Anda di halaman 1dari 2

Assalamualaikum, saya Mochammad Cholid Hanafi, NIM 131511123053.

Pemeriksaan fisik pada klien dengan morbid obesity


1. B1 ( Breathing )
RR dapat meningkat karena penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan
di dalam dinding dada bisa menekan paru - paru, sehingga timbul gangguan pernafasan
dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan
pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk
sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk
2. B2 ( Blood )
Pada pasien dengan morbid obesity cenderung mengalami CAD (coronary artery
disease), hipertensi sistemik, dan hiperlipidemia, dan yang dapat memicu terjadinya
penyakit jantung dan meningkatkan risiko arteriosklerosis, deep vein thrombosis (DVT),
penyakit pembuluh darah perifer.
Kelebihan cairan sekunder terjadinya gangguan aksi pompa pada jantung merupakan
masalah yang dapat dilihat. Cairan kembali ke paru, jantung dan sistem vena karena
adanya tahanan di jantung.
Pada pasien dengan morbid obesity maka lakukan pengkajian pada tanda-tanda vital,
khususnya tekanan darah dan nadi.
Inspeksi : edema pitting atau non pitting, CRT pada jari tangan dan kaki.
Auskultasi
: suara jantung I, II, serta apakah adaya bunyi jantung tambahan.
3.

B3 ( Brain )
Kesadaran composmentis
4. B4 ( Bowel )
Abdomen, membuncit dan menggantung serupa dengan bentuk bandul lonceng, kadang
kadang terdapat strie putih atau ungu, ditemukan nafsu makan yang meningkat dengan
tinggi kalori dan karbohidrat.
Inkontinensia fekal juga merupakan hal yang biasanya terjadi karena adanya tekanan dari
pembesaran abdomen di dalam usus kemudian menekan spinkter, yang dapat
menyebabkan kebocoran.Pada pasien morbid obesity juga cenderung untuk berbaring
pada punggungnya, yang dapat menambah tekanan pada spinkter yang sudah lemah.
Asites atau cairan di dalam abdomen juga menjadi suatu permasalahan karena pada
beberapa pasien mengalami hipertensi portal karena tekanan di dalam pembuluh darah
abdomen. Inspeksi : karakteristik feses (warna, bau, konsistensi). Auskultasi
:
bising usus
5. B5 ( Blader )
Pada pasien morbid obesity terdapat pengalaman inkontinensia urine atau comorbidid
renal disease. Inkontinensia yang terjadi berhubungan dengan beberapa faktor antara lain
kesulitan untuk duduk di pispot, dan kesulitan untuk berpindah ke pispot. Tekanan pada
di dalam kandung kemih dari pembesaran abdomen dan lipatan kulit pada area perineum
yang cenderung menghalangi proses berkemih. Sehingga, perlu dikaji karakteristik dari

urin pasien meliputi warna, kejernihan, bau, jumlah serta intake dan output yang
dikonsumsi
6. B6 ( Bone )
Paha tampak besar, terutama pada bagian proximal, tangan relatif kecil dengan jari jari
yang berbentuk runcing
Lengan atas membesar, pada pembesaran lengan atas ditemukan biasanya pada biseb dan
trisebny
nyeri punggung bawah dan memperburuk osteoartritis (terutama di daerah pinggul, lutut
dan pergelangan kaki). ditemukan edema (pembengkakan akibat penimbunan sejumlah
cairan) di daerah tungkai dan pergelangan kaki.
Pada pasien dengan morbid obesity bahkan untuk berjalan jarak dekat memicu kesulitan
bernapas dan kelemahan. Kegiatan sederhana seperti berjalan di tikungan, mengangkat
sudah menjadi beban. Apabila otot tidak dipergunakan maka dapat menimbulkan atropi
dan kelemahan otot, tulang bisa menjadi rapuh dan pasien cenderung mengalami fraktur.
Pada pasien dengan morbid obesity perlu diperhatikan adanya lipatan kulit yang dapat
menjebak atau menangkap perspirasi. Sehingga, berisiko untuk terjadinya kulit pecah,
iritasi, dan berbau. Infeksi jamur juga dapat terjadi karena adanya iritasi dibawah lipatan
kulit. Pasien morbid obesity cenderung terjadi selulitis (infeksi bakteri pada dermis dan
jairngan subkutan) karena adanya penurunan sirkulasi dan kompromi dari sistem imun.
Sumber referensi :
Zulkarnain, Nuzulul.2011.Asuhan Keperawatan Morbid obesity.Melalui http://nuzululfkp09.web.unair.ac.id/artikel_detail-35837-Kep%20Pencernaan-Askep%20Morbid
%20Obesity.html#popup
Muziburrahman.2014.
Asuhan
Keperawatan
Morbid
obesity.Melalui
http://muziburrahman-fkp14.web.unair.ac.id/artikel_detail-119045-Kesehatan-Askep
%20Morbid%20Obesity%20%28KONSEP%29.html
Demikian B1 B6 pada pemeriksaan Fisik Morbid Obesitas

Anda mungkin juga menyukai