Anda di halaman 1dari 38

TUGAS MANDIRI REPRO 3

MARISA
1102013612
LI 1. Mempelajari dan memahami Retardasi Mental
LO 1.1 Memahami dan menjelaskan Definisi Retardasi Mental
Menurut Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa edisi ke-III (PPDGJ III)
retardasi mental adalah suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap, yang
terutama ditandai oleh hendaya keterampilan selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada
semua tingkat intelegensia yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial.
Menurut Diagnostic and Scientific Manual IV-TR (DSM IV-TR) retardasi mental adalah
sama dengan definisi AAMR tetapi ditambahkan batas derajat IQ 70.
Menurut Association American of Mental Retardation (AAMR), retardasi mental mengacu
pada fungsi intelektual yang secara signifikan berada di bawah rata-rata, didefinisikan sebagai nilai
Intelegence Quotient (IQ) <70-75, terdapat bersamaan dengan keterbatasan yang berkaitan dengan
dua atau lebih area keterampilan adaptif yang dapat diterapkan: komunikasi, merawat diri,
keterampilan sosial, kemampuan bermasyarakat, pengarahan diri, kesehatan dan keamanan, akademik
fungsional, istirahat, dan bekerja.
Fungsi intelektual dapat diketahui dengan test fungsi kecerdasan atau IQ (Intelegence Quotient).
IQ adalah MA/CA x 100%
M.A =Mental Age,umur mental yang di dapat dari hasil tets
C.A =Chronological Age,umur berdasarkan perhitungan tanggal lahir.
Yang dimaksud dengan intulektual di bawah normal,yaitu apabila IQ dibawah 70. Anak ini tidak dapat
mengikuti pendidikan sekolah biasa, karena cara berpikirnya yang terlalu sederhana,daya tangkap dan
daya ingatnya lemah,demikian pula dengan pengertian bahasa dan berhitungnya juga sangat lemah.
Sedangkan yang dimaksud dengan perilaku adaptif sosial adalah kemampuan seseorang untuk
mandiri,menyesuaikan diri dan mempunyai tanggung jawab sosial yang sesuai dengan kelompok
umur dan budayanya.Pada penderita retardasi mental gangguan perilaku adaptif yang paling menonjol
adalah kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitarnya. Biasanya tingkah lakunya
kekanak-kanakan tidak sesuia dengan umurnya.
Gejala harus tersebut harus timbul pada masa perkembangan, yaitu dibawah umur 18 tahun. Karena
kalau gejala tersebut timbul setelah umur 18 tahun,bukan lagi disebut retardasi mental tetapi penyakit
lain sesuai dengan gejala klinisnya.
Prevalensi retardasi mental sekitar 1 % dalam satu populasi. Di indonesia 1-3 persen penduduknya
menderita kelainan ini. Insidennya sulit di ketahui karena retardasi metal kadang-kadang tidak
dikenali sampai anak-anak usia pertengahan dimana retardasinya masih dalam taraf ringan. Insiden
tertinggi pada masa anak sekolah dengan puncak umur 10 sampai 14 tahun. Secara keseluruhan,
prevalensi retardasi mental dapat terjadi lebih tinggi pada laki-laki di banding perempuan yaitu 2:1
pada retardasi mental ringan dan 1,5 : 1 pada retardasi mental berat.

LO 1.2 Memahami dan menjelaskan Klasifikasi Retardasi Mental


1

Menurut nilai IQ-nya,maka intelegensi seseorang dapat digolongkan sebagai berikut:


Tabel 1. Klasifikasi IQ menurut Wechsler
Keadaan

Nilai IQ

Sangat superior

130 atau lebih

superior

120-129

Diatas rata-rata

110-119

Rata-rata

90-109

Dibawah rata-rata

80-89

Retardasi mental borderline

70-79

Klasifikasi Reardasi Mental


Klasifikasi retardasi mental menurut Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa (PPDGJ/DSM
II 1968) adalah
1. Retardasi mental taraf sangat berat = Idiot (IQ 0-19)
Tidak dapat dilatih dan dididik tidak dapat merawat dirinya sendiri.
1. Makan harus disuap.
2. Mandi dan berpakaian harus ditolong
3. Tidak mengenal bahaya, tak dapat menjaga diri terhadap ancaman fisik.
4. Pergerakan motorik biasanya terganggu, pergerakan kaku atau spastis. biasanya didapatkan
kelainan kongential misalnya bentuk kepala abnormal, kelainan fisik pada badan anggota
badan seperti badan kecil, bungkuk; bentuk tangan abnormal jari kelingking bengkok
(mongolism).
5. Perkembangan fisik (duduk, jalan) dan bicara terlambat. Sering tak dapat diajar berbicara,
bicara hanya 1 suku katabsaja (ma,pa).
6. Mudah terserang penyakit lain, misalnya tbc, infeksi lain.
2. Retardasi mental taraf berat = Imbecile berat (IQ 20-35)
Dapat dilatih dan tak dapat dididik.
1. Dapat dilatih merawat dirinya sendiri; makan, mandi dan berpakaian sendiri. kadang-kadang
masih dapat mengenal bahaya dan menjaga dirinya.
2. Pergerakan motorik biasanya masih terganggu, pergerakan kaku dan spastis.
3. Biasanya masih didapatkan kelainan kongenital.
4. Perkembangan fisik dan berbicara masih terlambat.
5. Masih mudah terserang penyakit lain.
3. Retardasi mental sedang = Imbecile ringan (IQ 36-51)
Dapat dilatih dan dapat dididik (Trainable & Educable) sampai ke taraf kelas II - III SD.
1. Dapat dilatih merawat dirinya sendiri misalnya : makan, mandi dan berpakaian sendiri.
2. Mengenal bahaya dan dapat menyelamatkan diri.
3. Koordinasi motorik biasanya masih sedikit terganggu.
4. Biasanya masih didapatkan kelainan kongenital.
5. Dapat dilatih pekerjaan yang sederhana dan rutin misalnya : menyapu, mencuci piring,
membersihkan rumah dsb.
6. Bisa menghitung 1 - 20, mengetahui macam-macam warna dan membaca beberapa suku
kata.
7. Perkembangan fisik dan berbicara masih terlambat.
2

8. Sering tersangkut perkara krimini lkarena mudah disugesti dan penilaian terhadap baik dan
buruknya suatu hal masih kurang.
4. Retardasi mental taraf ringan = Debil (IQ 52-67).
Dapat dilatih dan dididik.
1. Dapat merawat dirinya dan melakukan semua pekerjaan di rumah.
2. Dalam keadaan cocok dapat mencari nafkah - tetapi tak dapat bersaing dengan orang lain
dan tak dapat mengurus pekerjaannya dengan bijaksana, sehingga bila ada penghematan
tenaga kerja, penderita diberhentikan lebih dahulu.
3. Tidak dapat dididik di sekolah biasa tetapi harus di lembaga istimewa atau Sekolah Luar
Biasa.
4. Pada saat menginjak Taman Kanak-kanak belum tampak kekurangannya, sesudah
menginjak Sekolah Dasar tampak kurang kepandaiannya, sehingga sukar untuk naik kelas
(kelas I SD - 3 tahun).
5. Tak dapat berfikir secara abstrak, hanya hal-hal konkrit yang dapat difahami.
6. Kurang dapat membedakan hal-hal yang penting dan remeh atau hal-hal yang baik dan
buruk, sehingga mudah tersangkut perkara kriminil. Oleh karena itu perlu pengawasan orang
tua dalam melakukan aktivitasnya.
7. Koordinasi motorik tidak mengalami gangguan.
8. Kelainan kongenital biasanya tidak didapatkan.
9. Perkembangan fisik biasanya normal tetapi perkembangan bicara biasanya masih terlambat
(biasanya bicara kurang sempurna dan perbendaharaan kata-kata kurang).
5. Retardasi mental taraf perbatasan = Subnormal (IQ 68-85)
Dapat dididik di sekolah biasa, meskipun tiap kelas dicapai dalam 2 tahun.
1. Dapat berfikir secara abstrak.
2. Dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk
Klasifikasi retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu :
1. Retardasi mental berat sekali IQ dibawah 20 atau 25. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang
terkena retardasi mental.
2. Retardasi mental berat IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena
retardasi mental.
3. Retardasi mental sedang IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Sekitar 10 % dari orang yang terkena
retardasi mental.
4. Retardasi mental ringan IQ sekitar 50-55 sampai 70. Sekitar 85 % dari orang yang terkena
retardasi mental. Pada umunya anak-anak dengan retardasi mental ringan tidak dikenali
sampai anak tersebut menginjak tingkat pertama atau kedua disekolah.
Ada 4 taraf Retardasi mental berdasarkan kriteria psikometrik menurut skala inteligensi Wechsler
(Kirk dan Gallagher, 1979, dalam B3PTKSM, p. 26), yaitu:
1.
2.
3.
4.

Retardasi mental ringan (mild mental retardation) dengan IQ 55 69.


Retardasi mental sedang (moderate mental retardation) dengan IQ 40 54.
Retardasi mental berat (severe mental retardation) dengan IQ 20 39.
Retardasi mental sangat berat (profound mental retardation) dengan IQ 20 kebawah.

Ditinjau dari gejalanya, maka Melly Budhiman membagi Retardasi Mental menjadi:
a

Tipe klinik
Tipe ini mudah dideteksi sejak dini, karena kelainan fisis maupun mentalnya cukup berat.
Penyebab sering kelainan organik. Kebanyakan anak ini perlu perawatan yang terus menerus
da kelainan ini dapat terjadi pada kelas sosial tinggi ataupun rendah. Orang tua dar si anak
3

yang menderiita retardasi mental tipe ini cepat mencari pertolongan karena mereka melihat
sendiri kelainan pada anaknya.
b

Tipe sosialbudaya
Biasanya baru diketahui setelah anak masuk sekolah dan ternyata tidak dapat mengikuti
pelajaran. Penampilannya seperti anak normal, sehingga disebut juga retardasi enam jam.
Karena begitu mereka keluar sekolah, mereka dapat bermain seperti anak-anak yang normal
lainnya. Tipe ini kebanyakan berasal dari golongan sosial ekonomi rendah. Orang tua dari
anak tipe ini tidak melihat adanya kelainan pada anaknya, mereka mengetahui kalau anaknya
retardasi dari gurunya atau dari psikolog, karena anaknya gagal beberapa kali tidak naik kelas.
Pada umumnya anak tipe ini mempunyai taraf IQ golongan borderline dan retardasi mental
ringan.

Manifestasi Klinis Retardasi Klinis


Karakteristik anak retardasi mental menurut Brown et al, 2003; Wolery & Haring, 2004 pada
Exceptional Children, six edition, p.485-486, menyatakan:
1. Lamban dalam mempelajari hal-hal yang baru, mempunyai kesulitan dalam mempelajari
pengetahuan abstrak, dan selalu cepat lupa apa yang dipelajari tanpa latihan yang terus menerus.
2. Kesulitan dalam menggeneralisasi dan mempelajari hal-hal yang baru.
3. Kemampuan bicaranya sangat kurang bagi anak retardasi mental berat.
4. Cacat fisik dan perkembangan gerak. Kebanyakan anak dengan retardasi mental berat mempunyai
ketebatasan dalam gerak fisik, ada yang tidak dapat berjalan, tidak dapat berdiri atau bangun
dengan bantuan. Mereka lambat dalam mengerjakan tugas-tugas yang sangat sederhana, sulit
menjangkau sesuatu, dan mendongakkan kepala.
5. Kurang dalam kemampuan menolong diri sendiri. Sebagian dari anak retardasi mental berat sangat
sulit untuk mengurus diri sendiri, seperti: berpakaian, makan, dan mengurus kebersihan diri.
Mereka selalu memerlukan latihan khusus untuk mempelajari kemampuan dasar.
6. Tingkah laku dan interaksi yang tidak lazim. Anak tunagrahita ringan dapat bermain bersama
dengan anak reguler, tetapi anak yang mempunyai retardasi mental berat tidak melakukan hal
tersebut. Hal itu mungkin disebabkan kesulitan bagi anak retardasi mental dalam memberikan
perhatian terhadap lawan main.
Gejala klinis retardasi mental terutama yang berat sering disertai beberapa kelainan fisik yang
merupakan stigmata congenital yang kadang-kadang gambaran stigmata mengarah ke suatu sindrom
penyakit tertentu. Di bawah ini beberapa kelaianan fisik dan gejala yang sering disertai retardasi
mental, yaitu :
1. Kelainan pada mata :
a. Katarak

Sindrom Cockayne
Sindrom Lowe
Galactosemia
Sindrom Down
Kretin
Rubella Pranatal

b. Bintik cherry-merah pada daerah macula

Mukolipidosis
Penyakit Niemann-Pick
Penyakit Tay-Sachs

c. Korioretinitis
4

Lues congenital
Penyakit Sitomegalovirus
Rubella Pranatal

d. Kornea keruh

Lues Congenital
Sindrom Hunter
Sindrom Hurler

- Sindrom Lowe
2. Kejang
a. Kejang umum tonik klonik

Defisiensi glikogen sinthesa


Hipersilinemia
Hipoglikemia, terutama yang disertai glikogen storage disease I, III, IV, dan VI
Phenyl ketonuria
Sindrom malabsobrsi methionin

b. Kejang pada masa neonatal

Arginosuccinic asiduria
Hiperammonemia I dan II
Laktik asidosis, dll.

