Anda di halaman 1dari 11

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ..........................................................................................................1


DAFTAR GAMBAR ............................................................................................2
BAB I PENDAHUL UAN
1.1. Latar Belakang .........................................................................................3
1.2. Rumusan Masalah ...................................................................................4
1.3. Tujuan dan Manfaat ................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Imunokimia ......................................................................................................5
2.2 Imunopresipitasi ..............................................................................................5
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Metode Imunopresipitasi ..........................................................................6
3.2 Teknik Teknik Immuprecipitation .......................................................6
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ..............................................................................................10
4.2 Saran .........................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................11

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2 Langkah Kromatin Imunopresipitas................................................7
Gamabar 2 Uji menggunakan Label protein .....................................................8

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tren modern dalam pengembangan teknologi biokimia berdasarkan proteinprotein dan ligan-protein interaksi mengharuskan memperbarui dan memperluas
terus-menerus serangkaian metode analisis dan model biokimia karakteristik
mengikat spesifik makromolekul. Hal ini memungkinkan untuk memperdalam
pengetahuan tentang sifat kimia proses bioteknologi dan untuk mengungkapkan
pola yang konsisten baru praktis penting pada tingkat molekuler. Pendekatan ini
efektif, khususnya, dalam mengembangkan tes imunokimia untuk diagnosa medis.
Imunokimia adalah suatu kajian imunologi yang berfokus pada level kimia
atau biokimia. Imunokimia juga menerangkan secara rinci molekul - molekul dan
reaksi reaksi yang terlibat dalam sistem kekebalan yang berkembang pesat
dengan adanya teknik laboratorium.
Salah satu metode imunokimia, yaitu imunopresipitasi. Immunoprecipitasi
adalah teknik yang popular digunakan di berbagai bidang ilmiah yang
menggunakan

spesifisitas

antibodi

untuk

mengisolasi

protein.

Prosedur

immunopresipitasi adalah dengan menghilangkan peptide dan protein larut dari


larutan. Sedangkan protein yang bereaksi secara spesifik dengan antibody dapat
dianalisis. Untuk aplikasi dari immunopresipitasi ini, terbagi kembali beberapa
teknik ( G-Biosciences, 2012 ).
Teknik imunopresipitasi merupakan salah satu cara yang banyak dipakai untuk
mengukur kadar antigen atau antibodi. Proses ini dapat digunakan untuk
mengisolasi dan berkonsentrasi protein tertentu dari sampel yang mengandung
ribuan protein yang berbeda. Immunopresipitasi membutuhkan keterikatan antara
antibodi yang digabungkan ke substrat padat di beberapa titik dalam prosedur (
Dora, 2007 ).
Dari permasalahan diatas, maka dari itu kami menulis makalah tentang
immunopresipitasi ini untuk untuk mengetahui salah satu aplikasi yang digunakan
dalam teknik ini. Hal ini bertujuan untuk mengetahui teknik yang lebih baik dan
lebih cocok dalam penggunaannya.

