Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH PENDIDIKAN KONSERVASI

ENERGI BERSIH DAN TRANSPORTASI HIJAU

Disusun Oleh :
1. YUYUN NOVITA W.
2. INTAN PURNAMA SARI
3. SUGIYONO

1401415245
1401415272
140 1415283

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


2015

A. Rumusan Masalah
1) Pengertian Energi Bersih dan Transportasi Hijau
2) Contoh Energi Bersih dan Transportasi Hijau
3) Manfaat Energi Bersih dan Transportasi Hijau
4) Kendala atau Kekurangan dalam Energi Bersih dan Transportasi Hijau
B. Tujuan
1) Mengidentifikasi Energi Bersih dan Transportasi Hijau
2)

PEMBAHASAN
1. ENERGI BERSIH
Energi adalah besaran yang kekal, yang memiliki arti energi tidak dapat
diciptakan atau dimusnahkan, tetapi energi bisa diubah dan berubah dari bentuk
satu ke bentuk lainnya. Bersih berarti ramah lingkungan, atau berdasarkan situasi
energi kita saat ini, bersih diartikan lebih dapat diterima lingkungan dibandingkan
dengan bahan bakar fosil. Jadi, energi bersih adalah tenaga yang berasal dari
energi terbarukan. Energi terbarukan merupakan energi yang berasal dariproses
alam yang berkelanjutan. Didalam buku pendidikan konservas, energi bersih
adalah tenaga yang berasal dari proses alam dan bersifat berkelanjutan dan tidak
menimbulkan pencemaran lingkungan. Contohnya seperti tenaga surya, tenaga
angin, arus air, proses biologi atau tenaga biofuel dan panas bumi.
Contoh nyatanya pemanfaatan gas untuk pembangkit listrik, pengembangan
jaringan gas kota, memaksimalkan energi baru terbarukan dan penerapan prinsipprinsip energi bersih. Sepeti yang diterapkan di Bali. Di Bali telah memiliki
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berlokasi di Kabupaten
Karangasem dengan kapasitas 1 MWp On-Grid, PLTS Bangli 1 MWp On-Grid
dan 6 Unit PLTS 15 kWp Off-Grid.
a. Manfaat Energi Terbarukan.

Tersedia secara melimpah.

Lestari dan tidak akan habis.

Ramah lingkungan ( rendah atau tidak ada limbah dan polusi )

Sumber energi bisa dimanfaatkan secara cuma-cuma dengan investasi


teknologi yang sesuai.

Tidak memerlukan perawatan yang banyak dibandingkan dengan sumbersumber energi konvensional dan mengurangi biaya operasi.

Membantu mendorong perekonomian dan menciptakan peluang kerja.

Mandiri energi tidak perlu mengimpor bahan bakar fosil dari Negara
ketiga.

Lebih murah dibandingkan energi konvensional dalam jangka panjang,


bebas dari fluktuasi harga pasar terbuka bahan bakar fosil.

Beberapa teknologi mudah digunakan ditempat-tempat terpencil.

Distribusi, energi bias diproduksi diberbagai tempat tidak tersentralisir.

C. Kerugian Energi Terbarukan

Biaya awal yang relatif besar.

Kehandalan pasokan, sebagian besar energi terbarukan tergantung kepada


kondisi cuaca.

Saat ini, energi konvensional menghasilkan lebih banyak volume yang


bisa digunakan dibandingkan dengan energi terbarukan.

Energi tambahan yang dihasilkan energi terbarukan harus disimpan,


karena infrastruktur belum lengkap agar bisa dengan segera menggunakan
energi yang belum terpakai dijadikan cadangan di negara-negara lain
dalam bentuk akses terhadap jaringan listrik.

Kurangnya tradisi/pengalaman, energi terbarukan merupakan teknologi


yang masih berkembang.

2. TRANSPORTASI HIJAU
a. Pengertian
Transportasi hijau atau Green Transport
merupakan perangakt
transportasi yang berwawasan lingkungan, yakni transportasi yang seminimal
mungkin menggunakan energi yang tidak menghasilkan gas rumah kaca yang
telah ditengarai sebagai pemicu terjadi pemanasan global (global Warming).
Sedankan menurut sumber yang saya dapat, Transportasi hijau atau bisa juga
disebut dalam bahasa Inggrisnya disebut sebagai Green Transport merupakan
perangkat transportasi yang berwawasan lingkungan. Merupakan pendekatan yang
digunakan untuk menciptakan transportasi yang sedikit atau tidak menghasilkan
gas rumah kaca. Gas rumah kaca di tengarai sebagai pemicu terjadi pemanasan
suhu dunia (Global Warming). Sehingga transportasi hijau adalah semua
transportasi yang sangat sedikit bahkan tidak menghasilkan gas rumah kaca

karena bahan bakar yang digunakan dapat diperbarui dan tidak dari bahan bakar
fosil, bahkan ada transportasi hijau yang tidak menggunakan bahan bakar.
Transportasi Hijau ini sangat diperlukan karena berdasarkan sumber,
bahwa gas rumah kaca yang diakibatkan Transportasi berada pada kisaran 15
sampai 20 persen, sehingga cukup nyata langkah yang bisa dilakukan dalam
sistem transport untuk mengurangi emisi gas rumah kaca tersebut. Pendekatan
yang paling mudah dalam menciptakan transportasi hijau adalah dengan
menggunakan angkutan umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi,
walaupun tidak senyaman menggunakan kendaraan pribadi.

