Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM PILOT PLANT

BOILER
Dosen Pembimbing : Shoerya Shoelarta, LRSC

Kelompok / Kelas
Nama

: 7/ 3A
: 1.Noer Khoiriyah

131411018

2. Nudia Rahmania

131411019

3. Nur asmalah

131411020

Tanggal Praktikum

: 23 November 2015

Tanggal Pengumpulan Revisi Laporan : 3 Desember 2015

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
TAHUN 2015

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Boiler adalah bejana tertutup di mana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk
air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu, kemudian digunakan untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Boiler ini dapat dioperasikan dengan sistem pembakaran
single firing maupun double firing yaitu pembakaran menggunakan 2 jenis bahan bakar, fuel oil
dan fuel gas. Bahaya yang paling besar adalah jika terjadi kegagalan pada sistem supply fuel,
dan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk mematikan api dan pengurangan bahan bakar.
Untuk menjaga fuel tetap terbakar dengan sempurna dan untuk menghindari terjadinya banjir di
dalam dapur karena fuel tidak terbakar (tekanan fuel terlalu tinggi atau rendah) maka setiap
dapur mempunyai system safeguard dengan parameter Flow Fuel Oil (High atau Low Flow).
Bahan bakar yang digunakan boiler harus melalui beberapa tahapan proteksi supaya bahan
bakar oiler tersebut sesuai yang diinginkan. Sering kali, inputan maupun outputan bahan bakar
boiler baik fuel oil dan fuel gas mengalami perbedaan tekanan dan perbedaan flow. Agar sistem
didalamnya bisa menjalankan fungsinya dengan baik tanpa mengalami adanya suatu kegagalan,
maka beberapa hal

yang mungkin perlu diperhatikan antara lain tingkat keamanan yang

diperlukan untuk mengamankan proses.

1.2 Tujuan Praktikum


Adapun tujuan dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut :
1) Menghitung kalor yang yang dilepas dari pembakaran gas LPG untuk membentuk steam.
2) Menentukan energi yang diterima steam.
3) Menentukan efisiensi keseluruhan boiler.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Prinsip Kerja Boiler


Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai
terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian
digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan
murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi
steam, volumnya akan meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang
menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakan peralatan
yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar.
Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan
kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan.
Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam
dialirkan melalui system pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan
steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem
bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar
untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem
bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem.
Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Dua sumber
air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari proses
dan (2) Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari lua r ruang
boiler dan plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan
economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas
buang.
Proses pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam bentuk diagram alir energi. Diagram
ini menggambarkan secara grafis tentang bagaimana energi masuk dari bahan bakar diubah
menjadi aliran energi dengan berbagai macam kegunaan dan menjadi aliran energi dan
kehilangan panas.

Berikut memberikan gambaran berbagai kehilangan yang terjadi untuk pembangkit steam.

2.2 Tipe-tipe Boiler


Secara umum boiler dikenal dengan dua tipe, yaitu: Fire tube boiler, Water tube boiler.
1. Fire Tube Boiler
Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada
didalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan
untuk kapasitas steam yang relative kecil dengan tekanan steam rendah sampai sedang.
Sebagai pedoman, fire tube boilers kompetitif untuk kecepatan steam sampai 12.000
kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat menggunakan
bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam operasinya. Untuk alasan
ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi sebagai paket boiler (dirakit
oleh pabrik) untuk semua bahan bakar.

Gambar 1. Fire Tube Boiler

2. Water Tube Boiler


Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk ke
dalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam
pada daerah uap dalam drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan
steam sangat tinggi seperti pada kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube
boiler yang sangat modern dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 12.000
kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water tube boilers yang dikonstruksi
secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan gas. Untuk water tube
yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket.
Karakteristik water tube boilers sebagai berikut:
Forced,

induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi


pembakaran
Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air.
Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

Gambar 2. Diagram Sederhana Water Tube Boiler (YourDictionary.com)


Proses pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam bentuk diagram alir
energi. Diagram ini menggambarkan secara grafis tentang bagaimana energi masuk
dari bahan bakar diubah menjadi aliran energi dengan berbagai kegunaan dan menjadi
aliran kehilangan panas dan energi. Panah tebal menunjukan jumlah energi yang
dikandung dalam aliran masing-masing.

