Anda di halaman 1dari 19

PROPOSAL BISNIS USAHA ROTI BAKAR

Oleh:
Ikrom Fajar Ilahi 11121070

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI


KEUANGAN DAN PERBANKAN
INDONESIA
2011-2012

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman dan lingkungan maka orang

sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli sesuatu. Salah satu hal
dimana orang sangat hati-hati dan teliti sekali dalam memilih dan membeli adalah
ketika manusia membeli makanan.
Zaman dulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya
yang enak dan murah, ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah ke
bawah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama dalam membeli makanan.
Mereka tidak begitu memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung
didalam makanan yang mereka beli.
Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli
makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan
tersebut, baru kemudian memikirkan harga. Oleh karena itu, roti banyak menjadi
pilihan manusia untuk makanan ringan, dimana dari segi rasa, roti menawarkan
cukup banyak rasa yang ditawarkan dan enak, dari segi gizi juga memenuhi
kebutuhan gizi manusia, dari segi harga, roti mudah dijangkau semua kalangan
masyarakat.
Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kami
mendirikan usaha jualan roti bakar, dimana dari segi rasa memenuhi rasa enak,
dari segi gizi roti bakar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena
mengandung karbohidrat, protein dll. Dari segi harga roti bakar terbilang mudah
dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

1.1 Visi

Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Menjadi salah satu usaha kuliner tersukses di Jakarta.

1.2 Misi

Terus berinovasi dalam menciptakan menu-menu yang unik dan menarik.

Menciptakan ide-ide kreatif sebagai penarik minat para pembeli.

Memberikan pelayanan yang baik dan ramah dalam upaya menarik pembeli.

Menjual produk dengan harga yang terjangkau tetapi dengan kualitas dan rasa

yg memukau.

1.3 Tujuan Usaha


Menjadi salah satu usaha kuliner yang sukses di Jakarta dengan omset yang
tinggi.

BAB 2 BUSINESS SUMMARY


2.1Profil Usaha
Nama Usaha
Jenis Usaha
Alamat Usaha
No. Telepon
Blog

: Kadai Roti Bakar


: Kuliner
: Jalan Raya Kemuning No.21, Jakarta Pusat
: 021 - 756 7887
: kedai-roti.blogspot.com

2.2 Kepemilikan Usaha


Nama Pemilik

:
1. Eky Suharyanti
2. Rachmah Putri Marviany
3. Ikrom Fajar Ilahi

Alamat Pemilik :
1. Jalan Gandaria 3 No.44, Jakarta Timur.
2. Jalan Kebon Jeruk Timur N0.20, Jakarta Timur
3. Jalan M.Saidi No.18, Jakarta Selatan

2.2 Gambaran Awal Usaha


Usaha ini merupakan uasah kami yang pertama. Dalam tahap awal kami
akan meminjam dana dari Bank sebagai tambahan awal modal kami dalam
mendirikan usaha ini. Selanjutnya kami akan menyewa tempat sebagai lokasi
usaha kami dan membuat surat izin usahanya.

2.2.1 Surat Permohonan Pinjaman Ke Bank


Jakarta, 16 Oktober 2011
Kepada Yth,

Bank BCA
Cab. Cimanggis
Di Tempat
DenganHormat,
Bersama surat ini kami kirimkan proposal studi kelayakan bisnis dalam bidang
usaha Roti Bakar. Usaha Roti Bakar ini merupakan usaha pertama kami.

Besarnya investasi pembangunan usaha ini adalah Rp 18.300.000 (delapan


belasjuta tiga ratus ribu rupiah). Sedangkan modal kami saat ini sebesar Rp 9.150.000,
maka kekurangan dana investasi sebesar Rp 9.150.000 (sembilan juta seratus lima puluh
ribu rupiah) kami mengharapkan dapat bantuan kredit investasi dari Bank.
Demikianlah surat permohonan ini besar harapan kami mendapat dukungan dan
dari bank yang Bapak/Ibu pimpin.

Terima kasih atas perhatiannya.


