Anda di halaman 1dari 10

1.

2.
3.
4.
5.
6.

PILIHAN GANDA
Setelah mempelajari bab ini, anda akan dapat :
Menjelaskan karakteristik pilihan ganda
Menjelaskan kekuatan dan kelemahan bentuk soal pilihan ganda
Membedakan soal pilihan ganda yang baik dan yang buruk
Mengidentifikasi dan mengkoreksi kesalahan pada bentuk soal pilihan ganda
yang buruk
Menyesuaikan item soal pilihan ganda dengan hasil belajar yang diinginkan
Membuat soal pilihan ganda yang baik, relevan terhadap hasil belajar dan
bebas dari cacat

Pilihan ganda terdiri dari batang (stem), yang menjelaskan


situasi
permasalahan, dan beberapa alternative pilihan, yang memberikan kemungkinan
solusi dari permasalahan tersebut. Stem dalam pilihan ganda dapat merupakan
sebuah pertanyaan ataupun penyataan yang tidak lengkap. Alternatif jawaban
terdiri dari jawaban benarn dan beberapa jawaban salah ( masuk akal) yang disebut
distraktor. Fungsi distraktor adalah untuk mengecoh siswa yang tidak yakin
terhadap jawaban dari soal.
Contoh
Pilihan ganda bentuk pertanyaan
1. Manakah diantara besaran berikut yang merupakan contoh dari besaran
pokok ?
a. Kecepatan
b. Luas
c. Percepatan
d. Kuat Arus
e. Gaya
Pilihan ganda bentuk pernyataan tidak lengkap
1. Contoh dari besaran pokok adalah .
a. Kecepatan
b. Luas
c. Percepatan
d. Kuat Arus
e. Gaya
Tipe lainnya adalah bentuk jawaban terbaik, dimana jawaban alternatif nya
bisa jadi benar / sebagian benar, dan memiliki satu jawaban terbaik / paling benar.

a)
b)
c)
d)
e)
f)

Dalam perkembangannya, sampai saat ini tes objektif bentukmultiple choice


item dapat dibedakan menjadi sembilan model, yaitu:
Model melengkapi lima pilihan
Model asosiasi dengan lima atau empat pilihan
Model melengkapi berganda
Model analisis hubungan antar hal
Model analisis kasus
Model hal kecuali

g)
h)
a)

1.
A.
B.
C.
D.
E.
2.
A.
B.
C.
D.
E.
b)

1.
2.

Model hubungan dinamik


Model pemakaian diagram, grafik, peta atau gambar.
Tes objektif bentuk multiple choice item model melengkapi lima pilihan
Tes objektif bentuk multiple choice item model melengkapi lima pilihan ini pada
umumnya terdiri atas: kalimat pokok (=item) yang berupa pernyataan yang belum
lengkap, diikuti oleh lima kemungkinan jawab (alternatif) yang dapat melengkapi
pernyataan tersebut. Tugas testee disini ialah: memilih salah satu diantara lima
kemungkinan jawab tersebut, yang menurut keyakinan testee adalah paling tepat
(=merupakan jawaban yang benar).
Dengan demikian, pada tes objektif bentuk multiple choice itemmodel
melengkapi lima pilihan ini, hanya akan kita jumpai satu jawaban yang benar.
Contoh 1:
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan jalan membubuhkan tanda silang
(X) pada huruf abjad A, B, C,D atau E.
Daulah Bani Abbasiyah mencapai puncak kejayaan atau zaman keemasan pada
masa pemerintahan
Umar bin Abdul Aziz
Utsman bin Affan
Yazid bin Muawiyah
Harun al-Rasyid
Al-Mamun
(Kunci: D)
Sedangkan Daulah Bani Umayah mencapai puncak kejayaannya pada masa
pemerintahan
Ali bin Abi Thalib
Umar bin Khaththab
Muawiyah bin Abi Sofyan
Al-Mutashim
Khalid bin Walid
(Kunci: C)
Tes Obyektif bentuk multiple choice item model asosiasi dengan lima atau empat
pilihan
Tes Obyektif bentuk multiple choice item model asosiasi dengan lima atau empat
pilihan ini terdiri dari lima atau empat judul/istilah/ pengertian, yang diberi tanda
huruf abjad didepannya, dan diikuti oleh beberapa pernyataan yang diberi nomor
urut didepannya. Untuk tiap pernyataan tersebut testee diminta memilih salah satu
judul/istilah/ pengertian yang berhuruf abjad, yang menurut keyakinan testee
adalah paling cocok (paling benar).
Contoh 1: Model Asosiasi dengan Lima Pilihan
Untuk butir soal nomor 1 sampai dengan 5 berikut ini, cocokkanlah istilah yang
terdapat di belakang huruf abjad, dengan pernyataan yang terdapat pada masingmasing soal:
A. Dzalim
B. Fasiq
C. Kafir
D. Murtad
E. Riya
Soal:
Orang yang tidak mengakui adanya Allah.
Orang yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

