Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

GAYA PADA PEGAS


Nama : Renhard Fernandus Manurung
NIM : 1204105102
Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik
Universitas Udayana
2013
TUJUAN
Menentukan tetapan elastisitas atau konstanta k dari
bahan pegass secara statis.
Menggunakan teori kesalahan dalam eksperimen.
Menggunakan regresi linier pada eksperimen.
Menentukan harga konstanta pegas dengan metode
pembebanan.
DASAR TEORI
Bila suatu benda dikenai sebuah gaya dan kemudian gaya
tersebut dihilangkan, maka benda akan kembali ke bentuk
semula, itu berarti benda tersebut adalah benda elastis.
Namun bila benda dikenai gaya tidak dapat kembali ke
bentuk semula walau gaya yang bekerja telah hilang maka
benda tersebut disebut benda plastik. Contoh benda
elastis adalah karet dan pegas. Bila pegas ditarik melebihi
batasan tertentu maka benda itu tidak akan elastis lagi.
Hubungan antara pertambahan panjang pegas dan gaya

tarik adalah sebagai berikut :


F = -k.x
Dimana ,
F = gaya pemulih
k = konstanta pegas
x = perpanjangan pegas
Persamaan inilah yang disebut Hukum Hooke. Tanda
negatif (-) dalam persamaan menunjukan gaya pemulih
berlawanan arah dengan arah perpanjangan.
Modulus elastis
Yang dimaksud modulus elastis adalah perbandingan
tegangan dengan regangan. Modulus ini juga dapat
disebut modulus Young. Tegangan (stress) adalah gaya
per satuan luas penampang.satuan tegangan adalah
N/m2, secara matematis dapat dituliskan :
Regangan (strain) adalah perbandingan antara
pertambahan panjang suatu batang terhadap panjang
awal mulanya bila batang itu diberi gaya.secara
matematik dituliskan :
Dari kedua persamaan diatas dan pengertian modulus
elastisitas, dapat dicari persamaan untuk menghitung
besarnya modulus elastisitas, yaitu :
Energi potensial pada pegas
Untuk menghitung energy potensial pada pegas, terlebih
dahulu kita hitung kerja atau usaha yang dibutuhkan

untuk meregangkan pegas. Persamaan usaha adalah W =


F.s, dimana F adalah gaya dan s adalah perpindahan.
Pada pegas perpindahan adalah simpangan x, ketika
menekan atau merenggangkan pegas sejauh x,
dibutuhkan gaya Fa yang berbanding lurus dengan x.
secara matematis ditulis Fa = k.x. Ketika ditekan atau
direnggangkan pegas member gaya dengan arah
berlawanan ( Fb ) yang besarnya adalah Fb = -k.x.
Gaya rata-rata = F = (0 + kx) = kx. x adalah jarak
maksimum pegas yang diregangkan atau ditekan. Usaha
alias kerja yang dilakukan adalah :
W = Fa x = (1/2 kx) (x) = kx2
Dengan demikian, nilai Energi Potensial elastis adalah :
EP elastis = kx2
Energi kinetik pada pegas
Perlu anda ketahui bahwa Energi Potensial tidak
mempunyai suatu persamaan umum yang mewakili
semua jenis gerakan. Untuk EP elastis telah kita turunkan
pada pembahasan di atas. Berbeda dengan EP, persamaan
EK bersifat umum untuk semua jenis gerakan. Energi
Kinetik dimiliki benda ketika bergerak. Rumus besarnya
energy kinetik adalah :
EK = mv2
Pegas yang diletakan horisontal
Misalnya kita letakan sebuah pegas di atas permukaan
meja. Salah satu ujung pegas telah diikat pada dinding,

sehingga pegas tidak bergeser ketika digerakan. Anggap


saja permukaan meja sangat licin dan pegas yang kita
gunakan adalah pegas ideal sehingga memenuhi hukum
Hooke. Sekarang kita kaitkan sebuah benda pada salah
satu ujung pegas.
Jika benda kita tarik ke kanan sehingga pegas teregang
sejauh x, maka pada benda bekerja gaya pemulih pegas,
yang arahnya berlawanan dengan arah tarikan kita. Ketika
benda berada pada simpangan x, EP benda maksimum
sedangkan EK benda nol (benda masih diam).
Ketika benda kita lepaskan, gaya pemulih pegas
menggerakan benda ke kiri, kembali ke posisi
setimbangnya. EP benda menjadi berkurang dan menjadi
nol ketika benda berada pada posisi setimbangnya.
Selama bergerak menuju posisi setimbang, EP berubah
menjadi EK. Ketika benda tepat berada pada posisi
setimbang (x = 0), gaya pemulih pegas bernilai nol tetapi
pada titik ini kecepatan benda maksimum. Karena
kecepatannya maksimum, maka ketika berada pada posisi
setimbang, EK bernilai maksimum.
Pegas yang diletakan vertikal
Pada dasarnya osilasi alias getaran dari pegas yang
digantungkan secara vertikal sama dengan getaran pegas
yang diletakan horisontal. Bedanya, pegas yang
digantungkan secara vertikal lebih panjang karena
pengaruh gravitasi yang bekerja pada benda (gravitasi

