Anda di halaman 1dari 10

DAFTAR ISI

Daftar
Isi
. i
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
. 1
1.2 Rumusan Masalah
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Biografi Bob Sadino
.... 2
2.2 Awal Mula Usaha Bob Sadino
3
2.3 Pengusaha Berdinas Celana
Pendek. 5
2.4 Bob Sadino dan
Kewirausahaan.. 7
BAB III PENUTUP
Kesimpulan

..... 9
DAFTAR PUSTAKA
.. 10

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob
adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang
pangan dan peternakan. Beliau adalah pemilik dari jaringan usaha
Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, beliau basering
terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang
menjadi ciri khasnya.
Dalam menjalani kehidupannya beliau banyak sekali mengalami
kegagalan, ketika mobil yang beliau sewakan mengalami kecelakaan yang
sangat parah, beliau kehilangan mata pencahariannya, tetapi beliau tidap
patah semagat. Om Bob kemudian meminta untuk dikirimi ayam negeri
dari temannya, dari situlah awal mula kesuksesan beliau.
Kebanyak orang yang tidak mengenal telur yang dijaul oleh om Bob,
kerena memiliki ukurang yang besar, sehingga banyak orang menolak
untuk membeli telur tersebut, akan tetapi om Bob tidak kehabisan akal,
dengan pengetahuan beliau berbahasa asing dan telur tersebut berasal
dari ayam luar negeri, beliau menjual telur tersebut ke orang-orang asing,
semakin hari beliau memiliki banyak pelanggan walupun juga banyak
mendapatkan kritikan dari orang lain, tapi om Bob sadar bahwa dengan
kritikan tersebut beliau bisa belajar untuk lebih baik dan melayani
pelanggan dengan sebaik mungkin.

1.2 Rumusan Masalah


1.

Bagaimana cara BOB SADINO menjadi pengusaha sukses di


Indonesia?

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Biografi Bob Sadino
Bob Sadino lahir di Lampung, 9 Maret 1933, atau akrab dipanggil
om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di
bidang pangan dan peternakan. Beliau adalah pemilik dari jaringan usaha
Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, beliau sering terlihat
menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi
ciri khasnya. Om Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup
berkecukupan. Beliau adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu
orang tuanya meninggal, om Bob yang ketika itu berumur 19 tahun
mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara
kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Om Bob kemudian
menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam
perjalanannya itu, beliau singgah di Belanda dan menetap selama kurang
lebih 9 tahun. Di sana, beliau bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam
dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, om Bob
bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, om Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. beliau
membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah
satunya beliau jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta
Selatan sementara yang lain tetap beliau simpan. Setelah beberapa lama
tinggal dan hidup di Indonesia, om Bob memutuskan untuk keluar dari
pekerjaannya karena beliau memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakoninya setelah keluar dari perusahaan
adalah menyewakan mobil Mercedes yang beliau miliki, beliau sendiri
yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika beliau mendapatkan
kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya
uang untuk memperbaikinya, om Bob beralih pekerjaan menjadi tukang
batu. Gajinya ketika itu hanya Rp.100. beliau pun sempat mengalami
depresi akibat tekanan hidup yang dialaminya.

Suatu hari, seorang teman menyarankan om Bob memelihara dan


berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresinya. Om Bob tertarik
dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di
Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Om Bob-lah yang
pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia.
Om Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam
negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut
hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang,
serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri.
Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal
sehingga bisnis om Bob semakin berkembang. Om Bob kemudian
melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain
memperkenalkan telur ayam negeri, beliau juga merupakan orang
pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di
Indonesia.

2.2 Awal Mula Usaha Bob Sadino


Modal yang beliau bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan
tahun 1960-an. Satu beliau jual untuk membeli sebidang tanah di
Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih
terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan,
om Bob sendiri sopirnya.
Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang
kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. Hati
saya ikut hancur, kata om Bob. Kehilangan sumber penghasilan, om Bob
lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau beliau mau, istrinya,
Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri,
bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, om Bob bersikeras, Sayalah kepala
keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.
Untuk menenangkan pikiran, om Bob meminta untuk dikirimi
kepada temannya yaitu Sri Mulyono Herlambang 50 ekor ayam ras dari
kenalannya. Om Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya.
beliau mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu
manusia pun juga bisa. Sebagai peternak ayam, om Bob dan istrinya,
setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah
tahun, om Bob dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang
asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di
kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.
Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing
sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki
pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri om Bob, dari pribadi
feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan om Bob yang
berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan)
Kem Chicks. beliau selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek
dan celana pendek. Bisnis pasar swalayan om Bob berkembang pesat,
merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun
sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu beliau

juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah. Om Bob


percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi
kegagalan.
Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Beliau dan istrinya
sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting
kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Di saat
melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus
selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah
pengembangan dari apa yang telah beliau lakukan. Kelemahan banyak
orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga beliau tidak
segera melangkah. Yang paling penting tindakan, kata om Bob.
Keberhasilan om Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga
beliau langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, om Bob trampil
dan menguasai bidangnya.
Proses keberhasilan om Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya
dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut om Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan
bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang
melebihi orang lain. Sedangkan om Bob selalu luwes terhadap pelanggan,
mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti
itu om Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar.
Menurut om Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri
sendiri. Karena itu beliau selalu berusaha melayani pelanggan sebaikbaiknya. Om Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga.
Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada
yang utama semuanya punya fungsi dan kekuatan.

2.3 Pengusaha Berdinas Celana Pendek


Pria berpakaian dinas celana pendek jin dan kemeja lengan
pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, ini adalah salah satu sosok
entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan
bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem
Chicks (supermarket), ini mantan sopir taksi dan karyawan Unilever yang
kemudian menjadi pengusaha sukses.
Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap
rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blakblakan tanpa tedeng aling-aling. Beliau adalah Bob Sadino, pengusaha
sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya.
Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar
lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran.
Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola
pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat
ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. beliau menyebut bahwa
kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang
penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja.
Totalitas m Bob memang patut diacungi jempol, apalagi mengingat likaliku jalan hidup yang telah ditempuhnya.

Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 yang hanya lulusan SMA ini
pernah mengenyam profesi dari sopir taksi hingga kuli bangunan untuk
sekadar bertahan hidup. Saat masa sulitnya, beliau pernah hampir
depresi. Tapi, ketika itu seorang temannya mengajaknya memelihara
ayam. Dari sanalah beliau kemudian terinspirasi, bahwa kalau ayam saja
bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan
bertelur, tentunya manusia juga bisa. Itulah yang kemudian mengawali
langkahnya untuk berwirausaha. beliau pun kemudian memutuskan untuk
makin menekuni usaha ternak ayam.
Pada awalnya, beliau menjual telur beberapa kilogram per hari
bersama istrinya. Mereka menjual telur itu awalnya dari pintu ke pintu.
Dan, dengan ketekunan dan kemampuannya menjaga hubungan baik,
telurnya makin laris. Dari sanalah kemudian usahanya terus bergulir. Dari
hanya menjual telur, beliau lantas menjual aneka bahan makanan. Itulah
yang akhirnya menjadi cikal bakal supermarket Kemchick miliknya. beliau
kemudian juga merambah agribisnis khususnya holtikutura, mengelola
kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur untuk dijual pada orang
asing seperti orang Jepang dan Eropa. Hubungan baik dengan orangorang asing inilah yang kemudian makin membesarkan usahanya hingga
beliau akhirnya juga memiliki usaha daging olahan Kemfoods.
Dalam menjalankan setiap usahanya, Bob selalu menyebut dirinya
tak punya kunci sukses. Sebab, beliau percaya bahwa setiap langkah
sukses selalu diimbangi kegagalan, peras keringat, dan bahkan jungkir
balik. Menurutnya, uang adalah prioritas nomor sekian, yang penting
adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menciptakan
kesempatan dan berani mengambil peluang.
Om Bob menyebut, kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak
berpikir membuat rencana sehingga tidak segera melangkah. beliau
mengatakan bahwa ketika orang hanya membuat rencana, karena merasa
memiliki ilmu yang melebihi orang lain, muncullah sifat arogan. Padahal,
intinya sebenarnya sederhana saja, lakukan dan selalu dengarkan saran
dan keluhan pelanggan. Om Bob membuktikan sendiri, beliau yang hanya
bermodal nekad, tapi berlandaskan niat dan keyakinan, serta kerja keras
pantang menyerah, tanpa teori sukses beliau pun bisa jadi seperti
sekarang. Sukses itu bukan teori. Namun didapat dari perjuangan dan
kerja keras, serta dilandasi keyakinan kuat untuk mewujudkan cita-cita.
Bob Sadino adalah contoh nyata bahwa setiap orang bisa sukses
asal mau membayar harga dengan perjuangan tanpa henti. Sosok
berambut putih, bercelana pendek ini begitu mudah dikenali. Gaya
bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Beliau adalah Bob Sadino,
pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan
Kemchick-nya. Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron
hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran.