3.
4.
5.
c)

Orang yang keluar dari agama Islam.


Orang yang tahu aturan dan kewajiban, tetapi tidak mau melakukannya.
Suka pamer dan ingin dipuji orang.

A.
B.
C.
D.
E.

Tes Obyektif bentuk multiple choice item model melengkapi berganda


Butir soal sejenis ini pada dasarnya sama dengan multiple choice item model
melengkapi lima pilihan, yaitu terdiri atas satu kalimat pokok yang tidak (belum)
lengkap, diikuti dengan beberapa kemungkinan jawaban (bisa merupakan lima
pernyataan dan bisa pula merupakan empat pernyataan). Perbedaannya adalah,
bahwa pada butir soal jenis ini, kemungkinan jawaban betulnya bisa satu, dua, tiga,
atau empat.
Contoh:
Tulislah:
Bila (1), (2) dan (3) betul.
Bila (1) dan (3) betul.
Bila (2) dan (4) betul.
Bila hanya (4) yang betul.
Bila semuanya betul.

1.
(1)
(2)
(3)
(4)
2.
(1)
(2)
(3)
(4)
3.
(1)
(2)
(3)
(4)

Soal:
Hal-hal yang termasuk perbuatan thaharah adalah:
Mandi
Berwudhlu
Menghilangkan najis
Membaca doa iftitah
Nabu Muhammad SAW adalah Nabi terakhir, beliau adalah:
Keturunan suku Quraisy
Ibunya bernama Aminah
Ayahnya bernama Abdullah
Ayahnya wafat ketika beliau masih berada dalam kandungan
Haji Wada adalah haji yang dikerjakan
Oleh semua ummat Islam
Khusus oleh Nabi Muhammad SAW
Sepuluh tahun sebelum Nabi wafat
Setahun sebelum bulan haji berikutnya

d)

Tes Obyektif bentuk multiple choice item model analisis hubungan antar hal
Tes Obyektif bentuk multiple choice item biasanya terdiri atas satu kalimat
pernyataan yang diikuti oleh satu kalimat keterangan. Kepada testee ditanyakan,
apakah pernyataan itu betul, dan apakah keterangan itu juga betul. Jika pernyataan
dan keterangan itu betul, testee harus memikirkan, apakah pernyataan itu
disebabkan oleh keterangan yang diberikan, ataukah pernyataan itu tidak
disebabkan oleh keterangan tersebut?
Contoh:
Soal nomor 1 sampai dengan 3 berikut ini terdiri atas tiga bagian, yakni:
Pernyataan, Sebab dan Alasan, yang disusun secara berurutan.
Pilihlah:

A.
B.
C.
D.
E.

Jika Pernyataan BETUL, Alasan BETUL dan keduanya menunjukkan HUBUNGAN


SEBAB AKIBAT.
Jika Pernyataan BETUL, Alasan BETUL, tetapi keduanya TIDAK MENUNJUKKAN
HUBUNGAN SEBAB AKIBAT.
Jika Pernyataan BETUL dan Alasan SALAH
Jika Pernyataan SALAH dan Alasan BETUL.
Jika Pernyataan SALAH dan Alasan Salah.

