Anda di halaman 1dari 6

1

Fisiologi dan Aliran Cairan Serebrospinal


Empat hal yang melindungi SSP adalah
1
2
3
4

Tulang. Cranium melindungi otak dan columna vertebralis melindungi


medulla spinalis
Meninges, membrane protektif tiga lapis yang terletak antara tulang dan
jaringan saraf. Terdiri dari duramater, arachnoidmater, dan piamater
CSS. Cairan yang berada dalam ruang subarachnoid, tempat otak
mengapung di dalam cairan tersebut
Blood-Brain Barrier, membatasi akses bahan-bahan di dalam darah masuk
ke jaringan otak

CSS memiliki fungsi:


1

CSS menyediakan keseimbangan dalam sistem saraf. Unsur-unsur


pokok pada CSS berada dalam keseimbangan dengan cairan otak
ekstraseluler, jadi mempertahankan lingkungan luar yang konstan
terhadap sel-sel dalam sistem saraf.

CSS mengakibatkann otak dikelilingi cairan, mengurangi berat otak


dalam tengkorak dan menyediakan bantalan mekanik, melindungi otak
dari keadaan/trauma yang mengenai tulang tengkorak
3 CSS mengalirkan bahan-bahan yang tidak diperlukan dari otak, seperti
CO2,laktat, dan ion Hidrogen. Hal ini penting karena otak hanya
mempunyai sedikit sistem limfatik dan untuk memindahkan produk
seperti darah, bakteri, materi purulen dan nekrotik lainnya yang akan
diirigasi dan dikeluarkan melalui villi arakhnoid.
4 Bertindak sebagai saluran untuk transport intraserebral. Hormonhormon dari lobus posterior hipofise, hipothalamus, melatonin dari
corpus pineal dapat dikeluarkan ke CSS dan transportasi ke sisi lain
melalui intraserebral.
5 Mempertahankan tekanan intrakranial. Dengan cara pengurangan CSS
dengan mengalirkannya ke luar rongga tengkorak, baik dengan
mempercepat pengalirannya melalui berbagai foramina, hingga
mencapai sinus venosus, atau masuk ke dalam rongga subarachnoid
lumbal yang mempunyai kemampuan mengembang sekitar 30%.
CSS mengandung banyak Na dan sedikit K
Aliran CSS melalui sistem tersebut dipermudah oleh silia pada sel
ependim dan faktor sirkulasi dan postur yang menyebabkan tekanan ideal
CSS yaitu sekitar 10 mmHg.
Keseluruhan volume CSS diganti sekitar tiga kali sehari. Volume totalnya
adalah 125 150 mL.
Sel Ependim
o Salah satu jenis glia yang melapisi bagian dalam rongga yang berisi
cairan di SSP serta ventrikel dan kanalis sentralis
o Ventrikel terdiri dari empat rongga yang saling berhubungan di
dalam otak serta juga bersambungan dengan canalis centralis,
suatu terowongan di tengah medulla spinalis
o Fungsi
Membantu aliran CSS dengan silianya
Ikut berperan dalam produksi CSS, khusus untuk sel ependim
di ventrikel.
Sel punca neuron, namun hanya pada di satu tempat
terbatas , yaitu di bagian tertentu hipokampus. Hipokampus
adalah struktur otak yang berfungsi untuk belajar dan
mengingat

Pembentukan, Sirkulasi dan Absorpsi Cairan Serebrospinal (CSS)


Cairan serebrospinal (CSS) dibentuk terutama oleh pleksus khoroideus,
dimana sejumlah pembuluh darah kapiler dikelilingi oleh epitel
kuboid/kolumner yang menutupi stroma di bagian tengah dan merupakan
modifikasi dari sel ependim, yang menonjol ke ventrikel. Pleksus khoroideus
membentuk lobul-lobul dan membentuk seperti daun pakis yang ditutupi oleh
mikrovili dan silia. Tapi sel epitel kuboid berhubungan satu sama lain dengan
tigth junction pada sisi apeks, dasar sel epitel kuboid terdapat membran
basalis dengan ruang stroma diantaranya. Ditengah villus terdapat endotel
yang menjorok ke dalam (kapiler fenestrata). Inilah yang disebut sawar
darah LCS. Gambaran histologis khusus ini mempunyai karakteristik yaitu
epitel untuk transport bahan dengan berat molekul besar dan kapiler
fenestrata untuk transport cairan aktif.
Pembentukan CSS melalui 2 tahap, yang pertama terbentuknya ultrafiltrat
plasma di luar kapiler oleh karena tekanan hidrostatik dan kemudian

