Anda di halaman 1dari 17

LABORATORIUM PILOT PLANT

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2015/2016

PRAKTIKUM PILOT PLANT


MODUL

: Humidifikasi &Dehumidifikasi

PEMBIMBING

Praktikum

Penyerahan

(Laporan)
Oleh :
Kelompok

: 11

Nama

Kelas

: 3A

1314110

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam pemrosesan bahan sering diperlukan untuk menentukan uap air dalam aliran gas.
Operasi ini dikenal sebagai proses humidifikasi. Sebaliknya, untuk mengurangi uap air dalam
aliran gas sering disebut proses dehumidifikasi. Dalam humidifikasi, kadar uap air dapat
ditingkatkan dengan melewatkan aliran gas di atas cairan yang kemudian akan menguap ke
dalam aliran gas.
Penggunaan yang paling luas dari proses humidifikasi dan dehumidifikasi menyangkut
system udara-air. Contoh paling sederhana adalah pengeringan padatan basah dengan
pengurangan jumlah kandungan air sebagai tujuan utama dan dehumidifikasi aliran gas
sebagai sampingan.
Pemakaian AC dan pengeringan gas juga menggunakan proses humidifikasi dan
dehumidifikasi. Sebagai contoh kandungan uap air harus dihilangkan dari gas klor basah,
sehingga gas ini bisa digunakan pada peralatan dari baja untuk menghindari korosi. Demikian
juga pada proses pembuatan asam sulfat, gas yang digunakan dikeringkan (dehumdifikasi)
sebelum masuk ke konventor bertekanan yaitu dengan jalan melewati pada bahan yang
menyerap air (dehydrating agent), seperti silica gel, larutan asam sulfat pekat, dan
sebagainya.
1.2 Tujuan Percobaan
1. Mengetahui pengaruh laju alir dan beda tekan terhadap jumlah H2O yang terserap
pada proses humidifikasi
2. Mengetahui pengaruh laju alir dan beda tekan terhadap jumlah H2O yang menguap
pada proses dehumidifikasi
3. Mengetahui pengaruh laju alir dan beda tekan terhadap kelembaban (Y), entalpi (H)
pada proses humidifikasi
4. Mengetahui pengaruh laju alir dan beda tekan terhadap kelembaban (Y),entalpi (H)
pada proses dehumidifikasi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Proses humidifikasi merupakan proses yang dapat menambah kadar air di dalam gas.
Sebaliknya, untuk mengurangi uap air dalam aliran gas sering disebut proses dehumidifikasi.
Dalam humidifikasi, kadar dapat ditngkatkan dengan melewatkan aliran gas di atas cairan
yang kemudian akan menguap ke dalam aliran gas.
Perpindahan ke aliran utama berlangsung dengan cara difusi dan pada perbatasan
(interface) perpindahan panas dan massa yang berlangsung terus menerus, sedangkan dalam
dehumidifikasi dilakukan pengembunan (kondensasi) parsial dan uap yang terkondensasi
dibuang.
Penggunaan yang paling luas dari proses humidifikasi dan dehumidifikasi menyangkut
sistem udara air. Contoh paling sederhana adalah pengeringan padatan basah dengan
pengurangan jumlah kandungan air sebagai tujuan utama dan dehumidifikasi aliran gas
sebagai efek sampingan.
Pemakaian AC dan pengeringan gas juga menggunakan proses humidifikasi dan
dehumidifikasi. Sebagai contoh kandungan uap air harus dihilangkan dari gas klor basah,
sehingga gas ini bias digunakan pada peralatan baja untuk menghindari korosi. Demikian
juga pada proses pembuatan asam sulfat, gas yang digunakan dikeringkan sebelum masuk ke
konventor bertekanan yaitu dengan jalan melewati pada bahan yang menyerap air
(dehydrating agent) seperti silica gel, asam sulfat pekat, dan lain-lain. Contoh proses
humidifikasi adalah pada menara pendingin, air panas dialirkan berlawanan arah dengan
media pendingin yaitu udara.

Gambar 2.1 Skema Humidifikasi dan De-Humidifikasi

2.1. Istilah dalam proses humidifikasi

1.

Kelembaban yaitu massa uap yang dibawa oleh satu satuan massa gas bebas uap, karena
itu humidity hanya bergantung pada tekanan bagian uap di dalam campuran bila tekanan
total tetap.

2.

Suhu bola basah yaitu suhu pada keadaan tunak dan tidak berkesetimbangan yang
dicapai bila suatu massa kecil dari zat cair dikontakkan dalam keadaan adiatik di dalam
arus gas yang kontinu.

