Anda di halaman 1dari 36

KEWENANGAN KLINIS UNTUK DOKTER

PENYAKIT DALAM RSU KECAMATAN CILINCING

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44

Jenis Kewenangan
Reaksi anafilaksis
Alergi obat
Asma bronkial
Alergi makanan
Rhinitis alergika
Urtikaria akut
Urtikaria kronis
Dermatitis atopic
SLE ringan sedang
DM tipe 1
DM tipe 2
Hipoglikemia ringan
Ketoasidosis diabetikum
Hiperglikemia hiperosmoler
Multinodular goiter
Toxic Nodular Goiter
Penyakit Graves
Dislipidemia
Hiperurisemia
Pemeriksaan glukosa darah
Pemberian insulin intravena kontinyu
Monitoring gula darah selama pemberian insulin drip/kontinyu intravena
Teknik Injeksi insulin
Varises gastroesofagus
Gastritis
Gastroenteritis
Ulkus
Perdarahan gastrointestinal
Hepatitis A
Hepatitis B
Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)
Sirosis hati
Kolesistitis
Kolelitiasis
Divertikulosis
Kolitis Infektif
Hemoroid
Pemasangan pipa Nasogastrik
Parasentesis abdomen/Pungsi asites
USG abdomen
Delirium
Instabilitas postural
Jatuh
Imobilitas

No
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89

Jenis Kewenangan

Ulkus dekubitus
Inkontinensia urin
Gangguan tidur
Konstipasi
Mild Cognitive Impairment
Depresi
Gagal Jantung
Hipertensi
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
Pneumonia
DM tipe 2
Sindrom Nefritik Akut
Sindrom Nefritik Kronik
Sindrom Nefrotik
Glomerulonefritis akut
Glomerulonefritis kronik
Gagal ginjal akut - Acute Kidney Injury (AKI) derajat 1 dan 2
Penyakit ginjal kronik derajat 1-4
Penyakit ginjal kronik derajat 5
Batu ginjal
Batu saluran kemih (vesika urinaria, ureter, uretra)
Kolik renal
Disfungsi neuromuskular saluran kemih
Uretritis dan sindrom uretra
Pielonefritis akut
Hiperplasia prostat
Ginjal polokistik
Hipertensi primer (esensial)
Hipertensi sekunder
Penyakit ginjal diabetes
Ultrasonografi ginjal dan saluran kemih
Pemasangan folley cateter
Limfadenopati
Limfadenitis
Neoplasma hepar
Kanker payudara
Anemia defisiensi besi
Thalassemia
Anemia karena pendarahan kronik
Anemia penyakit kronik
Polisitemia sekunder
Polisitemia vera
Phlebotomi
Melakukan tranfusi darah
Angina Pekrotis Stabil (APS)
Sindroma koroner akut
90
(SKA)=UAP,NSTEMI,STEMI
91 ChronicIschemic Heart Disease

No
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139

Jenis Kewenangan
Gagal Jantung Kronik
Fibrilasi atrial (AF)
Flutter atrial
Fibrilasi ventricular (VF)
Takikardi supraventrikular (SVT)
Takikardi ventrikular (VT)
Ekstrasistol supraventrikular (SVES)
Ekstrasistol ventrikular (VES)
Right Bundle Branch Blok (RBBB)
Left Bundle Branch Blok (LBBB)
Bradikardi: AV Blok derajat I
AV Blok derajat II tipe Mobitz I
AV Blok derajat II tipe Mobitz II
AV Blok total
Aritmia lainnya
Elektrokardiografi (EKG): pemasangan dan interpretasinya
Ekokardiografi: Transthoracic echocardiogram (TTE)
Basic Cardiac Life Support (BCLS)
Advanced Cardiac Life Support (ACLS)
Defribrilasi dan kardioversi
Pemasangan akses vena perifer
Pemasangan Endotracheal Tube (ETT)
Tuberkulosis paru
Destroyed lung
Bronkitis akut
Bronkitis kronik
Bronkiektasis
Asma bronkial
Tuberkulosis ekstra paru (pleuritis TB)
Efusi pleura
Torakosentesis (dengan atau tanpa terpadu USG)
Intubasi endotrakeal
USG Toraks
Terapi inhalasi
Terapi Oksigen
Interpretasi pemeriksaan foto toraks
Gangguan cemas menyeluruh / General Anxiety Disorders (GAD)
Gangguan panik / Panic Disorders
Gangguan campuran cemas-depresi
Tendinitis Achilles
Gout
Nyeri reumatik regional
Lutut
Artrosentesis dan injeksi sendi kecil (PIP, DIP, wrist, MCP, CMC, tarsometatarsal)
Injeksi struktur periartikuler
Demam dengue
Demam berdarah dengue (DBD)
Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)