3. Kelainan kulit
a. Bintik caf-au-lait

Atakasia-telengiektasia
Sindrom bloom
Neurofibromatosis
Tuberous selerosis

4. Kelainan rambut
a. Rambut rontok

Familial laktik asidosis dengan Necrotizing ensefalopati

b. Rambut cepat memutih

Atrofi progresif serebral hemisfer


Ataksia telangiektasia
Sindrom malabsorbsi methionin

c. Rambut halus

Hipotiroid
Malnutrisi

5. Kepala
a. Mikrosefali
b. Makrosefali

Hidrosefalus
5

Neuropolisakaridase
Efusi subdural

6. Perawakan pendek
a. Kretin
b. Sindrom Prader-Willi
7. Distonia
a. Sindrom Hallervorden-Spaz
Gejala dari retardasi mental tergantung dari tipenya, adalah sebagai berikut:
1. Retardasi mental ringan
Kelompok ini merupakan bagian terbesar dari retardasi mental. Kebanyakan dari mereka ini
termasuk dari tipe social-budaya dan diagnosis dibuat setelah anak beberapa kali tidak naik
kelas. Golongan ini termasuk mampu didik, artinya selain dapat diajar baca tulis bahkan bias
bisa sampai kelas 4-6 SD, juga bisa dilatih keterampilan tertentu sebagai bekal hidupnya kelak
dan mampu mandiri seperti orang dewasa yang normal. Tetapi pada umumnya mereka ini
kurang mampu menghadapi stress sehingga tetap membutuhkan bimbingan dari keluarganya.
2. Retardasi mental sedang
Kelompok ini kira-kira 12% dari seluruh penderita retardasi mental, mereka ini mampu latih
tetapi tidak mampu didik. Taraf kemampuan intelektualnya hanya dapat sampai kelas dua SD
saja, tetapi dapat dilatih menguasai suatu keterampilan tertentu, misalnya pertukangan,
pertanian, dll. Apabila bekerja nanti mereka ini perlu pengawasan. Mereka juga perlu dilatih
bagaimana mengurus diri sendiri. Kelompok ini juga kurang kurang mampu menghadapi stress
dan kurang mandiri sehingga perlu bimbingan dan pengawasan.
3. Retardasi mental berat
Sekitar 7% dari seluruh penderita retardasi mental masuk kelompok ini. Diagnosis mudah
ditegakkan secara dini karena selain adanya gejala fisik yang menyertai juga berdasarkan
keluhan dari orang tua dimana anak sejak awal sudah terdapat keterlambatan perkembangan
motorik dan bahasa. Kelompok ini termasuk tipe klinik. Mereka dapat dilatih hygiene dasar
saja dan kemampuan berbicara yang sederhana, tidak dapat dilatih keterampilan kerja, dan
memerlukan pengawasan dan bimbingan sepanjang hidupnya.
4. Retardasi mental sangat berat
Kelompok ini sekitar 1% dan termasuk dalam tipe klinik. Diagnosis dini mudah dibuat karena
gejala baik mental dan fisik sangat jelas. Kemampuan berbahasanya sangat minimal. Mereka
ini seluruh hidupnya tergantung orang disekitarnya.
Tabel 2. Tingkatan Retardasi Mental
Tingkat

Kisaran IQ

Kemampuan
Usia
Prasekolah
(sejak lahir - 5 thn)

Kemampuan
Sekolah
(6-20 thn)

Usia

Kemampuan
Dewasa
(21 thn keatas)

Ringan

52-68

Bisa membangun
kemampuan sosial dan
komunikasi.
Koordinasi otot sedikit
terganggu.
Sering tidak terdiagnosis.

Bisa mempelajari
pelajaran kelas 6
pada akhir usia
belasan tahun
Bisa dibimbing ke
arah pergaulan
sosial.
Bisa dididik.
Bisa mempelajari
kemampuan sosial
dan pekerjaan.
Bisa bepergian
sendiri di tempat yg
dikenalnya dengan
baik.

Bisa kerja dan


bersosialisasi,
tetapi ketika
mengalami stres
memerlukan
bantuan.

Moderat

36 51

Bisa berbicara,
belajar,berkomunikasi.
Kesadaran sosial kurang.
Koordinasi otot cukup.

Berat

20 35

Bisa mengucapkan
beberapa kata.
Mampu menolong diri
sendiri.
Tidak memiliki
kemampuan
ekspresif/hanya sedikit.
Koordinasi otot jelek

Bisa
berbicara/belajar
berkomunikasi
Bisa mempelajari
kebiasaan hidup
sehat yang
sederhana.

Bisa merawat diri


sendiri dibawah
pengawasan.

Sangat berat

19 / kurang

Sangat terbelakang
Koordinasi ototnya
sedikit sekali.
Memerlukan perawatan
khusus.

Memiliki koordinasi
otot
Tidak dapat
berjalan/berbicara

Memiliki
beberapa
koordinasi otot &
berbicara.
Bisa merawat diri
tapi terbatas.
Perlu perawatan
khusus

Bisa memenuhi
kebutuhan
sendiri.
Memerlukan
pengawasan dan
bimbingan ketika
stres.

LO 1.3 Memahami dan menjelaskan Etiologi Retardasi Mental


Penyebab retardasi mental bisa karena faktor keturunan (retardasi mental genetik), mungkin
juga tidak diketahui (retardasi mental simplex). Kedua-duanya ini dinamakan juga retardasi
mental primer.

Retardasi mental sekunder disebabkan faktor-faktor dari luar yang diketahui dan fakto-faktor
ini mempengaruhi otak mungkin pada waktu prenatal, perinatal atau postnatal.
1.

Retardasi mental oleh karena genetik


-

Kesalahan metabolisme bawaan, misalnya fenilketonuria, penyakit Tay Sachs.

Kelainan kromosom, paling utama : sindrom Down (trisomi 21) 1/1000


kelahiran. Fasies tipikal, hipotonia, hiperrefleksia, malaformasia jantung, anomali
gastrointestinal. Sindrom fragile-X 1/1000 1/2000 kelahiran pria hidup.
Makroorkidisme pascapuber, kepala dan telinga besar, muka sempit dan panjang.
(Sebagian wanita membawa ciri fasial dan disfungsi kognitif).
2.

Retardasi mental oleh karena psikososial

Retardasi mental ringan sering disebabkan oleh kekurangan kronik stimulasi intelektual.
3.

Retardasi mental oleh karena faktor lainnya

Sekuele dari infeksi, toksin, atau trauma otak, intrauteri, perinatal atau kemudian, misal
rubela kongenital atau sindrom alkohol fetal (mikrosefali, hipoplasia midfasial, fisura
palpebra pendek, pektus eskavatum, mungkindefek jantung, perawakan pendek).

Ditinjau dari penyebab secara langsung dapat digolongkan atas penyebab biologis dan
psikososial. Penyebab biologis retardasi mental dapat dibagi dalam :
1. Penyebab pranatal

Hipoglikemia

Kelainan kromosom

Meningitis

Kelainan genetik /herediter

Hidrosefalus

Gangguan metabolik

Perdarahan intraventrikular

Sindrom dismorfik

3. Penyebab postnatal

Infeksi intrauterin

Infeksi (meningitis, ensefalitis)

Intoksikasi

Trauma

2. Penyebab perinatal
Prematuritas

Kejang lama
Intoksikasi (timah hitam, merkuri)

Asfiksia
Kernikterus

(Sari Pediatri, 2000)

LO 1.4 Memahami dan menjelaskan Diagnosis Retardasi Mental


Untuk menegakkan diagnosis, anamnesis yang baik sangat diperlukan, yaitu untuk mengetahui
penyebab kelainan ini organik atau non organik, apakah kelainannya dapat diobati/tidak dan apakah
ada faktor genetik/tidak. Dengan melakukan skrining secara rutin misalnya dengan menggunakan
DDST (Denver Developmental Screening Test), maka diagnosis dini dapat segera dibuat. Demikian
8

pula anamnesis yang baik dari orang tuanya, pengasuh atau gurunya, sangat membantu dalam
diagnosis kelainan ini. Setelah anak berumur enam tahun dapat dilakukan tes IQ. Sering kali hasil
evaluasi medis tidak khas dan tidak dapat diambil kesimpulan. Pada kasus seperti ini, apabila tidak
ada kelainan pada system susunan saraf pusat, perlu anamnesis yang teliti apakah ada keluarga yang
cacat, mencari masalah lingkungan/faktor non organik lainnya dimana diperkirakan mempengaruhi
kelainan pada otak anak.
Gejala klinis retardasi mental terutama yang berat sering disertai beberapa kelainan fisik yang
merupakan stigmata congenital yang kadang-kadang gambaran stigmata mengarah kesuatu sindrom
penyakit tertentu.
(Depkes, 2005)
Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu :
1. Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata-rata. IQ kira-kira 70 atau dibawahnya
pada individu yang dilakukan test IQ.
2. Gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya komunikasi, kemampuan
menolong diri sendiri, berumah tangga, sosial, pekerjaan, kesehatan dan keamanan.
3. Onsetnya sebelum berusia 18 tahun.
Anamnesis
Seperti pada gangguan perkembangan lainnya, kesulitan utama dalam diagnosis adalah
membedakannya dari variasi perkembangan yang normal. Anak normal mempunyai variasi besar pada
usia saat mereka belajar berbicara dan terampil berbahasa. Keterlambatan berbahasa sering diikuti
kesulitan dalam membaca dan mengeja, kelainan dalam hubungan interpersonal, serta gangguan
emosional dan perilaku.
Anamnesis pada gangguan bahasa dan bicara mencakup perkembangan bahasa anak. Beberapa
pertanyaan yang dapat ditanyakan antara lain :
1. Pada usia berapa bayi mulai mengetahui adanya suara, misalnya berkedip, terkejut, atau
menggerakkan bagian tubuh.
2. Pada usia berapa bayi mulai tersenyum (senyum komunikatif), misalnya saat berbicara
padanya.
3. Kapan bayi mulai mengeluarkan suara aaaggh
4. Orientasi terhadap suara, misalnya bila ada suara apakah bayi memaling atau mencari ke arah
suara
5. Kapan bayi memberi isyarat daag dan bermain cikkebum
6. Mengikuti perintah satu langkah, seperti beri ayah sepatu atau ambil koran
7. Berapa banyak bagian tubuh yang dapat ditunjukkan oleh anak, seperti mata, hidung, telinga.
(Depkes, 2009)
American Psychiatric Associations Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM IV)
membagi gangguan bahasa dalam 4 tipe:
1. Gangguan bahasa ekspresif
2. Gangguan bahasa reseptif ekspresif
3. Gangguan phonological
4. Gagap
Pada gangguan bahasa ekspresif, secara dapat ditemukan gejala seperti perbendaharaan kata yang
jelas terbatas, membuat kesalahan dalam kosa kata, mengalami kesulitan dalam mengingat kata-kata
atau membentuk kalimat yang panjang dan memiliki kesulitan dalam pencapaian akademik, dan
9

komunikasi sosial, namun pemahaman bahasa anak tetap relatif utuh. Gangguan menjadi jelas pada
kira-kira usia 18 bulan, saat anak tidak dapat mengucapkan kata dengan spontan atau meniru kata dan
menggunakan gerakan badannya untuk menyatakan keinginannya.
Pada gangguan bahasa campuran ekspresif-reseptif, selain ditemukan gejala-gejala gangguan bahasa
ekspresif, juga disertai kesulitan dalam mengerti kata dan kalimat. Gangguan ini biasanya tampak
sebelum usia 4 tahun. Bentuk yang parah terlihat pada usia 2 tahun, bentuk ringan tidak terlihat
sampai usia 7 tahun atau lebih tua. Anak dengan gangguan bahasa reseptif-ekspresif campuran
memiliki gangguan auditorik sensorik atau tidak mampu memproses simbol visual seperti arti suatu
gambar, biasanya tampak tuli.
Anak-anak dengan kesulitan berbicara memiliki masalah dalam pengucapan, yaitu berhubungan
dengan gangguan motorik, diantaranya kemampuan untuk memproduksi suara.
Anak yang gagap dapat diketahui dari cara dia berbicara, dimana terjadi pengulangan atau
perpanjangan suara, kata, atau suku kata. Biasanya sering terjadi pada anak laki-laki
Riwayat penyakit paling sering didapatkan dari orang tua atau pengasuh, dengan perhatian khusus
pada kehamilan ibu, persalinan, dan kelahiran; adanya riwayat retardasi mental; hubungan darah pada
orang tua; dan gangguan herediter. Sebagai bagian riwayat penyakit, klinisi menilai latar belakang
sosialkultural pasien, iklim emosional di rumah, dan fungsi intelektual pasien. Serta dilakukan
anamnesis pada ibu pasien, sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Riwayat kehamilan dan persalinan ibu?