Hormat Kami,

(Pemohon)

2.2.1 Surat Permohonan Izin Usaha


KEDAI ROTI BAKAR
Jalan Kemuning Raya No.21, Jakarta Pusat
Jakarta, 16 Oktober 2011
Nomer
: 378/IU/X/2011
Lampiran
:Perihal
: Surat Permohonan Izin Usaha
Yth.
Bapak Camat
Jalan Kenanga No.1
Jakarta
Dengan hormat,
Kami memberitahukan kepada Bapak bahwa kami sedang membuat usaha
kuliner yang diberi nama Kedai Roti Bakar. Semoga dengan didirikan usaha ini
dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Oleh karena itu, kami mohon diberikan izin untuk dapat mendirikan dan
mengembangkan usaha kami. Kami harap hal ini mendapat perhatian Bapak.
Atas perhatian dan perizinan yang diberikan Bapak kami ucapkan terima
kasih.
Hormat Kami,

(Pemohon)

BAB 3 PRODUK
3.1 Gambaran Produk
Produk roti bakar kami berbeda dari roti-roti bakar yang lainnya. Kami
mempunyai ide dan inovasi tersendiri dalam menciptakan menu roti bakar. Kami
tidak hanya menjual roti bakar biasa pada umumnya, tetapi kami juga mempunyai
menu spesial yakni roti bakar buah dan roti bakar ice cream. Tidak hanya menjual
roti bakar, kami juga menjual aneka minuman seperti aneka macam jus buah,
sirup, maupun es krim. Kami harap dengan ide dan inovasi kami dalam menjual
roti bakar, dapat menarik para pembeli sehingga dapat meningkatkan omset
penjualan kami.

3.2 Gambaran Persaingan


Untuk saat ini kami mempunyai beberapa pesaing. Pengaruh pesaing
terhadap penjualan roti bakar kami agak sedikit berpengaruh karena pesaing kami
sudah terlebih dahulu berjualan roti bakar dan juga tempat berjualannya yang
cukup strategis sehingga banyak orang yang melakukan aktifitas disekitar
ditempat tersebut sering berkunjung dan membeli roti bakar mereka.

3.3 Gambaran Penjualan


Dalam pelaksanaannya nanti, kami akan menjual roti bakar ditempat yang
strategis, yakni di Jalan Kemuning Raya No.21 Jakarta Pusat yang merupakan
salah satu tempat yang strategis di Jakarta. Dalam menjual roti bakar, kami bertiga
akan terjun langsung dalam melayani para pembeli karena kami tidak ingin
menggunakan jasa karyawan pada tahap awal ini. Kami ingin melihat langsung
bagaimana respon para pembeli dalam melihat produk roti bakar kami. Tentu
dalam penjualannya nanti, ada strategi-strategi penjualan yang akan kami pakai
dalam menarik calon pembeli. Besar harapan kami agar dalam pelaksanaannya
nanti penjualan roti bakar kami dapat berjalan dengan sukses.

BAB 4 ANALISIS SWOT


1. Strenght (Kekuatan)

Mempunyai ciri khas menu yang berbeda dengan usaha roti bakaryang lainnya

yaitu roti bakar buah dan roti bakar ice cream.

Tempatnya strategis dan mempunyai cabang di mana-mana sehingga mudah untuk

dikunjungi.

Rasanya sangat enak.

Harganya cukup murah ,terjangkau, pelayanan memuaskan, rapi dan bersih.

2. Weakness (kelemahan)

Tidak cocok buat orang yang tidak suka roti, buah, ataupun ice cream.

Belum mempunyai cabang.

3. Opportunity (Peluang)

Di gemari sebagian besar masyarakat.

Ciri khas menu yaitu roti bakar menjadikan usaha ini sangat menjanjikan.

Cabang yang semakin banyak membawa konsumen mudah mendatanginya.

4. Threat (ancaman)

Banyak saingan diluar sana.

Harga bahan baku yang sewaktu-waktu bisa naik dapat menyebabkan kenaikan harga

roti bakar yang mungkin dapat mengurangi pembeli.

Bila hujan turun maka orang malas keluar rumah sehingga pembeli tidak begitu

banyak (jarang).