ultrafiltrasi diubah menjadi sekresi pada epitel khoroid melalui


proses metabolik aktif.
Mekanisme sekresi CSS oleh pleksus khoroideus adalah sebagai berikut:
Natriumdipompa/disekresikan secara aktif oleh epitel kuboid pleksus
khoroideus
muatan positif di dalam CSS.
menarik ion-ionbermuatan negatif, terutama clorida ke dalam CSS.
Kelebihanion di dalam cairan neuron
meningkatkan tekanan osmotik cairanventrikel sekitar 160 mmHg lebih tinggi
dari pada dalam plasma.
air dan zat terlarut lain bergerak melalui membran khoroideus ke dalam CSS.
Bikarbonat terbentuk oleh karbonik anhidrase dan ion hidrogen yang
dihasilkan akan mengembalikan pompa Na dengan ion penggantinya yaitu
Kalium. Proses ini disebut Na-K Pump yang terjadi dengan bantuan Na-K-ATPase, yang berlangsung dalam keseimbangan. Obat yang menghambat proses
ini dapat menghambat produksi CSS. Penetrasi obat-obat dan metabolit lain
tergantung kelarutannya dalam lemak. Ion campuran seperti glukosa, asam
amino, amin dan hormon tyroid relatif tidak larut dalam lemak, memasuki
CSS secara lambat dengan bantuan sistim transport membran. Juga insulin
dan transferin memerlukan reseptor transport media. Fasilitas ini (carrier)
bersifat stereospesifik, hanya membawa larutan yang mempunyai susunan
spesifik untuk melewati membran kemudian melepaskannya di CSS. Natrium
memasuki CSS dengan dua cara, transport aktif dan difusi pasif. Kalium
disekresi ke CSS dengan mekanisme transport aktif, demikian juga keluarnya
dari CSS ke jaringan otak. Perpindahan cairan, Magnesium dan Fosfor ke CSS
dan jaringan otak juga terjadi terutama dengan mekanisme transport aktif,
dan konsentrasinya dalam CSS tidak tergantung pada konsentrasinya dalam
serum. Perbedaan difusi menentukan masuknya protein serum ke dalam CSS
dan juga pengeluaran CO2. Air dan Na berdifusi secara mudah dari darah ke
CSS dan juga pengeluaran CO2. Air dan Na berdifusi secara mudah dari darah
ke CSS dan ruang interseluler, demikian juga sebaliknya. Hal ini dapat
menjelaskan efek cepat penyuntikan intervena cairan hipotonik dan
hipertonik. Ada 2 kelompok pleksus yang utama menghasilkan CSS: yang
pertama dan terbanyak terletak di dasar tiap ventrikel lateral, yang kedua
(lebih sedikit) terdapat di atap ventrikel III dan IV. Diperkirakan CSS yang
dihasilkan oleh ventrikel lateral sekitar 95%. Rata-rata pembentukan CSS 20
ml/jam. CSS bukan hanya ultrafiltrat dari serum saja tapi pembentukannya
dikontrol oleh proses enzimatik. CSS dari ventrikel lateral melalui foramen
interventrikular monroe masuk ke dalam ventrikel III, selanjutnya melalui
aquaductus sylvii masuk ke dalam ventrikel IV. Tiga buah lubang dalam
ventrikel IV yang terdiri dari 2 foramen ventrikel lateral (foramen luschka)
yang berlokasi pada atap resesus lateral ventrikel IV dan foramen ventrikuler
medial (foramen magendi) yang berada di bagian tengah atap ventrikel III
memungkinkan CSS keluar dari sistem ventrikel masuk ke dalam rongga