3.

Kelembaban jenuh yaitu udara dalam uap air yang berkesetimbangan dengan air pada
suhu dan tekanan tertentu. Dalam campuran ini, tekanan parsial uap air dalam campuran
udara-air adalah sama tekanan uap air murni pada temperatur terntentu.

4.

Kelembaban relatif yaitu ratio antara tekanan bagian dan tekanan uap zat cair pada suhu
gas. Besaran ini dinyatakan dalam persen (%) sehingga kelembaban 100% berarti gas
jenuh sedang kelembaban 0% berarti gas bebas uap.

5.

Kalor lembab yaitu energi kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu satuan
massa beserta uap yang dikandungnya sebesar satu derajat satuan suhu.

6.

Entalpi lembab adalah entalpi satu satuan massa gas ditambah uap yang terkandung di
dalamnya.

7.

Volume lembab adalah volume total stu satuan massa bebas uap beserta uap yang
dikandungnya pada tekanan 1 atm.

8.

Titik embun campuran udara-uap air adalah temperatur pada saat gas telah jenuh oleh
uap air.
Proses Humidifikasi dengan proses Dehumidifikasi mempunyai perbedaan dalam arah

alirannya. Semua itu tergantung dari cara mengatur valve yang ada. Gas yang masuk
mengalir pada pipa orifice mempunyai beda tekan tertentu. Adapun perbedaan antara proses
humidifikasi dengan dehumidifikasi sbb :
Proses humidifikasi, merupakan suatu proses yang dapat menambah kadar air dalam gas.
Dalam prosesnya ada dua cara yaitu dengan pemanasan dan tanpa pemanasan. Arah aliran
kedua proses tersebut berbeda tergantung bagaimana kita dapat mengatur buka tutupnya
valve. Pada proses ini, gas dikontakan dengan air yang berada di dalam labu secara counter
current dimana air mengalir dari atas dan gas/udara mengalir ke atas dari bawah, dengan laju
alir sirkulasi air tertentu. Data yang diambil dari percobaan ini seperti, suhu air di dalam labu,
suhu gas masuk (Tdin dan Twin), suhu gas keluar ( Tdout dan Twout), dan beda tekanan di dalam
labu.
Proses Dehumidifikasi, yang merupakan proses pengurangan kadar air dalam gas, sama
dengan proses humidifikasi mempunyai dua cara proses, yaitu dengan pemanasan dan tanpa

pemanasan. Kesemuanya itu tergantuk cara mengatur valve yang ada. Pada proses ini, gas
dilewatkan pada sebuah kolom yang yang didalamnya terdapat zat penyerap (absorbent) dan
juga dengan memperbesar tekanan. Data yang diambil pada percobaan ini seperti, suhu gas
masuk (Tdin dan Twin), suhu gas keluar (Tdout dan Twout), beda tekanan pada kolom (P), dan
suhu keluaran kolom bagian (A, B, C, dan D) yang menempel pada kolom.
2.2. Peralatan dengan Prinsip Humidifikasi dan Dehumidifikasi
Peralatan dengan prinsip humidifikasi di bagi menjadi 3 bagian yaitu :
2.2.1 Humidifier (Peningkat Kelembaban)
Peralatan pelembab udara harus memiliki perangkat utama yang terdiri perangkat untuk
pemanasan udara, baik sebelum atau sesudah pelembaban atau keduanya, dan beberapa
metode untuk membuat udara di dalam kontak dengan air. Perangkat pemanas biasanya
berupa elemen atau susunan dari tabung bersirip. Udara dapat dibuat kontak dengan air dalam
berbagai perangkat.

Gambar 2.2 Humidifier

2.3. Dehumidifier (Pengering Udara)

Alat dipakai untuk mengurangi tingkat kelembaban di udara dalam bangunan


perumahan atau perkantoran. Biasanya karena alasan kesehatan. Karena tingkat kelembaban
yang tinggi menigkatkan pertumbuhan jamur juga tidak menyenangkan bagi manusia. Dapat
juga menyebabkan kondensasi dan dapat membuat sulit tidur.
Sedangkan dalam dunia industri (contohnya : percetakan ) dipakai untuk menjaga
tingkat kelembaban yang diinginkan karena berpengaruh pada kualitas hasil cetak.