BAB 5 PERENCANAANKEUANGAN
Total biaya pembangunan usaha Toko Roti Bakar tersebut sebesar Rp 17.750.000,dengan rincian sebagai berikut =

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)


-Kontrak toko/bulan

Rp

1.000.000,-

-Kursi, meja, lemari

Rp

5.000.000,-

-Pemanggang roti 3 unit

Rp

750.000,-

-Kompor gas 3 unit

Rp

1.200.000,-

-Peralatan memasak lainnya

Rp

2.500.000,-

-Peralatan makan-minum

Rp

2.500.000,-

-Kulkas

Rp

1.500.000,-

-Listril, air, dll

Rp

300.000,-

-Pembuatan banner, stiker daftar harga

Rp

50.000,-

Total

Rp 14.800.000,-

2. Biaya Variabel (Variable Cost) per Bulan


-Roti

Rp

500.000,-

-Aneka macam selai

Rp

300.000,-

-Coklat dan ceres

Rp

300.000,-

-Kacang

Rp

200.000,-

-Keju

Rp

300.000,-

-Pisang

Rp

200.000,-

-Susu

Rp

300.000,-

-Mentega/margarin

Rp

200.000,-

-Aneka macam buah

Rp

300.000,-

-Aneka rasa ice cream

Rp

300.000,-

-Es batu

Rp

150.000,-

-Gas

Rp

300.000,-

-Plastik, kertas roti, sedotan, dll

Rp

250.000,-

Total

Rp 3.500.000,-

3. Total Biaya (Total Cost)


TC = TFC + TVC
TC = Rp 14.800.000,- + Rp 3.500.000,TC = Rp 18.300.000,4. Daftar Harga
-Harga Roti Bakar Buah

= Rp 15.000,-

-Harga Roti Bakar Es Krim

= Rp

15.000,-

-Harga Roti Bakar Coklat

= Rp

10.000,-

-Harga Roti Bakar Keju

= Rp

10.000,-

-Harga Roti Bakar Coklat Keju

= Rp

13.000,-

-Harga Roti Bakar Pisang Coklat

= Rp

13.000,-

-Harga Roti Bakar Pisang Keju

= Rp

13.000,-

-Harga Roti Bakar Coklat Kacang

= Rp

13.000,-

-Harga Jus Buah

= Rp

10.000,-

-Harga Es Buah

= Rp

13.000,-

-Harga Es Krim

= Rp

13.000,-

5. Pendapatan
Target penjualan roti bakar per hari adalah 30 porsi. Waktu berjualan SeninJumat. Atau dalam sebulan menjual 600 porsi.
Pendapatan Harian

= Rp 10.000,- x 30

Pendapatan Bulanan = Rp 300.000,- x 20

= Rp 300.000,= Rp 6.000.000,-

6. Penghitungan Harga
o Harga Pokok/Biaya Variabel

= Rp 3.500.000,-

o Hpp per Porsi

= Rp 3.500.000,- / 600
= Rp 5.833,- Rp 6.000,-

o Laba yang diinginkan

= Rp 10.000.- Rp 6.000,= Rp 4.000,-

7. Analisis Titik Impas (Break-Event Point)


BEP = Biaya Tetap

= Rp 18.300.000,= 4575 porsi

Profit

Rp 4.000,-

Berarti akan BEP dalam = 4575/600 = 7.625 bulan

SUMBER DANA INVESTASI


Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana
pinjaman dari bank, yaitu:
Modal sendiri :

Rp

9.150.000,00

(50%)

Kredit Bank :

Rp

9.150.000,00

(50%)

Total

Rp

18.300.000,00 (100%)

BAB 6 PENUTUP
Demikianlah proposal bisnis ini kami buat. Semoga proposal ini dapat
diterima dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Tidak lupa kami mengucap syukur
kepada Tuhan YME karena atas segala Rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan
proposal bisnis kami. Dan tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah ikut membantu dalam pembuatan proposal ini. Semoga
proposal ini dapat diterima oleh semua pihak karena proposal ini merupakan tahap
awal kami dalam memulai usaha roti bakar ini. Dengan selesainya proposal bisnis
ini, kami berharap dapat segera mewujudkan usaha bisnis yang telah kami
rencanakan ini.
Segala saran dan kritik kami harapkan dari semua pihak karena kami
menyadari bahwa proposal kami masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik
tersebut semoga saja dapat menjadi pelajaran bagi kami semua untuk dapat
menjadi lebih baik lagi dihari esok. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 16 Oktober 2011

