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Aristoteles mengatakan manusia
adalah zoon politicon, yang artinya manusia adalah makhluk yang berkelompok.
Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai sifat yang tidak bisa hidup sendiri
dan juga sebagaisebagai makhluk politik memiliki naluri untuk berkuasa, maka
dari itu manusia membutuhkan orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya.
Berawal dari itulah kemudian timbuk suatu hubungan-hubungan kerjasama
antarmanusia yang dari hubungan tersebut membentuk sebuah masyarakat.
terbentuknya masyarakat antara yang satu dengan yang lainnya tentu berbeda,
sehinngga dalam berinteraksi mereka memerlukan suatu organisasi kekuasaan
yang disebut negara. Dalam negara itulah masyarakat ada dan mempertahankan
eksistensinya untuk saling bekerja sama.
Terkadang Sebagai anggota masyarakat yang juga hidup dalam suatu
negara kita bingung anatara negara dan bangsa. Negara adalah organisasi
kekuasaan dari persekutuan hidup manusia, sedangkan bangsa lebih menunjuk

pada persekutuan hidup manusia itu sendiri. Baik bangsa maupun negara
memiliki identitas yang membedakan bangsa atau negara tersebut dengan
bangsa atau negara lain. Identitas-identitas yang disepakati dan diterima oleh
bangsa menjadi identitas nasional bangsa.
Pancasila adalah identitas bangsa Indonesia yang disepakati dan
diteriman oleh Indonesia. Di dalam pancasila terkandung nilai-nilai yang
dianggap sebagai nilai yang baik, luhur dan dianggap menguntungkan
masyarakat sehingga nilai tersebut dapat diterima. Pancasila digambarkan
sebagai seperangkat nilai yang dianggap benar, baik dan adil dan menguntugkan
itu dijadikan nilai bersama. Apabila sekelompok masyarakat bangsa menjadikan
nilai dalam pancasila sebagai nilai bersama maka pancasila tersebut telah
menjadi ideologi bangsa atau identitas nasional bangsa Indonesia.
Sejak negeri ini diproklamasikan sebagai negara merdeka, telah sepakat
menjadikan Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan
bernegara. Konsekuensinya, Pancasila harus terus hidup dalam kehidupam
masyarakat, lebih optimal sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Pancasila harus
menjadi perekat perbedaan kultur yang terbangun dalam masyarakat plural.
Menjadi identitas bersama oleh semua kelompok masyarakat, bisa juga dimaknai
sebagai identitas nasional yang bisa menjadi media dalam menjembatani
perbedaan yang muncul.
PEMBAHASAN
Pengertian Identitas Nasional
Identitas nasional (national identity) berasal dari kata identitas dan
nasional. Identitas (identity) secara harfiah berarti ciri-ciri, tanda-tanda atau jatidiri
yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang
lain (ICCE, 2005:23). Sedangkan kata nasional (national) merupakan identitas
yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh
kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti budaya, agama, bahasa maupun non
fisik seperti keinginan, cita-cita dan tujuan. Istilah identitas nasional atau identitas
bangsa melahirkan tindakan kelompok (collective action yang diberi atribut
nasional)

yang

diwujudkan

dalam

bentuk-bentuk

organisasi

pergerakanpergerakan yang diberi atribut-atribut nasional (ICCE, 2005:25).