hanya bekerja pada arah vertikal, tidak pada arah


horisontal). Mari kita tinjau lebih jauh Kekekalan Energi
Mekanik pada pegas yang digantungkan secara vertical.
Berdasarkan hukum II Newton, benda berada dalam
keadaan setimbang jika gaya total = 0. Gaya yang bekerja
pada benda yang digantung adalah gaya pegas (F0 = -kx0)
yang arahnya ke atas dan gaya berat (w = mg) yang
arahnya ke bawah. Total kedua gaya ini sama dengan nol.
ALAT DAN BAHAN
Pegas
Penggaris
Beban
Statit
PROSEDUR
Rangkailah peralatan.
Ukurlah massa m1.
Beri pegas beban bermassa m1.
Ukurlah panjang pertambahan pegas x1.
Lakukan langkah 2-4 untuk m2,m3,m4,m5,m6,m7,m8.
Tuliskan data pengamatan pada tabel.
DATA PENGAMATAN
No. Massa, mi mi ( kg ) Pertambahan panjang Yi
Yi ( meter )
1 0,05 0,25

2 0,1 0,27
3 0,15 0,29
4 0,2 0,31
5 0,25 0,33
6 0,3 0,35
7 0,35 0,37
8 0,5 0,39
PERHITUNGAN
Bentuk regresi adalah Y = a + bxi dengan xi sebagai
variabel bebas.
Harga a = (y_im_i^2- m_im_(iy_i ))/(nm_1^2(m_i)^2 ) = (2,56(0,51)- 1,8(1,8.2,56))/(8(0,51)3,24)
= (1,3056-8,2944)/(4,08-3,24)
= (-6,9888)/0,84
= -8,32
Harga b = (nmiyi- miyi)/(nm_1^2- (mi)^2 ) =
(8(1,8.2,56)- (1,8-2,56))/((8.0,51)- 3,24)
= (36,864-4,608)/(4,08-3,24)
= 32,256/0,84
= 38,4
RALAT KEBENARAN
Pada m1
(m1 m ) = ( 50 0,05 ) gram

= m/mx 100 %
= / 0,05 gram x 100 %
50gram
= 0,1%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,1 %
= 99,9 %
2. (m2 m ) = ( 100 0,05 ) gram
= m x 100 %
m
= 0,05 gram x 100 %
100gram
= 0,05%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,05 %
= 99,95 %
3. (m3 m ) = ( 150 0,05 ) gram
= m x 100 %
m
= 0,05 gram x 100 %
150gram
= 0,03 %
Kebenaran praktikum = 100 % 0,03 %
= 99,97 %
4. (m4 m ) = ( 200 0,05 ) gram
= m x 100 %

m
= 0,05 gram x 100 %
200gram
= 0,025%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,025%
= 99,975%
5. (m5 m ) = ( 250 0,05 ) gram
= m x 100 %
m
= 0,05 gram x 100 %
250gram
= 0,02%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,02%
= 99,98 %
6. (m6 m ) = ( 300 0,05 ) gram
= m x 100 %
m
= 0,05 gram x 100 %
300gram
= 0,0167 %
Kebenaran praktikum = 100 % 0,02%
= 99,98%
7. (m7 m ) = ( 350 0,05 ) gram
= m x 100 %
m

= 0,05 gram x 100 %


350gram
= 0,01%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,01%
= 99,99%
8. (m8 m ) = ( 400 0,05 ) gram
= m x 100 %
m
= 0,05 gram x 100 %
400gram
=0,01%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,01%
= 99,99 %
Pada y1
1.( y1 y ) = (0,25 0,0005) m
= y x 100 %
y
= 0,0005 m x100 %
0,25m
= 0,2%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,2%

= 99,8%
2.( y2 y ) = (0,27 0,0005) m
= y x 100 %
y
= 0,0005 m x100 %
0,27 m
= 0,18%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,18%
= 99,82%
3.( y3 y ) = (0,29 0,0005) m
= y x 100 %
y
= 0,0005 m x100 %
0,29 m
= 0,17%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,17%
= 99,83%
4.( y4 y ) = (0,31 0,0005) m
= y/y x 100 %
= (0,0005 m)/(0,31 m) x100 %
= 0,16 %
Kebenaran praktikum = 100 % 0,16%