(Ikrom Fajar Ilahi)

Dalam menjalankan kegiatan operasional usaha maka dibutuhkan dana


mutlak harus tersedia. Dalam praktik dana yang dibutuhkan perusahaan ada dua
macam, yaitu untuk keperluan modal kerja dan investasi.
Modal kerja merupakan modal yang dibutuhkan untuk membiayai
operasional usaha sehari hari. Modal kerja biasanya digunakan untuk kegiatan
rutin usaha dan sifatnya jangka pendek.
Modal investasi merupakan modal yang dibutuhkan perusahaan untuk
jangka panjang.
Dana yang harus dipenuhi oleh pengusaha baik yang digunakan untuk
modal kerja maupun investasi. Dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya
dari pemilik usaha itu sendiri atau dari modal peminjaman. Pemilihan jenis
sumber modal yang digunakan harus mempertimbangkan berbagai faktor.
Pertimbangan untuk memperoleh modal bagi pengusaha, di antaranya :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Beban biaya (bunga) yang harus ditanggung


Persyaratan memperoleh modal
Jumlah dana yang dibutuhkan
Jangka waktu dana yan dibutuhkan
Jaminan yang diberikan
Pertimbangan lainnya
Secara umum kedua jenis sumber modal diaas memiliki kelebihan dan

kekurangan masing masng. Bagi pemilik usaha terkadang pemenuhan dana


memiliki kendala yang cukup besar, terutama untuk jumlah yang relative besar
dan segera dipenuhi dalam waktu singkat.
Apabila kebutuhan dana besar sementara dana yag dibutuhkan tidak
tersedia, jalan kelua untu pemenuhan dana dapat melalui dana pinjaman (modal
asing) dari lembaga keuangan seperti bank.
Dalam menyalurkan dana, pihak perbankan atau disebut kreditor memiliki
syarata tertentu yang harus dipenuhi, yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Jenis kredit yag dibutuhkan


Jumlah yang diingnkan
Jangka waktu pinjaman
Cara pengembalian pinjaman tersebut
Jaminan yang dimiliki
Laporan keuangan keuangan beberapa periode
Kelayakan usaha
Persyaratan lainnya

Setiap pengajuan kredit yang disetujui akan dinilai melalui semua


persyaratan . bagi bank hal penting agara dana yag dikucurkan tidak mengalami
kerugian atau macet. Di lain sisi, bank juga tidak ingin pinjaman yang diberikan
justru menjadi beban pengusaha yang pada akhirnya dapat mengancam
kelangsungan hidup pengusaha.

Arti Penting Kredit


Dana pinjaman atau kredit yang diperoleh oleh perusahaan memiliki
manfaat ang sangat besa dalam hal pemenuhan dana. Pertimbangan utama
pengusaha utama untuk memperoleh pinjaman tersebut adalah bahwa memang
dana sangat dibutuhkan. Artinya jangan sampai dana yang dibutuhkan melen=bihi
kebutuhan yang sesungguhnya sehingga ada dana yang menganggur, sementara
bunga terus dibayar. Keuntungan dana kredit adalah jumlah yang dibutuhkan
sesuai kebutuhan pengusaha.
Di Indonesia, pengertian kredit dibagi dua sesuai dengan jenis bank yang
ada sat ini, yaitu kredit bagi ban konvensioal dan pembiayaan bagi bank syariah.
Menurut Undang undang Pokok Perbankan Nomor 10 Tahun 1998,
kredit adalah :
Peyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersemakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakan pinjam meminjam antara bank dengan
pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka
waktu tertentu dengahn pemberian bunga.
Pasal 8 UU No.10 tahun 1998 (penjelasan):
. Sebelum memberikam kredit, bank harus melakukan penilaian yang
seksama terhadap Watak(Character), Kemampuan (Capacity), Modal (Capital)
Agunan (Collrateral), dan prospek usaha (condition) dari debitur