atau

Menurut Kaelan (2007), identitas nasional pada hakikatnya adalah


manisfestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek
kehidupan satu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang
khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya.
Nilainilai budaya yang berada dalam sebagian besar masyarakat dalam suatu
negara dan tercermin di dalam identitas nasional, bukanlah barang jadi yang
sudah selesai dalam kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang
terbuka yang cenderung terus menerus berkembang karena hasrat menuju
kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya. Implikasinya adalah
bahwa identitas nasional merupakan sesuatu yang terbuka untuk diberi makna
baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang
dalam masyarakat.
Artinya, bahwa identitas nasional merupakan konsep yang terus menerus
direkonstruksi atau dekonstruksi tergantung dari jalannya sejarah. Hal itu terbukti
di dalam sejarah kelahiran faham kebangsaan (nasionalisme) di Indonesia yang
berawal dari berbagai pergerakan yang berwawasan parokhial seperti Boedi
Oetomo (1908) yang berbasis subkultur Jawa, Sarekat Dagang Islam (1911)
yaitu entrepreneur Islam yang bersifat ekstrovet dan politis dan sebagainya yang
melahirkan pergerakan yang inklusif yaitu pergerakan nasional yang berjati diri
Indonesianess dengan mengaktualisasikan tekad politiknya dalam Sumpah
Pemuda 28 Oktober 1928. Dari keanekaragaman subkultur tadi terkristalisasi
suatu core culture yang kemudian menjadi basis eksistensi nation-state
Indonesia, yaitu nasionalisme. Identitas nasional sebagai suatu kesatuan ini
biasanya dikaitkan dengan nilai keterikatan dengan tanah air (ibu pertiwi), yang
terwujud identitas atau jati diri bangsa dan biasanya menampilkan karakteristik
tertentu yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain, yang pada umumnya dikenal
dengan istilah kebangsaan atau nasionalisme.
Rakyat dalam konteks kebangsaan tidak mengacu sekadar kepada
mereka yang berada pada status sosial yang rendah akan tetapi mencakup
seluruh struktur sosial yang ada. Semua terikat untuk berpikir dan merasa bahwa
mereka adalah satu. Bahkan ketika berbicara tentang bangsa, wawasan kita
tidak terbatas pada realitas yang dihadapi pada suatu kondisi tentang suatu
komunitas yang hidup saat ini, melainkan juga mencakup mereka yang telah
meninggal dan yang belum lahir. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa
hakikat identitas nasional kita sebagai bangsa di dalam hidup dan kehidupan

berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yang aktualisasinya tercermin dalam


berbagai penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnya dalam Pembukaan
beserta UUD 1945, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-nilai etik, moral,
tradisi serta mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara normatif diterapkan
di dalam pergaulan baik dalam tataran nasional maupun internasional dan lain
sebagainya.
Pengertian Pancasila sebagai identitas Nasional
Sebagai identitas nasional, Pancasila sebagai kepribadian bangsa harus
mampu mendorong bangsa Indonesia secara keseluruhan agar tetap berjalan
dalam koridornya yang bukan berarti menentang arus globalisasi, akan tetapi
lebih cermat dan bijak dalam menjalani dan menghadapi tantangan dan peluang
yang tercipta. Bila menghubungkan kebudayaan sebagai karakteristik bangsa
dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa, tentunya kedua hal ini
merupakan suatu kesatuan layaknya keseluruhan sila dalam Pancasila yang
mampu menggambarkan karakteristik yang membedakan Indonesia dengan
negara lain.Naskah Pancasila :
1.
2.
3.
4.

Ketuhanan Yang Maha Esa


Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Identitas Nasional merupakan suatu konsep kebangsaan yang tidak
pernah ada padanan sebelumnya. Perlu dirumuskan oleh suku-suku tersebut.
Istilah Identitas Nasional secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh
suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan
bangsa lain. Eksistensi suatu bangsa pada era globalisasi yang sangat kuat
terutama karena pengaruh kekuasaan internasional. Menurut Berger dalam The
Capitalist Revolution, eraglobalisasi dewasa ini, ideology kapitalisme yang akan
menguasai dunia. Kapitalisme telah mengubah masyarakat satu persatu dan
menjadi sistem internasional yang menentukan nasib ekonomi sebagian besar
bangsa-bangsa di dunia, dan secara tidak langsung juga nasib, social, politik dan
kebudayaan.
Perubahan global ini menurut Fakuyama membawa perubahan suatu
ideologi, yaitu dari ideologi partikular kearah ideology universal dan dalam

kondisi seperti ini kapitalismelah yang akan menguasainya. Dalam kondisi seperti
ini, negara nasional akan dikuasai oleh negara transnasional yang lazimnya
didasari

oleh

negara-negara

Konsekuensinya,negara-negara

dengan

kebangsaan

prinsip

lambat

laun

kapitalisme.
akan

semakin

terdesak. Namun demikian, dalam menghadapi proses perubahan tersebut


sangat tergantung kepada kemampuan bangsa itu sendiri.
Menurut Toyenbee, ciri khas suatu bangsa yang merupakan local genius
dalam menghadapi pengaruh budaya asing akan menghadapi Challence dan
response. Jika Challence cukup besar sementara response kecil maka bangsa
tersebut akan punah dan hal ini sebagaimana terjadi pada bangsa Aborigin di
Australia dan bangsa Indian di Amerika. Namun demikian jika Challance kecil
sementara response besar maka bangsa tersebut tidak akan berkembang
menjadi bangsa yang kreatif.
Oleh karena itu agar bangsa Indonesia tetap eksis dalam menghadapi
globalisasi maka harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang
merupakan kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan
kreatifitas budaya globalisasi. Sebagaimana terjadi di berbagai negara di dunia,
justru