subarakhnoid. CSS mengisi rongga subarachnoid sekeliling medula spinalis


sampai batas sekitar S2, juga mengisi keliling jaringan otak. Dari daerah
medula spinalis dan dasar otak, CSS mengalir perlahan menuju sisterna
basalis, sisterna ambiens, melalui apertura tentorial dan berakhir
dipermukaan atas dan samping serebri dimana sebagian besar CSS akan
diabsorpsi melalui villi arakhnoid (granula Pacchioni) pada dinding sinus
sagitalis superior. Yang mempengaruhi alirannya adalah: metabolisme otak,
kekuatan hidrodinamik aliran darah dan perubahan dalam tekanan osmotik
darah. CSS akan melewati villi masuk ke dalam aliran adrah vena dalam
sinus. Villi arakhnoid berfungsi sebagai katup yang dapat dilalui CSS dari satu
arah, dimana semua unsur pokok dari cairan CSS akan tetap berada di dalam
CSS, suatu proses yang dikenal sebagai bulk flow. CSS juga diserap di
rongga subrakhnoid yang mengelilingi batang otak dan medula spinalis oleh
pembuluh darah yang terdapat pada sarung/selaput saraf kranial dan spinal.
Vena-vena dan kapiler pada piameter mampu memindahkan CSS dengan
cara difusi melalui dindingnya. Perluasan rongga subarakhnoid ke dalam
jaringan sistem saraf melalui perluasaan sekeliling pembuluh darah
membawa juga selaput piametr disamping selaput arakhnoid. Sejumlah kecil
cairan berdifusi secara bebas antara cairan ekstraselluler dan CSS dalam
rongga perivaskuler dan juga sepanjang permukaan ependim dari ventrikel
sehingga metabolit dapat berpindah dari jaringan otak ke dalam rongga
subrakhnoid. Pada kedalaman sistem saraf pusat, lapisan pia dan arakhnoid
bergabung sehingga rongga perivaskuler tidak melanjutkan diri pada
tingkatan kapiler.
Tekanan Cairan Serebrospinal
Tekanan normal dari sistem cairan serebrospinal ketika seseorang berbaring
pada posisi horizontal, rata-rata 130 mm air (10 mmHg), meskipun dapat
juga serendah 65 mm air atau setinggai 195 mm air pada orang normal.
Pengaturan Tekanan Cairan Serebsrospinal oleh Vili Arakhnoidalis
Normalnya, tekanan cairan serebrospinal hampir seluruhnya diatur oleh
absorpsi cairan melalui vili arakhnoidalis. Alasannya adalah bahwa kecepatan
normal pembentukan cairan serebrospinal bersifat konstan, sehingga dalam
pengaturan tekanan jarang terjadi faktor perubahan dalam pembentukan
cairan. Sebaliknya, vili berfungsi seperti katup yang memungkinkan cairan
dan isinya mengalir ke dalam darah dalam sinus venosus dan tidak
memungkinkan aliran sebaliknya. Secara normal, kerja katup vili tersebut
memungkinkan cairan serebrospinal mulai mengalir ke dalam darah ketika
tekanan sekitar 1,5 mmHg lebih besar dari tekanan darah dalam sinus
venosus. Kemudian, jika tekanan cairan serebrospinal masih meningkat terus,
katup akan terbuka lebar, sehingga dalam keadaan normal, tekanan tersebut
tidak pernah meningkat lebih dari beberapa mmHg dibanding dengan
tekanan dalam sinus. Sebaliknya, dalam keadaan sakit vili tersebut kadangkadang menjadi tersumbat oleh partikel-partikel besar, oleh fibrosis, atau
bahkan oleh molekul protein plasma yang berlebihan yang bocor ke dalam
cairan serebrospinal pada penyakit otak. Penghambatan seperti ini
dapatmenyebabkan tekanan cairan serebrospinal menjadi sangat tinggi