1. Kepercayaan
Kepercayaan merupakan bahwa bank percaya nasabah akan mengembalian
kredit yang diberikan. Dasar perimbangan yang diberikan oleh diberikan oleh
bank adalah iktikad baik nasabah, yaitu kemauan untuk membayar. Bagi nasabah

dalam hal ini berarti nasabah memperoleh kepercayaan dan juga memiliki
kemampuan untuk membayar kewajibannnya.
2. Kesepakatan
Sebelum

kredit

dikucuran,

bank

dengan

nasabah

terlebih

dulu

menyepakati hal hal yang menjadi kewajiban dan hak masing masig pihak.
Keudian juga disepakati sanksi sanksi yang diberikan apabila masing masing
pihak melanggar kesepakatan yang telah dibuat. Kesepakatan ini dituangkan
dalam akad kredit yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada saat kredit
disetujui bank dan akan dikucurkan
3. Jangka waktu
Setiap kredit yang disalurkan pasti memilik jangka wakt tertentu, artinya tidak
ada kredit yang waktu pengembaliannya tidak terbatas. Jangka waktu tersebut
merupakan waktu pengembalian atau kapan kredit tersebut akan berakhir (lunas),
kemuadian kapan nasabah harus membayar kewajiban (angsuran ) yang biasanya
dilakukan setiap bulan.
4. Risiko ( Degree of Risk)
setiap kredit yang dibiayai pasti memiliki risiko tidak tertagih yang
disebabkan oleh faktor sengaja maupun tidak sengaja. Sengaja artinya nasabah
sengaja untuk tidak membayar kredit, sedangkan sengaja artinya nasabah memang
tidak bermaksud untuk tidak mengembalikan kreditnya. Hanya saja nasabah
belum memiliki kemapuan untuk membayar kredit.
5. Balas jasa
Pengaruh pemberian kredit oleh bank akan terlihat disisi aktiva lancar bank,
yaitu pada pos komponen pinjaman yang diberikan . sementara, bagi para
pengusaha yang memperoleh kredit akan bertambah di utang bank dimana jangka
waktu kurang dari satu tahun akan terlihat di pos aktiva lancar, namun bila
pinjamman lebih dari satu tahun akan terlihat di pos piutang jangka panjang.
Untuk pengusaha dagang, pengaruh hasil kredit akan terlihat pada komponen
pos piutang di kativa lancar bagi perusahaan yang menujual barang. Sebaliknya
bagi perusahaan yang membeli secara kredit, akan terlihat pada sisi passive utang
dagang.

Untuk menentukan jumlah kredit yang sesungguhnya, dapat dilakukan dengan


berbagai cara sebagai berikut :
1. Nilai jaminan, merupakan jaminan yang diberikan nasabah untuk
memperoleh kredit, misal jaminan berupa tanah dan rumah yang
ditunjukan dari sertifkatnya.
2. Penghasilan nasabah (gaji), artinya khusunya bagi karyawan yang
mengajukan kredit, kredit yang diberikan dinilai dari angsuran yang
menjadi beban nasabah. Angsuran yang diberikan tidak boleh lebih dari
30% dari gaji nasbah perbulan, namun semuanya tergantung dari
kebijakan bank.
3. Jumlah biaya, yang akan dikeluarkan nasabah untuk pembiayaan usahanya
tersebut juga apat menentukan yang akan dibiayai oleh nasabah dan bank.
4. Studi kelayakan, artinya bank terlebih dahulu menilai jumlah yang
dibutuhkan

sesuai

dengan

studi

kelayakan

usahanya

(kebutuhan

modalnya). Penilaian dilakukan dari sisi aspek keuangan.


5. Analisis rasio, artinya persetujuan jumlah kredit diputuskan dengan
mepertimbangkan berdasarkan dengan rasio keuangan nasabah yang
terlihat dari laporan keungan (neraca dan laporan laba rugi)

yang

diajukan.
6. Cara lainnya

Analisis kredit
Sebelum suatu kredit diputuskan terlebih dahulu perlu dianalisis kelayakan
kredit tersebut. Tujuannya untuk menghindari kredit yang dibiayai nanti tidak
layak.
Analisis kredit dapat dilakukan dengan berbagai alat analisis, dalam
praktiknya terdapat beberapa alat analisis yang dapat digunakan untuk
menentukan kelayakan suatu kredit, yaitu sebagai berikut :

1. Dengan 5 C of C
a. Character
Merupakan analisis sifat atau watak nasabah. Analisis ini untuk
menegtahui sifat atau watak nasabah pemohon kredit, apakah memeliki
watak atau sifat yang bertanggung jawab terhadap kredit yang diambilnya.