Soal:
Diantara syarat-syarat wajib haji adalah Islam.
SEBAB
Tidak wajib bahkan tidak akan sah jika haji orang kafir.
2.
Seseorang akan berangkat menunaikan ibadah haji, tiba-tiba menderita sakit
berat sehingga tidak mungkin melaksanakan ibadah haji tersebut, dan karena itu
gugurlah kewajiban menunaikan ibadah hajinya untuk selama-lamanya.
SEBAB
Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi orang Islam hanya satu kali dalam seumur
hidupnya.
3.
Nabi Muhammad SAW itu bersifat mashum atau terhindar dari dosa.
SEBAB
Dosa seseorang itu akan ditanggung sendiri oleh yang bersangkutan.
1.

e)

Tes Obyektif bentuk multiple choice item model analisis kasus


Butir soal jenis ini merupakan tiruan keadaan yang sebenarnya. Jadi seolah-olah
testee dihadapkan kepada suatu kasus. Dari kasus tersebut, kepada testee
ditanyakan mengenai berbagai hal dan kunci jawaban-jawaban itu tergantung pada
tahu atau tidaknya testee dalam memahami kasus tersebut.
Contoh:
Ikutilah kasus di bawah ini dan pilihlah jawaban yang tepat untuk soal-soal
berikut ini:
Dalam usahanya untuk menyebarluaskan agama Islam sebagai agama wahyu,
Nabi Muhammad SAW memulai dakwahnya dari lingkup kecil menuju jangkauan
yang luas. Dimulai dari keluarga, kerabat dan seterusnya, menyebar kepada
masyarakat luas.
Hal ini beliau lakukan dengan penuh kesabaran dan keuletan, meskipun
dihadapannya terbentang tantangan dan kendala yang datang dari masyarakat
Quraisy. Kemudian detelah beberapa cobaan datang dan risiko menimpa diri Nabi,
serta dirasa dijadikan pusat pemerintahan dan daerah penyebaran Islam, maka
Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya hijrah ke Madinah pada tahun 622
Masehi.
Masyarakat Madinah adalah masyarakat yang komplek, terdiri atas golongan
mukmin, Yahudi, Nasrani dan sebagian kafir dzimny. Di tengah-tengah masyarakat
yang demikian ini ternyata Islam dapat berkembangan dengan pesat, bahkan dapat
berdiri suatu Negara dan pemerintahan Islam. Diantara mereka dibuat suatu
perjanjian untuk bersama-sama membangun negeri Madinah, dan kepada kafir
dzimny Nabi memberi kebebasan untuk tetap tinggal di sana; mereka dikenakan
semacam pajak yang disebut jizah.
Soal:
Dari uraian di atas dapatlah ditarik pengeritan, bahwa:

A.
B.
C.
D.
E.

Agama Islam itu memandang sama antara mukmin dengan orang kafir.
Orang kafir dzimny itu bukanlah termasuk musuh Islam.
Agama Islam dapat berkembang pesat karena adanya dukungan kafir dzimny.
Sejak dahulu Islam telah menekankan prinsip-prinsip toleransi dan kerjasama.
Antara agama Nasrani, Yahudi dan Islam pada dasarnya tidak berbeda.

f)

Tes Obyektif bentuk multiple choice item model hal kecuali


Model Hal Kecuali ini dikembangkan atas dasar Asosiasi Positif dan Asosiasi
Negatif secara serempak.
Jika model semacam ini digunakan dalam tes hasil belajar, maka pada kolom
sebelah kiri dicantumkan tiga macam gejala atau kategori (yakni A, B dan C);
sedangkan pada kolom sebelah kanan terdapat lima hal atau keadaan (yaitu 1, 2, 3,
4 dan 5), dimana empat diantaranya cocok dengan satu hal yang berada di sebelah
kiri.
Jawaban yang dikehendaki oleh tester ialah, agar testee menentukan hal
berabjad mana yang dipandang cocok dengan empat keadaan yang bernomor, dan
keadaan yang tidak cocok dengan hal dan keadaan itu. Jadi, disini testee diminta
untuk memberikan dua buah jawaban, yaitu: 1 huruf abjad dan 1 nomor.
Contoh:
Untuk soal di bawah ini anda diminta dua jawaban. Pada kolom sebelah kiri
terdapat tiga macam kategori, sedangkan pada kolom sebelah kanan terdapat lima
macam hal, dimana empat diantaranya berhubungan erat dengan salah satu
kategori di kolom sebelah kiri.
Kategori manakah yang berhubungan erat dengan empat hal tersebut, dan pilihlah
hal yang tidak termasuk kelompok hal dimaksud di atas!
Soal:
A. Kriteria untuk menjadi Khalifah
1. Shiddiq
dalam pemerintahan Islam.
2. Amanah
B.
Sifat-sifat orang yang sombong.
3. Khianat
C.
Sifat-sifat yang dimiliki oleh Rasul.
4. Tabligh
5. Fathanah
(Kunci: C.3)
g)