1.2 Rumusan Masalah


1) Apa yang dimaksud dengan imunokimia ?
2) Apa yang dimaksud dengan imunopresipitasi ?
3) Apa saja teknik-teknik dari imunopresipitasi ?
4) Bagaimana aplikasi dari imunopresipitasi ?
1.3 Tujuan dan Manfaat
1) Mengetahui pengertian dari imunokimia.
2) Memahami teknik teknik dari imunopresipitasi.
3) Mengetahui salah satu aplikasi dari imunopresipitasi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Imunokimia
Imunokimia adalah suatu kajian imunologi yang berfokus pada level kimia atau
biokimia. Imunokimia juga menerangkan secara rinci molekul molekul dan
reaksi reaksi yang terlibat dalam sistem kekebalan yang berkembang pesat
dengan adanya teknik laboratorium. Imunokimia berfungsi menerangkan reaksi
kimia masuknya benda asing, contoh lewat pencernaan urin dan lain lain.
Beberapa contoh peran dari aplikasi imunokimia, yaitu : ( Dora, 2007 ).
1. Mengenali antibodi adalah imunoglobulin suatu glikoprotein dan gen
adalah DNA suatu polinukleotida.
2. Mengenali interaksi antigen-antibodi merupakan interaksi kimiawi yang
dapat dianalogikan dengan interaksi enzim dengan substratnya. Spesifitas
kerja antibodi mirip dengan enzim..
3. Menemukan fakta bahwa golongan darah ABO merupakan glikoprotein
sehingga pemberian transfusi darah yang tidak sesuai akan menimbulkan
hemolisi dan koagulasi.
2.2 Immunopresipitasi
Immunoprecipitation adalah teknik yang popular digunakan di berbagai
bidang ilmiah yang menggunakan spesifisitas antibodi untuk mengisolasi protein.
Prosedur immunopresipitasi adalah dengan menghilangkan peptide dan protein
larut dari larutan. Sedangkan protein yang bereaksi secara spesifik dengan
antibodi dapat dianalisis. Immunopresipitasi merupakan teknik pengendapan dari
larutan antigen protein yang diggunakan sebagai antibodi yang secara khusus
mengikat protein tertentu. Proses ini dapat digunakan untuk mengisolasi dan
berkonsentrasi dengan protein tertentu dari sampel yang mengandung ribuan
protein

yang

berbeda.

Immunopresipitasi

mengharuskan

antibodi

dapat

digabungkan ke substrat padat di beberapa titik dalam prosedur ( G-Biosciences,


2012 ).

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Metode Immunopresipitasi
Terdapat dua metode utama yang biasanya digunakan pada imunopresipitasi
yaitu direct dan indirect. Pada metode Indirect, Antibodi yang spesifik untuk
protein tertentu (atau kelompok protein) bergerak pada substrat padat-fase seperti
microbeads superparamagnetic atauagarosa mikroskopis (non-magnetik). Substrat
dengan antibodi terikat kemudian ditambahkan ke campuran protein, dan protein
yang ditargetkan oleh antibodi ditangkap ke substrat melalui antibodi,dengan kata
lain, terjadilah immunoprecipitasi. Sedangkan pada metode direct, Antibodi yang
spesifik untuk protein tertentu, atau sekelompok protein, ditambahkan langsung
ke campuran protein. Antibodi belum melekat pada dukungan fase padat belum.
Antibodi bebas untuk mengapung di sekitar campuran protein dan mengikat target
mereka. Dengan berjalannya waktu, substrat dilapisi protein A / G ditambahkan ke
campuran antibodi dan protein. Pada titik ini, antibodi, yang sekarang terikat
dengan target mereka, akan menempel pada materi ( Dora, 2007 ).
3.2 Teknik teknik Immunopresipitasi
Seperti yang dijelaskan diatas, imunopresipitasi merupakan salah satu bagian
dari teknik imunokimia. Imunopresipitasi menggunakan teknik pengendapan dari
larutan antigen protein yang diggunakan sebagai antibodi yang secara khusus
mengikat protein tertentu sehingga dapat diisolasi. Adapan beberapa jenis dari
imunopresipitasi, yaitu :
1. Immunoprecipitation protein individu (IP)
Meliputi penggunaan antibodi yang spesifik untuk protein yang dikenal
untuk mengisolasi protein tertentu dari larutan yang mengandung banyak
protein yang berbeda. Larutan ini akan sering berada dalam bentuk lisat
minyak dari jaringan tanaman atau hewan. Jenis sampel lainnya bisa
menjadi cairan tubuh atau sampel lainnya asal biologis ( Rosenberg, 2006 ).
2. Protein immunoprecipitation kompleks (Co-IP)
Immunopresipitasi kompleks protein utuh yaitu antigen bersama dengan
protein atau ligan yang terikat untuk itu dikenal sebagai coimmunoprecipitation (Co-IP). Co-IP bekerja dengan memilih antibodi
6