Dari watak atau sifat akan terlihat kemauan nasabah untuk membayar
dalam kondisi sesulit apapun. Namun sebaliknya jika nasabah tidak
memiiki sifat tidak mau membayar dengan berbagai alasan tentunya akan
diihat dari masa lalunya melalui pengamatan, pengalaman, riwayat hidup,
maupun hasil wawancara.
b. Capacity, yaitu analisis yang digunakan untuk melihat kemampuan
nasabah dalam membayar kredit. Kemapuan ini dapat dlihat dari
penghasilan pribadi untuk kredit konsumtif dan usaha yang dibiayai untuk
kredit perdagangan atau produktif. Kemapuan ini penting untuk dinilai
agar bank tidak mengalami kerugian. Untuk menilai kemapuan nasabah
dapat dinilai dari dokumen yang dimiliki, hasil konfirmasi dengan pihak
yang berwenang mengeluarkan surat tertentu (misal mengeluarkan surat
penhasilan seseorang ), hasil wawancara atau melalui perhitungna rasio
keuangan.
c. Capital, untuk menilai modal yang dimiliki seorang nasabah untuk
membiayai kredit. Hal ini penting karena bank tidak akan membiayai
kredit tersebut 100% artinya harus ada modal dari nasabah. Tujuannya
adalah jika nasabh juga ikut memiliki modal yang ditanam pda kegiatan
tersebut, nasabah juga akan merasa memiliki sehingga termotivasi untuk
bekerj sunggh sungguh agar usaha tersebut berhasil, dan mampu untuk
membayar kewajiban kreditnya.
d. Condition, yaitu kondisi umum saat ini dan akan datang tentunya. Kondisi
yang akan dinilai terutama kondisi ekonomi saat ini, apakah layak untuk
membiayai kredit untuk sector tertentu. Kondisi lainnya yang harus
diperhatikan alah kondisi lingkungan sekitar, misal kondisi keamanan
lingkungan maupun kondisi sosial masyarakat.
e. Collateral, merupakan jaminan yang diberikan nasabah kepada bank dalam
rangka pembiayaan kredit yang diajukannya. Jaminan ini gunakan sebagai
alternative terakhir bagi bank untuk berjaga jaga kalau terjadi kemacetan
terhadap kredit yang dibiayai. Mengapa collateral atau jaminan menjadi
penilain terakhir dari 5 C of c. hal ini disebabkan karena yang paling
pentingadalah penilaian diatas. Apabila sudah layak, maka jaminan hanya
sebaga tambahan. Untuk berjaga jaga karena ada faktor faktor yang
tidak dapat dihindari yag menyebakan kredit macet, misalnya bencana

alam. Disamping itu juga, untuk menjadi morivasi nasabah dalam


membayar karena jaminan ditahan oleh bank.
Dengan 7 of P
1. Personality atau kebribadian merupakan penilaian yang digunakan untuk
mengetahui kepribadian si calon nasabah. Dalam menilai kepribadian yang
dilakukan bank, hampir sama dengan character atau sifat atau watak
nasabah. Hanya saja hal hal ini personality lebih ditekankan kepada
oranngnya sedangkan dalam character termasuk dalam keluarga.
2. Purpose, yaitu tujuan mengambil kredit. Seperti diketahui sebelumnya
bahwa tujuan untuk mengambil kredit ada tiga yaitu pertama, untuk usaha
yang produktif, kedua digunakan untuk sendiri, ketiga untuk perdagangan
3. Party, dalam menyalurkan kredit, bank memilih milih menjadi beberapa
golongan. Hal in dilakukan agar bank lebih fokus untuk menangani kredit
tersebut
4. Payment adalah cara pembayaran kredit oleh nasabah. Penilaian yang
dilakukan untuk menilai cara nasabah dalam membayar kredit, apakah dari
penghasilan atau dari sumber obyek yang dibiayai. Dari penilaian ini akan
terlihat kemampuan nasabah dalam membayar kredit.
5. Prospect, yaitu untuk menialia harapan ke depan terutama terhadap obyek
kredit yang dibiayai. Tentunya harapan yang diingkan adalah memberikan
harapan yang baik atau cerai. Usaha yang tidak mengandung prospek
cerak sebaiknya ditunda karena akan menyulitkan bank dan nasabah
nantinya.
6. Profitability, artinya kredit yang dibiayai oleh bank akan memberikan
keuntungan bagi kedua belah pihak, baik bank maupun nasaba. Jika tidak,
sebaiknya jangan diberikan.
7. Protection, merupak terhadap obyek krdit yang dibiayai.