No
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154

Jenis Kewenangan
Hepatitis A
Hepatitis B
Varicella
Herpes zoster
Morbili
Demam tifoid
Sepsis Awal
Disentri basiler
Infeksi nosokomial
Limfadenitis
Diare akut
Keracunan organofosfat, alkohol, benzo diazepine, opiat, amfetamin, logam berat
Pemeriksaan mikrobiologgi
Penggunaan antibiotik
Pencegahan infeksi nosokomial

AN KLINIS UNTUK DOKTER


M RSU KECAMATAN CILINCING

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

SETUJU

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

SETUJU

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

SETUJU

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

SETUJU

KEWENANGAN KLINIS UNTUK DOKTER


KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RSU KECAMATAN CILINCING

No

Nama Kewenangan Klinis

1 CYST OF BARTHOLIN, ABCESS OF BARTHOLIN'S GLAND


2 ABSCESS OF HAIR FOLLICLE OR SEBACEOUS GLAND
3 CONDYLOMATA ACUMINATA
4 VAGINITIS
5 BACTERIAL VAGINOSIS
6 CYST OF GARTNER
7 FOREIGN BODY
8 CERVICITIS
9 POLYPS
10 NABOTHIAN CYST
11 UTERINE PROLAPS
12 HEMATOCOLPOS
13 ENDOMETRIOSIS
14 RETAINED PLACENTAL TISSUE
15 UTERINE INVERSION
16 POSTPARTUM HAEMORRHAGE
17 SALPINGITIS
18 ADHESIONS
19 OVARIAN CYST
20 POLYCYSTIC OVARIAN DISEASE
21 ECTOPIC PRENANCY
22 UTERINE BLEEDING AT OVULATION
23 CONDYLOMA ACCUMINATA
24 ENDOMETRIAL HYPERPLASIA
25 OVARIAL TERATOMA ( DERMOID CYST )
26 HYDATIDIFORM MOLE
DELIVERY
27 PREMATURE CONTRACTIONS
28 RUPTURE OF UTERUS
29 POSTMATURE INFANT
30 PREMATURE RUPTURE OF MEMBRANES
31 UNSTABLE LIE / MALPOSITION AFTER 36 WEEK
32 DYSTOCIAL, FETAL AND PASSAGE
33 MALPRESENTATION OF FETUS
34 PROLONGED DELIVERY
35 PRIMARY MILD CONTRACTIONS - IMININ
36 SECONDARY MILD CONTRACTIONS
37 CORD PRESENTATION / CORD PROLAPSE
38 HYPOXIA OF FETUS
39 FAILURE TO ROTATE / INCORRECT ROTATION
40 RUPTURE OF CERVIX
41 RUPTURE OF PERINEUM
42 SHOULDER DISTORTION, INFANT

No
43 RETAINED PLACENTA

Nama Kewenangan Klinis

No

Nama Kewenangan Klinis


INFECTION DURING PREGNANCY/DELIVERY
44 AIDS
45 GONORHOEA
46 HERPES VIRUS INFECTION TYPE 2
47 HEPATITIS B
DRUGS AND HARMFUL SUBSTANCE DURING PREGNANCY
48 MOTHER TAKING TOBACCO
PREGNANCY DISORDERS
49 THREATENED ABORTION
50 INCOMPLETED SPONTANEOUS ABORTION
51 COMPLETED SPONTANEOUS ABORTION
52 HYPEREMESIS GRAVIDARUM
53 HYDATIDIFORM MOLE
54 INTRA-UTERINE INFECTION
55 PRENANCY INDUCED HYPERTENSION
56 PRENANCY INDUCED DIABETES MELLITUS
57 DYSMATURITY
58 PLACENTAL INSUFFICIENCY
59 PLACENTA PREVIA
60 VASA PREVIA
61 ABRUPTIO PLACENTA-SOL
62 CERVICAL INCOMPETENCE
63 POLYHYDRAMNION
64 JAUNDICE LATE IN PREGNANCY
65 URINARY TRACT INFECTION
66 IRON DIFICIANCY ANAEMIA
67 MEGALOBLASTIC ANAEMIA
68 DEAD FETUS
PUERPERIUM
69 MASTITIS
70 CRACKED NIPPLE
71 INVERTED NIPPLE
72 ENDOMETRITIS
73 INFLAMATION OF PELVIS (SALPINGITIS, PELVIPERITONITIS, PERIMETRITIS ETC)
74 INCONTINENCE OF URINE
75 INCONTINENCE OF FAECES
76 SUBINVOLUTION OF UTERUS