Neraca panas merupakan keseimbangan energi total yang masuk boiler terhadap yang
meninggalkan boiler dalam bentuk yang berbeda. Kehilangan energi dapat dibagi kedalam
kehilangan yang tidak atau dapat dihindarkan. Tujuan dari Produksi Bersih dan/atau pengkajian
energi harus mengurangi kehilangan yang dapat dihindari, dengan meningkatkan efisiensi energi.
Kehilangan berikut dapat dihindari atau dikurangi:
Kehilangan gas cerobong:
- Udara berlebih (diturunkan hingga ke nilai minimum yang tergantung dari teknologi burner,
operasi (kontrol), dan pemeliharaan).
-

Suhu

gas

cerobong

(diturunkan

dengan

mengoptimalkan

perawatan

(pembersihan), beban; burner yang lebih baik dan teknologi boiler).


Kehilangan karena bahan bakar yang tidak terbakar dalam cerobong dan abu
(mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan; teknologi burner yang lebih baik).
Kehilangan dari blowdown (pengolahan air umpan segar, daur ulang kondensat)
Kehilangan kondensat (manfaatkan sebanyak mungkin kondensat)
Kehilangan konveksi dan radiasi (dikurangi dengan isolasi boiler yang lebih baik)
Efisiensi termis boiler didefinisikan sebagai persen energi (panas) masuk yang
digunakan secara efektif pada steam yang dihasilkan. Terdapat dua metode pengkajian efisiensi
boiler:
Metode Langsung: energi yang didapat dari fluida kerja (air dan steam) dibandingkan dengan
energi yang terkandung dalam bahan bakar boiler.
Metode Tidak Langsung: efisiensi merupakan perbedaan antara kehilangan dan energy yang
masuk.
Memproduksi steam yang berkualitas tergantung pada pengolahan air yang benar untuk
mengendalikan kemurnian steam, endapan dan korosi. Sebuah boiler merupakan bagian dari
sistim boiler, yang menerima semua bahan pencemar dari sistim didepannya. Kinerja boiler,
efisiensi, dan umur layanan merupakan hasil langsung dari pemilihan dan pengendalian air
umpan yang digunakan dalam boiler.
Jika air umpan masuk ke boiler, kenaikan suhu dan tekanan menyebabkan komponen air
memiliki sifat yang berbeda. Hampir semua komponen dalam air umpan dalam keadaan terlarut.

Walau demik ian, dibawah kondisi panas dan tekanan hampir seluruh komponen terlarut keluar
dari larutan sebagai padatan partikuat, kadang-kadang dalam bentuk Kristal dan pada waktu yang
lain sebagai bentuk amorph. Jika kelarutan komponen spesifik dalam air terlewati, maka akan
terjadi pembentukan kerak dan endapan. Air boiler harus cukup bebas dari pembentukan endapan
padat supaya terjadi perpindahan panas yang cepat dan efisien dan harus tidak korosif terhadap
logam boiler.
Endapan dalam boiler dapat diakibatkan dari kesadahan air umpan dan hasil korosi dari
sistim kondensat dan air umpan. Kesadahan air umpan dapat terjadi karena kurangnya sistim
pelunakan.
Endapan dan korosi menyebabkan kehilangan efisiensi yang dapat menyebabkan
kegagalan dalam pipa boiler dan ketidakmampuan memproduksi steam. Endapan bertindak
sebagai isolator dan memperlambat perpindahan panas. Sejumlah besar endapan diseluruh boiler
dapat mengurangi perpindahan panas yang secara signifikan dapat menurunkan efisiensi boiler.
Berbagai jenis endapan akan mempengaruhi efisiensi boiler secara berbeda-beda, sehingga
sangat penting untuk menganalisis karakteristik endapan. Efek pengisolasian terhadap endapan
menyebabkan naiknya suhu logam boiler dan mungkin dapat menyebabkan kegagalan pipa
karena pemanasan berlebih.
Bahan kimia yang paling penting dalam air yang mempengaruhi pembentukan endapan
dalam boiler adalah garam kalsium dan magnesium yang dikenal dengan garam sadah. Kalsium
dan magnesium bikarbonat larut dalam air membentuk larutan basa/alkali dan garam-garam
tersebut dikenal dengan kesadahan alkali. Garam-garam tersebut terurai dengan pemanasan,
melepaskan karbon dioksida dan membentuk lumpur lunak, yang kemudian mengendap. Hal ini
disebut dengan kesadahan sementara kesadahan yang dapat dibuang dengan pendidihan.
Kalsium dan magnesium sulfat, klorida dan nitrat, dll., jika dilarutkan dalam air secara
kimiawi akan menjadi netral dan dikenal dengan kesadahan non-alkali. Bahan tersebut disebut
bahan kimia sadah permanen dan membentuk kerak yang keras pada permukaan boiler yang sulit
dihilangkan. Bahan kimia sadah non-alkali terlepas dari larutannya karena penurunan daya larut
dengan meningkatnya suhu, dengan pemekatan karena penguapan yang berlangsung dalam
boiler, atau dengan perubahan bahan kimia menjadi senyawa yang kurang larut.