Apakah kehamilannya diharapkan atau tidak?
Adakah usaha-usaha untuk menggugurkan kehamilannya?
Apakah waktu hamil ibu mengalami perdarahan, minum obat-obat yang bukan anjuran dokter?
Sakit apa saja yang pernah diderita ibu sewaktu hamil?
Apakah ibu mengontrolkan kehamilannya secara teratur?
Riwayat perkembangan anak?
Adanya penyakit keturunan atau penyakit lain yang pernah didapat?
Adanya hubungan darah antar kedua orang tuanya?
Latar belakang sosiokultural?

(Depkes, 2009)
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik digunakan untuk mengungkapkan penyebab lain dari gangguan bahasa dan bicara.
Perlu diperhatikan ada tidaknya mikrosefali, anomali telinga luar, otitis media yang berulang, sindrom
William (facies Elfin, perawakan pendek, kelainan jantung, langkah yang tidak mantap), celah
palatum, dan lain-lain. Gangguan oromotor dapat diperiksa dengan menyuruh anak menirukan
gerakan mengunyah, menjulurkan lidah, dan mengulang suku kata pa, ta, pata, pataka.
(Depkes, 2007)
Cara Pengukuran Pertumbuhan
Parameter yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pertumbuhan, maka dilakukan
pengukuran tertentu yang hasilnya kemudian dibandingkan dengan parameter yang sudah
terstandardisasikan, yaitu meliputi:
1. Tinggi badan
2. Berat badan
3. Lingkar lengan
10

4. Lingkar kepala
5. Lingkar dada
6. Lingkar abdomen
A. Pengukuran Tinggi Badan
Pengukuran tinggi badan dapat dilakukan sambil berbaring atau dalam posisi tubuh berdiri.
Pengukuran pada posisi tubuh berbaring lebih tepat untuk anak-anak di bawah 5 tahun. Panjang badan
berbaring diukur ketika anak berbaring di atas sebuah meja yang kokoh yang memiliki tongkat
pengukur. Telapak kaki dipegang kuat-kuat pada sebilah papan vertikal yang dipasang pada tanda nol.
Kemudian anak diukur panjang padannya baik dengan tongkat pengukur ataupun menggunakan
meteran untuk menjahit.
Pengukuran panjang/tinggi badan sambil berdiri dilakukan saat berdiri tegak lurus, dengan tumit,
bokong, bagian atas punggung dan oksiput (belakang kepala) pada suatu bidang vertikal (misal
dinding tembok). Saat melakukan pengukuran, kedua tumit harus dirapatkan. Kemudian ukurlah
tinggi/panjang badan dengan alat ukur meteran.
Memprediksikan tinggi akhir anak sesuai potensi genetik berdasarkan tinggi badan orang tua dengan
asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai potensinya. Rumus yang digunakan:

TB anak perempuan = ( TB ayah 13 cm ) + TB ibu 8,5 cm

TB anak laki-laki = ( TB ibu +13 cm ) + TB ayah 8,5 cm


2
(Moersintowati, 2008)
B. Pengukuran Berat Badan
Berat badan diukur dengan menggunakan timbangan. Banyak timbangan yang dapat digunakan untuk
menimbang berat badan. Yang penting harus menggunakan alat timbang yang standar.
C. Pengukuran Lingkar Kepala
Cara melakukan pengukuran lingkar kepala dapat menggunakan pita meteran yang tidak mudah
berubah panjangnya, seperti pita meteran yang dipakai untuk menjahit baju. Pita dilingkarkan pada
kepala anak, menutupi alis mata dan melewati oksipital.
Tabel Lingkaran Kepala Anak

Umur Anak Ketika Angka normal anak


Diperiksa
Laki-laki (cm)

Hasil pengukuran
Perempuan (cm)
11

0 bulan

32 - 37.5

32 - 36.5

1 Bulan

34.5 - 40.5

34 39

2 Bulan

36.5 42

36 41

3 Bulan

38 - 43.5

37 42

4 Bulan

39 - 44.5

38.5 - 43.5

5 Bulan

40.5 45

39 - 45

6 Bulan

41 46

40 - 46

7 Bulan

42 47

41 - 47

8 Bulan

43 48

41.5 - 47.5

9 Bulan

43.5 - 48.5

42 - 48

10 Bulan

44 49

42.75 - 48.5

11 Bulan

44.5 - 49.5

43.5 - 48.75

12 bulan

45 - 49.75

43.75 - 49

13 Bulan

45 - 49.75

43.75 - 49

14 Bulan

45.5 - 50.5

44.5 - 49.5

15 Bulan

45.5 - 50.5

44.5 - 49.5

16 Bulan

46.25 51

45 - 50

17 Bulan

46.25 51

45 - 50

12

18 Bulan

46.25 51

45 - 50

19 bulan

46.25 - 51.5

45 - 50

20 Bulan

46.5 - 51.5

45.5 - 50.75

21 Bulan

46.5 - 51.5

45.5 - 50.75

22 Bulan

46.5 - 51.5

45.5 - 50.75

23 Bulan

46.5 - 51.5

45.5 - 50.75

24 Bulan

47 52

45.75 - 51

2.5 Tahun

47 52

45.75 - 51

3 Tahun

48 53

46.5 - 52

3.5 Tahun

48 53

46.5 - 52

4 Tahun

48.5 - 53.5

47 - 53

4.5 Tahun

48.5 - 53.5

47 - 53

5 Tahun

48.75 - 53.75

48 - 53

5.5 Tahun

48.75 - 53.75

48 - 53

6 Tahun

49 54

48 - 53

Berbagai bagian tubuh mungkin memiliki karakteristik tertentu yang sering ditemukan pada pasien
retardasi mental dan memiliki penyebab pranatal.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kepala : Mikro/makrosepali, plagiosepali (bentuk kepala tidak simetris).


Rambut : Pusar ganda, rambut jarang/tidak ada, halus, mudah putus dan cepat berubah.
Mata : mikroftalmia, juling, nistagmus.
Hidung : jembatan/punggung hidung mendatar, ukuran kecil, cuping melengkung ke atas.
Mulut : bentuk V yang terbalik dari bibir atas, langit-langit lebar/melengkung tinggi.
Geligi : odontogenesis yang tidak normal.
Telinga : keduanya letak rendah atau bentuknya aneh.
13

8. Muka : panjang filtrum yang bertambah, hipoplasia.


9. Leher : pendek; tidak mempunyai kemampuan gerak sempurna.
10. Tangan : jari pendek dan tegap atau panjang kecil meruncing, ibu jari gemuk dan lebar,
klinodaktil.
11. Dada dan Abdomen : terdapat beberapa putting, buncit.
12. Genitalia : mikropenis, testis tidak turun.
13. Kaki : jari kaki saling tumpang tindih, panjang dan tegap/panjang kecil meruncing diujungnya,
lebar, besar, gemuk.
(Kaplan, 2008)
Pemeriksaan Penunjang:
1. Kromosomal kariotipe
a. Terdapat beberapa kelainan fisik
yang tidak khas
b. Anamnesis ibu tercemar zat-zat
teratogen
c. Terdapat
beberapa
kelainan
kongenital
d. Genital abnormal
2. EEG (Elektro Ensefalogram)
3. a. Gejala kejang yang dicurigai
b. Kesulitan mengerti bahasa yang
berat
4. CT (Cranial Computed Tomography)
atau MRI (Magnetic Resonance
Imaging)
a. Pemebesaran
kepala
yang
progresif
b. Tuberous sklerosis
c. Dicurigai kelainan otak yang luas
d. Kejang lokal
e. Dicurigai
adanya
tumor
intrakranial
5. Titer virus untuk infeksi kongenital
a. Kelainan
pendengaran
tipe
sensorineural
b. Neonatal hepatosplenomegali
c. Petechie pada periode neonatal
d. Chorioretinitis
e. Mikroptalmia
f. Kalsifikasi intrakranial
g. Mikrosefali
6. Serum asam urat
a. Choreoatetosis
b. Gout
c. Sering mengamuk
7. Laktat dan piruvat darah
a. Asidosis metabolik
b. Kejang mioklonik
c. Kelemahan yang progresif
d. Ataksia
e. Degenerasi retina

8.

9.
10.
11.

12.

13.
14.

f. Ophtalmoplegia
g. Episode seperti stroke yang
berulang
Plasma asam lemak rantai sangat
panjang
a. Hepatomegali
b. Tuli
c. Kejang dini dan hipotonia
d. Degenerasi retina
e. Ophtalmoplegia
f. Kista pada ginjal
Serum seng (Zn)
a. Acrodermatitis
Logam berat dalam darah
a. Anamnesis adanya pika
b. Anemia
Serum
tembaga
(Cu)
dan
ceruloplasmin
a. Gerakan involunter
b. Sirosis
c. Cincin Kayser-fleischer
Serum asam amino atau asam organik
a. Kejang yang tidak diketahui
sebabnya pada bayi
b. Gagal tumbuh
c. Bau yang tidak biasa pada air seni
atau kulit
d. Warna rambut yang tidak biasa
e. Mikrosefali
f. Asidodis yang tidak diketahui
sebabnya
Plasma amonia
a. Muntah-muntah dengan asidosis
metabolik
Analisa enzim lisozom pada lekosit
atau biopsi kulit
a. Kehilangan fungsi motorik dan
kognitif
b. Atrofi N. Optikus
c. Degenerasi retina
d. Sereberal ataksia yang berulang
14

e.
f.
g.
h.
i.

Mioklonus
Hepatosplenomegali
Kulit yang kasar dan lepas-lepas
Kejang
Pemebsaran kepala yang dimulai
setelah umur 1 tahun
15. Urin mukopolisakarida
a. Kiposis
b. Anggota gerak yang pendek
c. Badan yang pendek
d. Hepatosplenomegali
e. Kornea keruh
f. Gangguan pendengaran
g. Kekakuan pada sendi

16. Urin reducing substance


a. Katarak
b. Hepatomegali
c. Kejang
17. Urin ketoacid
a. Kejang
b. Rambut yang mudah putus
18. Urin asam vanililmandelik
a. Muntah-muntah
b. Isapan bayi pada saat menyusu
lemah
c. Gejala
disfungsi
autonomic
(Soetjiningsi, 1995)

19.
20. Diagnosis Bnading
1. Attention Deficit Hyoperactivity Disorder (ADHD)
21.
22.Kelainan perkembangan yang diturunkan secara genetik akibat adanya gangguan pada gen
transporter dopamin dan gen reseptor dopamin D4. Gangguan tersebut terjadi pada sistem
dopaminergik dan nor-adrenergik yang menyebabkan adanya disfungsi pre-frontal dan sirkuit
fronto-striatal.
23.
24.Manifestasi Klinis:
25.
26.Anak dengan ADHD dapat memperlihatkan gejala inatensi, hiperaktifitas dan implusivitas.
Inatensi dapat berupa keluhan susah konsentrasi, mudah sekali teralih perhatiannya, sering lupa
akan barang-barang pribadinya dan bahkan lupa pada tugas-tugas yang harus dikerjakannya. Bila
sedang berjalan anak sering menabrak benda-benda di sekitarnya sehingga seringkali, dengan
perilakunya yang seperti itu, akan menyebabkan barang-barang yang berada di dekat anak
berjatuhan.
27.
28.Hal tersebut penting karena sebagian besar penderita ADHD memiliki IQ normal, bahkan
diantaranya ada yang diatas rerata. Dampak bagi individu ADHD itu sendiri yaitu adanya
gangguan emosi, rasa rendah diri, dan pada saat dewasa akan tampak memiliki kepribadian yang
sulit.
29.(Depkes, 2009)
2. Kelainan sensorik terutama buta dan tuli
30.
3. Gangguan perkembangan spesifik (kelambatan satu aspek perkembangan): gangguan
perkembangan bicara, aleksia, agrafia, afasia
31.
4. Gangguan perkembangan pervasif (penyimpangan perkembangan): autisme infantil, skizofrenia
yang timbul pada masa anak.
32.
5. Penyakit fisik yang kronisKesulitan belajar (diagnosis banding untuk retardasi mental yang
ringan)
33.
15

34.