dalam

era

globalisasi

dengan

penuh

tantangan

yangcenderung

menghancurkan nasionalisme, muncullah kebangkitan kembali kesadaran


nasional.
Alasan pancasila menjadi identitas bangsa
Pancasila sebagai Kepribadian dan Identitas Nasional karena Bangsa
Indonesia sebagai salah satu bangsa dari masyarakat internasional, memilki
sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda dengan bangsa-bangsa lain
di dunia .Tatkala bangsa Indonesia berkembang menuju fase nasionalisme
modern, diletakanlah prinsip-prinsip dasar filsafat sebagai suatu asas dalam
filsafat hidup berbangsa dan bernegara.
Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para pendiri bangsa yang
diangkat dari filsafat hidup bangsa Indonesia, yang kemudian diabstraksikan
menjadi suatu prinsip dasar filsafat Negara yaitu Pancasila. Jadi, filsafat suatu
bangsa dan Negara berakar pada pandangan hidup yang bersumber pada
kepribadiannya sendiri.

Dapat pula dikatakan pula bahwa pancasila sebagai dasar filsafat bangsa
dan Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilai-nilai budaya dan
keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai kepribadian bangsa.
Dalam menjaga Pancasila sebagai Identitas Nasional agar tetap
utuh,maka bangsa Indonesia perlu mengamalkan Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari. Begitu pula bangsa Indonesia dalam menghadapi globalisasi maka
harus tetap meletakkan jati diri dan identitas nasional yang merupakan
kepribadian bangsa Indonesia sebagai dasar pengembangan kreatifitas budaya
globalisasi.
Peran Pancasila Mempertahankan Identitas Nasional bangsa Indonesia di
Era Globalisasi
Bangsa

Indonesia

sebagai

salah

satu

bangsa

dari

masyarakat

internasional, memiliki sejarah serta prinsip dalam hidupnya yang berbeda


dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Tatkala bangsa Indonesia berkembang
menuju fase nasionalisme modern, diletakkanlah prinsip-prinsip dasar filsafat
sebagai suatu asas dalam hidup berbangsa dan bernegara. Para pensiri Negara
menyadari akan pentingnya dasar filsafat ini, kemudian melakukan suatu
penyelidikan yang dilakukan oleh badan yang akan meletakkan dasar filsafat
bangsa dan Negara yaitu BPUPKI. Prinsip-prinsip dasar itu ditemukan oleh para
pendiri bangsa tersebut yang diangkat dari filsafat hidup atau pandangan umum
bangsa Indonesia yang kemudian diabstraksikan menjadi suatu prinsip dasar
filsafat Negara yaitu Pancasila. Jadi, dasar filsafat suatu bangsa dan Negara
berakar pada pandangan hidup yang bersumber kepada kepribadiannya sendiri.
Menurut Titus, hal ini merupakan salah satu fungsi filsafat adalah kedudukannya
sebagai suatu pandangan hidup masyarakat.
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang sudah ditentukan oleh
para pendiri negara ini haruslah menjadi sebuah acuan dalam menjalankan
kehidupan berbangsa dan bernegara, berbagai tantangan dalam menjalankan
ideologi pancasila juga tidak mampu untuk menggantikankan pancasila sebagai
ideologi bangsa Indonesia. Pancasila harus terus dipertahankan oleh segenap
bangsa Indonesia sebagai dasar negara, itu membuktikan bahwa pancasila
merupakan ideologi yang sejati untuk bangsa Indonesia.