Gambar 2.3 Dehumidifier

2.4. Cooling Tower (Menara Pendingin)


Menara pendingin merupakan suatu peralatan yang didigunakan untuk menurunkan
suhu aliran air dengan cara mengekstraksi panas dari air dan mengemisikannnya ke atmosfir.
Menara pendingin menggunakan penguapan dimana sebagian air diuapkan ke aliran udara
yang bergerak dan kemudian dibuang keatmosfir. Sebagai akibatnya air yang tersisa
didinginkan secara signifikan. Menara pendingin mampu menurunkan suhu air lebih dari
peralatan peralatan yang hanya menggunakan udara untuk membuang panas, sperti radiator
dalam mobil, dan oleh karena itu biayanya lebih efektif dan efisien energinya.

BAB III

METODOLOGI

3.1.

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan


Seperangkat alat humidifikasi dan dehumidifikasi
Kompressor
Pompa
Termometer pengukur temperature bola kering dan bola basah
Psychrometric Chart
Bahan yang digunakan
Air
Udara Tekan

3.2.

Langkah Kerja

3.2.1

Menghidupkan alat

3.2.2

Humidifikasi

3.2.3

Dehumidifikasi

3.2.4

Mematikan Alat

BAB 4
HASIL PENGOLAHAN DATA
4.1 Diameter Pipa
Humidifikasi
Dehumidifikasi

Pipa
Masukan
Keluaran
Masukan
Keluaran

Diameter (cm)
11.1
11.1
11.1
8

4.2 Kalibrasi Laju Alir Udara


Bukaan Valve
Penuh
1 putaran
2 putaran
3 putaran
4 putaran
4 putaran

4.3

5 putaran
6 putaran

KecepatanAlirUdara
(m/s)
12.59
12.24
12.56
11.40
9.67
8.89

P Udara(mbar)

7.26
3.83

LajuUdara (mbar) Laju Air (mL/h)


(mbar)
Waktu (menit)
28
0
40
3
6
50
9
12
60
15
54
0
40
3
6
50
9
12
60
15

4
4
4
20
28
54
116
Masuk
Td Tw
32
27
32
28
31.5 28.5
30.5 27.5
31
28
31 28.5
31.5 28.5
31 28.5
31.5 28.5
32
29
32
29
33
29

Humidifikasi
Keluar
Td
Tw
26 25.5
27
26
27
26
27
26
27.5 26.5
28 27.5
27.5 27
27.5 26.5
27.5 26.5
28
27
27.5 26.5
28
27

4.4 Dehumidifikasi
LajuUdara
Masuk
t
(mbar)
(min) Td Tw
28
0
33 28
5
35 30
10
36 31
15
36 31
54
20
35.5 31
25
36 31
30
36 31
35
33.5 31

Keluar
A
Td Tw Td
Tw
27 26.5 29
28
30.5 30
30
30
31.5 30
32
31
31.5 30.5 30.5
31
32.5 31
32
31
32 30.5 31
30.5
32 30.5 31
30.5
33.5 32 31.5
31

B
Td
28.5
29.5
31
30.5
30.5
30.5
30.5
30

C
Tw
28.5
29.5
30.5
30.5
30.5
30.5
30.5
31

Td
28.5
29.5
30.5
30
30
30.5
29.5
29.5

D
Tw
28.5
30
30
30.5
30.5
30
30
30.5

Td
28.5
29.5
30.5
30
30
30.5
30.5
30

Tw
28.5
29.5
30
30
30
30
30.5
30.5

4.5 Hasil Pengolahan Data Humidifikasi


Kecepatan
Udara
Masuk
(m/s)

3.7

5.33

Air
Suhu Masuk
Flow
Masuk Tbasah Tkering
(m3/s)
27
32
28
32
28.5
31.5
0.036
27.5
30.5
28
31
28.5
31
0.009680786
28.5
31.5
28.5
31
28.5
31.5
0.052
29
32
29
32
29
33
A Masuk
(m2)

RH
(%)

Y
kg/kg

68.4
74.3
80.2
79.8
80
83.2
80.2
83.2
80.2
80.3
80.3
74.7

0.0207
0.0225
0.0236
0.0222
0.0229
0.0238
0.0236
0.0238
0.0236
0.0244
0.0244
0.024

H
Density
kJ/kg kg/m3
85
89.7
92.1
87.3
89.7
92.1
92.1
92.1
92.1
94.6
94.6
94.6

1.143
1.141
1.143
1.147
1.145
1.144
1.143
1.144
1.143
1.14
1.14
1.137

Kecepatan Udara
Keluar
(m/s)

A (Keluar)
(m2)

8.89

Air Flow
Masuk
(m3/s)

0.086

0.00968079

7.26

0.070

Suhu keluar
Tbasah Tkering

RH
(%)

Y
H
Density
(Kg/Kg) (kJ/kg) (kg/m3)