2.4 Bob Sadino dan Kewirausahaan


Bob Sadino memberikan beberapa tips untuk mereka yang benarbenar ingin membangun jiwa enterpreneurship (jiwa kewirausahaan).

beliau menyarankan agar orang tidak belajar jiwa wirausaha di dalam


kelas, atau dari mereka yang tidak pernah menggeluti langsung dunia
usaha. Sebab biasanya yang diberikan adalah semua saran yang didasari
oleh ketakutan sehingga segalanya dipermudah dengan ide-ide logis
padahal usaha adalah sering tidak mengikuti urutan dan sistematika
berpikir biasa, faktor-faktor-faktor yang kelihatannya terkontrol padahal
sangat sulit menerka gerak dan dinamika pasar, saran-saran yang
berlawanan dengan hukum pasar yang cenderung liar, mengabaikan
unsur lain yang justru sangat penting yaitu naluri pengusaha, dsb. Untuk
membangun jiwa wirausaha, Bob menyuruh kita untuk melihat beberapa
hal berikut:
1. Kita harus membebaskan diri kita dari rasa takut.
Inilah halangan terbesar. Inilah alasan terbesar mengapa pendidikan
memakan waktu yang lama, yaitu untuk menghindari kesalahan dan
resiko. Tapi justru itulah yang ingin dipangkas oleh Bob karena ia merasa
rasa takut adalah penyebab tidak berkembangnya enterpreneurship.
Kesulitan dan resiko selalu menyertakan peluang. Jadi, jika kita ingin
mengembangkan jiwa enterpreneurship, jangan menghindari resiko.
2. Kita harus membebaskan diri dari tidakan terlalu berharap.
Belum apa-apa sudah membayangkan hitungan khayal tentang
keuntungan, kemudahan, kehebatan dan hasil besar. Jika begini, maka
orang mudah kecewa karena ternyata lapangan mengajarkan yang
berbeda. Orang harus belajar menghitung mulai dari angka kecil tetapi
tekun dan komit. Bayangkan sukarnya dan hadapilah kesukarannya.
3. Kita harus bebaskan diri kita dari pikiran sendiri.
Biasaya berupa konsep, keyakinan, anggapan dsb. Belajarlah untuk tidak
tahu supaya pengertian masuk sebanyak-banyaknya. Lepaskan diri dari
konsep-konsep, semua harus dijalani dulu dengan penuh keberanian,
nanti ilmu akan datang sendiri. Itulah enterpreneurship kata Bob. Memang
benar, jika kita berhadapan dengan orang yang merasa sudah tahu, kita
kerepotan. Orang tidak mudah berubah karena sudah punya asumsi dulu
dalam pikiran. Jadi, cara termudah mengadopsi teknik baru adalah dengan
mengambil posisi belajar, tidak tahu. Atau merendahkan hati untuk
menjalankan sesuatu yang baru. Dengan ketiga kunci tersebut, Bob
berharap mereka calon enterpreneur akan memakai prinsip-prinsip tadi
sebagai modal mengembangkan jiwa kewirausahaan.

Kata-kata Inspiratif Bob Sadino yang berkenan :


Kunci kesuksesan adalah punya impian, berani mengejar impian itu
dan YAKIN.
Kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak berpikir membuat
rencana sehingga tidak segera melangkah.
Yang Penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti
apa saja.
Setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, peras keringat,
dan bahkan jungkir balik.

Uang adalah prioritas nomor sekian, yang penting adalah


kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menciptakan kesempatan
dan berani mengambil peluang.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bob Sadino adalah sosok yg patut kita teladani. Pemikiran yang
sederhana. lugas, dan jujur membuatnya jadi bos yang sangat disegani
oleh anak buah dan orang-orang disekitarnya. Beliau percaya bahwa
setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan.
Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. beliau dan istrinya sering
jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting
kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang. Di saat
melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus
selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah
pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang,
terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera
melangkah. Yang paling penting tindakan.
Keberhasilan om Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga
beliau langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, om Bob trampil
dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan om Bob berbeda dengan
kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi
trampil dan profesional. Menurut om Bob, banyak orang yang memulai
dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa
memiliki ilmu yang melebihi orang lain. Sedangkan om Bob selalu luwes
terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan.
Dengan sikap seperti itu beliau meraih simpati pelanggan dan mampu
menciptakan pasar.
Menurut om Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan
diri sendiri. Karena itu beliau selalu berusaha melayani pelanggan sebaikbaiknya. Bob sadino menempatkan perusahaannya seperti sebuah
keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai,
tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

DAFTAR PUSTAKA
1. http://pengusahamuda.wordpress.com/biografi/
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino
3. http://www.profil.web.id/2012/07/bob-sadino-profil-biodata.html