Bahan Bakar Hijau


Bahan bakar hijau yang bisa digunakan dalam transportasi diantaranya:
1. Listrik
merupakan bahan bakar yang yang mengeluarkan emisi gas rumah
kaca yang minim, apalagi bila menggunakan sumber dari tenaga air, angin,
sel surya ataupun nuklir. Listrik ideal digunakan untuk transportasi yang
melalui jalur tetap seperti Bus Listrik, Kereta rel listrik (KRL), tetapi
selain itu saat ini sudah diperkenalkan mobil/motor yang digerakkan
dengan listrik yang disimpan dalam batere.
2. Bahan bakar nabati
merupakan bahan bakar yang diolah dari bahan-bahan nabati,
dapat diperoleh dari Minyak Nabati, ataupun alkohol, ataupun dalam
bentuk padat. Minyak nabati seperti minyak jarak, minyak kelapa sawit
digunakan untuk campuran minyak diesel yang diberi nama BioDiesel,
sedang alkohol yang berasal dari hidrat arang dari tetes tebu ataupun
lainnya dicampurkan ke bahan bakar premium/pertamax yang diberi nama
BioPertamax di Indonesia.
3. Sel bahan bakar
merupakan konsep baru yang dikembangkan dimana prosesnya
adalah penggunaan gas H2 yang direaksikan dengan O2 yang
menghasilkan air dan listrik, listrik yang dihasilkan digunakan untuk
menggerakkan kendaraan. Selain gas H2 juga bisa digunakan gas methan.

Permasalahan yang ditemukan pada kendaraan yang berbahan bakar H2


adalah belum adanya jaringan stasiun pengisian bahan bakar gas hidrogen.
4. Bahan bakar gas
dapat berupa LPG (liquefied Petroleum Gas) ataupun CNG
(Compressed Natural Gas) yang saat ini sudah digunakan untuk angkutan
bus TransJakarta di Jakarta, sumber gasnya terdapat dibeberapa daerah di
Indonesia yang ditransportasi melalui pipa dan tangki bertekanan.
Kendaraan hijau
a. Pengertian
Kendaraan yang ramah lingkungan seperti mobil listrik, kendaraan hibrida
yang merupakan gabungan antara mesin mobil konvensional yang menggerakkan
generator yang mengisi baterai dan kendaraannya sendiri dijalankan dengan motor
listrik. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah harga kendaraan yang relatif
mahal, sehingga di banyak negara diberikan berbagai insentip bila
menggunakannya diantaranya penurunan bea masuk, pajak kendaraan bermotor
yang lebih rendah, pembebasan pembayaran retribusi pengendalian lalu lintas
(London). Toyota merupakan salah satu produsen mobil yang giat menciptakan
kendaraan yang hemat bahan bakar, salah satu diantaranya adalah Toyota Prius
yang kemudian diikuti dengan produsen lainnya di Jepang maupun negara-negara
Eropa dan Amerika.
Contohnya di Universitas Negeri Semarang, pada awal Tahun 2013 telah
melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan transportasi hijau. Pelaksanakan
kebijakan ini sejalan dengan semangat konservasi dengan orientasi peningkatan
kualitas lingkungan demi kehidupan yang lebih baik. Keberanian Unnes
menjalankan kebijakan transportasi internal membuat kagum banyak orang dan
instansi. Bahkan transportasi hijau telah menjadi trade mark dan branding Unnes,
sehingga Unnes semakin berkiprah dalam memajukan Bangsa. Bagaimana
menerapkan kebijakan tersebut tanpa membuat gejolak dari civitas akademika
Unnes. Selanjutnya banyak instansi dan sekolah ingin menerapkan kegiatan
transportasi hijau, bahkan Undip juga akan menerapkan kebijakan transportasi
hijau di kampus Tembalang. UGM, UI, UPI dan universitas lain juga menerapkan
kebijakan transportasi hijau dengan cakupan lokasi dan ketentuan yang berbedabeda.
b. Kelebihan Transportasi Hijau
Ramah lingkungan
Sangat minim atau bahkan tidak menghasilkan gas rumah kaca yang
menjadi pemicu terjadi pemanasan global (global warming )
Tidak menggunakan bahan bakar fosil, sehingga tidak merusak lingkungan

Menggunakan bahan bakar yang dapat diperbarui sehingga tidak takut


kehabisan bahan bakar
c. Kekurangan transportasi Hijau
Harganya yang relatif mahal bagi beberapa kalangan
Masih sedikit transportasi hijau yang dihasikan sehingga hanya sedikit
orang yang memilikinya
Teknologi transportasi hijau yang sedikit susah, sehingga hanya sedikit
orang yang mengetaui cara membuatnya

Bus TransJakarta yang menggunakan Bahan Bakar Gas

Mobil E&C buatan anak bangsa yang menggunakan bahan bakar listrik

Simpulan
Soal min 5