LO 1.5 Memahami dan menjelaskan Tatalaksana Retardasi Mental

35. Tujuan pengobatan yang utama adalah mengembangkan potensi anak semaksimal
mungkin.Sedini mungkin diberikan pelatihan dan pembelajaran khusus untuk membantu anak
berfungsi senormal mungkin. Pendekatan prilaku sangat penting dalam memahami dan berkerja
sama dengan anak RM.
36. Berikut adalah obat obat yang dapat digunakan :
Obat obat psikotropika, untuk remaja dengan prilaku yang membahayakan diri sendiri
Psikostimulan, untuk remaja yang menjunjukan tanda tanda gangguan konsentrasi
Antidepresa
37. Penanganan anak dengan retardasi mental memerlukan integrasi multidisiplin untuk
membantu anak-anak ini:
38.
Remedial Teaching
39. Perlu pengulangan secara terus menerus di berbagai situasi dan kesempatan untuk membantu
mereka memahami hal-hal yang baru dipelajari.
Pelayanan Pendidikan
40. Pendidikan merupakan aspek yang paling penting berkaitan dengantreatment pada anak
penderita retardasi mental. Pencapaian hasil yang baik bergantung pada interaksi antara
guru dan murid. Program pendidikan harus berkaitan dengan kebutuhan anak dan mengacu
pada kelemahan dan kelebihan anak. Target pendidikan tidak hanya berkaitan dengan
bidang akademik saja. Secara umum, anak penderita retardasi mental membutuhkan
bantuan dalam memperoleh pendidikan dan keterampilan untuk mandiri.
Kebutuhan-kebutuhan Kesenangan dan Rekreasi
41. Idealnya, anak penderita retardasi mental dapat berpartisipasi dalam aktivitas bermain dan
rekreasi. Ketika anak tidak ikut dalam aktivitas bermain, pada saat remaja akan kesulitan
untuk dapat berinteraksi sosial dengan tepat dan tidak kompetitif dalam aktivitas olahraga.
Partisipasi dalam olahraga memiliki beberapa keuntungan, yaitu pengaturan berat badan,
perkembangan koordinasi fisik, pemeliharaan kesehatan kardiovaskular, dan
peningkatan self-image (gambaran diri).
Kontrol Gangguan Tingkah laku
42. Gangguan tingkah laku dapat dihasilkan dari ekspektasi/harapan orang tua yang tidak tepat,
masalah organik, dan atau kesulitan keluarga. Kemungkinan lain, gangguan tingkah laku
dapat muncul sebagai usaha anak untuk memperoleh perhatian atau untuk menghindari
frustrasi. Dalam mengukur tingkah laku, kita harus mempertimbangkan apakah tingkah
lakunya tidak sesuai dengan usia mental anak, daripada dengan usia kronologisnya. Pada
beberapa anak, mereka memerlukan teknik manajemen tingkah laku dan atau penggunaan
obat.
Mengatasi Gangguan
43. Jika terdapat gangguan lain- Cerebral palsy; gangguan visual & pendengaran; gangguan
epilepsi; gangguan bicara dan gangguan lain dalam bahasa, tingkahlaku dan persepsi- maka
yang harus dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal adalah diperlukan terapi fisik terus
menerus, terapi okupasi, terapi bicara-bahasa, perlengkapan adaptif seperti kaca mata, alat
bantu dengar, obat anti epilepsi dan lain sebagainya. Perlu diagnosa yang tepat untuk
menetapkan gangguan, diluar hanya masalah taraf intelegensi.
Konseling Keluarga
44. Banyak keluarga yang dapat beradaptasi dengan baik ketika memiliki anak yang menderita
retardasi mental, tetapi ada pula yang tidak. Diantaranya karena faktor-faktor yang berkaitan
dengan kemampuan keluarga dalam menghadapi masalah perkawinan, usia orang tua, selfesteem (harga diri) orang tua, banyaknya saudara kandung, status sosial ekonomi, tingkat
kesulitan, harapan orang tua & penerimaan diagnosis, dukungan dari anggota keluarga dan
tersedianya program-program dan pelayanan masyarakat.
45. Salah satu bagian yang tidak kalah pentingnya adalah pendidikan bagi keluarga penderita
retardasi mental, agar keluarga dapat tetap menjaga rasa percaya diri dan mempunyai
16

harapan-harapan yang realistik tentang penderita. Perlu penerimaan orang tua mengenai
taraf kemampuan yang dapat dicapai anak. Orang tua disarankan untuk menjalani
konsultasi dengan tujuan mengatasi rasa bersalah, perasaan tidak berdaya, penyangkalan dan
perasaan marah terhadap anak. Selain itu orang tua dapat berbagi informasi mengenai
penyebab, pengobatan dan perawatan penderita baik dengan ahli maupun dengan orang tua
lain.
Evaluasi Secara Berkala
46. Walaupun retardasi mental adalah suatu gangguan statis, kebutuhan-kebutuhan anak
dan keluarga berubah setiap waktu. Seiring perkembangan anak, informasi tambahan harus
diberikan kepada orang tua, dan tujuan harus ditetapkan kembali, serta program perlu diatur.

47.
48.

LO 1.6 Memahami dan menjelaskan Prognosis Retardasi Mental

49. Individu dengan retardasi mental ringan sampai sedang bisa mandiri bila bersama keluarga
dan mendapatkan dukungan dari masyarakat. Individu dengan retardasi mental parah dan
sangat parah membutuhkan banyak dukungan dan biasanya tidak bisa hidup mandiri atau
berkelompok. Individu tersebut juga cenderung memiliki harapan hidup yang singkat. Hal ini
sering disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan retardasi mental mereka. Derajat retardasi
mental mereka akan cenderung stabil selama hidupnya. Anak usia 5 tahun dengan diagnosis
retardasi mental parah akan memiliki derajat retardasi mental yang sama saat ia berusia 21
tahun.
50.
51. LI 2. Mempelajari dan memahami Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
52.
53.

54.
55.

LO 2.1 Memahami dan menjelaskan Kebutuhan Gizi Pada Anak


Anak membutuhkan nutrien yang lebih banyak untuk pertumbuhan tulang, gigi, otot
dan darah. Anak mempunyai risiko mengalami malnutrisi apabila anak terlalu lama nafsu
makannya buruk, asupan makanan yang terbatas atau makanan yang terlalu encer. Energi
dibutuhkan oleh anak untuk keperluan metabolisme basal, pertumbuhan dan aktifitas.
Komposisi makanan pada masa ini dianjurkan terdiri dari 60-70% karbohidrat, 10-15%
protein dan 25-30% lemak. Anak umur 1 3 tahun mempunyai risiko mengalami anemia
defisiensi besi.
Kebutuhan gizi dan jenisi gizi pada bayi, balita dan anak
56.
Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia.
Kecukupan gizi sangat diperlukan oleh setiap individu, sejak dalam kandungan, bayi, anakanak, masa remaja, hingga usia lanjut.

57.
58. Kebutuhan Gizi Bayi
Kalori
59. 100-120 per kilogram berat badan. Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya: 8 x
100 /120 = 800/960 kkal.
Protein
60. 1,5-2 gram per kilogram berat badan. Bila berat badan bayi 8 kilogram maka kebutuhannya 8
x 1,5/2 = 12/16 : 4 = 3/4 gram.
Karbohidrat
61. 50-60 persen dari total kebutuhan kalori sehari. Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka
50%-nya = 400 : 4 = 100 gram.
Lemak
62. 20% dari total kalori. Bila kebutuhan kalori sehari 800 kkal, maka 20%-nya = 160 : 40 = 40
gram.
63.
17

Kebutuhan gizi pada balita :


64.
Gula & Garam
65. Jika anak sudah berusia di atas 1 tahun, batasi penggunaannya. Konsumsi garam untuk balita
tidak lebih dari 1/6 jumlah maksimum orang dewasa sehari atau kurang dari 1 gram. Porsi makan
anak juga berbeda dengan orang dewasa. Anak membutuhkan makanan sumber energi yang
lengkap gizi dalam jumlah lebih kecil namun sering.
Kebutuhan Energi & Nutrisi
66. Bahan makanan sumber energi seperti karbohidrat, protein, lemak serta vitamin, mineral dan
serat wajib dikonsumsi anak setiap hari.
Susu Pertumbuhan
67. Susu sebagai salah satu sumber kalsium, juga penting dikonsumsi balita. Sedikitnya balita
butuh 350 ml/12 oz per hari.
Asupan makanan sehari untuk anak harus mengandung 10-15% kalori, 20-35% lemak, dan sisanya
karbohidrat. Setiap kg berat badan anak memerlukan asupan energi sebanyak 100 kkal.
68. Asupan lemak juga perlu ditingkatkan karena struktur utama pembentuk otak adalah lemak.
Lemak tersebut dapat diperoleh antara lain dari minyak dan margarin.
69.
70. Zat besi merupakan salah satu komponen gizi mikro yang memiliki peranan penting dalam
proses tumbuh kembang khususnya pada anak
71.
Kebutuhan gizi anak :
72.
Karbohidrat, dalam bentuk gula sederhana dan gula kompleks, dibutuhkan sebagai sumber energi
untuk membentuk sel-sel otak baru.
Protein, baik hewani maupun nabati, terdiri daru 25 jenis asam amino yang berperan penting bagi
terbentuknya neutrotransmitter, yaitu senyawa pengantar pesan dari sel otak satu ke sel otak yang
lain.
Lemak, terutama dalam bentuk asam lemak, sebagai bahan baku pembentuk sel-sel otak baru.
Sebanyak 60% dari otak terbentuk dari lemak. Jenis asam lemak yang paling utama adalah asam
lemak tidak jenuh rantai panjang, contohnya omega-3, EPA, dan DHA. Asam lemak omega-3 ini
paling banyak ditemukan dalam ikan laut, seperti ikan kod.
Vitamin dan mineral, sangat dibutuhkan untuk membantu fungsi kerja otak, menunjang kerja
sistem imun dan sistem saraf pusat.
73. Vitamin A meningkatkan daya tahan tubuh.
74. Vitamin D menjaga kesehatan tulang dan gigi.
75. DHA 224 mg/5 ml membantu perkembangan sel-sel otak.
76.
77.
Kecerdasan, keterampilan, dan perkembangan mental balita tidak lepas dari
pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak. Agar otak anak berkembang optimal, harus
memenuhi aneka zat gizi yang diperlukan. Apalagi, ilmu pengetahuan mengajarkan bahwa
otak terus tumbuh hingga anak berusia dua tahun. Artinya, pada masa emas itulah, balita
harus mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, terutama untuk perkembangan
otaknya. Aneka zat gizi yang berperan penting bagi perkembangan otak, diantaranya adalah :
1 Asam lemak tak jenuh
78. Asam lemak tak jenuh sangat dominan dalam susunan sel-sel saraf di otak anak. Bahkan
diketahui bahwa 60% otak manusia terdiri dari aneka jenis lemak itu. Yang termasuk asam lemak
tak jenuh itu adalah:
DHA (asam dokosaheksaenoat) atau omega-3. Berperan besar dalam perkembangan sel saraf,
otak, dan penglihatan. Kekurangan omega-3 dapat mengganggu perkembangan sistem saraf.
Akibatnya, terjadi gangguan pada sistem daya tahan tubuh, daya ingat, mental, dan penglihatan.

