Anda di halaman 1dari 3

MODUL 2 RANGKAIAN TAPIS (FILTER)

Sibghotur Rohman (H1E014058)


Asisten: Akbar Prasetyo Gunawan
Tanggal Percobaan: 06/11/2015
PAF15210-A Praktikum Elektronika Dasar 1

Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika Fakultas Matematika


dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsoed
Abstrak
Pada praktikum kali ini kita akan
menentukan besar nilai Vin dan Vout
pada rangkaian tapis lolos rendah dan
rangkaian tapis lolos tinggi, membuat
grafik dari data pengamatan yang telah
kita lakukan
Kata kunci: Rangkaian, Tapis lolos
rendah, Tapis lolos tinggi, Vin, Vout,
Grafik.
1. PENDAHULUAN
Pada praktikum kali ini kita akan mempelajari
tentang karakteristik rangkaian tapis lolos
rendah, dan rangkaian tapis lolos tinggi,
kemudian membuat grafik dari data yang
telah kita lakukan.

dengan meletakkan kumparan secara seri


dengan sumber sinyal. Contoh penguat
penggunaan filter ini adalah aplikasi audio
yaitu pada peredaman frekuensi tinggi
sebelum masuk speaker bass atau subwoofer
(frekuensi rendah), (Turner,1995).

2.1

JUDUL SUB-BAB

a. Tapis lolos rendah


b. Tapis lolos tinggi

3. METODOLOGI
Peralatan dan bahan
sebagai berikut :

yang

di

gunakan

1. Osiloskop
2. Generator Isyarat
3. ProjectBoard
4. Kabel Penghubung

(a)

(b)

Gambar : (a) Tapis lolos rendah, (b) tapis lolos


tinggi

2. STUDI PUSTAKA
Riak (Ripple) merupakan sesuatu yang tidak
diinginkan, karenanya harus diusahakan
harus direduksi sekecil mungkin. Salah satu
metode
yang
biasa
digunakan
untuk
mereduksi amplitude riak keluaran dari
sebuah
catu
daya
yaitu
dengan
memperbesar konstanta waktu pelepasan
muatannya (Sutrisno, 1986).

5. Resistor ( 1 Kohm)
6. Kapasitor ( 10000 pF)
Cara Kerja
a. Tapis lolos rendah

Tapis lolos rendah (Low Pass Filter) atau tapis


lolos tinggi (Hight Pass Filter) di gunakan
untuk meneruskan sinyal berfrekuensi rendah
dan meredam sinyal berfrekuensi tinggi.
Sinyal dapat berupa sinyal listrik seperti
perubahan tegangan maupun data-data
digital seperti citra dan suara. Sinyal ini
direalisasikan dengan meletakkan kapasitor
secara paralel dengan sumber sinyal atau
Laporan Praktikum Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika FMIPA Unsoed

80000
0
10000
00

100

100

b. Tapis lolos tinggi

Tapis Lolos Rendah


150
100
50
0

2. Tapis Lolos Tinggi

4. HASIL DAN ANALISIS


Data Praktikum
1. Tapis Lolos Rendah
Frek(H
z)
50
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
2000
4000
6000
8000
10000
20000
40000
60000
80000
10000
0
20000
0
40000
0
60000
0

Vin
(mV)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Vout
(mV)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
70
40
30
20

K=Vout/
Vin
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0.7
0.4
0.3
0.2

100

20

0.2

100

100

100

Frek(H
z)
50
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
2000
4000
6000
8000
10000
20000
40000
60000
80000
10000
0
20000
0
40000
0
60000
0
80000
0
10000
00

Vin
(mV)
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Vout
(mV)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
40
50
60
80
100
100
100

K=Vout/
Vin
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0.4
0.5
0.6
0.8
1
1
1

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

Laporan Praktikum Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika FMIPA Unsoed

c. Pada tabel hasil praktikum Vin terlihat


sama nilainya di karenakan tegangan
yang masuk pada rangkaian itu sama,
sedangkan Vout beda di karenakan
tegangan yang keluar berbeda.

Tapis Lolos Tinggi


150
100
50
0

5. KESIMPULAN
a. Rangakaian tapis lolos rendah hanya
meneruskan sinyal dengan frekuensi
rendah.
b. Rangkaian tapis lolos tinggi hanya
meneruskan sinyal dengan frekuensi
tinggi.
c. Nilai Vin sama karena setiap tegangan
yang masuk itu sama.
d. Nilai Vout berbeda karena setiap
tegangan yang keluar belum tentu
sama, terjadi adanya perubahan.

Analisa
a. Rangkaian tapis merupakan rangkaian
yang berfungsi untuk menyaring
sinyal yg melewatinya, rangkaian
tapis juga sering di gunakan untuk
meredam adanya sinyal gangguan.
b. Pada grafik tapis lolos rendah di atas
terlihat bahwa garisnya mengarah ke
bawah karna tapis lolos rendah hanya
meneruskan sinyal dengan frekuensi
rendah, sementara pada grafik tapis
lolos tinggi garisnya mengarah ke atas
karena tapis lolos tinggi hanya
meneruskan sinyal dengan frekuensi
yang tinggi.

e. Semakin besar frekuensiya


penguatnya semakin kecil

nilai

DAFTAR PUSTAKA
[1]

Turner,
Eleketronika.
1995.

Rufus.Rangakaian
Jakarta: Gramedia,

[2]

Sutrisno. Elektronika, Teori


Penerapannya
Jilid
Bandung:Penerbit ITB, 1986.

dan
1.

Laporan Praktikum Laboratorium Elektronika, Instrumentasi dan Geofisika FMIPA Unsoed

Anda mungkin juga menyukai