Tes Obyektif bentuk multiple choice item model hubungan dinamik


Tes Obyektif bentuk multiple choice item model hubungan dinamik ini adalah salah
satu jenis tes objektif bentuk pilihan ganda, yang menuntut kepada testee untuk
memiliki bekal pengertian atau pemahaman tentang perbandingan kuantitatif dalam
hubungan dinamik.
Dalam praktek model ini lebih sesuai diterapkan pada tes hasil belajar yang
termasuk dalam kelompok mata pelajaran eksakta, seperti: Fisika, Kimia, Biologi
dan sebagainya.
Contoh:
Pilihlah:
A. Jika (1) naik
maka (2) naik.
Jika (1) turun maka (2) turun.
B.
Jika (1) naik
maka (2) turun.
Jika (1) turun maka (2) naik.

C.

Jika perubahan pada (1) tidak mempengaruhi (2).


Soal:
1.
(1) Volume urine.
(2) Berat jenis urine.
2.
(1) Kadar protein plasma.
(2) Tekanan koloid osmotic plasma.
h)

A.
B.
C.

(Kunci: 1.C
2.A)
Tes Obyektif bentuk multiple choice item model perbandingan kuantitatif
Pada model perbandingan kuantitatif ini, yang perlu ditanyakan kepada testee
adalah hafalan kuantitatif yang sifatnya fundamental dan dikemudian hari perlu
hafal di luar kepala, didalam profesinya tanpa melihat buku, daftar atau tabel.
Contoh:
Petunjuk:
Di bawah ini terdapat beberapa soal mengenai perbandingan.
Tulislah:
Jika (1) lebih besar daripada (1)
Jika (1) lebih kecil daripada (2)
Jika keduanya sama besar atau hamper sama besar.

Soal:
(1) Berat Jenis Bensin
(2) Berat Jenis Air
2.
(1) Pulai Irian
(2) Pulau Kalimantan
1.

i)

(Kunci: 1.B
2.A)
item Model
pemakaian

Tes
Obyektif
bentuk multiple
choice
Gambar/diagram/grafik/peta
Pada
tes
objektif
bentuk multiple
choice
item model
ini,
terdapat
gambar/diagram/grafik/peta yang diberi tanda huruf abjad A, B, C, D dan
sebagainya. Kepada testee ditanyakan tentang sifat/keadaan/hal-hal tertentu yang
berhubungan dengan tanda-tanda tersebut.
Contoh:
Di bawah ini adalah peta benua Afrika, dimana pada bagian Utara benua
tersebut terdapat beberapa Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

1.
2.
3.
4.
5.

Soal:
Republik Arab Mesir.
Aljazair.
Libya.
Marokko.
Tunisia.
(Kunci: 1.C

2.A

3.B

4.D

5.E)

Kelebihan dan kelemahan Tes Pilihan Ganda sebagai berikut:


Kelebihan Tes Pilihan Ganda
1.

Hasil belajar dari yang sederhana

Kelemahan Tes Pilihan Ganda


1.

sampai yang komplek dapat diukur

Menyusunnya

membutuhkan

waktu

yang lama

2.

Terstruktur dan petunjuknya jelas

2.

Sulit menemukan pengacau

3.

Alternatif jawaban yang salah dapat

3.

Kurang efektif mengukur beberapa tipe

4.
5.

memberikan informasi diagnostik

pemecahan

Tidak dimungkinkan untuk menerka

untuk

jawaban

mengekspresikan ide

Penilaian mudah, objektif dan dapat

4.

dipercaya

Nilai

masalah,

kemampuan

mengorganisir
dapat

dipengaruhi

dan
dengan

kemampuan baca yang baik

Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam menulis butir tes pilihan ganda, adalah:
1.

Desain setiap soal untuk mengukur hasil belajar penting

2.

Hindari mengulangi kata-kata kunci.

3.

Kalimat dalam tiap-tiap soal diusahakan dengan kalimat positif.

4.

Jika mempergunakan kalimat negatif, hendaknya diberi penjelasan atau digaris bawahi.

5.

Kalimat dari tiap-tiap butir soal harus jelas.

6.

Buatlah soal dan alternatif jawaban konsisten secara tata bahasa, panjang kalimat, urutan
dalam angka dll.

7.