AN KLINIS UNTUK DOKTER


DUNGAN RSU KECAMATAN CILINCING

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

SETUJU

Jenis Kewenangan

SETUJU

Jenis Kewenangan

SETUJU

KEWENANGAN KLINIS UNTUK DOKTER


ANAK RSU KECAMATAN CILINCING

No.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

No.
35

No.
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55

KEWENANGAN KLINIS UNTUK DOKTER


ANAK RSU KECAMATAN CILINCING

Jenis Kewenangan Klinis


Gastro-Hepatology
Gastro-enteritis
Gastro-enteritis dengan dehidrasi
Worms
Dehydration
Malabsorbsion
Food intolerance
Hepatitis
Food Allergy
Disorders of Newborns
Jaundice of Newborn
Conjuctivitis
Infection of umbilicus
Nutritional Deficiency
Marasmus
Kwashiorkor
Pulmonology
Uncomplicated Pulmonary Tuberculosis
Acute Bronchitis
Bronchitis
Bronchial Asthma
Pneumonia
Aspiration pneumonia
Stomach and Duodenum
Gastritis
Gastric/duodenal ulcer
Gastrointestinal bleeding
Gastroenteritis
Hepatitis A
Uncomplicated Hepatitis B
Active Hepatitis C
Nefrourologi
Acute renal failure
Nephrotic syndrome
Urinary tract infection
Uncomplicated Pyelonephritis
Pediatric Neurologic Disorders
Epilepsi
Infantile spasms
Petit mal epilepsy
Febrile convulsion

Cerebral Palsy

Jenis Kewenangan Klinis

Jenis Kewenangan Klinis


Hematology
Polycytemia
Thrombocytopenia
Thrombocytosis
Infectious Diseases
Tetanus
Noses and Sinuses
Epistaxis
Furuncle of nose
Acute rhinitis (common cold)
Vasomotor rhinitis
Allergic rhinitis
Chronic rhinitis
Rhinitis medicamentosa
Larynx and Pharynx
Pharyangitis
Tonsilitis
Hypertrophy of adenoids
Pseudo-croop acute epiglotitis
Immunological/allergic Reaction
Anaphylactic reaction
Rheumatic fever
Henoch-schoenlein purpura
Erythema multiforme
Atopy

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

Setuju

Jenis Kewenangan

Setuju

Jenis Kewenangan

Setuju

Lampiran : Daftar Kewenangan Klinis Tambahan


No

Jenis Kewenangan Klinis

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

SETUJU

DRAFT DAFTAR KEWENANGAN KLINIS DOKTER IGD

No.
1

Jenis Kewenangan

Resusitasi yang meliputi berbagai uoaya medik yang dilakukan terhadap penderita gawat,
untuk mencegah terjadinya kematian dan cacat yang tetap, termasuk didalamnya resusitasi
sistem pernapasan, peredaran darah dan syaraf serta memberikan obat-obatan yang perlu.
(termasuk kasus asthma bronciale, asfiksia)

Intubasi oro / naso trachea

Thoracocentesis dengan jarum

Memberikan pertolongan pertama pada penderita dengan aritmia

Memberikan pertolongan pertama pada penderita infark miokard (DC) (termasuk pertolongan
pertama pada kasus acut coronaria syndrom)

Menanggulangi renjatan/syok hipovolemik.

Melakukan cena sectie jika diperlukan

Menghentikan pendarahan (termasuk pertolongan pertama pada kasus hematemesis melena


dan hemaptoe)

Menegakkan diagnosa deferensial penderita koma dan kelainan sistem saraf pusat, keadaan
darurat SSP (termasuk gangguan penurunan kesadaran)

10 Menanggulangi keadaan alergi akut


11 Menanggulangi akut abdomen (memasang nasogastric tube)
12 Memasang bebat bidai
13 Memberikan pertolongan pertama pada keadaan darurat obsetri/ginekologi
14 Memberikan pertolongan pertama pada keracunan
15 Pertolongan pada kasus retensio urine (memasang kateter urine)
16 Pertolongan pada kejadian : sengatan listrik, luka bakar
17 Melakukan tindakan rawat luka (wound toilet), kecuali :
a.
b.