18

AA (asam arakidonat) atau omega-6. Asam lemak ini berfungsi membantu pembentukan senyawa
yang bersifat seperti hormon, yaitu sebagai pengantar perintah dari satu sel saraf ke sel saraf
lainnya dalam tubuh, termasuk ke otak.
79. Kedua asam lemak ini terdapat dalam ASI. Setelah mendapat asupan makanan, asam lemak
ini bisa diperoleh dari ikan tenggiri atau tuna, bayam, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.
80.
2 Kalori dan protein
81. Kekurangan kalori dan protein dapat menyebabkan otak anak tidak tumbuh optimal dan akan
mengakibatkan gangguan motorik dan kecerdasan. Kalori dibutuhkan dalam proses metabolisme
otak, sementara protein berperan dalam pembentukan sel-sel saraf baru, termasuk otak. Sumbersumber kedua zat gizi ini adalah daging sapi, ayam, ikan, telur, susu dan produk olahannya, minyak
ikan, tempe, tahu, dan kedelai.
82.
3 Zat besi
83. Zat besi berperan besar dalam pembentukan sel-sel baru, termasuk otak, di mana mengangkut
dan mendistribusikan O2 paru-paru ke seluruh tubuh. Serta berperan dalam pembentukan eritrosit di
dalam sumsum tulang belakang. Sistem imun yang berfungsi dengan baik adalah tanda cukupnya
zat besi dalam tubuh. Sumber-sumbernya adalah hati, daging merah, ikan, telur, serealia, dan
sayuran berwarna hijau tua.
84.
4 Kelompok vitamin B
85. Berbagai jenis vitamin B sangat besar peranannya dalam perkembangan otak anak, yaitu B1,
B3, B6, dan B12.
B1 melindungi sel-sel saraf dalam jaringan sel pusat, B3 menjaga keseimbangan kerja sel-sel
saraf
B6 berperan dalam proses pembentukan eritrosit, serta membantu tubuh dalam proses penyerapan
karbohidrat, protein, dan lemak
B12 berperan dalam membentuk senyawa kimia yang mendukung pertumbuhan dan fungsi sel
saraf dan pertumbuhan tulang belakang, serta mencegah kerusakan saraf dan meningkatkan daya
ingat. Bersama zat besi, vitamin B12 jga membantu pembentukan eritrosit.
86. Sumber vitamin B adalah serealia, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, ayam, daging tanpa
lemak, produk olahan susu, dan sayuran berwarna hijau.
87.
5 Seng (Zn)
88. Seng berfungsi membantu otak dalam mengantar informasi genetik dalam sel. Selain itu, seng
juga bertugas membantu proses pembentukan sel-sel tubuh, termasuk otak. Kekurangan seng dapat
berpengaruh terhadap perkembangan kecedasan anak dan gangguan fungsi otak. Seng banyak
terdapat dalam daging, hati, ayam, seafood, susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan. (Hurlock, 2007)
89.
90. Jen
91. Fungsi
92. Sumber
is
Nut
risi
93. Air
94. Pelarut untuk pertukaran seluler
97. Air, makanan
95. Transportasi nutrien dan produk buangan tubuh
96. Mengatur suhu tubuh
98. Prot
99. Menyediakan asam amino untuk pertumbuhan
102.
Susu,
ein
dan perbaikan jaringan
telur,
daging,
100.
Menjaga keseimbangan osmotik
kacang101.
Membentuk hemoglobin, nukleoprotein,
kacangan, padiglikoprotein, lipoprotein, enzim, dan antibodi
padian
103.
104.
Sebagai sumber energi
107.
Susu,
19

Karbohi
drat

105.
106.

108.
Lemak

109.
Sebagai sumber cadangan energi
110.
Melindungi pembuluh darah, saraf, dan
organ-organ tubuh
111.
Melindungi tubuh dari perubahan suhu
luar
112.
Membantu penyerapan vitamin A, D, E,
dan K
113.
Memperlambat proses pengosongan
lambung

115.
116.
Jenis
Vita
min
119.
Vitamin
A
124.
Vitamin
B
125.
Thiamine
126.
127.
128.
Riboflavi
n
129.
130.
131.
132.
133.
Niasin
134.
135.
136.
137.
Asam
Panto
thena
t
138.
139.
140.
Piridoksi
n

Membentuk glikogen dan lemak


Membantu pembentukan asam amino

117.

120.
121.
122.

Fungsi

Penglihatan
Perkembangan dan pemeliharaan jaringan epitel
Diferensiasi sel-sel epitel

146.
147.
Sebagai
koenzim
dalam
metabolisme
karbohidrat
148.
Konduksi membran dan saraf

149.
150.
Sebagai komponen dalam koenzim FAD dan
FMN
151.
Berperan sebagai kofaktor enzim, seperti NAD
dehidrogenase
152.
Merupakan komponen dari hampir semua zatzat pembawa elektron dalam sel hidup
153.
154.
Berperan dalam berbagai proses metabolisme
155.
Sebagai bagian dari koenzim A dan protein
pembawa asil
156.
Sebagai koenzim piridoksal fosfat dan
piridiksamine fosfat
157.
158.
Koenzim dalam mitokondria dan sitosol dalam
metabolisme asam amino, purin, dan nukleat
159.
160.
Kofaktor enzim sintesis DNA dan RNA

padi-padian,
buah,
sirup,
tepung, sayuran
114.
Susu,
mentega, telur,
daging,
ikan,
minyak sayur

118.

Sumber

123.
Susu,
telur,
buah,
sayur, cod &
halibut liver oil
161.
Padi-padian, ragi, jeroan
162.
163.
Susu,
telur,
daging,
kacang-kacangan
164.
165.
166.
167.
Ikan
tuna dan halibut,
daging,
sereal
gandum
168.
169.
170.
Kuning
telur,
susu,
kacang-kacangan
171.
172.
Daging,
ikan,
tepung
kedelai, ragi
173.
174.
Sayuran
hijau,
kacangkacangan, telur,
ikan
175.
176.
Telur,
susu
20

141.
142.
143.
Asam
Folat
144.
145.
Kobalami
n
177.
Vitamin
C

184.
Vitamin
D

189.
Vitamin
E
193.
Vitamin
K
197.
198.
199.
Jenis
Mine
ral
202.
Kalsium
203.

178.
Sebagai antioksidan yang mempengaruhi
redoks potensial tubuh
179.
Integritas epitel melalui kesehatan kolagen
180.
Mekanisme imunitas
181.
Mempercepat absorbsi besi
182.
Sintesis hormon norepinefrin dan reseptor
neurotransmitter asetilkolin
185.
Homeostasis kalsium dalam plasma
186.
Mengatur sintesis protein yang mengatur
transpor Ca
187.
Pembentukan garam Ca di jaringan yang
membutuhkan
190.
Sebagai antioksidan alam paling kuat
191.
Berperan dalam metabolisme selenium
194.
Sintesis protrombin, faktor VII, IX, dan X
195.
Sebagai kofaktor enzim yang mempercepat
reaksi karboksilase pada hati
200.

Fungsi

183.
Kacangkacangan,
sayuran
hijau,
buah-buahan

188.
Minyak
ikan laut, kuning
telur

192.
Minyak
biji-bijian, buah,
sayur, lemak
196.
Sayuran
hijau,
sereal,
susu, telur
201.

Sumber

205.
Membentuk struktur tulang dan gigi
206.
Membantu proses kontraksi otot dan
kerja jantung

207.
Susu,
sayur
hijau,
salmon, kerang
208.

212.
213.
214.

215.
Garam,
daging,
susu,
telur

204.
209.
210.
Klorida
211.
216.
Khromiu
m
219.
Kobalt
222.

Membantu koagulasi darah


Membantu keseimbangan asam basa
Membentuk HCl lambung

217.
Pengaturan glikemia dan metabolisme
insulin

218.

Ragi

220.
Merupakan komponen pembentuk
molekul vitamin B12 dan eritropoietin
223.
Penting untuk produksi sel darah

221.
luas
225.

Tersebar
Hati,
21

Tembaga

merah, transferin, dan hemoglobin


224.
Membantu penyerapan besi

226.
Fluorin
229.
Iodium
232.
Besi

227.

235.
Magnesiu
m
240.
Mangan
244.
Molibden
um
248.
Fosfor

236.
237.
238.
241.
242.
245.
246.

Membentuk struktur tulang dan gigi


Iritabilitas otot dan saraf
Kation intraseluler
Berperan dalam aktivasi enzim
Metabolisme karbohidrat
Komponen enzim santin oksidase
Mobilisasi feritin dalam hati

249.
gigi
250.
253.
254.
255.
258.

Membantu pembentukan tulang dan

252.
Kalium
257.
Selenium
260.
Sulfur
264.
Natrium

Membentuk struktur gigi dan tulang

230.
Merupakan komponen pembentuk
hormon T3 dan T4
233.
Membentuk
struktur
hemoglobin,
enzim oksidatif, sitokrom C, dan katalase

Struktur nukleus dan sitoplasma sel


Berperan dalam kontraksi otot
Hantaran impuls saraf
Keseimbangan cairan dalam tubuh
Kofaktor glutation peroksidase

261.
Unsur pokok protein seluler
262.
Berperan dalam pembentukan melanin
265.
Berperan dalam menjaga tekanan
osmotik
266.
Menjaga keseimbangan asam basa
269.
Unsur pokok enzim

tiram,
daging,
ikan, butir padi,
kacang
228.
Air,
makanan laut
231.
Garam,
makanan laut
234.
Hati,
daging, kuning
telur,
sayuran
hijau
239.
Bijibijian, kacang,
daging, susu
243.
Sayuran
hijau, biji-bijian
247.
Sayuran

251.
Susu,
kuning
telur,
kacang-kacangan
256.
Tersebar
luas
259.
Sayuran,
daging
263.
Makana
n berprotein
267.
Garam,
susu, telur

268.
270.
Daging,
Seng
susu, kacang
271.
272.
Makanan yang Mempengaruhi Kecerdasan
273.
274.
Mempunyai anak dengan tingkat kecerdasan yang tinggi merupakan dambaan setiap
orang tua. Untuk mendapatkan kecerdasan anak yang optimal sebaiknya orangtua
memperhatikan beberapa hal, yang pertama yaitu pemberian ASI eksklusif, kemudian
kecukupan zat gizi, lingkungan yang sehat dan nyaman serta suasana keluarga yang harmonis.
Berikut ini adalah 7 makanan yang baik untuk kecerdasan anak :
Ikan salmon yaitu sumber asam lemak omega-3-DHA and EPA- yang keduanya penting bagi
pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak anak.
Telur, kuning telur padat kandungan kolin yaitu zat yang membantu perkembangan daya ingat.
Kacang tanah, merupakan sumber vitamin E. Vitamin ini membantu otak dan sistem saraf dalam
penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.
Susu dan yoghurt, protein dan vitamin B tinggi yang terkandung di dalamnya sangat penting
untuk pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim.
Daging sapi tanpa lemak, selain mengandung zat besi daging sapi juga dapat memelihara daya
ingat dan kecerdasan anak.
22

Gandum murni, serat pada gandum, dapat membantu mengatur pelepasam glukosa dalam tubuh,
selain itu juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf.
Gandum juga mempunyai kemampuan untuk mendukung kebutuhan sediaan glukosa dari tubuh
yang sifatnya konstan.
Strawberry, cherry, blueberry. Buah-buahan ini kaya antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin
C. Biji dari buah berry kaya asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk kecerdasan otak.
Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin banyak nutrisinya. (Hurlock, 2007)
275.
Kebutuhan gizi anak remaja
276.
Masa remaja menurut WHO adalah antara 10 24 tahun, sedangkan menurut Monks
(1992) masa remaja berlangsung pada umur 12-21 tahun dengan pembagian masa remaja
awal (12-15 tahun), masa remaja pertengahan (15-18 tahun) dan masa remaja akhir (18-21
tahun).
277.
Faktor yang perlu diperhatikan untuk menentukan kebutuhan energi remaja adalah
aktivitas fisik. Remaja yang aktif dan banyak melakukan olahraga memerlukan asupan energi
yang lebih besar dibandingkan yang kurang aktif.
278.
Angka kecukupan gizi (AKG) energi untuk remaja dan dewasa muda perempuan
2000-2200 kkal, sedangkan untuk laki-laki antara 2400-2800 kkal setiap hari.