Hasil analisis
Usaha roti bakar ini belum mempunyai kekuatan badan hokum (dari segi
aspek yuridis), dengan kata lain usaha roti bakar masih mempunyai ijin usaha dari
daerah setempat (RT).

Tujuan dalam mengambil kredit ini, si nasabah bertujuan untuk


berwirausaha / menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Dari faktor
payment, dimana obyek ini menjadi sumber modal untuk membiayai kredit, dan
prospect usaha ini tergantung pada kempuan menjual roti bakar berbeda dengan
para pesainnya.
Dari proposal diatas, usaha roti bakar didirikan oleh gabungan tiga orang.
Ini memiliki artian si nasabah benar benar atau bertanggung jawab akan bisnis
tersebut. Usaha gabungan akan mengumpulkan modal gabungan yang besar pula
sehingga mengurangi kredit kepada bank sehingga resiko yang ditanggung oleh
setiap individu kecil.
Dalam usaha pendirian roti bakar yang akan didirikan oleh 3 orang orang
tersebut mempunyai pesaing yang ketat dan sudah banyak usaha yang sama yang
sudah didirikan dan menu yang ditawarkan oleh si nasabah hampir sama dengan
menu menu yang ditawarkan oleh usaha roti bakar lainnya.

Sehingga

kemampuan nasabah dalam membayar tagihan kredit tergantung pada


kemampuan menjual roti bakar kepada konsumen. Jika ingin usaha roti bakar
mempunya pelanggan diats rata rata forecast penjualan harus didukung oleh
kemapuan pemasaraan dalam memaskan produk.
Pengajuan kredit usaha diatas, Dimana si nasabah meminta bantuan kredit
50% dari bank dan 50% dari modal sendiri. Yang artinya si nasabah mempunyai
kemampuan membayar kredit sampai 50%. Akan tetapi semua tergantung
kebijakan bank akan memberikan kredit berapa % kepada si nasabah.
Dalam permintaan kredit ke bank nasabah memperhitungkan bahwa uang
yang di pinjam akan dikembalikan kurang lebih dalam waktu 7 8 bulan agar
sesuai BEP atau kredit jangka pendek. Dimana dalam sebulan pengusaha
mempunya target menjual 600 porsi dengan keuntungan Rp 4.000 per porsi
Pada pengajuan proposal diatas, calon nasabah yang mengajuakan kredit
tidak mengajukan jaminan apa apa kepada bank. Si nasabah hanya memperkiran
atau forecast penjualan.
Dari analisis diatas, bisa disimpulkan bahwa bank bisa memberikan kredit
kepada si nasabah kurang dari 50% karena si nasabah tidak mempunyai jaminan ,
usaha tersebut mempunyai banyak pesaing, dan masih bersurat izin (kapapunpun

bisa digusur/ belum mempunyai tempat yang tetap). Selain itu bank juga wajib
bernegosiasi dengan calon. nasabah dengan ketentuan bahwa pemberian kredit
kurang dari 50%. Jika nasabah menyetujui hasil putusan dari bank, maka berlanjut
ke pencairan dana dan putusan kapan pelunasan, bunga yang diberikan. Dan bank
juga harus melakukan pemantuan kepada si nasabah untuk memantau kedepan
akan terjadi kredit bermsalah atau tidak.