25.5

26

96.2

0.0205

78.4

1.166

26

27

92.5

0.0209

80.6

1.162

26

27

92.5

0.0209

80.6

1.162

26

27

26.5

27.5

92.5
92.6

0.0209
0.0216

80.6
82.8

1.162
1.159

27.5

28

96.3

0.0232

87.3

1.156

27

27.5

96.3

0.0225

85

1.159

26.5

27.5

92.6

0.0216

82.8

1.159

26.5

27.5

92.6

0.0216

82.8

1.159

27

28

92.7

0.0223

85

1.157

26.5

27.5

92.6

0.0216

82.8

1.159

27

28

92.7

0.0223

85

1.157

Laju
Udara
(atm)
0.0276
33851
0.0276
33851
0.0276
33851
0.0276
33851
0.0276
33851
0.0276
33851
0.0532
93856
0.0532
93856
0.0532
93856
0.0532
93856
0.0532
93856
0.0532
93856

T=
Td
(K
)
30
5
30
5
30
4.5
30
3.5
30
4
30
4
30
4.5
30
4
30
4.5
30
5
30
5
30
6

R
(l.atm/
mol.K)
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1

BM
udara
(kg/
mol)

Vol
ume
(L)

Massa Udara Basah


Masuk ke Kolom
(kg udara basah)

Massa Udara Kering


Masuk ke Kolom
(kg udara kering)

Kandungan
H2O masuk
(kg H2O)

Kandungan
H2O keluar
(kg H2O)

Jum. H2O
yg diserap
(kg H2O)

0.029

0.029
7.2

0.00022928

0.000224234

5.04527E-06

4.6865E-06

18

0.00057414

0.000560903

1.32373E-05

1.17229E-05

27

0.000864048

0.000845283

1.87653E-05

1.76664E-05

43.2

0.001380203

0.001349304

3.08991E-05

2.9145E-05

54

0.001725254

0.001685147

4.01065E-05

3.90954E-05

7.2

0.000443637

0.000433324

1.03131E-05

9.35979E-06

18

0.001107271

0.001081741

2.55291E-05

2.33656E-05

27

0.001658183

0.001618687

3.9496E-05

3.60967E-05

43.2

0.002653093

0.002589899

6.31935E-05

5.59418E-05

54

0.003305528

0.003228055

7.74733E-05

7.19856E-05

0.029
0.029
0.029
0.029

-3.58775E07
-1.51444E06
-1.09887E06
-1.7541E06
-1.01109E06

0.029
0.029
0.029
0.029
0.029
0.029

0
-9.53312E07
-2.16348E06
-3.39924E06
-7.25172E06
-5.48769E06

4.6 Hasil Pengolahan Data Dehumidifikasi


Kecep
atan
Udara
Masuk
(m/s)

Air
A
Flow
Masu Masu
k
k
(m2) (m3/s
)

Suhu Masuk
Tbas
ah

Tkeri
ng

33

28

35
3.7

0.036

0.009
6807
9

36

31

36

31

35.5

31

36
5.33

0.052

30

36
33.5

31
31
31

R
H
(%
)

Y
kg/
kg

Kecep
Dens
H
atan
ity
kJ/
Udara
kg/m
kg
Keluar
3
(m/s)

10
0
10
0
10
0
10
0
10
0
10
0
10
0
10
0

0.0
241
0.0
272
0.0
289
0.0
289
0.0
289
0.0
289
0.0
289
0.0
289

89.
7
99.
7
10
5
10
5
10
5
10
5
10
5
10
5

1.15
6
1.14
6
1.14
1
1.14
1
1.14
1
1.14
1
1.14
1
1.14
1

A
(Kelua
r)
(m2)

Air
Flow
Keluar
(m3/s)

Suhu
Keluar
Tba
sah
27

Y
RH
(Kg
(%
/Kg
Tker
)
)
ing
26.5
100

30.5
8.89

0.045

30
100

31.5

30

31.5

30.5

32.5

31

100
100

0.0050
28571

100
32
7.26

0.037

30.5
100

32

30.5
100

33.5

32
100

0.0
22
0.0
272
0.0
272
0.0
28
0.0
289
0.0
28
0.0
28
0.0
306

H
(kJ/
kg)

Dens
ity
(kg/
m3)