AKG energi ini dianjurkan sekitar 60% berasal dari sumber karbohidrat. Makanan sumber
karbohidrat adalah: beras, terigu dan hasil olahannya (mie, spagetti, macaroni), umbi-umbian (ubi
jalar, singkong), jagung, gula, dan lain-lain.
Protein
279.
Kebutuhan protein meningkat pada masa remaja, karena proses pertumbuhan yang
sedang terjadi dengan cepat. Pada awal masa remaja, kebutuhan protein remaja perempuan lebih
tinggi dibandingkan laki-laki, karena memasuki masa pertumbuhan yang lebih cepat. Pada akhir
masa remaja, kebutuhan protein laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan karena perbedaan
komposisi tubuh. Kecukupan protein bagi remaja 1,5-2,0gr/kgBB/hari. AKG protein remaja dan
dewasa muda adalah 48-62 gr per hari untuk perempuan dan 55-66 gr per hari untuk laki-laki.
280.
Kalsium
281.
Kebutuhan kalsium pada masa remaja relatif tinggi karena akselerasi muscular,
skeletal/kerangka dan perkembangan endokrin lebih besar dibandingkan masa anak dan dewasa.
Lebih dari 20% pertumbuhan tinggi badan dan sekitar 50% massa tulang dewasa dicapai pada
masa remaja.
282.
AKG kalsium untuk remaja dan dewasa muda adalah 600-700 mg per hari untuk
perempuan dan 500-700 mg untuk laki-laki. Sumber kalsium yang paling baik adalah susu dan
hasil olahannya. Sumber kalsium lainnya ikan, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan lain-lain.
Zat Besi
283.
Kebutuhan zat besi pada remaja meningkat karena terjadinya pertumbuhan cepat.
Kebutuhan besi pada remaja laki-laki meningkat karena ekspansi volume darah dan peningkatan
konsentrasi haemoglobin (Hb). Setelah dewasa, kebutuhan besi menurun.
284.
Pada perempuan, kebutuhan yang tinggi akan besi terutama disebabkan kehilangan
zat besi selama menstruasi. Hal ini mengakibatkan perempuan lebih rawan terhadap anemia besi
dibandingkan laki-laki. Perempuan dengan konsumsi besi yang kurang atau dengan kehilangan
besi yang meningkat, akan mengalami anemia defisiensi besi.
Seng (Zink)
285.
Seng diperlukan untuk pertumbuhan serta kematangan seksual remaja, terutama
untuk remaja laki-laki. AKG seng adalah 15 mg per hari untuk remaja dan dewasa muda
perempuan serta laki-laki.
Vita min
23

286.
Kebutuhan vitamin juga meningkat selama masa remaja karena pertumbuhan dan
perkembangan cepat yang terjadi. Karena kebutuhan energi meningkat, maka kebutuhan beberapa
vitamin pun meningkat, antara lain yang berperan dalam metabolisme karbohidrat menjadi energi
seperti vitamin B1, B2 dan Niacin. Untuk sintesa DNA dan RNA diperlukan vitamin B6, asam
folat dan vitamin B12, sedangkan untuk pertumbuhan tulang diperlukan vitamin D yang cukup.
Dan vitamin A, C dan E untuk pembentukan dan penggantian sel.
287.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi
288.

1. Penyebab Langsung

289.
Makanan dan penyakit dapat secara langsung menyebabkan gizi kurang. Timbulnya
gizi kurang tidak hanya dikarenakan asupan makanan yang kurang, tetapi juga penyakit. Anak
yang mendapat cukup makanan tetapi sering menderita sakit, pada akhirnya dapat menderita
gizi kurang.
290.
291.

2. Penyebab tidak Langsung

292.

Ada 3 penyebab tidak langsung yang menyebabkan gizi kurang yaitu :

Ketahanan pangan keluarga yang kurang memadai. Setiap keluarga diharapkan mampu untuk
memenuhi kebutuhan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup baik
jumlah maupun mutu gizinya.
293.
Pola pengasuhan anak kurang memadai. Setiap keluarga dan mayarakat diharapkan dapat
menyediakan waktu, perhatian, dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh kembang
dengan baik baik fisik, mental dan sosial.
Pelayanan kesehatan dan lingkungan kurang memadai. Sistem pelayanan kesehatan yang ada
diharapkan dapat menjamin penyediaan air bersih dan sarana pelayanan kesehatan dasar yang
terjangkau oleh setiap keluarga yang membutuhkan
294.
295.

LO 2.2 Memahami dan menjelaskan Tahap Perkembangan Anak Sesuai Usia

296.

24

297.
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya
berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan
(Soetjiningsih, 2000).
298.
299.
Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, atau ukuran,
yang bisa diukur dengan ukuran berat (gram, kilogram) dan ukuran panjang (cm, meter),
sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks dari seluruh bagian tubuh sehingga masing-masing dapat memenuhi
fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil
berinteraksi dengan lingkungannya (Kania, 2006).
a. Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan
300.
yaitu:

Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak,

1) Faktor genetik
301. Faktor genetik ini yang menentukan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan anak
merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya (Kania, 2006).
302.
2) Faktor lingkungan
303. Yang dimaksud lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. Dalam hal ini
lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang
sejak dalam kandungan sampai dewasa. Lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh
kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh
kembangnya (Kania, 2006).
a) Faktor lingkungan pranatal
304.
Faktor lingkungan yang mempengaruhi anak pada waktu masih dalam
kandungan. Faktor lingkungan pranatal yang berpengaruh pada tumbuh kembang janin
mulai dari konsepsi sampai lahir. Antara lain gizi ibu pada waktu hamil, mekanis,
toksik atau zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi, stres, imunitas dan anoksia embrio
(Soetjiningsih, 2000).
b) Faktor lingkungan posnatal
305.
Bayi baru lahir harus berhasil melewati masa transisi, dari suatu sistem yang
teratur yang sebagian besar tergantung pada organ-organ ibunya, ke suatu sistem yang
tergantung pada kemampuan genetik dan mekanisme homeostatik bayi itu sendiri.
Lingkungan post natal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak secara umum dapat
digolongkan menjadi (Soetjiningsih, 2000):
1.
2.
3.
4.

Lingkungan biologis.
Lingkungan fisik
Faktor psikososial
Faktor keluarga dan adat istiadat.
306.
b. Ciri-ciri dan Prinsip-prinsip Tumbuh Kembang Anak.
307.
Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling berkaitan.
Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut (Rusmila, 2008):
1) Perkembangan menimbulkan perubahan. Perkembangan terjadi bersamaan dengan
pertumbuhan. Setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi.
Misalnya
perkembangan intelegensia pada seorang anak akan menyertai pertumbuhan otak dan
serabut saraf.
25

2) Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya.


Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia melewati
tahapan sebelumnya. Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia
bisa berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kaki dan bagian tubuh
lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat. Karena itu perkembangan awal ini
merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan selanjutnya.
3) Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda. Sebagaimana
pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda-beda, baik dalam
pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ dan perkembangan pada masingmasing anak.
4) Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan. Pada saat pertumbuhan berlangsung
cepat, perkembangan pun demikian, terjadi peningkatan mental, memori, daya nalar,
asosiasi dan lain-lain. Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya
serta bertambah kepandaiannya.
5) Perkembangan mempunyai pola yang tetap. Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi
menurut dua hukum yang tetap, yaitu: a. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah
kepala, kemudian menuju ke arah kaudal/anggota tubuh (pola sefalokaudal); b.
Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak kasar) lalu berkembang ke
bagian distal seperti jari-jari yang mempunyai kemampuan gerak halus (pola
proksimodistal).
6) Perkembangan memiliki tahap yang berurutan. Tahap perkembangan seorang anak
mengikuti pola yang teratur dan berurutan. Tahap-tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik,
misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu membuat
gambar kotak, anak mampu berdiri sebelum berjalan dan sebagainya.
308.
1. Pertumbuhan Anak
309.
Tumbuh adalah bertambah besarnya ukuran sel atau organ tubuh sedangkan
perkembangan adalah bertambahnya fungsi organ tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan
tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Artinya untuk perkembangan yang normal diperlukan
pertumbuhan yang selalu bersamaan dengan kematangan fungsi. Sebuah organ yang tumbuh
atau menjadi besar karena sel-sel jaringan yang mengalami proliferasi atau hiperplasia dan
hipertrofi. Pada awalnya organ ini masih sederhana dan fungsinya pun belum sempurna.
Dengan bertambahnya umur atau waktu, organ tersebut berikut fungsinya akan tumbuh dan
berkembang. Pertumbuhan seorang anak memberikan gambaran tentang perkembangan
keadaan keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak untuk berbagai
proses biologis termasuk untuk tumbuh (Harahap, 2004).
310.
311.
Periode pertumbuhan dan perkembangan anak mulai di dalam kandungan ibu sampai
umur 2 tahun disebut masa kritis tumbuh-kembang. Bila anak gagal melalui periode kritis ini
maka anak tersebut sudah terjebak dalam kondisi point of no return, artinya walaupun anak
dapat dipertahankan hidup tetapi kapasitas tumbuh-kembangnya tidak bisa dikembalikan ke
kondisi potensialnya (Buku saku gizi, 2010).
312.
313.
Pada dasarnya pertumbuhan dibagi dua, yaitu; pertumbuhan yang bersifat linier dan
pertumbuhan massa jaringan. Dari sudut pandang antropometri, kedua jenis pertumbuhan ini
mempunyai arti yang berbeda. Pertumbuhan linier menggambarkan status gizi yang
dihubungkan pada saat lampau, dan pertumbuhan massa jaringan menggambarkan status gizi
yang dihubungkan pada saat sekarang atau saat pengukuran (Supariasa dkk, 2002).
a. Pertumbuhan linier
314. Ukuran yang berhubungan dengan tinggi (panjang) atau stature dan merefleksikan
pertumbuhan skeletal. Contoh ukuran linier adalah panjang badan, lingkar dada dan
lingkar kepala. Ukuran linier yang rendah biasanya menunjukkan keadaan gizi kurang
26

akibat kekurangan energi dan protein yang diderita waktu lampau. Ukuran linier yang
paling sering digunakan adalah tinggi atau panjang badan (Supariasa dkk, 2002; Yayuk H
dan Tryanti, 2008).
b. Pertumbuhan Massa Jaringan
315. bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. Contoh ukuran massa tubuh
adalah berat badan, lingkar lengan atas (LLA), dan tebal lemak bawah kulit, apabila
ukuran ini rendah atau kecil, menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi
dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Ukuran massa jaringan yang
sering digunakan adalah berat badan (Supariasa dkk, 2002).
c. Tahap pertumbuhan anak
316. Tahap perkembangan anak berangsur-angsur mulai dari :
1) Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama, yang kemudian mengurang
secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 tahun.
2) Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik.
3) Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (12-16 tahun).
4) Pertumbuhan kecepatannya mengurang berangsur-angsur sampai suatu waktu (kira-kira
umur 18 tahun) berhenti. Dalam tahun pertama panjang badan bayi bertambah dengan
23 cm (dinegeri maju 25 cm), sehingga anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71
cm (75 cm di negeri maju).Kemudian kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5
cm per-tahun (Harahap, 2004).
317.
2. Perkembangan Anak
318.
Perkembnagan (development) adalah bertambahnya kemapuan (skill) dalam struktur
dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai
hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel
tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa
sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya (Soetjiningsih, 2000).
319.
320.
Perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak bersifat
kuntitatif, melainkan kualitatif. Jadi perkembangan itu adalah proses terjadinya perubahan
pada manusia baik secara fisik maupun secara mental sejak berada di dalam kandungan
sampai manusia tersebut meninggal. Proses perkembangan pada manusia terjadi dikarenakan
manusia mengalami kematangan dan proses belajar dari waktu ke waktu. Kematangan adalah
perubahan yang terjadi pada individu dikarenakan adanya perkembangan dan pertumbuhan
fisik dan biologis, misalnya seorang anak yang beranjak menjadi dewasa akan mengalami
perubahan pada fisik dan mentalnya.
321.
322.
Perkembangan Anak (Perkembangan Fisik, Perkembangan Motorik, Perkembangan
Kognitif, Perkembangan Psikososial) Periode ini merupakan kelanjutan dari masa bayi
(lahir usia 4 th) yang ditandai dengan terjadinya perkembangan fisik, motorik dan kognitif
(perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku), psikosial serta diikuti oleh perubahan
perubahan yang lain (Administrator, 2010).
323.
324.
Deteksi dini perkembangan anak dilakukan dengan cara pemeriksaan perkembangan
secara berkala, apakah sesuai dengan umur atau telah terjadi penyimpangan dari
perkembangan normal. Empat parameter yang dipakai dalam menilai perkembangan anak
adalah:
1.
2.
3.
4.

Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh).


Gerakan motorik halus (menggambar, memegang suatu benda dll).
Bahasa (kemampuan merespon suara, mengikuti perintah, berbicara spontan).
Kepribadian/tingkah laku (bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya).
27

325.
326.
a. Jenis jenis Perkembangan
327.
1) Perkembangan Fisik
328.
Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang. Peningkatan
berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Peningkatan berat badan
anak terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka, otot dan ukuran
beberapa organ tubuh lainnya (Administrator, 2010)
2) Perkembangan Motorik Kasar
329.
a) Perkembangan Motorik Kasar
330. Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan
kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot
besar seperti duduk, berdiri, dan sebagainya (Rusmil, 2009). Perkembangan
motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan
dengan masa bayi. Anak anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai
meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya (Administrator, 2010).
b) Perkembangan Motorik Halus
331. Untuk memperhalus ketrampilan ketrampilan motorik, anak anak terus
melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk
permainan. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan
kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh
tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang
cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis, dan sebagainya. Disamping
itu, anak anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang
bersifat formal, seperti senam, berenang, dll (Administrator, 2010; Rusmil, 2009).
332.
c) Tahap Perkembangan Motorik
333. Berikut tahapan-tahapan perkembangannya Admin (2010):
334. Usia 1-2 tahun
335.

Motorik Kasar

merangkak
berdiri dan berjalan beberapa
langkah
berjalan cepat
cepat-cepat duduk agar tidak jatuh
merangkak di tangga
berdiri di kursi tanpa pegangan
menarik dan mendorong bendabenda berat
melempar bola

336.

Motorik Halus

mengambil benda kecil dengan ibu jari


atau telunjuk
membuka 2-3 halaman buku secara
bersamaan
menyusun menara dari balok
memindahkan air dari gelas ke gelas lain
belajar memakai kaus kaki sendiri
menyalakan TV dan bermain remote
belajar mengupas pisang

337.
28

338.
339. Usia 2-3 tahun
340.

Motorik Kasar

341.

melompat-lompat

berjalan mundur dan jinjit

menendang bola

memanjat meja atau tempat tidur

naik tangga dan lompat di anak tangga

terakhir

berdiri dengan 1 kaki

Motorik Halus

mencoret-coret dengan 1 tangan


menggambar garis tak beraturan
memegang pensil
belajar menggunting
mengancingkan baju
memakai baju sendiri

342.
343.
344. Usia 3-4 tahun
345.

Motorik Kasar

melompat dengan 1 kaki


berjalan menyusuri papan
menangkap bola besar
mengendarai sepeda
berdiri dengan 1 kaki

346.

Motorik Halus

menggambar manusia
mencuci tangan sendiri
membentuk benda dari plastisin
membuat garis lurus dan lingkaran cukup
rapi

347. Usia 4-5 tahun


348.

Motorik Kasar

menuruni tangga dengan cepat


seimbang saat berjalan mundur
melompati rintangan
melempar dan menangkap bola
melambungkan bola

349.

Motorik Halus

menggunting dengan cukup baik


melipat amplop
membawa gelas tanpa menumpahkan
isinya
memasikkan benang ke lubang besar

350.
d) Fungsi Perkembangan Motorik
351. Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting
dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Beberapa pengaruh
perkembangan motorik terhadap konstelasi perkembangan individu dipaparkan
oleh Hurlock (1996) sebagai berikut (Perdani, 2009):
1. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh
perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan
memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat
mainan.
2. Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi tidak berdaya
pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, ke kondisi yang independent.
Anak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan dapat berbuat
29

sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya
diri.
3. Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan
lingkungan sekolah. Pada usia prasekolah atau usia kelas-kelas awal Sekolah
Dasar, anak sudah dapat dilatih menulis, menggambar, melukis, dan
barisberbaris.
4. Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat
bermain atau bergaul dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal
akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan
dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan).
5. Perkembangan keterampilan motorik sangat penting bagi perkembangan
selfconcept atau kepribadian anak.
e) Uji Perkembangan Motorik
352. Berikut adalah beberapa tes perkembangan motorik yang sering digunakan
dalam menilai perkembangan anak, yaitu (Narendra, 2006) :
1. Brazelton Newborn Behaviour Assessment Scale, berfungsi menaksir kondisi
bayi, refleks dan interaksi. Skala ini digunakan untuk anak umur neonatus
353.
Uzgiris-Hunt Ordinal Scale, berfungsi menaksir stadium
sensorimotor menurut Piaget, yang digunakan pada anak umur 0-2 tahun.
2. Gesell Infant Scale dan Catell Infant Scale, berfungsi terutama menaksir
perkembangan motorik pada tahun pertama dengan beberapa perkembangan
sosial dan bahasa, digunakan pada umur 4 minggu-3,5/6 tahun.
3. Bayley Infant Scale of Development, berfungsi menaksir perkembangan
motorik dan sosial, digunakan pada usia 8 minggu 2,5 tahun.
4. The Denver Developmental Screening Test, berfungsi menaksir perkembangan
personal sosial, motorik halus, bahasa dan motorik kasar pada usia 1 bulan 6
tahun.
5. Yale Revised Development Test, berfungsi menaksir perkembangan motorik
kasar, motorik halus, adaptif, perilaku sosial dan bahasa, diguanakn pada usia 4
minggu 6 tahun
6. Geometric Forms Test, berfungsi menaksir perkembangan motorik halus dan
intelektual.
7. Motor Milestone Development
354.
355.
Kartu perkembangan motorik anak merupakan kartu yang digunakan
Depkes dan dokter anak. Kurva perkembangan anaknya hanya mencantumkan
satu titik kemampuan gerak anak yang merupakan hasil perhitungan modus
sejumlah anak pada umur tertentu pada studi perkembangan anak di luar
negeri. Secara alamiah setiap anak dalam perkembangannya memiliki
variasi kemampuan gerak (motorik milestone) pada umur yang dicapai.
356.
357.
Pusat Penelitian dan pengembangan Gizi dan. Makanan Bogor pada
pertengahan tahun 2003; telah me1akukan penelitian studi motorik
milestone untuk pembuatan KMS perkembangan anak. Penelitian ini
adalah untuk memperoleh jawaban karena menurut kronologis kemampuan
motorik milestone
serta variasinya menurut
umur anak,
sehingga
mendapatkan suatu kurva perlcembangan anak yang sesuai dan relevan
dengan program nasional gizi dan kesehatan.
358.
359.
Hasil penelitiannya menghasilkan sutau Irurva perkembangan
anak yang merupakan cikal bakal untuk kurva perkembangan anak. Kurva
perkembangan anak yang terbentuk ini merupakan gambaran dari
30

perkembangan anak sehat Indonesia, Berikut ini, antropometri yang


digunakan untuk mengukur motorik bayi dengan mengggunakan Milestone
Perkembangan Motori :
360.
361.
Pengukuran Milestone Perkembangan Motorik yang dikembangkan
oleh Depkes.
362.
363.
Gambar 1 : Pengukuran Milestone Perkembangan Motorik
364.
365.
366.
367.
368.
369.
370.
371.
372.
373.
374.
375.
376.
377.
378.
379.
3)

Perkembangan Kognitif
380.
381.
Dalam keadaan normal, pada periode ini pikiran anak berkembang secara
berangsur angsur. Jika pada periode sebelumnya, daya pikir anak masih bersifat
imajinatif dan egosentris, maka pada periode ini daya pikir anak sudah berkembang ke
arah yang lebih konkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat,
sehingga anak benar-benar berada pada stadium belajar (Administrator, 2010).
382.
31

383.
Menurut teori Piaget, pemikiran anak anak usia sekolah dasar disebut
pemikiran Operasional Konkrit (Concret Operational Thought), artinya aktivitas mental
yang difokuskan pada objek objek peristiwa nyata atau konkrit. Dalam upaya
memahami alam sekitarnya, mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang
bersumber dari pancaindera, karena ia mulai mempunyai kemampuan untuk
membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya
(Administrator, 2010).
384.
b. Ciri Ciri Perkembangan
385.
386. Perkembangan memiliki karakteristik yang dapat diramalkan dan memiliki ciri-ciri
sehingga dapat diperhitungkan. Ciri-ciri tersebut, sebagai berikut Soetjiningsih (2000):
387.
1) Perkembangan memiliki tahap yang berurutan, Perkembangan adalah proses yang
kontinue dari konsepsi sampai maturasi. Perkembangan sudah terjadi sejak didalam
kandungan, dan setelah kelahiran merupakan suatu masa dimana perkembangan dapat
dengan mudah diamati.
2) Dalam priode tertentu ada masa percepatan dan ada masa perlambatan. Terdapat 3
(tiga) periode pertumbuhan cepat adalah pada masa janin, masa bayi 0 1 tahun, dan
masa pubertas.
3) Perkembangan memiliki pola yang sama pada setiap anak, tetapi kecepatannya berbeda.
4) Perkembangan dipengaruhi oleh maturasi system saraf pusat. Bayi akan menggerakkan
seluruh tubuhnya, tangan dan kakinya.
5) Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang sebelum
gerakan volunter tercapai.
388.
389.

Perkembangan Mental Anak

390.
Perkembangan anak balita:
Sangat penting sebagai dasar untuk perkembangan selanjutnya yakni prasekolah, sekolah, akil
balig dan remaja
Untuk perkembangan yang baik dibutuhkan:1. Kesehatan & gizi yang baik dari ibu hamil,
bayi dan anak prasekolah2. Stimulasi/ rangsangan yang cukup dalam kualitas dan kuantitas
Keluarga dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) mempunyai peran yang penting dalam
pembinaan fisik, mental sosial anak balita
391.
Dari lahir sampai 3 bulan:
Belajar mengangkat kepala
Belajar mengikuti objek dengan matanya
Melihat ke muka orang dengan tersenyum
Bereaksi terhadap suara/ bunyi
Mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak
Menahan barang yang dipegangnya
Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
392.
Dari 3 bulan sampai 6 bulan:
Mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan bertopang tangan
Mulai belajar meraih benda-benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya.
Menahan benda-benda di mulutnya
Berusaha memperluas lapangan pandangan
Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain
Mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang
393.
Dari 6 bulan sampai 9 bulan:

32

Dapat duduk tanpa dibantu


Dapat tengkurap dan berbailik sendiri
Dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang
Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain
Memegang benda kecil daengan ibu jari dan jari telunjuk
Bergembira dengan melempar benda-benda
Mengeluarkan kata-kata tanpa arti
Mengenal muka anggota-anggota keluarga dan takut kepada orang asing/ lain
Mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyi-sembunyian
394.
Dari 9 bulan sampai 12 bulan:
Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu
Dapat berjalan dengan dituntun
Menirukan suara
Mengulang bunyi yang didengarnya
Belajar menyatakan satu atau dua kata
Mengerti perintah sederhana atau larangan
Memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya, ingin menyentuh apa
saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya (memasuki fase oral sepertinya)
berpartisipasi dalam permainan
395.
Dari 12 bulan sampai 18 bulan:
Berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah
Menyusun 2 atau 3 kotak
Dapat mengatakan 5-10 kata
Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing
396.
Dari 18 sampai 24 bulan:
Naik turun tangga
Menyusun 6 kotak
Menunjuk mata dan hidungnya
Menyusun dua kata
Belajar makan sendiri
Menggambar garis di kertas atau pasir
Mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil/ kencing
Menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar
Memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka
397.
Dari 2 sampai 3 tahun:
Belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki
Membuat jembatan dengan 3 kotak
Mampu menyusun kalimat
Mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya
Menggambar lingkaran
Bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya
398.
Dari 3 sampai 4 tahun:
Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga
Berjalan pada jari kaki
Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
Menggambar garis silang
Mengenal 2 atau 3 warna
Menggambar orang hanya kepala dan badan
Bicara dengan baik
Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya
Banyak bertanya
Bertanya bagaimana anak dilahirkan
Mengenal sisi atas, sisi bawah, sisi muka, dan sisi belakang
33

Mendengarkan cerita-cerita
Bermain dengan anak lain
Menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudranya
Dapat melakasanakan tugas-tugas sederhana
399.
400.
Dari 4 sampai 5 tahun:
Melompat dan menari
Menggambar orang terdiri dari kepala, lengan dan badan
Menggambar segi empat dan segi tiga
Pandai bicara
Dapat menghitung jari-jarinya
Dapat menyebut hari-hari dalam seminggu
Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita
Minat kepada kata baru dan artinya
Memprotes bila dilarang apa yang diingininya
Mengenal 4 warna
Memperkirakan bentuk dan besarnya benda, membedakan besar dan kecil
Menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa
401.
402.
Pendidikan/ stimulasi yang perlu diberikan:
Akademik sederhana: pengenalan ruang, bentuk, warna, persiapan berhitung
Pendidikan alam sekitar, sosialisasi, mengenal lingkungan masyarakat
Bermain bebas untuk mengembangkan fantasi dan memperkaya pengalaman
Menyanyi, menggambar
Bahasa: bercakap-cakap, membaca gambar, bercerita, mengucapkan syair sederhana
Melatih daya ingat dengan antara lain bermain jualan, menyampaikan berita
Menggambar
Membuat permainan dari kertas
Mengenal tugas, larangan-larangan
Aktivitas sehari-hari: makan sendiri, minum sendiri, kontrol buang air besar (BAB), kontrol
buang air kecil (BAK).
403.