yang menargetkan protein yang dikenal agar diyakini sebagai bagian dari
kompleks yang lebih besar dari protein. Dengan menargetkan bagian yang
dikenal dengan antibodi hal itu mungkin menjadi menarik untuk seluruh
larutan dari kompleks protein dan dengan demikian mengidentifikasi
bagian yang tidak diketahui dari kompleks. Teknik ini berfungsi ketika
protein yang terlibat mengikat kompleks untuk saling erat, sehingga
memungkinkan untuk menarik beberapa bagian dari larutan kompleks
dengan menempel ke salah satu bagian dari antibodi. Konsep menarik dari
larutan kompleks protein kadang-kadang disebut sebagai "pull-down". CoIP adalah teknik yang kuat yang digunakan secara teratur oleh ahli biologi
molekuler untuk menganalisis interaksi protein-protein ( Rosenberg,
2006 ).
3. Kromatin immunoprecipitation (CHIP)
Kromatin immunoprecipitation
(CHIP)

adalah

metode

yang

digunakan untuk menentukan lokasi


binding site DNA pada genom untuk
protein tertentu yang menarik. Teknik
ini

memberikan

gambaran

dari

interaksi protein-DNA yang terjadi di


dalam inti sel hidup atau jaringan.
Sifat in vivo dari metode ini berbeda
dengan

pendekatan

lain

secara

tradisional. Fondasi prinsip pengujian


ini

adalah

(termasuk

ikatan
faktor

protein
transkripsi

DNA
dan

histon) dalam sel hidup dapat menjadi


hubungan silang dengan DNA dimana mengikat. Dengan menggunakan
antibodi yang spesifik untuk protein DNA yang diduga mengikat,
imunipresipitasi kompleks protein-DNA dapat dilihat terjadi lisis seluler.
Ikatan silang sering dilakukan dengan menerapkan formaldehid ke sel
(atau

jaringan),

meskipun

kadang-kadang

menguntungkan

untuk

menggunakan ikatan silang dan konsisten seperti DTBP. Pada titik ini
immunopresipitasi dilakukan dengan menghasilkan pemurnian kompleks
7

protein-DNA. Kompleks protein-DNA dimurnikan kemudian dipanaskan


untuk membalikkan formaldehida silang protein dan DNA kompleks,
sehingga DNA yang akan dipisahkan dari protein dan untuk identifikasi
serta kuantitas framen DNA sapat dilanjutkan dengan PCR ( Rosenberg,
2006 ).
4. RNA Imunopresipitation ( RIP)
Prinsip kerja RNA Imupresipitasi

mirip

dengan

kromatin

immunoprecipitation (CHIP), hanya saja bukan menargetkan ikatan


protein

DNA

tetapi

protein

yang

mengikat

target

RNA

immunoprecipitation RNA. RIP juga merupakan metode yang in vivo


dalam sel-sel hidup yang segaris. Dan imunopresipitasi yang dilakukan
dengan antibodi yang menargetkan protein yang menarik. Dengan
mengisolasi protein, RNA juga akan terisolasi karena terikat dengan
protein. Kompleks RNA-protein murni dapat dipisahkan dengan
melakukan ekstraksi RNA dan identitas RNA dapat ditentukan oleh
cDNA sequencing atau RT-PCR. Beberapa varian dari RIP, seperti PARCLIP termasuk langkah ikatan silang, yang selanjutnya membutuhkan
kondisi lisis (Keene et al, 2006 ).
5. Labeli Protein

Gambar 1. Tahapan Kromatin Imunopresipitasi

Gambar 2
Langkah Kromatin Imunopresipitasi

Salah satu hambatan teknis utama dengan imunopresipitasi adalah


kesulitan besar dalam menghasilkan antibodi yang secara khusus
menargetkan

protein

yang

dikenal tunggal. Keuntungan


teknik ini adalah label yang
sama dapat digunakan pada
banyak protein yang berbeda
dan digunakan antibodi yang
sama setiap kali. Keuntungan
lain dengan menggunakan
protein lebel yaitu bahwa
teknik

ini

telah

menjadi

terbiasa untuk semua jenis


imunopresipitasi termasuk semua jenis IP yang dijelaskan di atas. Contoh
lebel yang digunakan adalah Green Fluorescent Protein (GFP) tag,
Glutathione-S-transferase (GST) tag dan tag FLAG-tag ( Rosenberg, 2006
).
6. Sistem Immunoprecipitation Luciferase ( LIPs )
Sistem immunoprecipitation luciferase merupakan teknik yang
sangat kuantitatif dan tinggi dalam mendeteksi antibodi. Teknik ini
merupakan teknik baru yang biasanya digunakan untuk perbandingan
dalam identifikasi virus dalam uji sensitifitas dan spesifisitas dengan uji
lain (Cohen et al, 2014 ).

Gamabar 2
Uji menggunakan Label protein

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Imunokimia adalah suatu kajian imunologi yang berfokus pada level kimia
atau biokimia. Imunokimia juga menerangkan secara rinci molekul - molekul dan
reaksi reaksi yang terlibat dalam sistem kekebalan yang berkembang pesat
dengan adanya teknik laboratorium. Salah satu metode imunokimia, yaitu
imunopresipitasi. Immunopresipitasi merupakan teknik pengendapan dari larutan
antigen protein yang diggunakan sebagai antibodi yang secara khusus mengikat
protein tertentu. Proses ini dapat digunakan untuk mengisolasi dan berkonsentrasi
dengan protein tertentu dari sampel yang mengandung ribuan protein yang
berbeda. Immunopresipitasi mengharuskan antibodi dapat digabungkan ke
substrat padat di beberapa titik dalam prosedur. Metode imunopresipitasi ada 2,
yaitu langsung dan tidak langsung. Sedangkan teknik-teknik imunopresipitasi
terbagi atas Immunoprecipitation protein individu, Protein immunoprecipitation
kompleks, Kromatin Immunoprecipitasi, RNA Imunopresipitation, dan Sistem
Immunoprecipitation Luciferase.

4.2 Saran
Adapun saran yang dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa
menjadi referensi untuk mengetahui apasaja teknik dan metode dalam
imunopresipitasi dari subteknik imunokimia.

10

DAFTAR PUSTAKA
Bonifacino, J. S., Dell'Angelica, E. C. and Springer, T. A. 2001.
Immunoprecipitation. Current Protocols in Molecular Biology. 10.16.1
10.16.29.
Cohen, Jeffrey I., Mir A. Ali., Ahmad Bayat., Sharon P. Steinberg., Hosun Park.,
Anne A. Gershon., Peter D. Burbelo. 2014. Detection of Antibodies to
Varicella-Zoster Virus in Recipients of the Varicella Vaccine by Using a
Luciferase Immunoprecipitation System Assay. USA. Clinical and Vaccine
Immunology p. 12881291.
Cristea IM, Williams R, Chait BT, Rout MP. 2005. Fluorescent proteins as
proteomic probes. Molecular & Cellular Proteomics 4 (12): 193341.
Dora, Getra. 2007. Respon Imun Ayam Single Comb Brown Leghorn Terhada Koi
Herpesvirus (KHV). Bogor. Institut Pertanian Bogor.
G-Biosciences. 2012. Immunoprecipitation Technique. A Geno Technology, Inc.
(USA).
Keene JD, Komisarow JM, Friedersdorf MB. 2006. RIP-Chip: the isolation and
identification of mRNAs, microRNAs and protein components of
ribonucleoprotein complexes from cell extracts. Nat Protoc 1 (1): 3027.
Rosenberg, Ian (2005). Protein analysis and purification: benchtop techniques.
Springer. p. 520. ISBN 978-0-8176-4340-9.

11