DRAFT DAFTAR KEWENANGAN KLINIS DOKTER IGD

Jenis Kewenangan
Resusitasi yang meliputi berbagai uoaya medik yang dilakukan terhadap penderita gawat,
untuk mencegah terjadinya kematian dan cacat yang tetap, termasuk didalamnya resusitasi
sistem pernapasan, peredaran darah dan syaraf serta memberikan obat-obatan yang perlu.
(termasuk kasus asthma bronciale, asfiksia)
Intubasi oro / naso trachea
Thoracocentesis dengan jarum
Memberikan pertolongan pertama pada penderita dengan aritmia
Memberikan pertolongan pertama pada penderita infark miokard (DC) (termasuk pertolongan
pertama pada kasus acut coronaria syndrom)
Menanggulangi renjatan/syok hipovolemik.
Melakukan cena sectie jika diperlukan
Menghentikan pendarahan (termasuk pertolongan pertama pada kasus hematemesis melena
dan hemaptoe)
Menegakkan diagnosa deferensial penderita koma dan kelainan sistem saraf pusat, keadaan
darurat SSP (termasuk gangguan penurunan kesadaran)
Menanggulangi keadaan alergi akut
Menanggulangi akut abdomen (memasang nasogastric tube)
Memasang bebat bidai
Memberikan pertolongan pertama pada keadaan darurat obsetri/ginekologi
Memberikan pertolongan pertama pada keracunan
Pertolongan pada kasus retensio urine (memasang kateter urine)
Pertolongan pada kejadian : sengatan listrik, luka bakar
Melakukan tindakan rawat luka (wound toilet), kecuali :
Perlukaan pada mata
Perlukaan pada anus

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

SETUJU

KEWENANGAN KLINIS UNTUK DOKTER


GIGI RSU KECAMATAN CILINCING

No
1 Iritasio Pulpa
2 Hiperemi Pulpa
3 Pulpitis
4 Gangren Pulpa
5 Nekrose Gigi
6 Fraktur Mahkota Gigi
7 Fraktur Akar Gigi
8 Pencabutan Gigi Permanen
9 Pencabutan Gigi Decidui
10 Pulpotomi
11 Pulpektomi
12 Scaling
13 Gingivitis
14 Periodentitis
15 Topikal Flour
16 Anestesi Topikal
17 Anestesi Infiltrasi
18 Anestesi Blok Mandibular
19 Abses
20 Filling Composite
21 Filling Cement
22 Filling Temporary

Jenis Kewenangan Klinis

AN KLINIS UNTUK DOKTER


KECAMATAN CILINCING

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

SETUJU

KEWENANGAN KLINIS UNTUK DOKTER


KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RSU KECAMATAN CILINCING

No

Jenis Kewenangan Klinis

1 Katarak Immatur
2 Katarak Mattur
3 Katarak Hipermatur
4 Glaucoma Akut
5 Glaucoma Kronis sdt Terbuka
6 Glaucoma Kronis sdt Tertutup
7 Glaucoma Komplikasi
8 Glaucoma Suspek
9 Hipertensi Okular
10 Ablatio Retina
11 Retinopati Diabetika
12 Retinopati Hipertensi
13 Papil Edema
14 Papil Atrofi
15 Neuritis Optik
16 Perdarahan Retina ( CRVO/BRVO )
17 Macular Edema
18 Choriosentral Retinopati (CSR)
19 Miopia
20 Hipermetropia
21 Astigmatisma
22 Presbiopia
23 Anisometropia
24 Ambliopia
25 Esotrofia
26 Eksotrofia
27 Erosi Kornea
28 Ulkus Kornea
29 Keratitis Pungtata Superfusialis
30 Korpus Alienum Kornea
31 Konjungtivitis Viral
32 Konjungtivitis Purulenta
33 Konjungtivitis Vernalis
34 Hifema et Koagulum
35 Uveitis
36 Retinopathy of Prematurity
37 Pendarahan Sub Konjungtiva
38 Ruptur Konjungtiva
39 Ruptur Palpebia
40 Blefavitis
41 Hordeolum
42 Kalazion
43 Meibomianitis

No
44 Trikhiasis

Jenis Kewenangan Klinis

No
45 Dakriosistitis
46 Obstruksi DNL

Jenis Kewenangan Klinis

AN KLINIS UNTUK DOKTER


DUNGAN RSU KECAMATAN CILINCING

Jenis Kewenangan
Diagnosa Tindakan

SETUJU

Jenis Kewenangan

SETUJU

Jenis Kewenangan

SETUJU