82.8

1.163

99.7

1.146

99.7
102.
3

1.146

105
102.
3
102.
3
110.
6

1.141

1.144

1.144
1.144
1.136

Suhu
Tb Tk
asa eri
h
ng
26. 27
5
30
30

30.
5
31.
5

30.
5

31.
5

31

32.
5

30.
5

32

30.
5

32

32

33.
5

R
H
(
%
)
9
6.
2
9
6.
5
8
9.
8
9
3.
1

Y
(K
g/K
g)
0.0
218
0.0
27
0.0
266
0.0
276

9 0.0
0 283
8
9. 0.0
9 274
8
9. 0.0
9 274
9
0. 0.0
1
3

B
De
nsi
H
ty
Suhu
(k (kg Tb Tk
J/k /m asa eri
g)
3)
h
ng
28. 28.
82. 1.1 5
5
8
61
29. 29.
99. 1.1 5
5
7
44
30. 31
99. 1.1 5
7
41
30. 30.
10 1.1 5
5
2.3 4
30. 30.
10 1.1 5
5
5
36
30. 30.
10 1.1 5
5
2.3 38
30. 30.
10 1.1 5
5
2.3 38
30 31
11 1.1
0.6 31

R
H
(
%
)
1
0
0
1
0
0
9
6.
5
1
0
0
1
0
0
1
0
0
1
0
0
9
3.
1

Y
(K
g/K
g)
0.0
249
0.0
264
0.0
278
0.0
28
0.0
28
0.0
28
0.0
28
0.0
268

De
nsi
H
ty
Suhu
(k (kg Tb Tk
J/k /m asa eri
g)
3)
h
ng
28. 28.
92. 1.1 5
5
1
53
29. 30
97. 1.1 5
1
48
30 30.
10 1.1
5
2.3 42
30 30.
10 1.1
5
2.3 44
30 30.
10 1.1
5
2.3 44
30 30.
10 1.1
5
2.3 44
29. 30
10 1.1 5
2.3 44
29. 30.
99. 1.1 5
5
7
42

R
H
(
%
)
1
0
0
9
6.
4
9
6.
5
9
6.
5
9
6.
5
9
6.
5
9
6.
4
9
6.
4

Y
(K
g/K
g)
0.0
249
0.0
262
0.0
27
0.0
27
0.0
27
0.0
27
0.0
262
0.0
262

D
De
nsi
H
ty
Suhu
(k (kg Tb Tk
J/k /m asa eri
g)
3)
h
ng
28. 28.
92. 1.1 5
5
1
53
29. 29.
97. 1.1 5
5
1
47
30 30.
99. 1.1
5
7
44
30 30
99. 1.1
7
44
30 30
99. 1.1
7
44
30 30.
99. 1.1
5
7
44
30. 30.
97. 1.1 5
5
1
47
30. 30
97. 1.1 5
1
47

R
H
(
%
)
1
0
0
1
0
0
9
6.
5
1
0
0
1
0
0
9
6.
5
1
0
0
9
6.
5

Y
H
(K (k
g/K J/k
g)
g)

De
nsi
ty
(kg
/m
3)

0.0
249

92.
1

1.1
53

0.0
249

92.
1

1.1
53

0.0
27

99.
7

1.1
44

0.0
272

99.
7

1.1
46

0.0
272

99.
7

1.1
46

0.0
27

99.
7

1.1
44

0.0
28

10
2.3

1.1
44

0.0
27

99.
7

1.1
44

0.027
634
0.027
634

T=
Td
(K
)
30
6
30
8

0.027
634

30
9

Laju
Udara
(atm)

0.027 30
634
9
0.053 30
294 8.5
0.053
294

30
9

0.053 30
294
9
0.053 30
294 6.5

R
(l.atm/
mol.K)
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1
0.0825
1

BM
Volu
udara
me
(kg/
(L)
mol)
0.029
0
0.029 840
0
0.029
168
00
0.029
252
00
0.029 648
00
0.029
810
00
0.029
972
00
0.029 113
400

Massa Udara Basah


Masuk ke Kolom
(kg udara basah)

Massa Udara Kering


Masuk ke Kolom
(kg udara kering)

Kandungan
H2O masuk
(kg H2O)

Kandungan
H2O keluar
(kg H2O)

Jum. H2O
yg dilepas
(kg H2O)

0.26488746

0.257873306

0.007014154

0.007014154

0.528060439

0.513228145

0.014832293

0.013959806

0.792090658

0.769842218

0.02224844

0.021555582

0
0.00087248
8
0.00069285
8

3.934489546

3.823976621

0.110512924

0.110512924

4.910153822

4.772236196

0.137917626

0.133622613

5.892184587

5.726683435

0.165501151

0.160347136

6.930285623

6.735626031

0.194659592

0.206110157

0
0.00429501
3
0.00515401
5
0.01145056
4

BAB 5
PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN