Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANIKA FLUIDA
H-06 ALIRAN MELALUI LUBANG

KELOMPOK 4
Amri Munawar

: 1406607035

Alvin Farhan Vilardi

:1406607003

Carla Bona Vita

:1406606991

Kahfi Kurnia

:1406607104

Tanggal Praktikum

: 2 Desember 2015

Asisten Praktikum

: Maudy Kusumah

Nilai

Paraf Asisten

LABORATORIUM HIDROLIKA, HIDROLOGI, DAN SUNGAI


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2015

I.

Tujuan Praktikum

a. Mendapatkan besaran koefisien kecepatan aliran melalui lubang kecil

II.

Teori
Partikel zat cair yang mengalir melalui lubang berasal dari segala arah. Karena

zat cair mempunyai kekentalan maka beberapa partikel yang mempunyai lintasan
membelok akan mengalami kehilangan tenaga. Setelah melewati lubang pancaran air
mengalami kontraksi, yang ditunjukkan oleh penguncupan aliran. Kontraksi maksimum
terjadi pada suatu tampang sedikit disebelah hilir lubang, dimana pancaran kurang lebih
horisontal. Tampang dengan kontraksi maksimum tersebut dikenal dengan vena
kontrakta.

Gambar 1. Vena kontraka

Pada aliran zat cair melalui lubang terjadi kehilangan tenaga menyebabkan
beberapa parameter aliran akan lebih kecil dibanding pada aliran zat cair ideal yang
dapat ditunjukkan oleh beberapa koefisien, yaitu koefisien kontraksi, kecepatan, dan
debit. Koefisien kontraksi (Cc) adalah perbandingan antara luas tampang aliran pada
vena kontrakta (ac) dan luas lubang (a) yang sama dengan tampang aliran zat cair ideal.

(1)

Koefisien kontraksi tergantung pada tinggi energi, bentuk dan ukuran lubang,
dan nilai reratanya adalah sekitar Cc = 0,64. Perbandingan antara kecepatan nyata
aliran pada vena kontrakta (ac) dan kecepatan teoritis (V) dikenal dengan koefisien
kecepatan (Cv).


kecepatan teoritis

. (2)

Vc

Nilai koefisien kecepatan tergantung pada bentuk dari sisi lubang (lubang
tajam atau dibulatkan) dan tinggi energi. Nilai rerata dari koefisien kecepatan adalah
Cv = 0,97. Koefisien debit (Cd) adalah perbandingan antara debit nyata dan debit
teoritis :

= =

kecepatan nyata x luas nyata tampang aliran


kecepatan teoritis x luas lubang

Nilai koefisien debit tergantung pada nilai Cc dan Cv yang nilai reratanya
adalah 0,62.

Pusat lubang terletak pada jarak H dari muka air. Pertama kali dianggap zat
cair adalah ideal. Tekanan pada lubang adalah atmosfer. Dengan menggunakan
persamaan Bernoulli pada permukaan zat cair di kolam dan di lubang, kecepatan zat
cair pada titik tersebut dapat dihitung.

1 +

1 12
2 22
+
= 2 +
+
2
2

Oleh karena kecepatan di titik 1 adalah nol dan tekanan di titik 1 dan C adalah
atmosfer, maka :
1 = 2 +

22
2

22 = 2(1 2 ) = 2
Atau

2 = 2

Rumus tersebut menunjukkan kecepatan aliran teoritis pada zat cair ideal.
Pada zat cair riil, terjadi kehilangan tenaga yang disebabkan oleh kekentalan
(adanya vena kontrakta). Untuk itu perlu dimasukkan koefisien kecepatan (Cv),
sehingga :

= 2 = 2 2

Gambar 2 lubang kecil

Sehingga secara umum kecepatan aliran melalui lubang (orifice) dapat dinyatakan
sebagai berikut:

V Cv. 2.g.h
Sedangkan dari percobaan ini harga Cv diperoleh dari hubungan :
Cv

X
2 hY

dimana:
V

= Kecepatan aliran yang melewati lubang.

Cv

= Koefisien Kecepatan.

= Gravitasi.

= Tinggi air terhadap lubang.

= Jarak horizontal pancaran air dari bidang vena contracta.

= Jarak vertical pancaran air.

III.

Alat dan Bahan

1. Meja Hidrolika
2. Kertas Grafik
3. Perangkat alat percobaan aliran melalui lubang

d
c

i
a

Keterangan gambar :
a. Pipa aliran masuk
b. Pipa lentur dari pipa pelimpah untuk mengatur tinggi head
c. Tangki utama
d. Penjepit kertas
e. Papan
f. Jarum vertikal
g. Sekrup pengatur jarum
h. Sekrup dan lempeng lubang aliran
i. Peredam
4. Stop watch
5. Gelas Ukur
6. Jangka Sorong

IV. Cara Kerja


1. Menempatkan alat pada saluran tepi hidrolika. Pipa aliran masuk dihubungkan
dengan suplai hidrolika pipa lentur dari pipa pelimpah diarahkan ke tangki air
meja hidrolika.
2. Mengatur kaki penyangga sehingga alat terletak horizontal dan arah aliran diatur
juga sedemikian rupa sehingga menjadi sebidang dengan jajaran jarum pengukur.
3. Menyelipkan selembar kertas pada papan dibelakang jajaran jarum dan semua
jarum dinaikkan untuk membebaskan lintasan air yang menyembur. Digunakan
lempeng berlubang yang pertama, yaitu berdiameter 3 mm.
4. Menaikkan pipa pelimpah dan katup pengatup aliran dibuka air dialirkan masuk
kedalam tangki utama. Tinggi air pada tangki utama dimulai dari 400 mm, 380
mm, 360 mm, 340 mm, dan 320 mm.
5. Mengatur katup pengatur aliran sedemikian rupa, hingga air persis melimpah
lewat pipa pelimpah dan tidak ada gelombang pada permukaan tangki utama.
6. Mencatat tinggi tekanan tangki utama.
7. Mengatur posisi 8 jarum sampai tidak menyentuh air yang melintas untuk
mendapatkan bentuk lintasan aliran yang menyembur. Dan memberi tanda posisi
ujung atas jarum pada kertas grafik.
8. Mengulangi percobaan untuk setiap perbedaan tinggi tekanan pada tangki utama.
Dimulai dari 400 mm, 380 mm, 360 mm, 340 mm, 320 mm, dan 320 mm.
9. Mengganti lempeng berlubang dengan diameter yang lain yaitu D = 6 mm,
kemudian ulangi langkah sebelumnya.
10. Menentukan letak X dan Y dari setiap titik percobaan baik saat D = 3 mm dan D =
6 mm.

V.

Praktikum
Tabel Data Percobaan Koefisien Kecepatan Aliran

Diameter
lubang D
(mm)

Head
h
(mm)

Coordinate
( mm )

400

x
y
x
y
x
y
x
y
x
y
x
y
x
y
x
y
x
y
x
y

50

100

150

200

250

350

13

24

49

66

50

100

150

200

250

300
87
300
92
300
100
300
104
300
109
300
81
300
84
300
83
300
91
300
100

380
360
340
320
6

400
380
360
340
320

13

25

51

69

50

100

150

200

250

15

28

54

75

50

100

150

200

250

18

35

57

78

50

100

150

200

250

18

34

61

82

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

50

100

150

200

250

10

15

31

40

60

50

100

150

200

250

10

17

29

42

65

50

100

150

200

250

12

23

39

61

50

100

150

200

250

15

28

46

68

50

100

150

200

250

18

33

55

73

VI.

Pengolahan Data
I. Untuk = 3 mm

a. h = 400 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 400 mm
x

X = x2 / h

X2

Y2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

400
400
400
400
400
400
400
400

0
6,25
25
56,25
100
156,25
225
306,25
875

0
6
13
24
49
66
87
111
356

0
39,0625
625
3164,063
10000
24414,06
50625
93789,06
182656,3

0
36
169
576
2401
4356
7569
12321
27428

0
37,5
325
1350
4900
10312,5
19575
33993,75
70493,75

111
350

116
350

125
350

136
350

143
350

104
350

108
350

109
350

120
350

129

b =

Cv =

= 0,38594

= 0.80484

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 400mm saat = 3mm
140
y = 0.3629x + 4.8066
R = 0.9884

120

Axis Title

100
80
60
40
20
0
0

50

100

150

200

250

300

350

Axis Title

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 400 mm

b. h = 380 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 380 mm
x

X = x2 / h

X2

Y2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

380
380
380
380
380
380
380
380

0
6,578947
26,31579
59,21053
105,2632
164,4737
236,8421
322,3684
921,0526

0
7
13
25
51
69
92
116
373

0
43,28255
692,5208
3505,886
11080,33
27051,59
56094,18
103921,4
202389,2

0
49
169
625
2601
4761
8464
13456
30125

0
46,05263
342,1053
1480,263
5368,421
11348,68
21789,47
37394,74
77769,74

b =

Cv =

1
2

= 0,38426

= 0.80660

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 380mm saat = 3mm
140
120
100

y = 0.3843x
R = 0.981

Y 80
60
40
20
0
0

50

100

150

200

250

300

x2/h
Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 380 mm

c.

