Anda di halaman 1dari 8

TEORI PORTOFOLIO & ANALISIS INVESTASI

PENERAPAN ANALISIS TEKNIKAL & FUNDAMENTAL

Oleh : Achsanul Akbar (141130092)

TEORI PORTOFOLIO & ANALISIS INVESTASI PENERAPAN ANALISIS TEKNIKAL & FUNDAMENTAL Oleh : Achsanul Akbar (141130092) PT

PT Indomobil Sukses Internasional

Tbk (Perseroan) merupakan suatu kelompok usaha terpadu yang memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang terkemuka di Indonesia. Perseroan didirikan pada tahun 1976 dengan nama PT. Indomobil Investment Corporation dan pada tahun 1997 dilakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT. Indomulti Inti Industri Tbk

Sejak saat itulah status Perseroan berubah menjadi perusahaan terbuka dengan nama PT. Indomobil Sukses Internasional Tbk, dengan kantor pusatnya di Wisma Indomobil I, lantai 6, Jl. MT. Haryono Kav 8, Jakarta Timur - 13330.

Bidang usaha utama Perseroan dan anak perusahaan meliputi: pemegang lisensi merek, distributor penjualan kendaraan, layanan purna jual, jasa pembiayaan kendaraan bermotor, distributor suku cadang dengan merek IndoParts, perakitan kendaraan bermotor, produsen komponen otomotif serta kelompok usaha pendukung lainnya.

Perseroan mengelola merk-merk terkenal dengan reputasi internasional yang meliputi Audi, Foton, Great Wall, Hino, Kalmar, Liugong, Manitou, Nissan, Renault, Renault Trucks, Suzuki, Volkswagen, Volvo, Volvo Trucks, dan Mack Trucks.

KODE SAHAM MARKET VALUE

: IMAS

: IDR 1.935 (Closing Price : Selasa, 8 Desember 2015)

DENGAN ANALISIS TEKNIKAL DAN FUNDAMENTAL, KEPUTUSAN APAKAH YANG HARUS ANDA AMBIL MENAHAN

ANALISIS TEKNIKAL

ANALISIS TEKNIKAL Pergerakan harga saham IMAS yang secara real ditunjukkan oleh kurva Candle Stick menunjukkan bahwa

Pergerakan harga saham IMAS yang secara real ditunjukkan oleh kurva Candle Stick menunjukkan bahwa saham IMAS sedang dalam tren negatif atau terus mengalami penurunan. Batang berwarna merah sejak awal Desember menunjukkan bahwa harga saham IMAS terus merosot. Penurunan harga saham IMAS yang terus terjadi sudah hampir mendekati batas bawah (Lower) Bollinger Band yang artinya amat besar potensi untuk segera rebound. Transaction Volume sebenarnya bergeliat pada 5 Desember namun kembali turun hingga dibawah level 500 (X 1K). Menunjukkan situasi yang cukup buruk. Volume transaksi pada dasarnya bergerak searah dengan harga saham.

Aaron Indicator

yang

terbagi

atas

dua

garis

(kurva) yaitu Aaron Up (AU) dan Aaron Down (AD). AU menunjukkan angka diatas 70 bahkan

berada pada

level 96 merupakan indikasi yang

sangat

kuat

bahwa

akan

memiliki

momentum

kenaikan

yang

kuat.

Sementara

itu

AD

menunjukkan angka dibawah 30 yang

mengindikasikan bahwa

trend

penurunan

akan

segera berakhir dan akan berbalik arah menjadi

trend penguatan.

Secara

rasional

dan

matematis

juga dapat

diperhitungkan bahwa menjual saham saat ini akan menyebabkan capital loss atau disebut dengan kerugian.

Oleh karena itu,Berdasarkan ANALISIS TEKNIKAL, maka keputusan untuk Saham IMAS adalah :

MEMPERTAHANKAN (HOLD)

ANALISIS FUNDAMENTAL

PEREKONOMIAN INDONESIA

PERTUMBUHAN EKONOMI (g)

: 4,73 % ( Data BPS

Triwulan III 2015) INFLASI

: 4,89 % ( Data BI November

2015)

SUKU BUNGA

November 2015) KURS DOLAR/RUPIAH

Desember 2015)

: 7,50 % ( Data BI 17

:

13.853 ( Closing 9

INDUSTRI OTOMOTIF

ANALISIS FUNDAMENTAL PEREKONOMIAN INDONESIA PERTUMBUHAN EKONOMI (g) : 4,73 % ( Data BPS Triwulan III 2015)
KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ANALISIS TEKNIKAL & FUNDAMENTAL Page 5
KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ANALISIS TEKNIKAL & FUNDAMENTAL Page 5

KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN

ANALISIS FUNDAMENTAL menunjukkan bahwa kinerja perusahaan pada dasarnya masih dapat dipercaya dan diharapkan. Rasio-rasio keuangannya terlihat
ANALISIS FUNDAMENTAL menunjukkan bahwa kinerja perusahaan pada dasarnya masih dapat dipercaya dan diharapkan. Rasio-rasio keuangannya terlihat

ANALISIS FUNDAMENTAL menunjukkan bahwa kinerja perusahaan pada dasarnya masih dapat dipercaya dan diharapkan. Rasio-rasio keuangannya terlihat cukup baik meski tidak sebaik perusahaan yang termasuk kategori Blue Chip. Tapi pada dasarnya masih layak dikatakan memiliki kinerja yang cukup baik.

Market Value vs Intrinsic Value KODE SAHAM : IMAS MARKET VALUE

:

IDR

1.935

(Closing Price : Selasa, 8 Desember 2015)

INTRINSIC VALUE

10

0,0750,0473 = 361,012

=

  • D 1

ksg

=

INTRINSIC VALUE < MARKET VALUE KEPUTUSAN : JUAL

NAMUN ASUMSINYA, JIKA HARGA BELI BERADA DI ATAS INTRINSIC VALUE MAKA LEBIH BAIK :

MEMPETAHANKAN (HOLD)

Karena pada dasarnya tidak mungkin membeli IMAS diharga sekitar 300-400an, dalam setahun terakhir selalu berada pada level diatas 1000 (IDR) oleh karena itu jika dijual maka akan mengalami kerugian Capital Loss. Kinerja keuangan perusahaan dapat dikatakan masih cukup baik, sehingga layak untuk dipertahankan.

SOURCE LINK

ory

<a href=http://dmia.danareksaonline.com/StockInfo/IncomeStat ement http://dmia.danareksaonline.com/StockInfo/KeyRatio http://dmia.danareksaonline.com/StockInfo/DevidenHist ory https://webtrade.danareksaonline.com/default.asp DAFTAR ACUAN PUSTAKA + Catatan Materi di Kelas Teori Portofolio dan Analisis Investasi Dr. C. Ambar Pujiharjanto, MS ANALISIS TEKNIKAL & FUNDAMENTAL Page 8 " id="pdf-obj-7-15" src="pdf-obj-7-15.jpg">

DAFTAR ACUAN PUSTAKA

+ Catatan Materi di Kelas Teori Portofolio dan Analisis Investasi

Dr. C. Ambar Pujiharjanto, MS