Tabel 1.1. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tipe pipa.


No.

Tipe Boiler

Fire Tube

Keuntungan
Proses pemasangan

Kerugian

mudah dan cepat, Tidak Tekanan operasi steam terbatas


membutuhkan setting

untuk tekanan rendah 18 bar

khusus
Investasi awal boiler ini
murah

Water Tube

Kapasitas steam relatif kecil


(13.5 TPH) jika diabndingkan
dengan water tube
Tempat pembakarannya sulit

Bentuknya lebih

dijangkau untuk dibersihkan,

compact dan portable

diperbaiki, dan diperiksa

Tidak membutuhkan

kondisinya.
Nilai effisiensinya rendah,

area yang besar untuk 1

karena banyak energi kalor yang

HP boiler
Kapasitas steam besar

terbuang langsung menuju stack

sampai 450 TPH


Tekanan operasi
mencapai 100 bar

Proses konstruksi lebih detail


Investasi awal relatif lebih mahal
Penanganan air yang masuk ke

Nilai effisiensinya

dalam boiler perlu dijaga, karena

relatif lebih tinggi dari

lebih sensitif untuk sistem ini,

fire tube boiler

perlu komponen pendukung


untuk hal ini

Tungku mudah
dijangkau untuk
melakukan
pemeriksaan,
pembersihan, dan
perbaikan.

Karena mampu menghasilkan


kapasitas dan tekanan steam
yang lebih besar, maka
konstruksinya dibutuhkan area
yang luas

Tabel 1.2. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan bahan bakar.


No.
1

Tipe Boiler
Solid Fuel

Keuntungan
Bahan baku mudah
didapatkan.
Murah konstruksinya.

Kerugian
Sisa pembakaran sulit dibersihkan
Sulit mendapatkan bahan baku
yang baik.

Sisa pembakaran tidak


2

Oil Fuel

banyak dan lebih


mudah dibersihkan.
Bahan bakunya mudah

Gaseous Fuel

Electric

didapatkan.
Harga bahan bakar
paling murah.
Paling baik nilai
effisiensinya.
Paling mudah
perawatannya.
Mudah konstruksinya
dan mudah didapatkan

Harga bahan baku paling mahal.

Mahal konstruksinya.
Mahal konstruksinya.
Sulit didapatkan bahan bakunya,
harus ada jalur distribusi.
Paling buruk nilai effisiensinya.
Temperatur pembakaran paling
rendah.

sumbernya.

Tabel 1.3. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan kegunaan.


No.

Tipe Boiler

Power Boiler

Keuntungan
Dapat menghasilkan
listrik dan sisa steam
dapat menjalankan

Kerugian

Konstruksi awal relatif mahal.

proses industri.
Steam yang dihasilkan
Industrial

Boiler

Commercial

Boiler

Perlu diperhatikan faktor safety.


memiliki tekanan tinggi
Penanganan boiler
Steam yang dihasilkan memiliki
lebih mudah.
Konstruksi awal relatif
murah.
Penanganan boiler
lebih mudah.
Konstruksi awal relatif

tekanan rendah.

Steam yang dihasilkan memiliki


tekanan rendah.

Residential

murah.
Penanganan boiler

Steam yang dihasilkan memiliki

Boiler

lebih mudah.

tekanan rendah.

Tabel 1.4. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan konstruksi.


No.
1

Tipe Boiler
Package
Boiler

Keuntungan
Mudah pengirimannya.