h = 360 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 360 mm
x

X = x2 / h

X2

Y2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

360
360
360
360
360
360
360
360

0
6,944444
27,77778
62,5
111,1111
173,6111
250
340,2778
972,2222

0
7
15
28
54
75
100
125
404

0
48,22531
771,6049
3906,25
12345,68
30140,82
62500
115789
225501,5

0
49
225
784
2916
5625
10000
15625
35224

0
48,61111
416,6667
1750
6000
13020,83
25000
42534,72
88770,83

b =

Cv =

1
2

= 0.39366

= 0.79691

350

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 360mm saat = 3mm

160
140
120
Y

y = 0.3937x
R = 0.9812

100
80
60
40
20
0
0

50

100

150

200

250

300

350

x2/h
Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 360 mm

d. h = 340 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 340 mm
x

X = x2 / h

X2

Y2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

340
340
340
340
340
340
340
340

0
7,352941
29,41176
66,17647
117,6471
183,8235
264,7059
360,2941
1029,412

0
7
18
35
57
78
104
136
435

0
54,06574
865,0519
4379,325
13840,83
33791,09
70069,2
129811,9
252811,4

0
49
324
1225
3249
6084
10816
18496
40243

0
51,47059
529,4118
2316,176
6705,882
14338,24
27529,41
49000
100470,6

b =

Cv =

1
2

= 0,39741

= 0,79314

400

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 340mm saat = 3mm

160
140
120
Y

y = 0.3974x
R = 0.981

100

80
60
40
20
0
0

50

100

150

200

250

300

350

400

x2/h
Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 340 mm

e.

h = 320 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 320 mm
x

X = x2 / h

X2

Y2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

320
320
320
320
320
320
320
320

0
7,8125
31,25
70,3125
125
195,3125
281,25
382,8125
1093,75

0
7
18
34
61
82
109
143
454

0
61,03516
976,5625
4943,848
15625
38146,97
79101,56
146545,4
285400,4

0
49
324
1156
3721
6724
11881
20449
44304

0
54,6875
562,5
2390,625
7625
16015,63
30656,25
54742,19
112046,9

b =

Cv =

1
2

= 0,39260

= 0,79799

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 320mm saat = 3mm

160
140
120
Y

y = 0.3926x
R = 0.983

100
80
60
40
20
0
0

100

200

300

400

500

x2/h
Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 320 mm

II. Untuk = 6 mm
a. h = 400 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 400 mm
x

0
50
100
150
200
250
300
350

400
400
400
400
400
400
400
400

b =

= 0,35932

X = x2 /
h
0
6,25
25
56,25
100
156,25
225
306,25
875

X2

Y2

XY

0
10
15
31
40
60
81
104
341

0
39,0625
625
3164,063
10000
24414,06
50625
93789,06
182656,3

0
100
225
961
1600
3600
6561
10816
23863

0
62,5
375
1743,75
4000
9375
18225
31850
65631,25

Cv =

1
2

= 0,83413

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 400mm saat = 6mm

120
100

y = 0.3593x
R = 0.9699

80
Y
60

40
20
0
0

50

100

150

200

250

300

350

x2/h
Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 400 mm

b. h = 380 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 380 mm
x

X = x2 / h

X2

Y2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

380
380
380
380
380
380
380
380

0
6,578947
26,31579
59,21053
105,2632
164,4737
236,8421
322,3684
921,0526

0
10
17
29
42
65
84
108
355

0
43,28255
692,5208
3505,886
11080,33
27051,59
56094,18
103921,4
202389,2

0
100
289
841
1764
4225
7056
11664
25939

0
65,78947
447,3684
1717,105
4421,053
10690,79
19894,74
34815,79
72052,63

b =

Cv =

1
2

= 0,35601

= 0,83799

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 380mm saat = 6mm

140
120
100

y = 0.356x
R = 0.9718

Y 80
60
40
20
0
0

50

100

150

200

250

300

x2/h
Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 380 mm

c. h = 360 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 360 mm
x

X = x2 / h

X2

Y2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

360
360
360
360
360
360
360
360

0
6,944444
27,77778
62,5
111,1111
173,6111
250
340,2778
972,2222

0
2
12
23
39
61
83
109
329

0
48,22531
771,6049
3906,25
12345,68
30140,82
62500
115789
225501,5

0
4
144
529
1521
3721
6889
11881
24689

0
13,88889
333,3333
1437,5
4333,333
10590,28
20750
37090,28
74548,61

b =

= 0,33059

350

Cv =

1
2

= 0,86961

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 360mm saat = 6mm

120
100

y = 0.3306x
R = 0.9961

80
Y
60
40
20
0
0

50

100

150

200

250

300

350

x2/h
Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 360 mm

d. h = 340 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 340 mm
x

X = x2 / h

X2

Y2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

340
340
340
340
340
340
340
340

0
7,352941
29,41176
66,17647
117,6471
183,8235
264,7059
360,2941
1029,412

0
5
15
28
46
68
91
120
373

0
54,06574
865,0519
4379,325
13840,83
33791,09
70069,2
129811,9
252811,4

0
25
225
784
2116
4624
8281
14400
30455

0
36,76471
441,1765
1852,941
5411,765
12500
24088,24
43235,29
87566,18

b =

= 0,34637

400

Cv =

1
2

= 0,84957

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 340mm saat = 6mm

140
120
100

y = 0.3464x
R = 0.9905

Y 80
60
40
20
0
0

50

100

150

200

250

300

350

x2/h
Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 340 mm

e. h = 320 mm
Tabel Regresi linier untuk h = 320 mm
x

X = x2 / h

X2

Y2

XY

0
50
100
150
200
250
300
350

320
320
320
320
320
320
320
320

0
7,8125
31,25
70,3125
125
195,3125
281,25
382,8125
1093,75

0
7
18
33
55
73
100
129
415

0
61,03516
976,5625
4943,848
15625
38146,97
79101,56
146545,4
285400,4

0
49
324
1089
3025
5329
10000
16641
36457

0
54,6875
562,5
2320,313
6875
14257,81
28125
49382,81
101578,1

b =

= 0,35591

400

Cv =

1
2

= 0,83810

Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk


h = 320mm saat = 6mm

160
140
120
Y

y = 0.3559x
R = 0.9796

100
80
60
40
20
0
0

100

200

300

400

500

x2/h
Grafik Hubungan x2/h dan Y untuk h = 320 mm

Perolehan Data
Tabel Rata-rata Cv untuk diameter 3mm dan 6mm
Kedalaman

Cv

(h)

= 3 mm

= 6 mm

400

0,80484

0,83413

380

0.80660

0,83799

360

0.79691

0,86961

340

0,79314

0,84957

320

0,79799

0,83810

Total

0,82561

Cv Teori = 0.98
Kesalahan Relatif =

Cv praktek Cv teori
Cv teori

= 15,75 %

x 100 %

=|

0,825610,98
0,98

| x 100 %

ANALISA PRAKTIKUM
Analisa Percobaan
Praktikum aliran melalui lubang dibagi menjadi dua, yang pertama bertujuan
untuk mendapatkan besaran koefisien kecepatan aliran melalui lubang kecil dan yang
kedua tujuannya untuk mendapatkan besaran koefisien debit aliran melalui lubang
kecil dalam keadaan aliran dengan tekanan tetap dan aliran dengan tekanan berubah.
Praktikan berbagi tugas dengan rekan praktikum untuk mengerjakan praktikum aliran
melalui lubang ini. Praktikan mengerjakan praktikum pertama yaitu menentukan
koefisien kecepatan aliran melalui lubang.
Praktikum ini menggunakan dua variasi lubang aliran dengan ukuran diameter
yang berbeda, yaitu d = 3 mm dan d = 6 mm. Tahapan percobaan dimulai dengan
memasang lubang aliran berdiameter 6 mm di sisi bagian bawah dari tangki air,
kemudian selipkan selembar kertas millimeter blok pada papan dibelakang jajaran
jarum , milimeter blok digunakan untuk pencatatan titik ketinggian pancuran air ,
kemudian naikkan semua jarum untuk membebaskan lintasan air yang akan mengalir.
Buka katup pengatur aliran dan alirkan air masuk ke dalam tangki utama dan
memastikan tidak ada gelombang pada permukaan tangki utama. Atur kran hingga
tabung pelimpah menunjuk angka 40 atau head 400 mm. Turunkan jarum tepat di atas
permukaan lintasan aliran air kemudian tandai masing-masing letak jarum bagian
ujung atasnya pada kertas millimeter blok dibelakangnya. Hitung debit aliran dengan
cara mengukur volume air tersebut selama 5 detik. Sehingga diperoleh debit aliran per
5 detik. Kemudian lakukan langkah yang sama untuk setiap penurunan head 20 mm,
yaitu untuk head= 380 mm, 360 mm, 340 mm, dan 320 mm. Pengukuran debit ini
dilakukan untuk menghemat waktu praktikum agar tidak mengulang mengatur head
saat akan mencari debit untuk percobaan mencari koefisien debit saat kondisi tekanan
konstan (constant head).