Oleh karena itu tantangan di era globalisasi yang bisa mengancam


eksistensi kepribadian bangsa adalah dengan adanya bangsa Indonesia yang
berada di pusaran arus globalisasi dunia. Yang terpenting bahwa bangsa dan
negara Indonesia tidak boleh kehilangan jati diri, meskipun hidup ditengahtengah pergaulan dunia. Rakyat yang tumbuh di atas kepribadian bangsa asing
mungkin saja mendatangkan kemajuan, tetapi kemajuan tersebut akan membuat
rakyat tersebut menjadi asing dengan dirinya sendiri. Mereka kehilangan jati diri
yang sebenarnya sudah jelas tergambar dari nilai-nilai luhur pancasila.
Dalam arus globalisasi saat ini tidak ada lagi batasan-batasan yang jelas
dalam rakyat dan bangsa Indonesia untuk membuka diri terhadap dunia. Hal ini
tidak lepas dari pengaruh sikap bangsa Indonesia yang dengan terbuka
menerima masuknya pengaruh budaya hindu, islam, serta masuknya kaum barat
yang akhirnya melahirkan kolonialisme pada jaman dahulu. Sehingga bukan
tidak mungkin apabila wujud kolonialisme saat ini dapat berupa penguasaan
politik dan ekonomi. Meski tidak berwujud fisik, tetapi penguasaan politik dan
ekonomi nasional oleh pihak asing akan berdampak sama seperti penjajahan
pada masa lalu, bahkan akan terasa semakin luas.
Dalam pergaulan dunia yang semakin global, bangsa yang menutup diri
rapat-rapat dari dunia luar bisa dipastikan akan tertinggal oleh kemajuan zaman
dan kemajuan bangsa-bangsa lain. Maka saat ini konsep pembangunan modern
harus membuat bangsa dan rakyat Indonesia membuka diri. Dalam upaya untuk
meletakan dasar-dasar masyarakat modern, bangsa Indonesia bukan hanya
menyerap masuknya modal, teknologi, ilmu pengetahuan, dan ketrampilan, tetapi
juga terbawa masuk nilai-nilai sosial politik yang berasal dari kebudayaan bangsa
lain. Yang terpenting adalah bagaimana bangsa dan rakyat Indonesia mampu
menyaring agar hanya nilai-nilai kebudayaan yang baik dan sesuai dengan
kepribadian bangsa saja yang terserap. Sebaliknya, nilai-nilai budaya yang tidak
sesuai apalagi merusak tata nilai budaya nasional harus ditolak dengan tegas.
Untuk itu generasi muda harus tetap menjadikan Pancasila sebagai
fundamen moral dan pendidikan di era globalisasi ini, agar nilai nilai pancasila
tidak luntur dan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan
negara yang sesuai dengan cita cita pancasila.
Faktor dalam Revitalisasi Identitas Nasional Bangsa Indonesia

Semakin maraknya semangat globalisasi membuat berbagai negara semakin


gencar terlibat dalam interaksi global. Baik itu dalam skala bilateral, regional,
ataupun multilateral. Semua orang juga sekarang semakin bergerak menyatu
menjadi sebuah masyarakat dunia, terutama dengan adanya internet. Namun
semakin dunia bersatu, keberadaan identitas sebuah bangsa menjadi semakin
penting, terutama karena identitas bangsa yang akan menjadi landasan kita
dalam mengembangkan potensi yang dimiliki negara ini. Agar dapat bertahan
dari derasnya arus perubahan di era globalisasi ini, Indonesia perlu segera
melakukan revitalisasi terhadap identitas bangsanya.Ada dua faktor yang
diperlukan dalam proses revitalisasi identitas bangsa, yaitu partisipasi publik dan
kepemimpinan.
1. Faktor partisipasi publik
Faktor ini menjadi penting karena agar sebuah identitas bangsa dapat
menjadi faktor pemersatu maka publik atau masyarakat harus mendukungnya.
Belajar dari pengalaman masa Orde Baru, sebuah pemahaman yang dipaksakan
kepada masyarakat tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu, agar
mendapatkan penerimaan dan dukungan dari masyarakat, mereka harus
dilibatkan seluas-luasnya dalam proses revitalisasi identitas bangsa.Namun
konsep ini ternyata sulit untuk diterapkan, Ini berkaitan dengan kelemahan
sistem demokrasi yaitu dihargainya keberadaan perbedaan pendapat, sehingga
ketika makin banyak pendapat maka makin sulit untuk mencapai sebuah titik
temu.
2. Faktor Kepemimpinan
Faktor ini sangat penting dan diperlukan. Keberadaan seorang atau beberapa
orang pemimpin bangsa berfungsi untuk tiga hal. Pertama, memulai inisiatif
untuk

melakukan

revitalisasi

identitas

bangsa.

Kedua,

memantau

dan

memastikan berjalannya partisipasi publik dalam revitalisasi identitas bangsa.


Ketiga, menyimpulkan hasil diskusi masyarakat tentang identitas bangsa
Indonesia yang baru. Semakin para pemimpin bangsa itu dipercaya oleh
masyarakat banyak maka hasil kesimpulan yang mereka sampaikan akan lebih
mudah diterima masyarakat. Ini akan mempercepat dan memudahkan proses
revitalisasi identitas bangsa, selain itu harus diperhitungkan juga para pemimpin
masyarakat yang tidak menjabat di pemerintahan tapi memang sudah dipandang

sebagai pemimpin bangsa. Mereka inilah yang seharusnya berperan sebagai


penggerak dan pemandu masyarakat dalam proses revitalisasi identitas bangsa.
Tanpa peran aktif dari para pemimpin bangsa Indonesia maka revitalisasi
identitas bangsa kita mungkin tidak akan pernah selesai atau prosesnya menjadi
tidak terarah.
Selain peran para pemimpin, agar proses revitalisasi identitas bangsa
dapat menjadi semakin terarah, perlu dipahami juga akar atau sumber identitas
bangsa yang perlu dibahas oleh masyarakat. Identitas memiliki enam sumber
utama, yaitu demografis, budaya, wilayah, politik, ekonomi, dan kehidupan
sosial. Keenam sumber identitas ini yang kemudian menjadi dasar bersatunya
sekelompok orang. Untuk keperluan melakukan revitalisasi identitas bangsa
Indonesia, keenam sumber tersebut dapat disederhakan menjadi dua aspek,
yaitu nilai dan cita-cita bangsa.
Perihal aspek cita-cita bangsa, di luar cita-cita normatif seperti bangsa
yang berdaulat dan sejahtera, masyarakat perlu memikirkan bangsa Indonesia
ingin dikenal sebagai apa di mata dunia, atau Indonesia ingin mengambil posisi
apa di papan catur dunia. Tentunya ini tetap harus dikaitkan dengan nilai bangsa
serta potensi yang dimiliki oleh Indonesia agar tidak menjadi cita-cita yang semu.
Sebenarnya ada dua posisi di dunia yang Indonesia bisa tempati dengan potensi
yang kita miliki. Pertama, karena Indonesia negara penghasil emiten karbon
ketiga terbesar di dunia, Indonesia dapat menjadi negara yang memimpin
gerakan menghambat pemanasan global. Kedua, karena Indonesia adalah
negara yang telah berhasil menyatukan beragam suku, budaya dan bahasa
daerah, serta agama melalui demokrasi, Indonesia dapat menjadi tolok ukur bagi
negara lain dalam pengelolaan konflik horizontal. Apapun posisi yang akan
diambil Indonesia nantinya di kancah internasional, semua akan bergantung
pada hasil revitalisasi identitas bangsa Indonesia.

PENUTUP
1. Kesimpulan

Identitas nasional merupakan manifestasi nilai budaya bangsa dengan


ciri khas .Identitas nasional Indonesia juga merupakan manifestasi nilai budaya
berbagai suku dalam kesatuan Indonesia menjadi ciri khas yang tercermin
dalam pandangan

hidup

bangsa,

Pancasila

juga

sebagai

kesepakatan

bangsa.Identitas nasional bersifat terbuka, sesuai dengan budaya yang menjadi


akaryangselalu terbuka, untuk diberi tafsir baru.Pancasila sebagai dasar filsafat
bangsa dan Negara Indonesia pada hakikatnya bersumber kepada nilainilai budaya dan keagamaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai
kepribadian bangsa.
2. Saran
Dalam kehidupan sehari-hari kita akan selalu diikuti oleh identitas nasional
yang melekat pada individu masing-masing,identitas nasional dapat tercermin
dari masyarakat yang menganutnya dan menerapkan nilai-nilainya,pancasila
dengan nilai-nilai baik yang memperhatikan segala aspek harus dipertahankn
dengan

sikap

nasionalisme

dan

mematuhi

pancasila

sebagai

dasar

Negara,sehingga identitas itu tidak akan pernah dilupakan dan hilang dari muka
bumi ini.
DAFTAR PUSTAKA
Akbar ,Faisal . Pancasila Sebagai Identitas Nasional . 3 Desember 2015 .
https://prezi.com/xzy9yghsamod/copy-of-copy-of-pancasila-sebagai-identitasnasional/
Siswara . Pancasila Sebagai Identitas Nasional . 3 Desember 2015.
http://amikom.ac.id/research/index.php/DMI/article/view/5553/3535