Hindari hubungan soal berikutnya dengan soal sebelumnya.

8.

Hindari kata-kata yang dapat menjadi petunjuk dalam memilih jawaban benar

9.

Buatlah distractor yang masuk akal

10. Hindari menggunakan alternative jawaban semua benar atau tidak ada jawaban yang
benar
11. Selang-selinglah jawaban yang benar secara acak.
12. Kontrol kesulitan dalam soal dengan merubah masalah yang diajukan atau alternatif
jawaban yang dibuat homogen.
13. Gunakan format yang efisien, mudah dan jelas terbaca
14. Pastikan satu soal bebas dari pengaruh soal yang lain.
15. Jumlah option (pilihan) jangan terlalu banyak.
2.

1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.

1.
2.

3.
4.

Kelebihan Item Tes Pilihan Ganda


Dalam evaluasi pembelajaran, item tes pilihan ganda mempunyai beberapa
kelebihan yang secara ringkas dapat dicermati dalam uraian berikut:
Tes pilihan ganda memiliki karakteristik yang baik untuk suatu alat pengukur hasil
belajar siswa. Karakter yang baik tersebut yaitu lebih fleksibel dalam implementasi
evaluasi dan efektif untuk mengukur tercapai tidaknya tujuan belajar mengajar.
Item tes pilihan ganda yang dikonstruksi dengan intensif dapat mencakup hampir
seluruh bahan pembelajaran yang diberikan oleh guru di kelas.
Item tes pilihan ganda adalah tepat untuk mengukur penguasaan informasi para
siswa yang hendak dievaluasi.
Item tes pilihan ganda dapat mengukur kemampuan intelektual atau kognitif,
afektif, dan psikomotorik siswa.
Dengan menggunakan kunci jawaban yang sudah disiapkan secara terpisah,
jawaban siswa dapat dikoreksi dengan lebih mudah.
Hasil jawaban siswa yang diperoleh dari tes pilihan ganda dapat dikoreksi
bersama, baik oleh guru maupun siswa dengan situasi yang lebih kondusif.
Item tes pilihan ganda yang sudah dibuat terpisah antara lembar soal dan lembar
jawaban, dapat dipakai secara berulang-ulang.
Kelemahan Item Tes Pilihan Ganda
Kesulitan yang sering dialami para guru kelas, berkaitan dengan mengonstruksi
item tes pilihan ganda adalah kesulitan dalam menyusun item tes yang
mengandung pokok persoalan dengan tepat, dan menyusun jawaban alternatif
dengan memperhitungkan beberapa jawaban menjebak (distracters) yang
memungkinkan dipilih siswa.
Disamping kelemahan pokok seperti yang diuraikan di atas, item tes pilihan
ganda masih memerlukan perhatian seorang guru atau evaluator, diantaranya
adalah kelemahan yang berkaitan dengan beberapa hal berikut.
Konstruksi item tes pilihan lebih sulit serta membutuhkan waktu yang lebih lama
dibandingkan dengan penyusunan item tes bentuk objektif lainnya.
Tidak semua guru senang menggunakan tes pilihan ganda untuk mengukur hasil
pembelajaran yang telah diberikan dalam waktu tertentu, misalnya satu semester
atau satu kuartal.
Item tes pilihan ganda kurang dapat mengukur kecakapan siswa dalam
mengorganisasi materi hasil pembelajaran.
Item tes pilihan ganda memberi peluang pada siswa untuk menerka jawaban.

Syarat yang diperhatikan untuk menyusun tes objektif multiple choice,


diantaranya:
a.
Statement harus jelas merumuskan suatu masalah. Tentukanlah sebelumnya
bahwa hanya ada satu jawaban yang paling benar dan tepat.
b.
Baik statement maupun option sedapat mungkin jangan merupakan suatu
kalimat yang terlalu panjang.

c.

Hindarkanlah option yang tidak ada sangkut-pautnya satu sama lain. Dengan
kata lain, option (pilihan jawaban) hendaknya homogen.
Contoh yang salah:
1.
Hasil perkebunan Provinsi Lampung adalah:
a.
Karet
b. lada
c. terigu
d. bawang
1.
a.
b.
c.
d.

Contoh yang baik:


Hasil Perkebunan Lampung yang terbesar adalah:
Karet
Lada
Kelapa sawit
kopi

Anda mungkin juga menyukai