Tumbuh Kembang Masa Remaja .

404.

Wanita :

412.

Laki-Laki :

405.

-Tumbuh Rambut halus

413.

-Tumbuh rambut halus

406.

-Payudara membesar

414.

-Keringat bertambah

407.

-Pinggul membesar

415.

-Kulit dan rambut berminyak

408.

-Kulit dan Rambut berminyak.

416.
-Dada bertambah besar dan
bidang.

409.
-Bokong berkembang lebih
besar.
410.
-Pada vagina megeluarkan
cairan.
411.

417.

-Tumbuh jakun.

418.

-Suara bertambah berat.

419.

-Mimpi basah.

-Menstruasi.

34

420.
421.
422.

LI 3. Kewajiban dan Tanggung Jawab Orang Tua terhadap Anak Menurut Islam

423.
424.
Menurut ajaran Islam, anak adalah amanah Allah dan tidak bisa dianggap sebagai
harta benda yang bisa diperlakukan sekehendak hati oleh orang tua. Sebagai amanah anak harus
dijaga sebaik mungkin oleh yang memegangnya, yaitu orang tua. Anak adalah manusia yang memiliki
nilai kemanusiaan yang tidak bisa dihilangkan dengan alasan apa pun.
1. Anak mempunyai hak untuk hidup.
Allah berfirman:
425.
426.
427.
428.
Janganlah kamu membunuh anak anakmu karena takut miskin. Kami akan memberikan
rizqi kepadamu dan kepada mereka. ( QS. Al-Anam: 151)
429. Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa orang tua mempunyai kewajiban agar anak tetap bisa
hidup betapapun susahnya kondisi ekonomi orang tua. Ayat itu juga memberi jaminan kepada kita
bahwa Allah saw pasti akan memberikan rizqi baik kepada orang tua maupun sang anak, asalkan
berusaha.
2. Menyusui
Wajib atas seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil, sebagaimana firman Allah
(QS AI Baqarah: 233)







{233}
431. Artinya: Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi
yang ingin menyempurnakan penyusuan.
432. Bayi yang memperoleh ASI akan mempunyai daya kekebalan tubuh yang lebih baik.
Seorang ibu diwajibkan untuk menyusui anaknya sampai 2 tahun penuh, kecuali ada alasan yang
dapat diterima oleh hukum Islam. Menyusui anak sampai dua tahun ini akan menumbuhkan
pengaruh positif terhadap sang anak baik secara fisik maupun secara jiwani.
3. Memberi Nama yang Baik
433. Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, Sesungguhnya kewajiban orang tua dalam
memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua,
mendidiknya dengan al-Quran dan ketiga, mengawinkan ketika menginjak dewasa.
434. Berkenaan dengan nama-nama yang bagus untuk anak, Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kamu
sekalian, maka perbaguslah nama kalian. (HR.Abu Dawud)
435. Islam mengajarkan bahwa nama bagi seorang anak adalah sebuah doa. Dengan memberi
nama yang baik, diharapkan anak kita berperilaku baik sesuai dengan namanya.
4. Mengaqiqahkan Anak
436.
Menurut keterangan A. Hasaan aqiqah adalah; menyembelih kambing untuk (bayi) yang
baru lahir, dicukur dan diberi nama anak itu, pada hari ketujuhnya.

.430

437.
Rasulullah s.a.w. bersabda; Tiap-tiap seorang anak tergadai dengan aqiqahnya.
Disembelih (aqiqah) itu buat dia pada hari yang ketujuhnya dan di cukur serta diberi nama dia.
(Diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam yang empat dan dishahihkan oleh At Tirmidzy, hadits dari
Samurah ).
438.
5. Mendidik anak
439.
Mendidik anak dengan baik merupakan salah satu sifat seorang ibu muslimah. Dia
senantiasa mendidik anak-anaknya dengan akhlak yang baik, yaitu akhlak Muhammad dan para
sahabatnya yang mulia. Mendidik anak bukanlah (sekedar) kemurahan hati seorang ibu kepada anakanaknya, akan tetapi merupakan kewajiban dan fitrah yang diberikan Allah kepada seorang ibu.
440.
Mendidik anak pun tidak terbatas dalam satu perkara saja tanpa perkara lainnya,
seperti mencucikan pakaiannya atau membersihkan badannya saja. Bahkan mendidik anak itu
mencakup perkara yang luas, mengingat anak merupakan generasi penerus yang akan menggantikan
kita yang diharapkan menjadi generasi tangguh yang akan memenuhi bumi ini dengan kekuatan,
hikmah, ilmu, kemuliaan dan kejayaan.
441.
Seorang anak terlahir di atas fitrah, sebagaimana sabda Rasulullah maka sesuatu yang
sedikit saja akan berpengaruh padanya. Dan wanita muslimah adalah orang yang bersegera
menanamkan agama yang mudah ini, serta menanamkan kecintaan tehadap agama ini kepada anakanaknya.
6. Memberi makan dan keperluan lainnya
442.
Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara
maruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah
seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan
warisan pun berkewajiban demikian. Rasulullah s.a.w. bersabda;
443.
Cukup berdosa orang yang menyia-nyiakan (tanggung jawab) memberi makan
keluarganya. ( HR Abu Daud)
7. Memberi rizqi yang thayyib
444.
Rasulullah s.a.w. bersabda; Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya
tulis baca, mengajarinya berenang dan memanah, tidak memberinya rizqi kecuali rizqi yang baik.
HR Al Hakim.
445.
8. Mendidik anak tentang agama
Barang siapa mempunyai dua anak perempuan dan dia asuh dengan baik maka mereka akan
menyebabkannya masuk surga. ( HR Al Bukhary ).
446.
Mengenai kekhassan kaum wanita, antara lain Rasulullah s.a.w. bersabda; Wanita itu
bagaikan tulang rusuk. Apabila anda biarkan begitu saja, dia akan tetap bengkok. Namun apabila
anda luruskan sekaligus, dia akan patah.
447.
9. Mendidik anak untuk sholat
448.
Rasulullah s.a.w. bersabda; Suruhlah anak anakmu sholat bila berumur tujuh tahun
dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun dan pisahlah tempat tidur
mereka (putra putri).
449.
Maksudnya, kewajiban mendidik anak untuk mengerjakan sholat dimulai setelah
anak berumur tujuh tahun. Bila telah berusia sepuluh tahun anak belum juga mau
mengerjakan sholat, boleh dipukul dengan pukulan ringan, yang mendidik, bukan pukulan
yang membekas atau menyakitkan.
450.
10. Mendidik anak tentang adab yang baik
451.
Islam mengutamakan pendidikan mental. Taqwa itu ada disini, kata Rasulullah
seraya menunjukkan kearah dadanya. Artinya hati manusia adalah sumber yang menentukan
baik buruknya perilaku seseorang.

452.
11. Memberi pengajaran dengan pelajaran yang baik
453.
Berkata shahabat Aly r.a.; Ajarilah anak anakmu. Sesungguhnya mereka diciptakan
untuk zaman yang berbeda dengan zamanmu.
454.
12. Memberi pengajaran Al Quraan
455.
Rasulullah s.a.w. bersabda;Sebaik baik kalian adalah barang siapa yang belajar Al
Qur aan dan mengajarkannya.
456.
Nabi s.a.w. bersabda; Ilmu itu ada tiga macam. Selainnya adalah sekedar tambahan.
Adapun yang tiga macam itu ialah; Ilmu tentang ayat ayat ( Al Quraan) yang muhkamat,
ilmu tentang Sunnah Nabi, dan ilmu tentang pembagian warits. ( HR Ibnu Majah ).
457.
13. Memberikan pendidikan dan pengajaran baca tulis
458.
Rasulullah s.a.w. bersabda; Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah
mengajarinya tulis baca, mengajarinya berenang dan memanah, tidak memberinya rizqi
kecuali rizqi yang baik. HR Al Hakim.
459.
14. Memberikan perawatan dan pendidikan kesehatan
460.
Rasulullah s.a.w. bersabda; Jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu
kamu lakukan. Sesungguhnya Allah SAW menegakkan Islam diatas prinsip kebersihan. Dan
tak akan masuk sorga kecuali orang yang memelihara kebersihan. ( HR At Thabarany ).
461.
462.
15. Memberikan pengajaran ketrampilan
463.
Rasulullah s.a.w. bersabda; Sebaik baik makanan adalah hasil usaha tangannya
sendiri.
464.
Dalam sabdanya yang lain beliau mengatakan; Mengapa tidak kau ajarkan padanya
(anak itu) menenun sebagaimana dia telah diajarkan tulis baca? (HR An- Nasai).
465.
16. Memberikan kepada anak tempat yang baik dalam hati orang tua
466. Hilangkanlah rasa benci pada anak apa pun yang mereka lakukan, doakan dia selalu, agar
menjadi anak yang sholeh, santunilah dengan lemah lembut, sabarlah menghadapi perilakunya yang
tidak baik, hadapi segalanya dengan penuh kearifan, jangan mudah membentak apalagi memukul
tanpa alasan, tempatkan dia dengan ikhlas pada hati, belailah dengan penuh kasih sayang nasehati
dengan santun.
467. Seorang datang kepada Nabi s.a.w. dan bertanya; Ya Rasulullah, apakah hak anakku ini?
Nabi s.a.w. menjawab; Kau memberinya nama yang baik, memberi adab yang baik dan memberinya
kedudukan yang baik (dalam hatimu). ( HR At Tuusy )
17. Memberi kasih sayang
468. Kecintaan orang tua kepada anak tidak cukup dengan hanya memberinya materi baik berupa
pakaian, makanan atau mainan dan sebagainya. Tapi yang lebih dari pada itu adalah adanya perhatian
dan rasa kasih sayang yang tulus dari kedua orang tua.
469.
Rasulullah s.a.w. bersabda; Bukanlah dari golongan kami yang tidak menyayangi
yang lebih muda dan (bukan dari golongan kami) orang yang tidak menghormati yang lebih
tua.(HR At Tirmidzi).
470.
471.

18. Menikahkannya

472.
Bila anak telah memasuki usia siap nikah, maka nikahkanlah. Jangan biarkan
mereka terus tersesat dalam belantara kemaksiatan. Doakan dan dorong mereka untuk hidup
berkeluarga, tak perlu menunggu memasuki usia senja.
473.
Bila muncul rasa khawatir tidak mendapat rezeki dan menanggung beban berat
kelurga, Allah berjanji akan menutupinya seiring dengan usaha dan kerja keras yang dilakukannya,
sebagaimana firman-Nya, Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang

yang sudah waktunya kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun yang perempuan. Jika
mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka
dari anugerah-Nya. (QS. An-Nur:32)
474.
475.
19. Mengarahkan anak
476.
Orang tua wajib mengarahkan anak-anak, serta menekankan mereka untuk memilih
kawan, teman duduk maupun teman dekat yang baik. Hendaknya orang tua menjelaskan kepada anak
tentang manfaat di dunia dan di akhirat apabila duduk dan bergaul dengan orang-orang sholeh, dan
bahaya duduk dengan orang-orang yang suka melakukan kejelekan ataupun teman yang jelek.