Kerugian
Terbatas tekanan dan kapasitas

Dibutuhkan waktu

kerjanya.
Komponen-komponen boiler

yang singkat untuk

tergantung pada produsen boiler.

mengoprasikan setelah

Site Erected

Boiler

pengiriman.
Tekanan dan kapasitas
kerjanya dapat
disesuaikan keinginan.
Komponen-komponen

Sulit pengirimannya, memakan


biaya yang mahal.
Perlu waktu yang cukup lama

boiler dapat dipadukan

setelah boiler berdiri, setelah

dengan produsen lain.

proses pengiriman.

Tabel 1.5. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tekanan kerja.


No.

Tipe Boiler

Low Pressure

Keuntungan
Tekanan rendah
sehingga
penanganannya tidak
terlalu rumit
Area yang dibutuhkan

Kerugian
Tekanan yang dihasilkan rendah,
tidak dapat membangkitkan
listrik.

tidak terlalu besar, dan


biaya konstruksi tidak
lebih mahal dari high
pressure boiler
Tekanan yang
dihasilkan tinggi
sehingga dapat
2

High Pressure

membangkitkan listrik
dan sisanya dapat
didaur ulang untuk

Tekanan tinggi sehingga


penanganannya perlu diperhatikan
aspek keselamatannya.

mengoprasikan proses
industri

Tabel 1.6. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan pembakaran.


No.
1

Tipe Boiler
Stoker

Keuntungan
Konstruksinya relatif

Kerugian
Limbah yang diproduksi

Combustion

sederhana.

pembakaran lebih banyak

Panas yang dihasilkan kurang


merata jika tidak ada komponen
pendukung.
Effisiensi relatif rendah
Konstruksinya rumit dan
2

Pulverized

Efisiensi relatif tinggi

membutuhkan dana investasi yang


mahal.

Proses pembakaran
lebih merata pada
tungku pembakaran.
Konstruksinya rumit dan
3

Fluidized Bed

Efisiensi relatif tinggi

membutuhkan dana investasi yang


mahal.

Suhu pembakaran tidak


mencapai suhu 1000 0C
sehingga tidak
menimbulkan NOX
Limbah yang
4

Firing

diproduksi pembakaran
lebih sedikit
Panas yang dihasilkan

Konstruksi relatif rumit, perlu


nozzle.

lebih merata
Effisiensi relatif lebih
baik

Tabel 1.7. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan material.


No.
1

Tipe Boiler
Steel

Cast Iron

Keuntungan
Kuat dan tahan lama.
Dapat dialiri steam
untuk tekanan tinggi.
Biaya relatif murah.

Kerugian
Biaya relatif mahal.
Konstruksi lebih rumit.
Rentan dan mudah rusak.

Konstruksi lebih

Dapat dialiri steam untuk tekanan

sederhana.

yang terbatas.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai
terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan
untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk
mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan
meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah
meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat
baik. Prinsip kerja dari mesin boiler adalah mengubah energi yang berasal dari bahan bakar baik
berupa minyak, kayu, dan lain-lain menjadi energi panas uap yang dapat digunakan untuk proses
yang memerlukan energi uap.
Berdasarkan tipe pipa, mesin boiler terbagi menjadi dua, yaitu boiler pipa air dan boiler
pipa api. Yang dimaksud dengan boiler pipa air adalah air berada dalam pipa dan diluar pipa
dikelilingi oleh api. Sebaliknya, pada boiler pipa api, api berada dalam pipa dan disekeliling luar
pipa diisi oleh air.
Cara kerja dari boiler pipa api yaitu proses pengapian terjadi didalam pipa, kemudian
panas yang dihasilkan dihantarkan langsung kedalam boiler yang berisi air. Besar dan konstruksi
boiler mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan boiler tersebut. Sedangkan cara
kerja dari boiler pipa air yaitu proses pengapian terjadi diluar pipa, kemudian panas yang
dihasilkan memanaskan pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan terlebih
dahulu melalui economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan di
dalam sebuah steam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai, melalui tahap secondary
superheater dan primary superheater baru steam dilepaskan ke pipa utama distribusi. Didalam
pipa air, air yang mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau kandungan lainnya yang
larut di dalam air tesebut.
Pada boiler pipa api, menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah. Sedangkan pada
boiler pipa air, kapasitas dan tekanan steam yang dihasilkan tingg

Anda mungkin juga menyukai