Analisa Hasil
Cv adalah perbandingan antara kecepatan nyata aliran air yang keluar dari
lubang dengan kecepatan aliran secara teoritis. Dari percobaan pertama yaitu Cv,
diperoleh 5 data pengukuran debit aliran dan 40 data penandaan jajaran jarum untuk
masing-masing ukuran diameter lubang aliran. Dari perolehan debit aliran dari head =
400 mm hingga head = 320 mm terlihat bahwa volume airnya berkurang seiring

dengan penurunan headnya dalam kurun waktu yang sama yaitu 5 detik. Dan dari
penandaan jajaran jarum 1-8 di setiap penurunan head 20 mm juga mengalami
penurunan letak masing-masing jajaran jarum tersebut. Penurunan tersebut terjadi
karena menurut hukum bernoulli, kecepatan aliran berbanding lurus dengan akar
kuadrat dari ketinggian head. Sehingga jika semakin tinggi head-nya, maka nilai v
(kecepatan) semakin tinggi dan mempengaruhi gerak parabola aliran keluar. Semakin
tinggi debit aliran dan nilai kecepatan aliran, maka nilai y semakin tinggi dan nilai
perubahan dari garis horizontal sejajar lubang semakin kecil. Sehingga penurunan
head membuat nilai y semakin jauh dari garis horizontal sejajar lubang menjadi
semakin besar nilainya. Pada pengolahan data percobaan pertama ini seluruhnya
diperoleh nilai bpraktikum dengan bgrafik adalah sama baik pada diameter = 3 mm
maupun

pada

diameter

mm.

bpraktikum

diperoleh

dari

persamaan

, sedangkan bgrafik diperoleh dari equation trendline pada grafik.


Setelah itu dapat dihitung nilai Cv dengan persamaan

, untuk masing-

masing head yaitu 400 mm, 380 mm, 360 mm, 340 mm, dan 320 mm. Dari 10 nilai
Cv tersebut kemudian diperoleh Cvrata-rata yang digunakan untuk menghitung besar
kesalahan relatif terhadap Cv

teori

= 0,98. Sehingga di dapat nilai kesalahan relatif

sebesar 15,75 %
Untuk pengolahan data sendiri, praktikan mengunakan aplikasi spreadsheet
untuk fungsi regresi liner, output dari data tersebut berupa data yang sudah diolah dan
dan grafik perbandingan. bila hasil regresi linier benar, maka hasil dari regresi linier
akan sama dengan persamaan yang didapat dari pembuatan grafik menggunakan
Microsoft word melalui fungsi scatter. Dari grafik terlihat bahwa data-data yang
didapat mendekati hasil sebuah garis lurus. Hal ini juga bisa terlihat dengan nilai
koefisien korelasi yang mendekati angka 1.

Analisa Kesalahan
Hasil yang didapatkan dari praktikum ini belum sempurna, karena ada beberapa
kesalahan , antara lain:

Kesalahan saat menyejajarkan permukaan air dengan garis yang menunjukan


besar head, sehingga data tidak akurat.

Kesalahan pada saat menyejajarkan jarum dengan permukaan lintasan air,


sehingga data yang didapat kurang akurat.

VII. KESIMPULAN

Nilai Cv praktikum untuk lubang berdiameter 3 mm sebesar 0,7999 dengan kesalahan


relatif sebesar 18,3779 %

Nilai Cv praktikum untuk lubang berdiameter 6 mm sebesar 0,8459 dengan kesalahan


relatif sebsar 13,6857 %

VIII. REFERENSI
Laboratorium Hidrolika, Hidrologi dan Sungai Departemen Teknik Sipil UI.
Pedoman Praktikum Mekanika Fluida dan Hidrolika.
De Vries,M. 1977.scale models in Hydraulics Engineering. Delf: International
Institute For hydraulic and Enviromental Engineering.
Kuncoro, dkk.2013.Uji model fisik kapasitan aliran pada lubang pengisian
tampungan di bawah saluran drainasi. Hal 73-80.

IX.

LAMPIRAN

Tabung manometer

Jarum penanda ketinggian aliran