= 99,84%
5.( y5 y ) = (0,33 0,0005) m
= y/y x 100 %
= 0,0005 m x100 %
0,33 m
= 0,15%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,14%
= 99,85%
6.( y6 y ) = (0,35 0,0005) m
= y x 100 %
y
= 0,0005 m x100 %
0,35 m
=0,14 %
Kebenaran praktikum = 100 % 0,14%
= 99,86 %
7.( y7 y ) = (0,37 0,0005) m
= y x 100 %
y
= 0,0005 m x100 %
0,37 m
= 0,135%
Kebenaran praktikum = 100 % 0,135 %
= 99,865 %

8.( y8 y ) = (0,39 0,0005) m


= y x 100 %
y
= 0,0005 m x100 %
0,39 m
= 0,13 %
Kebenaran praktikum = 100 % 0,13%
= 99,87%
PEMBAHASAN
Dari percobaan yang telah dilakukan oleh resultan dari
beberapa gaya yang memiliki titik tangkap yang sama
adalah jumlah aljabar dari usaha-usaha yang di lakukan
oleh tiap gaya, seperti yang telah di peraktekkan panjang
pegas mula-mula 1,setelah di beri beban M1 maka panjang
pegas tersebut akan bertambah panjang.Sesuai dengan
penghamatan Hook,gaya pada pegas adalah F=KX
sehingga dapat di simpulkan: Suatu gaya yang bekerja
pada sebuah benda selalu bera sal dari benda lain. Jadi
suatu gaya sebetulnya adalah hasil interaksi antara
dua benda.Kita dapatkan, bahwa jika sebuah benda
melakukan gaya pada sebuah benda lain, benda kedua
selalu melakukan gaya balasan pada benda pertama.
Misalkan sebuah pegas diikat pada langit- langit, dan
ujung yang lainya di hubungkan dengan beban dan beban
berada dalam keadaan diam,.karena semua berada dalam
keadaan diam, maka gaya resultan yang bekerja haruslah

sama dengan nol. Pada beban bekerja dua buah gaya,yaitu


gaya T, gaya tarik dalam pegas yang mengembang. Dalam
hokum II Newton,gaya F menyatakan vector dari semua
jumlah gaya-gaya yang bekerja pada sebuah benda, dapat
di rumuskan F=T+W
Gaya-gaya ini bekerja pada garis yang sama,sehinga besar
kedua gaya ini sama atau T=W jadi gaya tarik pada pegas
adalah suatu ukuran yang tepat untu berat beban. Kita
akan menggunakan hasil hasil kusus ini di belakang untu
mengukur gaya secaarasetatik.Maka gaya T mempunyai
besar sama dengan gaya w.Jadi langit-langit pegas dan
gaya yang sama dengan jumlah berat beban dan pegas.
KESIMPULAN
Bila suatu benda dikenai sebuah gaya dan kemudian gaya
tersebut dihilangkan, maka benda akan kembali ke bentuk
semula, berarti benda itu adalah benda elastis. Namun
pada umumnya benda bila dikenai gaya tidak dapat
kembali ke bentuk semula walaupun gaya yang bekerja
sudah hilang. Benda seperti ini disebut benda plastis.
Karena besarnya gaya pemulih sebanding besarnya
pertambahan panjang, maka dapat dirumuskan bahwa:
Gaya rata-rata = F = (0 + kx) = kx. x adalah jarak
maksimum pegas yang diregangkan atau ditekan. Usaha
alias kerja yang dilakukan adalah :
W = Fa x = (1/2 kx) (x) = kx2
Dengan demikian, nilai Energi Potensial elastis adalah :

EP elastis = kx2
Maka dari itu dapat disimpulkan dari pembahasan dan
tiori yang ada pegas jika menerima gaya dia akan menjadi
seperti semula selama gaya yang di terima tidak melebihi
konstanta yang di miliki.
DAFTAR PUSTAKA
Soedjo, Peter. 2004. Fisika Dasar.Yogyakarta:Andi Offset.
Prasetyo, Gad an Saudi Setiawan. 1991. Mengerti
Fisika.Yogyakarta : Andi Offset
Giancoli, Douglas C. Fisika Giancoli Jilid I. Jakarta :
Erlangga.
Kanginan, marthen. 2002. Fisika SMA Kelas X . Jakarta :
Erlangga.
Satriya Wibawa, I Made. 2007. Penuntun Praktikum
Fisika Dasar. Bali: Jurusan Fisika Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana.
Sears, F. W. dan Mark W. Zemansky. 1982. Fisika untuk
Universitas 1. Bandung: Binacipta